Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
series II‐eps 35


__ADS_3

Tubuh Shaka begitu lemah, entah apa yang sudah Meya lakukan padanya tapi kini rasanya ia tak sanggup menggerakkan tubuhnya. Sangat lemah, rasanya seperti sudah tak diberi makan serta minum selama berbulan-bulan.


"Kenapa sayang," tanya Nakila.


"Nggak tahu, aku rasanya lemas banget ini."


Saat ini keduanya sedang duduk disudut ruangan tersebut dengan Shaka memeluk tubuh kekasihnya. Namun saat matanya terbuka ia merasa begitu tak bertenaga, begitu lemah.


"Kamu kenapa yank," memeriksa wajah kekasihnya yang tak pucat.


Shaka menggelengkan kepalanya, ia benar-benar tak tahu apa yang salah dengan dirinya. Rasanya begitu berat, bahkan ia tak mampu membuka lebar matanya.


"Sayang apa yang salah sama kamu, yank ayo buka mata dulu," seru Nakila sambil berusaha membangunkan kekasihnya.


Namun Shaka masih diam saja, tak ada respon kecuali nafas Shaka yang begitu berat saat didengar.


Pagi ini Alex bangun lebih awal dari sebelumnya, entah mengapa ia tak bisa memejamkan matanya semalam. Bayang-bayang Laisa terus menari dikepalanya, rasa cemas juga khawatir membuat Alex begitu tak tenang.


"Wih tumben udah bangun nih bro," seru Mike yang tiba-tiba masuk kedalam rumah Alex.


"Ngapain loe pagi-pagi kesini."


"Idih, kan biasanya kita kalau weekend gym bareng. Gimana sih," herannya.


"Loe sendiro gih, gue nggak ada selera gym pagi ini," malasnya.


"Loe kenapa, murung banget. Nggak tidur ya loe semalam?"

__ADS_1


"Ehm," menganggukkan kepalanya.


Pada akhirnya Alex menceritakan semua hal yang telah terjadi, awalnya ia begitu senang dengan pengakuan Alex terhadap orang tua Laisa. Namun cerita berikutnya membuat Mike ikut panik dibuatnya.


Laisa mau tak mau harus menghadapi wanita yang mungkin lebih ahli daripadanya, tak bisa menolak dan hanya bisa menerima dengan segala konsekuensinya. Mike merasa bersedih dengan keadaan ini, ia turut prihatin dengan percintaan sahabatnya itu.


"Jadi apa rencana loe," tanya Mike.


"Gue bakal kesana pagi ini, gue mau bantu Laisa berlatih."


"Kalau gitu loe kesana aja sekarang, gue yang bakal temenin loe kesana."


Alex benar-benar bersyuku dengan adanya Mike yang selalu ada untuknya dalam keadaan apapun itu. Tak perduli apapun halangannya Mike akan selalu ada untuk Alex sahabatnya.


......


...


Terhadap siapa, siapa korbannya, dan kenapa berita ini tak pernah terekspose. Itulah pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak setiap orang.


"Siapa korbannya," tanya Letta.


"Meya mah," ucap Laisa yang juga masih tak percaya.


Mereka semua benar-benar tercengang kembali, berita ini sungguuh mengguncang pagi mereka. Tak ada yang tahu bagaimana itu bisa terjadi, ada rasa tak percaya dengan apa yang tertulis itu.


"Disini juga tertulis jika om Daniel melakukan itu sebab ia tak bisa menyalurkan nafsunya sebagai seorang laki-laki," lanjut Laisa.

__ADS_1


"Bohong," seru Gala tiba-tiba.


Semua orang menatap Gala yang berseru dengan begitu kerasnya, bocah laki-laki itu dengan begitu yakin menyangkal ucapan yang dilontarkan kakaknya.


"Nggak mungkin om Daniel melakukan itu, karena nyatanya ia memiliki istri disana bahkan sudah memiliki seorang anak juga," lanjut Gala.


Tak habis rasanya kejutan pagi ini , satu persatu kejutan mulai mendebarkan jantung masing-masing orang saat ini. Semua nampak terdiam, tak ada suara hanya ada hembusan nafas dari setiap orang disana.


"Lanjutkan nak," seru David.


Sebenarnya om Daniel ini menetap di Australian, satu tahun setelahnya menikah dengan warga sana yang juag orang indonesia juga."


"Lanjutkan."


"Mereka menikah terus disini cuma ditulis punya anak lagi."


"Lalu kenapa bisa Daniel dipenjara dengan tuduhan itu, terlebih berita Laisa seperti menghapus berita pernikahan itu," heran Reno penuh tanda tanya.


"Benar juga, ada yang nggak beres ini," sahut David.


"Lanjutkan nak," seru Cally.


"Tapi disini nggak ada berita lanjutan tentang istrinya itu, kayak ada yang kehapus gitu," ucap Gala.


"Lalu kalau Daniel dipenjara, tuan Edo ada dimana dong saat ini ," tanya Letta.


"Di rumah sakit jiwa."

__ADS_1


__ADS_2