Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
130


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Hari itu Seruni datang kemakam dengan ditemani oleh David. David dengan setia selalu disisi Seruni untuk menguatkannya.


Namun ditengah itu David merasa ada orang yang terus mengawasinya. Tak hanya itu, ia juga melihat satu sampai dua orang terus berputar disekitar makan Ilham juga Flora.


"Runi, kita kembali sekarang.." khawatir David berucap bisikan.


"Pulanglah, aku masih ingin disini.."


David begitu khawatir, ditariknya Seruni kedalam pelukannya sambil ia berbisik.


"Kita kembali lain waktu, ada orang yang sedang mengawasi kita .." bisiknya.


Seruni nampak terkejut mendengar penuturan David, mau tidak mau akhirnya ia menurut dan menuruti David.


Sambil bergandengan David menuntun Seruni berjalan ditengah makan. Namun Seruni tanpa sengaja tersandung oleh sebuah makam hingga terjatuh.


"Aww.." pekiknya.


"Apa ada yang sakit ??" Khawatir David.


"Sepertinya kakiku terkilir.." ucap Seruni menahan sakit.


Namun saat David ingin membuka suara, tanpa sengaja ia melihat pergerakan orang yang mengawasinya. Dan mereka mulai mendekat.


"Sialan!! Runi, ikuti aku.." seru David menggendong Seruni.


David dengan buru-buru berlari sambil menggendong Seruni. Nampak juga beberapa orang ikut berlari mengejarnya.


"Mereka mengejar .." panik Seruni.


"Jangan lihat dan tetap tenang, percaya padaku.."


David membawa Seruni masuk kedalam mobilnya, sambil mengemudikan mobil ia mecoba menghubungi Arga dengan ponselnya.


Namum sebelum tersambung, ponsel David terjatuh saat mobilnya ditabrak dari belakang.


"Brengsek !!" Umpatnya menatap spion.


"Seruni berpeganglah.." perintahnya.


Dengan patuh Seruni berpegangan, namun sebelah tangannya memegangi ponsel dan mengirimkan pesan kepada Arga.


Mereka terus menabrak mobil David hingga membuatnya tak terkendali. Namun bukan David jika ia tak bisa menguasai mobil miliknya.


"Mereka lihai juga . ." Awas David.


Tak hanya diam, David membalas mereka dengan menabrak mobilnya juga. Mobilnya sudah mulai hancur akibat tabrakan terus menerus.


"David, aku sudah mengirimkan pesan pada Arga. Dia mengatakan akan menunggu dibelokan setelah ini.." seru Seruni.


"Bagus Runi, " mengusap kepala Seruni.


Arga yang kebetulan berada dalam perjalanan tekejut saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Seruni. Dan dengan cepat ia mengumpulkan anak buahnya ditempat yang sudah ia persiapkan.


"Apa semua sudah siap ??" Tanya Arga dari dalam mobil yang sedang menunggu kedatangan David.

__ADS_1


"Sudah siap tuan, kita hanya menunggu musuh.." ucap anak buahnya.


"Bagus.."


Dan tak lama mobil David mulai terlihat mendekati kerumunan mobil Arga. Dan David segera memutar arah mobilnya agar sejajar dengan mobil milik Arga.


"Singkirkan mereka !!" Perintah Arga.


Dan sekali bertindak para anak buah Arga berhasil melenyapkan orang yang membuntuti David juga Seruni.


"Kita pergi.." seru Arga pada supirnya.


David mengemudikan mobilnya mengikuti arah kemana mobil Arga. Dan ia tahu Arga saat ini sedang menuju kembali kerumahnya.


Sedang didalam rumah, Letta terlihat sedang bercanda dengan baby Shaka. Ia terlihat begitu bahagia saat bersama anaknya.


"Nak, makanlah dulu.." ucap Elena membawa piring berisi makanan.


"Astaga mama, aku bisa ambil sendiri .." sungkan Letta.


"Sudah gpp. Makan, biar baby Shaka sama mama dulu.." memgambil alih cucunya.


Letta menikmati makannya, sedangkan Elena asik beramin dengan cucunya. Namun tiba-tiba Letta begitu kegirangan saat mendengar deru mobil milik Arga.


"Letta mau kemana ??" Teriak Elena saat melihat Letta berlari menuju keluar.


"Anak itu.."


Arga keluar dari dalam mobilnya, dan ia melihat Letta sedang berlari menghampirinya. Ia merentangakan kedua tangannya menyambut istrinya.


"Sudah kukatakan berapa kali jangan berlarian didalam rumah ,," gerutunya sambil memeluk tubuh istrinya dengan erat.


"Aku hanya senang melihat suamiku .."


"Benarkah ..??" Tanya Arga melonggarkan pelukannya.


Arga yang gemas segera menghujani wajah Letta dengam ciumannya, sedangkan Letta hanya tertawa riang menerima perlakuan dari suaminya.


"Uhukk.. uhukk .."


Letta begitu terkejut saat melihat David juga Seruni sudah ada dibelakang suaminya. Ia pun dengan malu mendorong pelan tubuh Arga dan berlari masuk kedalam rumah.


"Astaga Letta malu.." seru David.


"Itu semua gara-gara loe !!" Balas Arga berjalan masuk meninggalkan keduanya.


Namun saat akan memasuki rumah, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Sebuah pesan dari dokter Daniel masuk keponselnya.


"Daniel ??" Gumamnya lalu membaca pesannya.


Sesaat setelah membacanya, Arga berbalik keluar rumah. Namun David segera bertanya padanya.


"Mau kemana ??"


"Kasih tau Letta, aku harus bertemu dengan Daniel sekarang.." seriusnya.


"Pergilah.." ucap David.


*


Disebuah cafe diruang pribadi, Daniel dengan gugup tengah menunggu kedatangan Arga. Dan tak lama pintu terbuka dan menampakkan Arga.


"Astaga .." leganya.


"Loe kenapa Niel ??" Tanya Arga duduk dihadapan dokter Daniel.


"Gue cuma mau kasih ini sama loe.." menyerahkan sebuah map berwarna hijau.


"Ini ???" Kaget Arga saat membaca isi didalam map.

__ADS_1


"Iya, itu surat dari om Alfon untuk Cally. Dan gue merasa ada yang terus memata-matai gue.."


"Maksud loe ???"


"Beberapa hari ini gue ngerasa ada beberapa orang yang terus memperhatikan gerak gerik gue.."


"Loe serius..??"


"Ehm, bahkan loe tahu ada perempuan yang mendatangi gue dan mengaku sebagai wali salah satu pasien gue.."


"Lalu ??"


"Mungkin mereka menganggap gue bodoh, mereka memilih pasien gue yang udah lama meninggal tanpa keluarga.."


"Loe pasti tau siapa yang menyuruh mereka jika itu benar.." seru Arga menghela nafasnya.


"Tentu saja, ini tidak jauh dari harta Cally dan itu pasti Loise. Mungkin mereka pernah melihat gue membawanya, "


"Tentu saja, dan mereka mengincar loe saat ini.."


"Sial banget kan loe .." tawa Arga.


"Loe salah, gue beruntung malah.." menyenderkan punggungnya.


"Maksud loe ??" Bingung Arga.


"Sepertinya gue bakal punya bayi dalam waktu dekat.." bahagianya.


Arga begitu terkejut mendengar penuturan kawannya itu. Ia tak mengira jika Daniel akan jatuh hati pada Cally.


Daniel tahu dengan betul apa yang sudah terjadi dengan Cally, dan kondisi saat ini pada Cally Daniel tahu dengan detail.


"Loe yakin.."


"Gue tahu apa yang loe pikirin Ga, gue serius dan gue terima Cally apa adanya.."


"Gue cuma bisaa berharap loe bahagia Niel.."


"Thanks bro.."


Setelah selesai bercengkrama dan menikmati makan siangnya, Daniel juga Arga keluar secara bersamaan.


Arga menyadari jika memang benar ada orang yang sedang mengawasi Daniel, dan dia sedikit mengkhawatirkan keselamatan Daniel.


"Niel .." memegangi lengan Daniel.


"Gue bisa jaga diri gue dengan baik, loe tenang aja ya.." ucap Daniel seakan tau apa yang Arga pikirkan.


"Kalau ada apa-apa langsung kabarin gue.."


"Tentunya.."


Daniel pergi dengan mengendarai mobilnya, begitu juga dengan Arga. Namun ditengah perjalanannya, sebuah mobil menabrak mobil milik Daniel.


Daniel yang tak siap dengan serangan dadakan itu tak dapat mengendalikan mobilnya. Awalnya ia masih berusaha mempertahankan kendali akan mobilnya, namun tebrakan terus menerus membuat pada akhirnya Daniel kehilangan kendali akan mobilnya.


Brakkkk .. !!


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2