Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
144


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


3 hari sudah Letta dirawat, dan hari ini dokter sudah mengijinkannya untuk pulang. Namun luka yang masih belum sembuh membuat Letta harus menjalani rawat jalan.


"Sayang, aku urus administrasi dulu ya.. " ucap Arga.


"Iya yank, buruan ya aku mau cepet-cepet pulang.. " ucap Letta.


Arga keluar membawa semua dokumen penyelesaian pembayaran milik Letta, namun tak berapa lama seorang dokter muda masuk kedalam ruangan setelah kepergiannya.


"Pagi nona Letta .." sapa sang dokter.


"Pagi dok, "


"Saya disini menggantikan dokter sebelumnya, sebab beliau ada urusan diluar .."


"Oh tidak masalah dok, "


"Saya cek lukanya dulu ya , "


Letta yang masih menggunakan pakaian rumah sakit membuat dokter kesulitan melihat posisi luka yang masih tertutup celana panjang.


"Sus, tolong digulung celananya ya sampai lutut, "


"Baik dok, "


Setelah selesai, dokter mulai membuka perban dan melihat kondisi luka Letta. Tangan kekar itu menyentuh langsung permukaan kulit Letta dengan tatapan mata yang tajam.


"Bagaimana dok, "


"Belum sepenuhnya tertutup, tapi sudah jauh lebih baik.." senyumnya.


"Kapan bisa kering ya dok lukanya.."


"Untuk beberapa hari jangan sampai kena air dulu, nanti 1 minggu lagi kembali kerumah sakit untuk cek jahitannya ya. "


"Baik dok, "


"Saya obatin dulu ya .."


Letta tak menyahutinya, namun ia menganggukan kepalanya. Dengan telaten dokter mengobatinya, dan saat Letta meringis karena perih ia akan meniup lukanya.


"Maaf ya, ini akan sedikit perih.."


Dan saat dokter baru meletakkan kapas pada kulitnya, Letta sudah meringis akibat rasa perih. Dan Letta yang kesakitan tanpa sadar memegang bahu dokter tersebut.


Arga yang baru saja selesai melakukan pembayaran segera kembali. Namun sesampainya ia merasa heran saat pintu ruangan Letta terbuka lebar.


"Apa yang kalian lakukan!!" Bentak Arga saat masuk dan melihat dokter sedang mengibati dengan Letta yang memegang bahunya.


"Sayang .." seru Letta.


"Siapa anda!! Berani sekali menyeh istri saya!" Tak terima Arga.


"Sayang ada apa sih, " bingung Letta.


"Ada apa!! Kamu juga, tangannya bisa nggak celamitan gitu!!" Menunjuk tangan Letta yang masih dibahu dokternya.


"Astaga,," kaget Letta dan segera menarik tangannya.


"Maaf, tapi saya disini hanya untuk mengobati pasien .."


"Anda bukan dokternya, lalu kenapa anda yang mengobati istri saya.."


Arga terus mendebat dokter tersebut tak ada habisnya. Letta merasa malu juga bersalah pada dokter dengan sikap cemburuan suaminya.


"Cukup sayang!!"


"Kamu membelanya!!"


"Kendalikan rasa cemburumu itu.." kesal Letta.


"Dia yang salah, siapa suruh tangannya itu dengan lancang menyentuh kulit istriku.."

__ADS_1


"Lalu saya harus mengobati dengan apa kalau bukan dengan tangan pak ? Kaki ??" Seru dokter yang terbawa emosi.


"Berani-


"Cukup!!" Teriak Letta mengurungkan niat suaminya yang mau memukul dokternya.


"Kamu keluar dari sini!!" Pinta Letta pada Arga.


"Kamu ngusir aku yank, ? Demi dia ??" Menunjuk dokter tersebut.


Ditengah keribuatan itu, Jesika datang bersama Orland khusu menjemput keduanya. Namun saat mereka masuk, aura dalam ruangan seakan menghitam.


"Kalian berdua kemari!" Panggil Letta.


"Kenapa kak ??" Tanya Jesika sambil mengedarkan pandangannya.


"Kak Orland, tolong bawa suami gilaku ini keluar!!"


"Aku nggak mau!!"


Letta beradu pandang dengan Arga, Orland yang dapat membaca dituasinya segera menarik paksa Arga keluar bersamanya.


"Maafkan suami saya dok, .." canggung Letta.


Dokter tak menyahutinya, ia hanya tersenyum setulus mungkin pada Letta.


"Lepas nggak!! Gila loe ya.." kesal Arga.


"Mau kemana loe!" Teriknya pada tangan Arga yang akan kembali kedalam kamar.


Orland menarik Arga menjauh dari kamar Letta, ia membawanya ketaman rumah sakit. Disana Arga meluapkan kekesalannya terhadap Letta juga dokternya.


"Tega bener dia lebih milih dokter itu dan ngusir gue!!"


"Apa kurangnya gue coba!!"


"Gue sama dia jelas gantengan gue, kayaan gue juga, baikan gue juga-


"Tapi dokter itu juga ganteng menurut gue " seru Orland memotong ucapan Arga.


"Mau mati loe!!"


"Gimana di markas!" Ketusnya.


"Loise udah kayak mayat hidup, dia menolak makan juga minum .."


"Lukanya?"


"Udah lebih baik, nggak separah kemarin.."


"Bagus, loe udah hubungin Mr. B ?"


"Udah, dan dia bilang 1 minggu lagi dia akan datang.."


"Bagus, sampai hari itu gue mau loe bertanggung jawab mengurus Loise.."


"Hm.."


"Jangan sampai ia terlihat kurus, karena itu akan mengurangi minat Mr. B"


"Siap bos. ."


Saking asyiknya berbincang, keduanya tak menyadari jika kedua wanitanya sudah meninggalkan rumah sakit.


...***...


Loise meratapi dan merutuki dirinya sendiri yang tak mampu keluar dari kurungan Arga. Ia sudah mencoba berbagai cara tapi tak ada hasilnya.


"Brengsek!! Apa yang harus gue lakuin .." gumamnya.


Tak lama masuklah dua orang membawa makanan juga minuman untuknya.


Loise kini hanya terikat rantai pada kedua sisi tangannya. Jadi itu memudahkan juga baginya untuk bisa makan dan sedikit bergerak.


"Makan, jangan sampai sakit!" Meletakkan nampan berisi makanan juga satu gelas minumannya.


"Sampai matipun tidak akan pernah memakannya!!"

__ADS_1


"Wah keras kepala sekali dia.."


"Biar sajalah, kita lapor bos dulu.."


"Yaudah kita tinggalin dia aja.."


"Pergi kalian!! Bawa tuan kalian kehadapanku sekarang!!" Teriak Loise saat kedua laki-laki itu pergi meninggalkannya.


"Brengsek!!" Umpatnya menendang gelas berisi air hingga tumpah.


Salah satu anak buah melaporkan kondisi dimarkas pada David, dan kebetulan David yang sedang berada dijalan memutuskan untuk menemui Loise sebentar.


"Bos, "


"Dimana dia.."


"Diruangannya, "


"Loe ikut gue masuk kedalam .."


Mata David menatap tajam pada Loise yang membuang semua makanan juga minuman yang disediakan. Ia berjongkok didepannya dengan raut wajah marahnya.


"Anda tau, diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan sesuap nasi untuk bertahan hidup.."


"Peduli setan !!"


"Seharusnya anda bersyukur karena kami masih berbaik hati memberi anda makan juga minum .."


"Lepaskan saya!! Saya nggak butuh belas kasihan dari kalian semua!!"


"Terserah anda saja.."


David berdiri dan menatap anak buahnya, namun ia juga sempat berbalik menatap Loise yang memelototkan matanya.


"Pastikan dia selalu sehat, apapun caranya.."


"Baik bos, "


"Ingatlah, satu minggu lagi dia akan datang menjemput laki-laki ini.. " melirik Loise.


"Apa maksudmu!! Siapa yang akan datang? Siapa yang akan menjemputku!!" Tanya Loise bertubi-tubi.


"Surprise .." senyum David sambil berjalan keluar.


"Hei anak muda!! Katakan dengan jelas siapa!!" Teriak Loise memanggil David.


"Dia adalah orang yang anak menyenangkanmu dengan segala hal menjijikkan yang gelap.." seru David sebelum menghilang.


"Hal menjijikan ..?"


"Gelap??"


Loise mencoba berfikir apa maksud dari kata-kata David. Namun semakin ia berfikir semakin ia tak menemukan jawabannya.


"Kalian terus awasi dia, jangan sampai ada luka sedikitpun karena tamu kita tidak suka jika ada luka.."


"Baik bos ,"


"Paksa dia makan! Kalau perlu kalian suapin dia.."


"Siap bos.."


Sedang dirumah Arga, Letta sedang duduk berbincang dengan semuanya. Ia memangku baby Shaka yang terus merengek saat melihatnya.


Tak lama Arga yang baru datang bersama Orland berjalan masuk sambil menatap tajam istrinya!


"Berani sekali nyonya Arga keluar dari rumah sakit tanpa suaminya!!" Serunya merasa kesal.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2