Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
41


__ADS_3

Sekitar pukul 1 dini hari Reno Ilham serta Flora tiba dirumah Reno. Disambut oleh Elena, mereka dipersilahkan untuk segera mengistirahatkan tubuhnya.


"Gimana pah ??" tanya Elena membantu Reno melepas kancing banjunya satu persatu.


"Mama tenang aja, semua sudah diurus. Minggu depan Seruni anak mereka juga datang.. "


"Papa mau mandi bentar, mama langsung tidur aja.." berjalan meninggalkan Elena yang tengah membaringkan tubuhnya.


Esok hari Arletta kembali memuntahkan isi perutnya yang terus bergejolak, Tak ada apapun yang keluar dari mulutnya namun ia terus saja memuntahkannya hingga lemas.


"Astaga !! sayang!" seru Arga terkejut saat mendapati Arletta tengah tertidur dengan kepalanya diletakkan diatas closet.


"Mass .. " lirih Arletta berucap saat merasa seseorang tengah menggendongnya.


"Kenapa tidur disana ?? kan dingin sayang .. " membaringkan tubuh istrinya, dengan penuh kasih sayang dibelainya rambut Arletta.


"Biar nggak bolak balik mas .. capek aku, " keluhnya tanpa sadar, membuat Arga merasakan rasa bersalah terhadap istrinya itu.


"Pakai wadah aja ya .. nggak usah ke toilet, kamu bisa muntah diwadah aja. Nanti biar aku yang ngebuangnya.." usul Arga yang tak tega saat mengetahui istrinya terus muntah-muntah.


"Jangan mas .. jorok ih ,, "


"Jorok dari mana sih yank ?? kamu itu istri aku jadi kewajiban aku tugas aku adalah ngejagain kamu dan itu bentuk dari tanggung jawab aku.." menggenggam erat kedua tangan Arletta sambil menatapnya sejuk.


"Makasih ya mas .. "

__ADS_1


---


Saat keduanya menuruni anak tangga tiba-tiba saja Arletta berlari menyerukan nama seseorang membuat Arga terkejut dengan tingkah istrinya.


"Tanteeee .. " serunya sambil berlari.


"Astagaaaa!! Letta kamu lagi hamil !! berhenti!!" ikut berlari mengejar istrinya.


"Tantee .. " melemparkan dirinya dengan pelan kepelukan Flora.


"Om .. " bergantian memeluk Ilham.


"Hoshhh .. hoshh ,, hoshh .. sayang kan aku udah bilang jalan hati-hati nggak usah lari .. " tegurnya dengan nafas putus sambungnya.


"Lupa mas .. " cicitnya menundukkan kepala saat Arga menatapnya dingin.


"Maaf mass .. " menundukkan kepalanya takut mebatap wajah Arga yang mengintimidasinya.


"Mau sampai kapan terus berdiri?? duduk!!" titah Reno saat keduanya tak kunjung meletakkan pantatnya.


Setelah selesai sarapan semua segera bergegas dengan aktivitas masing-masing. Arga dengan Arletta juga Sika berangkat bersama terlebih dahulu lalu Reno juga Ilham pergi menemui pengacara untuk mengambil surat kuasa yang dibuat oleh Mark Ferror (ayah Arletta) mengenai penitipan harta bendanya sebelum putrinya dewasa dan menikah.


Arga yang seharian sangat sibuk dengan urusan kerjaannya terpaksa tak bisa menemani Arletta untuk cek up kandungannya. Namun bukannya merasa sedih Arletta terlihat senang lantaran ia bisa mengajak Bella serta Sika untuk menemaninya.


Tepat pukul 14.00 siang Arletta juga Bella sampai disebuah rumah sakit besar di Jakarta disana juga sudah berdiri Sika yang menunggu kakak perempuannya.

__ADS_1


"Kak Letta .. " teriak Sika melambaikan tangannya.


Dengan bersemangat Bella serta Letta berjalan bergandengan menghampiri Sika.


"Yuk masuk .. " ajak Sika yang begitu antusias, namun mereka terlihat senang berjalan beriringan.


Karena tidak ada antrian pasien membuat Arletta juga kedua algojonya segera memasuki ruangan kandungan.


"Selamat siang nona .. "sapa seorang dokter perempuan dengan kerut halus yang mulai nampak namun membuatnya makin mempesona.


"Siang dok .. " sahut ketiganya.


"Kita cek kondisi janinnya dlu nona.." membawa Arletta untuk berbaring diatas brangkar. Dengan hati-hati dokter juga mengoleskan gel di area perut Arletta.


"Dok apa itu bayinya ??" antusias Sika bertanya saat matanya tak lepas menatap monitor.


"Dok .. bayinya kecil sekali," gemas Bell menggigit tangannya


"Apa dia baik-baik saja dok??"


"Nona tenang saja, di kuat seperti orang tuanya" ramahnya mencoba mengalihkan fikiran Arletta.


Selesai dari ruang kandungan ketiganya berencana untuk pergi makan sejenak. Namun ditengah jalan tanpa sengaja Arletta tertabrak tubuh seorang dokter.


"Aawww .. " pekik Arletta memegangi perutnya.

__ADS_1


"Anda tidak apa-apa nona ??" tanya panik sang dokter.


"Kamu.. " seru bareng keduanya.


__ADS_2