Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
91


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Verrel yang terkejut tanpa sengaja mematikan sambungan telponnya. Ia marah, ia sungguh marah atas perbuatan Ria kali ini yang mencelakai Bella.


"Rel .. " panggil Lio saat melihat Verrel diam dengan tatapan matanya yang tajam.


"Rel.. " pukul Lio pada bahu Verrel.


"Ada apa ??" sahutnya dingin, membuat Lio dapat merasakan kemarahan Verrel saat ini.


"Loe tau siapa pelakunya ??" tanya Lio.


"Ria. Tapi satu lagi gue gak tau, karena pak Arga cuma bilang rekan kerja.." ucapnya.


Lio yang tahu kejahatan Ria nampak masih terkejut saat dengan beraninya Ria berlaku keji pada Bella diwilayah kantor.


"Gue bakal bikin perhitungan sama mereka!!" seru Verrel.


Namun saat Verrel bangkit dan akan melangkahkan kakinya, suara ketukan pintu mengalihkan pandangannya.


"Permisi.. "


"Iya sus, ada apa ?" tanya Verrel.


"Dokter ingin berbicara dengan wali dari pasien pak,"


"Saya kesana sekarang sus.. "


Setelah berpamitan pada Lio, Verrel bergegas keluar dari kamar rawat menuju ruang dokter.


*


Arga yang masih menikmati suasana taman belakang terkejut saat tiba-tiba saja Letta datang dan duduk begitu saja pada pangkuannya.


"Aww.. " serunya saat Letta menduduki kakinya.


"Sakit ??" tanya Letta dengan tampang bersalahnya.


"Hehe, enggak kok. Aku cuma kaget aja tiba-tiba kamu duduk.. " sahut Arga.


Kemudian terlihat Arga membenarkan posisi duduk Letta pada pangkuannya, sedang tangannya memeluk pinggang Letta walau terhalang perut buncitnya.


"Yank .. " panggil Letta.


"Hmm .. " sahut Arga yang terlihat nyaman menyenderkan kepalanya dipunggung Letta.


"Yank, kan kita udah 7 bulan ya berarti udah boleh dong beli-beli baju.. " tanyanya takut.


"Oh iya ya yank, aku baru ingat kalo kita belum siapin kamar anak kita .. " serunya terkejut.


Arga menepuk jidatnya saat ia menyadari apa yang sudah ia lupakan.


"Gimana kalo kita belanja baju sekarang yank ??" ajak Arletta.


"No !!" sahut Arga dengan cepat.


"Kenapa ..??" tanya Letta.


"Yank kamu lupa apa kata dokter?? kamu harus istitahat oke, biar aku yang belanja.. " tawarnya.


"Nggak !!" ngambeknya.

__ADS_1


Arga tau jika saat ini istrinya sedang merajuk padanya dan dengan gemasnya Arga malah mencubiti pipi Letta.


"Kita belanja bareng nanti kalau kamu udah sehat ya.. " bujuk Arga.


"Bener ya ??" tanya Letta memastikan.


"Iya janji, tapi kamu juga harus nurut semua ucapan aku .." seru Arga, dan Letta hanya mengangguki ucaoan suaminya itu.


Namun saat keduanya sedang menikmati kemesraan berdua, tiba-tiba saja ponsel Arga berbunyi.


"Siapa yank ??" tanya Letta yang melihat layar ponsel Arga.


"Manda sayang.." menunjukkan layar ponselnya.


Letta yang tahu jika suaminya harus bekerja segera turun dari pangkuan Arga dan berpamitan masuk kedalam kamar.


"Yaudah kalo gitu aku istirahat kedalam ya, dan tadi mama udah pamit pulang karena mau arisan.. " kata Letta.


"Iya, kamu istirahat ya jangan yang aneh-aneh.." pesan Arga.


Arletta hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya, ia mengecup kedua sisi pipi Arga sebelum melangkah masuk kedalam rumah.


"Bye sayang .." pamit Letta.


"Bye-bye kesayangan aku .. " balas Arga manis.


Setelah memastikan jika istrinya sudah masuk kedalam rumah, barulah ia menghubungi Manda kembali.


Namun saat telpon itu tersambung, raut wajah Arga nampak begitu bahagia. Ia berjalan dengan tergesa-gesa masuk kedalam ruang kerjanya.


Entah apa yang sedang dicarinya, namun Arga begitu fokus menatap layar laptopnya.


"Yess !!" serunya kemudian.


Nampak wajah Arga sangat antusian dengan kesenangannya.


___________________________________________


Kini setelah mata itu terbuka lebar, pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang sedang tertidur duduk disampingnya.


"Beb, baby .. " lirik Bella memanggil Verrel yang masih terlelap tidur.


Namun tenaganya serasa tak ada, bahkan hanya untuk menggerakkan jarinya Bella merasa kesulitan karena terlalu lemas.


"Beb .. " ulangnya memanggil Verrel, namun masih tak ada jawaban.


Dengan perlahan Bella berusaha menggeser tangannya agar mengenai tangan Verrel yang berada disamping tubuhnya.


Verrel merasa ada yang menyenggol tangannya, hingga memaksanya untuk membuka mata.


"Baby !! kami bangun baby .. " seru Verrel yang terkejut tapi nampak bahagia.


Bella hanya mengedipkan matanya, tubuhnya kini masih terasa lemah tak bertenaga.


"Tunggu beb, aku panggil dokter.." serunya.


Dan tak berapa lama, dokter datang bersama suster memeriksa kondisi Bella pasca bangun.


"Alhamdulilla pak, pasien kini sudah baik-baik saja.." tutur dokter.


Verrel bahagia, dan itu nampak dari raut wajahnya yang sangat ceria. Ia terlihat beberapa kali memberikan kecupan pada kening Bella kekasihnya.


"Terima kasih dokter.." serunya.


Dan ketika matahari mulai naik menunjukkan sinarnya, Verrel juga bersiap mendatangi perusahaan milik Arga tanp sepengetahuan Bella.


"Mau kemana beb ??" tanya lirih Bella.


"Aku ada meeting bentar sama client beb, maaf ya tapi aku janji akan langsung kembali nanti.. " ucapnya tulus.


Bella hanya tersenyum mengangguki ucapan Verrel , dan itu membuat hati Verrel menghangat seketika.


"Aku pergi ya, kalo ada apa-apa kabarin.." pesannya, kemudian mengecup kening juga pipi Bella sebelum keluar ruang rawat.

__ADS_1


Verrel keluar mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia rasanya ingin segera sampai menemui Ria dan memberinya pelajaran.


*


Dan pagi yang sama dilalui Arga yang ingin segera sampai kantor, namun bukan ingin bertemu dengan Ria melainkan untuk urusan lainnya.


Arga yang mengendarai mobilnya sendiri memilih jalan tikus untuk menghindari kemancetan dipagi hari.


Nampak di perusahaan Arga semua berjalan seperi biasa, para karyawan berlalu lalang memasuki gedung perkantoran itu dengan suka cita dan penuh tawa termasuk Ria.


"Ria !!" teriak Verrel saat melangkahkan kakinya masuk kedalam lobby kantor.


Namun sebelum itu, Arga sudah memberitahukan pada penjaga untuk membiarkan jika Verrel membuat ulah.


Merasa ada yang memanggil namanya membuat Ria yang saat itu sedang berjalan bersama para rekannya berhenti dan menolehkan pandangannya.


Verrel maju dengan penuh amarah, lalu ditariknya tangan Ria dan dihempaskannya ke lantai.


"Akhh ..!!" pekik Ria kesakitan.


"Loe gila ya Rel !!" teriaknya tak terima atas perlakuan Verrel.


"Loe yang gila!! apa salah Bella sama loe, sampai loe tega celakain dia kemarin..!!" amuk Verrel.


Ria sangat terkejut saat Verrel mengetahui perbuatannya , ia juga merasa gugup semua mata menatapnya dengan saling berbisik.


"Jawab !!" bentak Verrel.


"Gu.. gue nggak ngerti maksud loe apa !" elaknya yang tak bisa menatap wajah Verrel.


Verrel mengepalkan kedua tangannya menahan kemarahannya saat ini. Dan untung saja saat itu Lio datang dan menenangkan Verrel.


"Tenang Rel," ucapnya menepuk bahu sahabatnya.


"Rasanya pengen banget gue robek-robek mulutnya itu!!" menatap tajam pada Ria didepannya.


"Perempuan kayak Bella itu pantas dapat yang lebih dari kemarin ..!!" teriak Ria.


Plakk .. !!


Verrel yang sudah tak bisa mengontrol emosinya tanpa sengaja maju menjangkau Ria dan menamparnya. Hal itu membuat semua orang terkejut, pasalnya mereka mengenal sosok Verrel yang begitu tenang seperti air setiap harinya.


"Loe !!" bentak Ria.


Dan disaat Ria akan melayangkan balasan untuk Verrel tiba-tiba suara Arga menghentikannya.


"Ada apa ini ??" tanyanya berpura-pura tak tahu.


"Pak Arga tolong saya, Verrel tiba-tiba menampar saya pak !" adunya, namun saat Ria ingin menggapai tangan Arga dengan cepat Arga menghalaunya.


"Manda .. " panggil Arga.


"Saya pak," seru Manda menghadap atasannya.


"Berikan surat pemecatan pada Ria juga pada office boy yang telah membantunya melakukan kejahatan..!!" perintahnya.


Ria terkejut, dan ia kemudian bersujud meminta ampun pada Arga agar tak memecatnya. Namun Arga tetap pada pendiriannya dan tak goyah dengan tangisan Ria.


Namun saat baru melangkah, Arga kembali memundurkan langkahnya mensejajarkan pada posisi Ria.


"Jangan harap Cally bisa membantumu kali ini.." bisik Arga membuat Ria terduduk lemas.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2