Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
96


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Cally begitu marah saat ditatapnya Arum yang masih saja menenteng belanjaannya. Didekatinya Arum lalu dilemparnya semua belanjaan hingga tercecer dilantai.


"Darling !! apa yang kamu lakukan !!" bentak Arum saat Cally membuang semua barang belanjaannya.


Cally hanya diam, ia menatap geram Arum yang malah memunguti belanjaan yang dibuangnya. Cally menangis, ia menangis melihat betapa sikap mommy nya begitu acuh pada daddynya yang sudah tak bernafas.


"Kau tau mommy harus berdesak-desakan dengan ibu-ibu kaum rendah demi baju-baju ini-


Tak sempat menyelesaikan ucapannya, Cally menarik lengan Arum dan membawanya kehadapan jasad daddynya.


"Alfon.. ??" gumam Arum saat menatap tubuh yang sudah terbujur kaku dihadapannya.


Langkahnya perlahan mendekat, bersimpuh dan menyentuh wajah yang sudah memucat itu. Arum menangis dalam diam, tangannga perlahan menyusuri wajah hingga tangan suaminya.


"Kenapa daddymu bisa jadi seperti ini !!" tanya Arum menahan emosinya, namun ia menangis.


"Daddy terkena serangan jantung mom.." ucap Cally.


Arum membelai wajah Alfon kemudian ia berdiri menghampiri Cally yang juga berdiri didekat jenazah Alfon.


"Hari ini kamu pergi mengunjunginya kan ..?? Apa yang kalian bicarakan hingga membuat daddymu seperti ini !!" serunya menahana emosi, Arum juga terlihat mengepalkan kedua tangannya.


"Aku memang mengunjungi daddy, aku hanya menceritakan kondisi perusahaan pada daddy saja.." seru Cally.


Arum maju lalu mencengkeram kerah baju Cally. Semua mata menatap terkejut pada tindakan Arum, tak terkecuali Cally.


"Apa yang kamu sampaikan pada daddymu !!"


"Tidak ada ," kilahnya berbohong.


"Katakan dengan jujur sebelum mommy kehilangan kesabaran Cally.." seru Arum memperingati anaknya.


"Mom .."


"Cally katakan sejujurnya!!" teriak Arum geram dengan anaknya.


"Tidak ada, aku hanya memberi tahu jika perusahaan kehilangan 40% saham karena aku menjualnya.." jujur Cally yang ketakutan dengan tatapan Arum yang penuh kemarahan.


Plakkkk .. !!


Arum marah, ia benar-benar marah kali ini dengan Cally. Arum bahkan tak segan menampar Cally dihadapan semua orang yang melayat dirumahnya.


"Kurang ajar kau Cally!! kau tahu gimana kondisi daddymu didalam penjara, dan kau malah menambah beban pikirannya!!" mengguncang tubuh Cally dengan tangis yang pilu.


"Nyonya .. cukup nyonya. Malu nyonya dilihat.." seru pembantu yang menengahi pertengkaran kedua majikannya.

__ADS_1


Arum menangis sejadi-jadinya, kemudian ia berbalik menghampiri jenazah Alfon. Dipeluknya jenazah itu dan diciumi wajah yang sudah pucat pasi tak bernyawa.


"Bawa aku pergi bersamamu daddy, bawa aku .. " tangisnya.


"Maafkan aku telah melahirkan anak bodoh ini dad, maafkan aku karena dia kamu merenggang nyawamu sendiri daddy.. " serunya menangis.


Cally berdiri mengepalkan kedua tangannya, ia tahu ia bersalah dan ia juga merasakan rasa bersalah itu. Namun ia menutup semua itu dan melimpahkan semua kesalahan pada Arletta juga Arga.


_____________________________________________


Letta sudah berganti dengan baju serba hitamnya, kemudian ia turun menghampiri keluarganya. Ilham, Flora juga Seruni tak bisa menghadiri pemakanan Alfon, sebab ketiganya baru saja berangkat ke luar negeri mengurus bisnis perusahaan Letta.


"Nak .. " seru Elena saat melihat Letta menuruni tangga.


"Kamu mau kemana nak Letta ??" tanya Reno menghampiri Letta .


"Aku harus melihat paman pah, aku mau melihatnya.." serunya menatap kosong segala arah.


"Kita tunggu suamimu dulu ya, kita berangkat bersama.." ucap Reno.


"Aku akan berangkat sendiri pah, kalian sebaiknya menunggu mas Arga saja.." ucapnya.


Sikap Letta yang dingin dan bahkan tak menangis layaknya tadi membuat Reno juga Elena menjadi sangat cemas.


"Kita kesana sekarang.. " putus Reno, lalu dituntunnya tubuh Letta keluar menuju mobilnya.


"Ali End, kalian keperusahaan dan bawa Arga jika dia berada disana .." titah Reno saat semua orang sudah berada didalam mobil.


Reno bersama rombongan kini melaju menuju kediaman Alfon, Jesika terus menatap Letta yang hanya diam menatap keluar jendela. Elena menggelengkan kepalanya saat Jesika hendak menegur Letta.


*


"Aduh gimana ini ya .. " mondar mandir sambil menggigit kukunya.


"Masuk kena semprot, nggak masuk pasti kena marah juga .." bimbangnya.


Namun tak berapa lama Manda mendengar deru langkah orang yang berlari menuju kearahnya.


"Siapa ya ?" gumamnya.


Namun perlahan ia mampu melihat sosok Ali juga End yang dikenalnya. Manda bernafas lega saat melihat sosok bodyguard nona nya itu.


"Apa pak Arga ada didalam ??" tanya Ali saat sampai dihadapan Manda.


"Huft, untunglah kalian sampai. Aku yakin kalian juga mau menyampaikan berita kematian tuan Alfon kan??" tanya Manda.


"Iya, dimana pak Arga.. ??"


Lalu Manda menceritakan semuanya pada Ali juga End, terlihat menarik nafas lalu Ali memberanikan diri membuka pintu ruangan Arga.


"Siang pak Arga.. " sapa Ali.


"Siapa yang menyuruh kalian masuk !! Mandaaa !! Mandaa !!" teriak Arga.


Manda masuk didampingi juga dengan End yang ikut masuk. Arga menatap nyala pada ketiga orang yang kini dihadapannya. Namun sebelum Arga membuka suara, Ali terlebih dahulu berucap.


"Nona pingsan tuan .." seru Ali, dan nampak raut terkejut pada Arga .


"Gimana keadaan istri saya Ali .?" menghampiri Ali.

__ADS_1


"Nona sekarang sudah sadarkan diri-


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Ali sudah melihat Arga bergegas keluar dari ruangannya.


"Nyonya tidak dirumah pak.." seru End.


Langkah Arga tertahan, berbalik dan ditatapnya End yang tadi berucap.


"Dimana istri saya ?? lalu kenapa kalian disini semua ??" tanya Arga.


"Nona sedang melayat, tuan Alfon baru saja meninggal.." seru Ali.


Arga terkejut, ia sempat kehilangan keseimbangan tubuhnya dan akan terjatuh.


"Tuan.." seru ketiganya.


*


Mobil Reno memasuki rumah duka, dapat dilihat jika sudah banyak pelayat yang berdatangan.


Letta turun, ditatapnya rumah Alfon dengan sendu. Mulai berjalan melangkah perlahan menuju kedalam rumah, Letta begitu terlihat tegar.


"Nak.." panggil Reno yang berjalan beriringan dengan Letta.


"Aku baik-baik saja pah.." seru Letta.


Keempatnya kini masuk kedalam rumah, Letta dapat melihat kini tubuh Alfon sudah terbungkus dengan kain putih terbujur kaku dengan Arum menangisi didepannya.


"Paman.. " panggil Letta mengejutkan Arum juga Cally.


Cally marah melihat kedatangan Letta, ia berdiri dan hendak menampar Letta namun beruntung Reno mampu menangkapnya.


"Jangan pernah sentuh menantuku !!" seru Reno mencengkeram tangan Cally.


Arum berdiri dan mulai menghampiri mereka semua. Dilepaskannya tangan Cally yang dicengkeram Reno, lalu ia mendorong Cally menjauhi Letta.


Arum sejenak bertukar pandang dengan Letta, dan Arum dapat melihat kesedihan walaupun tanpa air mata.


"Kemarilah nak .." seru Arum merentangkan tangannya.


Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan Arum, tapi tidak dengan Letta. Ia berjalan menghampiri Arum


"Nak.." mencegah Letta, namun dengan perlahan tangan Reno itu dilepasnya.


Tangis pilu Arum kembali terdengar saat ia memeluk tubuh Letta. Arum terus berucap maaf untuknya juga suaminya, Arum merasa begitu menyesal dengan semua hal hingga membuat suaminya terbunuh dengan keserakahannya sendiri.


Dibawanya Letta pada jenazah Alfon, lalu keduanya duduk berdampingan dan saling berpegang tangan.


"Letta datang paman, Letta sudah memaafkan paman.. " gumamnya menahan tangis.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2