
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Arga segera menarik Arletta namun tetap memeluk pinggangnya agar tidak jatuh. Amarahnya tak membuatnya lupa jika istrinya kini tengah mengandung anaknya.
"Masuk ..!!" perintahnya membuka pintu kamar.
"Mas.." seru Letta menahan tangan Arga.
"Masuk aku bilang!!" bentaknya membuat Letta kembali menangis.
Dengan patuh Letta masuk dan duduk disofa kamarnya sedang Arga terlihat mengkunci kamarnya.
"Mas, " panggil Letta saat Arga hanya diam berdiri menatapnya.
"Mas, aku minta maaf. Aku hanya mau beli es krim aja tadi.." tangisnya.
"Kamu bisa lihat ada box es krim gede disudut ruang makan? ha??" tanyanya menakan suaranya.
"Aku gak lihat mas.." menundukkan wajahnya takut.
"Astaga sayank!!" frustasinya mengusap kasar wajahnya.
"Aku bela-belain tinggalin meeting penting buat pulang kerumah ketemu kamu, ngasih surprise ke kamu. Aku bela-belin suruh Manda yang lagi meeting sama aku buat telpon sama pihak tv nya.." .
"Maaf mas, ak gak tau.." .
"Terus apa? ak sampai rumah malah lihat kamu makan apa itu warna hitam gak jelas..".
"Maaf mas.. " sesalnya.
"Mulai sekarang mas larang kamu buat keluar dari rumah tanpa seijin mas!!" putusnya.
"Tapi,?"
"Jangan membantah suami!!" teriaknya.
Berbeda dengan suasana mencekam dikediaman Reno, dirumah Ilham nampak bersenda gurau dengan Flora istrinya. Nampak Seruni yang tersipu malu ketika menatap kemesraan kedua orang tuanya.
"Permisi .. permisi ,," serunya sambil melangkah membelah kedua orangtuanya dan berakhir diantara Ilham serta Flora.
"Ngapain kamu nak ??" tanya heran Flora.
"Nyempil disini biar anget.." ucapnya sambil menempel pada dada Ilham papanya.
"Runi," panggil Ilham membuat Seruni menengadahkan kepalanya.
"Hm .."
"Gak ada niat buat cariin papa sama mama menantu kah nak ..??" candanya.
"Iya ya pah, adiknya aja udah mau punya baby. Lah ini kakaknya kok masih awet jomblonya.." ejek Flora sambil menahan tawa melihat ekspresi kesal anaknya.
"Takutnya gak laku mah,"
"Emang nggak dijual kali pah mah.."
__ADS_1
"Yakan tapi mama udah pengen pakai baju kebaya terus disalamin sama orang-orang gitu ya pah.." seru Flora membayangkan dan diangguki oleh Ilham.
"Ya besok ya mama sama papa pakai kebaya terus kita ke monas .."
"Mau ngapain ke mona ??"
"Lah katanya mama mau disalamin, yakan nanti Runi tinggal kasih tulisan dibutuhkan jabat tangan ny. Ilham dapat 50ribu.."
"Sembarangan kamu nak .." protes kesal Flora saat dijaili anaknya.
"Hhahah mama juga sih aneh-aneh aja.." .
"Tapi menurut papa David anaknya sopan kok..".
Uhukk .. uhukk, uhukk ..
Seruni yang sedang meneguk minuman kalengnya terbatuk saat mendengar ucapan yang dilontarkan papanya, terlebih ia mendengar nama yang membuatnya kesal.
"Kenapa jadi bahas dia sih pah??" kesalnya membersihkan minumannya yang sempat tumpah.
"Lah, papa cuma ngomong aja apa salahnya coba?"
"Iya nak, kan papa cuma ngomong. Atau jangan-jangan kalian ada uhuk uhuk ya??" kepo Flora menyelidiki anaknya.
"Uhuk uhuk apa lagi itu mama, udah ah mau tidur aja .." pamitnya hendak berdiri.
Namun sebelum benar-benar berdiri, tubuhnya sudah terlebih dahulu ditarik Ilham hingga terjatuh. Lalu dengan segera Ilham beserta Flora menggelitik tubuh anaknya hingga terpingkal-pingkal.
"Hhahahahah, ampun mama papa.." teriaknya sambil tertawa hingga menangis.
"Hahha ampunn ..".
Terlihat jelas bagaimana Ilham serta Flora menyayangi anak semata wayangnya. Walaupun sudah dewasa namun Ilham terkadang masih memperlakukan Seruni layaknya anak yang masih kecil.
___________________________________________
Arga yang sudah selesai mandi segera mendekati ranjangnya dan mengambil pakaian yang telah disiapkan istrinya. Tak ada sapaan pagi, tak ada candaan pagi seperti biasa.
"Mas, " panggil Letta mendekati suaminya.
"Aku bantu benerin dasinya mas.." tawarnya dan Arga membiarkan hal itu.
Setelah semuanya selesai, Arga juga Letta turun kebawah. Namun sesampainya dimeja makan nampak Arletta tak berselera.
"Kenapa nak??" tanya Elena yang menyadari mimik wajah menantunya.
"Gpp kok mah, " kilahnya sembari tangannya mengambilkan nasi goreng serta telur goreng untuk Arga.
"Ada yang pengen loe makan Ta??" tanya Sika spontan dan mendapat jeweran ditelinganya.
"Astagaa sakit mamaaaaa .." pekiknya kesakitan juga terkejut.
"Gak ada sopannya ya kamu sama kakak ipar nak?? panggil yang bener!" titahnya melepas tangannya.
"Maaf ya kak Letta.." cemberutnya, namun membuat Letta tersenyum cerah.
Terlihat Arga hanya diam cuek bahkan tak menimpali candaan keluarganya seperti biasa. Ia hanya diam menyantap nasi gorengnya dalam diam.
"Nak ?? kenapa tidak makan, lihatlah suamimu aja lahap makannya.." sindir Reno mendapat tatapan tanya dari Arga.
"Ehm, Letta pengen makan kayak kemarin siang pah.." cicitnya takut.
"Bibii, bi Ani.. bi Ina," panggil Elena.
"hadir nyonya.."
__ADS_1
"Kemarin siang Letta makan apa ya?" tanyanya.
"Itu nyonya makan sambal kluwak.." seru bi Ani.
"Kamu mau makan itu nak??"
Arletta yanh diatanya hanya diam namun menganggukan kepalanya. Arga yang mendengar juga hanya diam mengamati.
"Yaudah siapin ya bik.."
"Jangan bik!!" protes Arga.
"Kenapa sih Ga?" tanya Elena.
"Maaf ma, tapi Arga melarang istri Arga makan makanan yang gak sehat..".
"Tapi istrimu itu lagi ngidam loh Ga..".
"Gak bisa pah, ini juga masih pagi gak baik Letta makan sambal..".
"Ga, orang ngidam itu kalo gak diturutin nanti anaknya ileran loh..".
"Maaf tapi Arga menolaknya mah!" putusnya lalu berdiri dari duduknya.
"Ayo .. " mengulurkan tangannya pada Letta.
"Mau kemana mas??" tanya sendu Letta.
"Ikut mas ke kantor!"
"Letta dirumah aja mas,".
"Bangun!!"
"Mas," .
"Bangun Arletta!!"
"Apa-apaan kamu Arga membentak istri kamu!!" teriak Reno.
"Bi Ani .. bi Inaa .." teriak Arga.
"Iya den," .
"Bereskan semua barang-barang saya juga Arletta sekarang bik.." perintahnya.
"Apa-apaan kamu Ga!" protes Elena.
"Aku akan membawa istri aku keluar dari rumah ini mah.." .
"Apa-apaan kamu!!" bentak Elena.
Sika hanya diam mengamati keluarganya, sedang Reno yang paham dengan watak anaknya memilih diam.
"Mas,"
"Jangan bantah mas!! mau ikut apa gak usah ketemu sekalian!!" ancam Arga membuat Letta menudukkan kepalanya.
"Kita pergi sekarang..!!" ajak Arga menarik pelan tangan Letta dan membawanya keluar.
"Arga!!" teriak Elena.
"Mah .. " tahan Reno pada istrinya.
"Tapi pah,".
__ADS_1
"Mama tau betul sifat anak kita itu, biarkan saja dulu dia dengan keputusannya. Lagian Arletta itu istrinya, dia berhak atas istrinya mah.." seru Reno memberi pengertian pada istrinya.
"Kasih mereka waktu untuk membangun rumah tangga mereka mah.. " memeluk mendekap tubuh istrinya.