
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Wajah anak buah Loise begitu terkejut mendengar apa yang barusan Orland katakan. Orland begitu bahagia saat melihat raut wajah anak buah Loise yang begitu khawatir.
"Kenapa ?? Khawatir ?? Atau takut !!" Teriaknya diakhir katanya.
"Sebelum kalian bertindak, pakai ini!!" Menunjuk kepala salah satu anak buah Loise.
Orland berdiri dan duduk disebuah kursi dihadapan para anak buah Loise. Dengan santainya Orland mulai memainkan pisau lipatnya dengan begitu sadis.
"Gimana ya kalau pisau ini perlahan menguliti kulit kalian satu persatu ..??" Tanya Orland menakut-nakuti mereka.
"Ampun tuan, ampun .." seru mereka semua ketakutan.
"Telat sekali kalian takutnya, "
"Gue kasih tau satu tips ya, sebelum kalian ngelakuin tugas untuk menyerang orang. Pertama cari tahu dulu latar belakangnya, jangan kayak gini .." lanjutnya.
"Kami salah tuan , " teriak salah satu.
"Telat sekali kalian ini menyesalnya, orang yang kalian serang ini lebih berkuasa dari pada bos kalian. ." Membungkuk menopang dagu.
"Kita tunggu saja, apa bos gue ini bisa kasih ampun buat kalian .." bersandar pada kursi sambil memainkan pisau lipatnya.
*
Keluar dari dalam kamar Daniel, Arga bergegas naik kedalam kamarnya. Letta yang melihat suaminya berjalan menuju kamar pun segera mengikutinya.
"Mau kemana ??" Tanya nya saat melihat Arga mengambil jaketnya.
Arga begitu terkejut saat mendengar suara Letta didalam kamar.
"Astaga sayang, bikin kaget aja deh.." serunya.
"Mau kemana pakai jaket ??" Berjalan menghampiri suaminya.
"Aku mau pergi sebentar ya .."
"Kemana ??"
"Ada urusan bentar yank .."
"Iya apa, "
"Anu yank-
"Jangan anu anu aja, kenapa sama anu kamu emang.." sahut Letta saat suaminya sedang membuat alasan.
"Kamu dirumah dulu ya, aku cuma sebentar aja kok.." bujuk Arga.
Namun Letta hanya diam, ia berjalan meninggalkan Arga menuju almarinya. Arletta mengambil jaket yang serupa dengan suaminya, lalu ia berjalan kembali kehadapan Arga.
"Apa-apaan ini yank.."
__ADS_1
"Aku ikut kemana kamu pergi.."
"Nggak ya, kamu dirumah titik!!"
"Nggak !!"
"Sayang.." kesal Arga berbalik membelakangi Letta.
"Yank, ini masalah aku. Tolong biarin aku ikut selesain masalah ini juga.." mohon Letta.
"Jangan bertindak apapun tanpa persetujuan aku!!" Seru Arga memperingati.
"Janji.."
"Yaudah ayo, kita naik motor.." menggandeng tangan Letta keluar dari dalam kamarnya.
Dibawah terlihat Reno sedang menjelaskan situasi saat ini kepada Jesika. Disana juga ada David dan Seruni yang turut ikut menjelaskan situasi selama Jesika tak pulang kerumah.
Terlihat baby Shaka tengah terlelap dalam gendongan oma nya. Bayi itu seakan acuh dengan permasalahan juga perdebatan dalam keluarganya saat ini.
"Mah, pah .." panggil Arga.
"Kalian mau kemana ??" Tanya Reno.
"Ada masalah yang harus Arga selesaikan pah, "
"Lalu kenapa istrimu kamu bawa juga.." tanya Elena.
"Aku yang mau ikut mas Arga mah," jawab Letta.
"Arga bakal jagain istri Arga dengan baik mah, "
"Yaudah kalian segera kembali, hati-hati.." ucap Reno.
"Ngapain loe duduk aja disana,ayo.." seru Arga pada David.
"Ayo buruan.." berjalan keluar.
"Om, tante .. semuanya aku pamit pergi dulu .." pamit David.
"Hati-hati .." ucap Reno pada David.
_____________________________________________
Loise begitu gelisah menanti kabar anak buahnya, ia begitu cemas hingga tak bisa melakukan banyak hal.
"Kemana mereka ini!!" Amuknya menatap layar ponselnya.
Sedari tadi yang Loise lakukan hanyalah menatap layar ponselnya. Ia begitu was-was jika rencana yang sudah ia susun baik-baik akan gagal juga.
"Gak, kali ini nggak boleh gagal!! Kalau gue gagal lebih baik gue mati bersama Letta!!" Serunya penuh amarah.
"Tapi gue nggak boleh gagal,gue harus berhasil !!" Frustasinya menjambak rambutnya sendiri.
Loise begitu yakin jika rencananya kali ini akan berhasil, ia begitu ketakutan jika sekali saja ia berfikir itu akan gagal.
Loise nampak begitu terobsesi untuk memiliki semua harta kekayaaan milik Letta juga Alfon dulunya. Bahkan kini seperti orang gila yang sudah frustasi dihantui bayangan kegagalan pada rencananya.
"Kalau mereka tidak kembali, itu berarti ada orang dibalik ini semua .." fikir Loise.
"Kalau mau bermain, mari kita bermain bersama.." senyum sinisnya.
Loise yang merasa bahu juga kakinya sudah lebih baik kini merencanakan sesuatu yang lebih gila. Namun tak ada satupun yang tau kini rencana apa lagi yang dibuatnya.
"Kalian tunggu saja drama baru antara kita.." tawanya menggema didalam rumah persembunyiannya.
__ADS_1
*
Arga sampai disebuah rumah sederhana dengan jarak gerbang ke halaman yang begitu jauh. Menggendarai motor bersama Letta, ini pertama kali ia mengajak orang selain Orland juga David.
"Rumah apa ini sayang ?" Tanya Letta setelah melepas helm nya.
Namun sebelum menjawab, terlihat David juga tiba dengan mobilnya. Arga menyambut David yang baru saja keluar.
"Ini rumah khusus untuk menghukum para pengkhianat sayang, " jelas Arga.
"Perngkhianat ??" Ulang Letta.
"Bukan hanya pengkhianat, tapi juga untuk orang-orang yang berniat jahat juga. Seperti yang mau kita temuin.." seru David membuat bingung Letta.
"Sebaiknya kita masuk aja.." menggandeng Letta masuk kedalam rumah.
Dipintu masuk nampak dijaga empat laki-laki berbadan besar. Sedangkan dirumag tengah yang ketiganya lewati juga ada beberapa laki-laki berbadan besar yang sedang berjalan-jalan mengawasi, namun saat melihat Arga mereka semua membungkukan badannya tanda hormat.
Dan kini ketiganya sampai disebuah pintu kecil yang terbuat dari besi keras. Letta begitu tertegun menatap ruangan dihadapannya saat ini, ruangan yang membuatnya ingin segera melihat isi dalamnya.
"Buka pintunya.." teriak Orland dari dalam ruangan.
Letta begitu terkejut saat mendengar suara Orland barusan yang begitu tegas. Ia kemudian menatap Arga, sedang Arga yang memahami istrinya hanya mengeratkan genggamannya sebagai tanda jika semua akan baik-baik saja.
"Selamat sore tuan , " sapa seorang laki-laki yang juga berbadan besar.
Arga, David serta Letta melangkah masuk kedalam ruangan. Letta begitu terkejut saat melihat betapa luasnya ruangan dibalik pintu kecil tadi.
"Ampum tuan , ampun tuan.." seru semua anak buah Loise bersamaan.
"Mereka ??" Menunjuk mereka semua.
"Iya sayang, mereka adalah anak buah Loise yang diperintahkan untuk mengobrak-abrik rumah dokter Daniel.." jawab Arga menatap tajam semua laki-laki yang kini sedang membungkuk hingga menyentuh tanah.
"Duduklah yang benar !!" Teriak Orland bangkit dari kursinya.
Orland menyeret kursi itu, membawanya kepada Letta untuk digunakannya duduk.
"Duduklah ," seru Orland.
"Terima kasih.." sahut Letta mendudukan dirinya.
Arga mulai maju mendekati mereka semua, seakan tahu akan bahaya mereka semua dengan sendirinya mundur saat Arga berjalan maju.
"Kenapa takut ?? Bukankah kalian begitu berani saat keluar dari rumah Losie kemarin ya ..??" Sindir Arga melipat tangannya.
"Ta, loe lebih baik lihat baik-baik sifat buruk suamimu ini.." seru David menepuk bahu Letta.
"Maksdunya..??" Tanyanya menatap David.
Namun sebelum itu terjawab, sebuah teriakan mengejutkan Arletta.
"Akhhhh, ampun tuan !!" Teriaknya.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1
NB : jangan sampai ketinggalan didetik-detik kebahagiaan Letta ya, terima kasih untuk semua gift juga dukungannya šš