
Perang dingin antara Arga juga Arletta masih berlanjut. Mereka sama-sama duduk saling membelakangi satu sama lain. Arletta kini terlihat lebih berani dari pada sebelumnya, mungkin juga bawaan bayi yang dikandungnya yang sudah mewarisi sifat Arga sebagai bapaknya.
"Kalian nggak mau gabung dibelakang ??" tanya tante Joy sambil membawa piring berisikan sosis yang akan dibakarnya.
"Nggak !!" seru kompak keduanya.
"Yasudah .. yasudah santai aja ya jawabnya tuh sampai berasep kepala kalian .. " ledek Joy abil berlalu, menyisakan kedua orang yang masih berseteru.
"Nak, kita makan dulu yuk kan kamu belum makan tadi .. " ajak Reno yang baru saja menghampiri keduanya.
"Ayo pah .. " Arletta yang sudah berdiri segera mengambil bantal sofa kemudian dilemparkannya pelan kearah punggung Arga.
"Ngapai lempar-lempar .. " seru kesal Arga mengambil bantal yang akan ia lempar kembali.
"Berani kamu lempar balik mas !! Nih, mau kena anak kamu ini !!" tunjukknya pada perut buncitnya. Arga yang sadar akan hal itu segera menurunkan bantalnya.
"Siapa yang mau lempar balik, orang mau dibersihin .. " menepuk-nepuk bantal sofa dipangkuannya dengan kesal. Reno yang melihat terkikik geli dengan kekonyolan anak laki-lakinya itu.
"Jangan lihatin papa gitu, mau nih papa colok pakai sendal ??" seru Reno yang menarik tangan Arletta keluar dari dalam rumah menuju halaman belakang.
"Jangan ditarik-tarik pah, ntar jatuh !!" teriak Arga terkejut melihat Reno menarik tangan Arletta walaupun dengan perlahan.
Semua orang sedang bersendagurau sambil menikmati makanan masing-masing. Arletta begitu bahagia hingga tawanya lepas saat bercanda dengan Bella juga yang lainnya, dan itu tak lepas dari pandangan mata Arga suaminya.
"Nih Ta loe harus makan banyak ya ,, kan didalem udah ada bocilnya.. " seru Lio sambil menyendokkan beberapa kerang yang diletakkannya ke piring Arletta.
"Bocil apaan kak ??" tanya Kenny diangguki oleh Sika.
"Bos kecil, diakan anaknya pak bos .. " serunya sambil cekikikan.
Arletta yang baru saja memasukkan kerang kedalam mulutnya merasakan perutnya sangat mual serta bau amis yang menyengat dari kerang. Ditutupinya mulut serta hidungnya kemudian ia berlari kearah toilet.
"Sayang .. " kejar Arga mengikuti Arletta.
Huekk .. huekk ,, huekk ..
Dengan telaten Arga menguncir rambut panjang Arletta dengan tanggannya kemudian tangan satunya sibuk memijat tengkuk Arletta.
"Udah mas .. " membalikkan tubuhnya menghadap Arga yang sedang mengamatinya.
"Kenapa muntah ?? ada yang bikin kamu mual ?" dengan lembut Arga membersihkan sisa air diwajah cantik istrinya.
__ADS_1
"Yaudah kita kekamar aja yha istirahat .. " ajaknya yang kemudian menggendong Arletta menuju kamarnya.
____
Keesokan harinya terlihat Cally tengah sibuk memainkan ponselnya saat Arum menyiapkan baju pesta.
"Sayang .. menurutmu lebih bagus mommy pakai yang ini apa yang ini .. ?" menunjukkan kedua gaun yang dipegangnya.
"Yang mana aja bagus mom .." sahutnya malas.
"Kamu ini menyebalkan sekali .. " Arum yang kesal karena tak diperhatikan putrinya memilih masuk kembali kedalam kamarnya.
"Dasar aneh . ." gerutu Cally.
"Gimanapun gue harus bisa dapatin Arga buat gue !! harus!!"
"Apa gue kekantornya aja ya bawain dia makan siang ?? iyaa , iyaa .. loe emang cerdas Cally .." Dengan antusias Cally meninggalkan rumahnya pergi bekerja.
Suasana sarapan pagi ini berbeda karena ada Aldo, Joy serta Jake juga Kenny yang semalam menginap dirumahnya dan juga ada Ilham beserta Flora. Arga yang masih didalam kamar menunggu Arletta sibuk memainkan ponselnya, namun saat mendengar suara pintu terbuka ia segera berdiri menghampiri istrinya.
"Masih mual ??" tanyanya saat menuntun Arletta duduk sofa kamarnya.
"Enggak ,, orang aku tadi cuma pipis aja mas .." sahutnya dengan wajah terlihat polos.
Dengan perlahan Arga menuntun Arletta menuruni anak tangga. Sebenarnya Arletta masih bisa turun sendiri, namun saat ada Arga ia akan dimanjakan seperti saat ini.
"Duh pagi-pagi udah dapat vitamin romantis aja nih .." celetuk Joy saat melihat Arga juga Arletta mendekati meja makan.
"Hhehehe ., tante bisa aja. Mas Arganya aja yang lebai tan padahal aku bisa turun sendiri.. " mendudukan dirinya dikursi yang sudah disiapkan Arga.
"Bukan lebai yank ,, perut kamu udah mulai besar nanti kamu nggak kelihatan tangganya.." tutur Arga dengan lembut menggenggam tangan Arletta diatas meja.
"Apa nggak sebaiknya kamu istitahat dirumah aja nak, semalam kan kamu habis muntah-muntah sampai lemes gitu .. " ucap Elena menatap intens mata menantunya itu.
"Semalam itu cuma gara-gara makan kerang aja mah aku muntahnya itu .. "
"Kok bisa nak ?? bukannya kamu suka sama kerang .??"
"Iya tante Flora, tapi semenjak hamil mual banget kalo lihat kerang .. "
"Udah nurun ayahnya tuh kak, kan Arga kan juga nggak suka makan kerang. ." imbuh Sika.
__ADS_1
Sarapan pagi ini terasa hangat bagi Arletta karena bukan hanya suaminya tapi juga semua orang dirumah memperhatikannya juga memanjakannya. Ia merasa sangat dicintai dan disayangi.
Pagi ini semua orang membahas mengenai acara 4 bulan kandungannya. Keluarga Arga berencana akan mengadakan secara besar-besaran, namun menurut Arletta itu adalah sebuah pemborosan dan menolaknya. Ia lebih memilih acara sederhana dengan dihadiri saudara teman juga anak panti asuhan.
__
Siang harinya Arletta masih disibukkan oleh berkas kerjaannya saat Bella mengajaknya untuk pergi makan siang. Tanpa ia tau Cally yang berencana menggoda Arga sudah sampai dilobby kantor dan menaiki lift.
"Ta loe ikut kita makan yuk,, kasian si kecil .." bujuk Bella.
"Ayo Ta .. nggak baik nunda makan siang," imbuh Verrel sambil merapikan mejanya.
"Taunih bumil kita satu ini susah banget diajakin makan, mau diet buk ??" canda Lio mendapat tatapan dari Arletta.
"Gue mau makan siang sama bapak suami,, udah kalian duluan aja.. " seru Arletta sambil mengibas-kibaskan tangannya.
"Sombong gila loe mentang-mentang punya lakik .. yuk mari kita maksi .." seru Lio meninggalkan ruangan diikuti Bella juga Verrel.
Cally yang ditolak kehadirannya oleh Manda sekretaris Arga sangat marah, ia kemudian menerobos masuk kedalam ruangan Arga.
"Maaf pak, saya sudah melarangnya .." seru Manda saat mata Arga dengan dingin menatap keduanya.
"Keluarlah Manda .. "
"Baik pak .. "
"Argaa .. aku bawain kamu makan siang loh. Lihat ini semua makanan kesukaan kamu .." Cally yang merasa diterima oleh Arga segera membuka semua makanan yang dibawanya dengan begitu senang.
"Untuk apa kamu kesini, aku sibuk!!" seru Arga dingin tanpa memperdulikan Cally sama sekali.
"Arga, ini udah siang kita makan dulu yuk .." berjalan menghampiri Arga dikursinya.
Tanpa Arga sadar tiba-tiba Cally duduk dipangkuannya. Saat dirinya terkejut dengan tingkah Cally tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan Arletta disana.
"Maaf saya mengganggu.. " menutup kembali pintunya.
"Tunggu, Arletta .. " teriak Arga, namun saat dirinya akan mengejarnya Cally dengan erat memeluk tubuhnya dari belakang.
"Tega kamu mas .. tega !!" Arletta yang salah paham terus saja berjalan berderai air mata.
Brukk ..
__ADS_1
"Mata loe ditaruh dimana !!!"