
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
"Mas tenanglah, duduk!" seru Letta saat menatap suaminya yang sedang gelisah.
Arga yang hari ini khusus meluangkan waktunya untuk meneami istrinya merasa sangat gelisah. Bukan tanpa alasan, terakhir kali Arletta melakukan check up kandungan adalah saat usia kandungan masih 5 bulan.
"Yank mana bisa aku tenang, kita belum check up semenjak terus-terusan ada masalah!" gusar Arga.
"Anak kita baik-baik saja mas, aku ibunya jadi aku tau kondisi anak aku semdiri.." Arletta berusaha menenangkan suaminya, walau tak dipungkiri ia juga merasa khawatir.
"Tapi sayang-
"Udah ya mas, kamu duduk atau kita pulang aja!! Aku pusing liat kamu mondar-mandir udah kayak setrikaan aja.." omel Letta.
Lalu saat Arga baru saja akan mendudukan dirinya, suara suster mengurungkan niatnya.
"Nyonya Arga Wijaya .." panggil suster.
"Sayang ayo udah dipanggil .." heboh Arga saat membantu Letta berdiri.
"Sabar mas, ini susah loh.." kesal Letta saat Arga tak sabar menunggunya berdiri.
Diruang dokter dengan jeli Arga selalu menatap apa yang dokter lakukan pada istrinya, bahkan ia terkesan terlalu dingin menahan dirinya.
"Bisa dilihat pak, ini .. " menunjukkan layar yang memperlihatkan bayi keduanya.
Mata Arga berkaca-kaca saat matanya menatap sebuah wajah pada layar tersebut. Didekatinya perlahan, lalu disentuhnya dengan persaan haru.
"Terima kasih sayang.." haru Arga mencium kening Letta berkali-kali.
Hati Letta begitu bahagia menerima perlakuan Arga padanya.
"Lalu bagaimana kondisi istri juga anak saya dok ?"
"Kita pindah dulu ya pak, nanti saya jelaskan.." ajak dokter.
"Pelan-pelan sayang.. " dengan hati-hati membantu Letta turun dari ranjang menuju kursi.
"Jadi begini pak, kondisi kandungan ibu baik-baik saja bahkan bisa dikatakan sangat sehat.."
"Istri saya ??"
"Sama pak, ibu baik-baik saja. Namun saya sarankan untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat juga kurangi beban pikiran.." saran dokter tersebut.
"Pasti dok," dengan manis Arga menggenggam tangan istrinya.
"Oh iya dok, satu lagi.." seru Arga.
"Kandungan istri saya sudah besar, apa masih boleh kami melakukan hubungan suami istri ??" Arga yang penasaran segera menanyakan hal tersebut.
Letta yang mendengar pertanyaan suaminya merasa malu, bahkan kini wajahnya sudah memerah.
"Hehe, tentu saja boleh pak. Namun kurangi durasi jam nya juga jangan terlalu sering melakukannya. Dan satu lagi untuk selalu bermain halus pak, karena itu berpengaruh untuk kandungan istrinya.." jelas dokter demgan senyum mengembangnya.
"Baik dok, akan saya ingat selalu.." sahut Arga.
"Mas, malu.." Letta yang malu hanya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan pulang, Arga tak henti terus tersenyum. Bahkan sesekali ia akan mengelus perut buncit Letta dan mengecup punggung tangannya.
Di rumah Arga, terlihat semua orang tengah sibuk menghias setiap sudut rumah. Reno juga Ilham terlihat mengawasi penataan bangku didepan, sedang Elena juga Flora sedang menata bunga-bunga.
"Assalamualaikum .. " salam Arga juga Letta bersamaan.
"Waalaikumsalam, anak mam udah pulang ya.." Elena yang melihat Letta sampai rumah segera mengajaknya duduk.
"Apa yang bisa Arga bantu mah, tante??" tanya Arga melihat seisi rumahnya.
"Cukuo jagain istri kamu dengan benar!!" seru Elena.
Lalu merekapun larut dalam aktifitas masing-masing sedang Letta larut dalam mimpinya.
______________________________________________
Hari cepat berlalu, dan pagi ini adalah acara untuk 7bulanan kandungan Arletta.
"Nak kamu makan dulu ini ya .." seru Elena menyerahkan sepiring nasi padanya.
"Makasih mama .."
"You are welcome anak mama .." mengecup kepala Letta dengan sayang.
Letta yang sedang menyantap sarapannya dikejutkan dengan suara cempreng khas sahabatnya.
"Bella ... " teriak Letta saat matanya menangkap sosok Bella dihadapannya.
"Letta .. kangen!!" memeluk tubuh Letta dari samping.
Namun saat Lio akan bergabung memeluk keduanya, tiba-tiba ada tangan menahan kerah bajunya.
"Mau ngapain ??" tanya Arga menahan baju Lio dari belakang.
"Ikut berpelukan pak, biar kayak teletabis .." seru Lio cengar-cengir tanpa dosa.
"Mas apaan sih, lepasin nggak ??"
"Makasih .." ucap Lio tanpa bersuara, hanya gerakan bibir saja.
Arga yang kesal segera mengajak istrinya untuk masuk kedalam kamar dan bersiap-siap, sebab acara akan segera dimulai.
"Loe sih!! Jadi dibawa kan Letta nya," kesal Bella.
Lio tak menghiraukan ocehan Bella, ia terlihat berjalan menuju meja makan dan menyantap makanan milik Letta.
"Sayang nasinya Letta kalo nggak dimakan.." memasukan sesendok demi sesendok kedalam mulutnya.
"Heh!! loe nggak takut digantung sama pak bos ??" tegur Bella menghampiri diikuti Verrel.
"Gue aja nggak ngapa-ngapain masa mau digantung.. " celotehnya.
"Pak Arga aja marah waktu loe mau meluk istrinya, itu belum meluk padahal. Apalagi kalo pak Arga tau loe sama istrinya udah ciuman .." seru Bella menakut-nakuti Lio dengan ekspresi kagetnya.
"Uhukk uhukk .. !!" meneguk minumannya.
"Loe kalo ngomong disaring dulu kenapa sih si lampir ini !! Rel, kasih tai cewek loe nih!!" kesal Lio ingin menjambak Bella dihadapannya.
"Beb jangan gitu dong," seru Verrel membuat Lio senang.
"Nanti kalo digantung beneran sama pak Arga kita susah loh cari gantinya.." lanjutnya.
Lio membuka lebar matanya juga mulutnya saat mendengar ucapan Verrel yang selalu menjadi penengah, kini malah ikut menyudutkannya.
**
Acara 7 bulanan Arletta berjalan dengan lancar dan dilanjutkan dengan acara syukuran rumah baru tempat mereka tinggal.
Terlihat mereka yang hadir hanyalah keluarga, kalangan sahabat juga beberapa saja rekan bisnis.
__ADS_1
"Selamat ya sayang .. " peluk Flora pada Letta.
"Maksih tante," balasnya.
"Adek gue dah gede aja, udah mau jadi ibu lagi.." goda Seruni.
"Aduh kakak gue ini udah ada didepan mata masih aja ditolak.." balas Letta menyindir.
"Haha.. " tawa semuanya.
Letta yang sedari tadi mencari suaminya pada akhirnya tak berani menghampirinya, sebab Arga terlihat tengah berbincang dengan Reno juga beberapa rekan bisnisnya.
Lalu ia memilih menghampiri Sahabatnya yang tengah berkumpul di sofa.
"Loe lihat pas pak Arga belah buah kelapanya?? gila kuat banget, gue jadi kepikiran waktu mereka belah duren deh .." seru Bella dan disambut tawa Verrel, Lio, Orland juga David yang juga disana.
"Pasti Letta klepek-klepek tuh. Ampun mas .. ah ahh lagii mas .." canda Lio mencoba menirukan suara Letta.
"Fasther mass .." timpal Orland dan diakhiri tawa mereka.
"Merk bolpoin kali fasther .." seru Bella ditengah tawanya.
Letta yang sedari tadi mendengarkan perbincangan mereka merasa sedikit kesal saat dirinya dijadikan bahan becandaan.
"Puas banget ketawanya.." seru Letta mendudukan dirinya didekat David.
"Eh bu Arga datang. Apa kabar bu?" tanya Lio basa-basi.
"Sialan loe!!" balas Letta.
"Gue jadi kepikiran deh sama Arga waktu belah kelapanya tadi .."
"Kenapa emang Vid,??"
"Kenapa pas banget gitu ditengah gambar cewek cowoknya.."
"Kembar kali tuh bayinya," komentar Verrel yang mengundang mata menatap Letta.
"Gue punya usul nama buat anak loe kalo kembar.." seru Lio dengan semangat.
"Apa.." ketus Letta yang merasakan firasat buruk dengan ide Lio.
"Kalo kembar kasih nama Kluntang sama Klunting aja," ucapnya membuat semua menahan tawa kecuali Letta.
"Atau kalo enggak Orak sama Arik bagus juga.."
"Pakai nama Compang sama Camping malah unik lagi.." tawanya dan disusul semuanya yang sudah tak tahan menahan tawanya.
Arga yang melihat istrinya cemberut sedang lainnya tertawa segera berjalan menghampirinya. Berhenti telat dibelakang Lio, ia terkejut mendengar penuturan dari anak buahnya itu.
"Atau yang lebih keren kasih nama Jepat sama Jepit.." tawanya terbahak-bahak seorang diri.
Sedang semua yang menyadari kehadiran Arga hanya menundukkan kepala menyembunyikan tawanya.
"Bagus banget namanya.."
"Bagus lah, Julio gitu loh.." bangganya pada diri sendiri, namun sedetik kemudian ia mrnyadari kesalahannya.
"Mampus loe!! Digantung beneran nih gue.." gumam Lio tak berani bergerak dari posisinya.
(Kira-kira Lio diapain sama pak Arga ya??š¤, )
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1