Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
23


__ADS_3

Setelah menghubungi Arga, Elena meletakkan ponselnya dan ingin memeluk menantunya itu. Namun respon yang diberikan Arletta membuatnya terkejut.


"Jangann !! .. jangan bunuh saya !! jangann .. nggak !! daddy .. mommy .. Huuhuuu .. " terlihat Arletta histeris memanggil orang tuanya.


Joy yang mendengar keributan dari kamar Arletta segera datang menghampirinya.


"Ada apa dengan Letta, Elena ??" tanya Joy namun Elena hanya diam tak menyahutinya.


"Aaaaahh .,pergii .. pergii !! ampunnn .. kalian jahat !!, .. " Arletta bertambah histeris saat Joy mulai menyentuh bahunya.


"Daddy .. mommy .., Letta mau ikut daddy sama mommy .. bawa Letta .. " tangisnya pilu.


Joy maupun Elena hanya diam menitikan air matanya tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka takut kalau Arletta akan bertambah histeria nantinya.


"Kenapa kalian semua kejam .. apa salah kami ,?? apa salah daddy dan mommy .. ?? kenapa kalian tega .. Apaaaa salahnyaa !!," rancunya terus saja menangis.


"Sayang .. Letta, lihat nak ini mama ., mama Elena nak .. " lirihnya berusaha menengkan.


"Letta, ini tante Joy ., tante gak mungkin jahatin Letta kan ?? iya kan nak .. ??" bujuknya mulai mendekati Arletta.


"Kalian tau .. gimana sakitnya jadi aku saat tau kalian dengan sengaja membunuh orangtua ku ?? kalian tau hancurnya ..?? sangat hancur sampai rasanya aku ingin ikut masuk kedalam liang lahat orang tuaku .. bahkan berkali-kali aku mencoba mengakhiri hidupku ini , apa kalian tauuu !!., kalian gak akan pernah tau .. hkiss hikss ., yang kalian tahu hanya menyakitiku terus meneruss .. " tanpa sadar Arletta mulai meluapkan isi hatinya hingga ia terus berderai air mata.


Joy dan Elena sudah tak sanggup membendung tangis mereka, isak tangis mulai lirih terdengar dari keduanya. Arga yang baru saja sampai segera berlari menuju kamarnya.


"Letta ... " bergegas masuk kedalam kamar menghampiri istrinya.


"Lepas .. !! lepaskan ., jangan menyakitiku lagi .. lepassssss .. !!" teriak histeris Arletta saat Arga berusaha memeluknya.


"Hey tenang .., Arletta tenang ., aku mohon tenanglah .. " bujuk Arga.


"Enggak .. pergii , pergi kalian .. !! kalian jahat !!., kalian semua udah bunuh daddy dan mommy ., !!" terus memukuli dada bidang Arga.


"Sayang lihat !! .,ini aku Arga .. suami kamu !!" menekan wajah Arletta, memaksa untuk menatapnya.


Namun tiba-tiba saja Arletta merasakan sakit diperutnya. Wajahnya meringis menahan sakit, tangannya mencengkeram kuat lengan jas Arga.


"Sakit .. " lirihnya kesakitan.


"Sayang .. kenapa ?? ada apa ??" panik Arga.


"Awwwww ., perut .. perut aku sakit !! hikss hikss.. " adunya dalam tangis.


"Mahh, tolong hubungi dokter kandungan Letta mah .. " paniknya saat meminta tolong pada sang mama.


"Arga ., baringkan Arletta!! ., " ucap Joy.


"Letta lihat tante nak .. ini tante Joy, ini suami kamu Arga .. !! lihat baik-baik .. kamu harus tenang ya, kasian yang ada didalam perut.. " dengan tenang Joy mulai berbicara.


,

__ADS_1


,


,


Setelah berhasil kabur dari kerumunan warga sekitar, akhirnya Cally beserta Arum memutuskan untuk pulang kerumah karena baju mereka kotor saat tadi terjatuh.


"Bener-bener anak sialan !! lihat saja nanti kalo ketemu lagi, mommy habisin dia .. " geramnya pada Letta.


"Tau tuh mom, gara-gara dia kita jadi diteriakin malingkan .. sakit semua badan aku dipukulin tadi .. " manjanya mengadu pada Arum.


"Kasian anak mommy, sakit ya ?? dimana yang sakit ??" dengan hati-hati memeriksa tubuh anaknya yang sedang menyetir mobil.


"Disini .. " tunjuknya pada punggung belakang.


Namun saat sampai dihalaman rumahnya, terlihat Alfon sedang berdiri menatap kearahnya.


"Mom ?? kenapa daddy menatap kita begitu ya ??" heran Cally bertanya.


"Mana mommy tahu, turun aja yuk .. " ajaknya.


"Dari mana saja kalian berdua !! daddy sedang pusing malah kalian enak-enakkan keluyuran !!!" amuk Alfon pada keduanya.


"Apasih daddy , siapa juga yang keluyuran !! kita itu tadi habis nemuin si anak sialan itu tau .. " ucapnya sambil berjalan masuk kedalam rumah.


"Iya ih daddy main tuduh aja !!., gak lihat apa kita udah kotor-kotor gini cuma buat bantu daddy.. " tak terima dirinya dimarahi oleh daddynya.


"Lalu gimana hasilnya ?? apa dia sudah tanda tangan ??" antusiasnya saat mengikuti keduanya duduk disofa ruang tamu.


"Gak becus kalian berdua .. " ikut kesal sambil merebahkan kepalanya.


.


.


.


Orland yang tadi kebetulan ada diruangan Arga segera memberitahukan keadaannya kepada Reno dan juga David. Orland bersama Reno segera menuju rumah. Mereka bertiga datang bersamaan dengan dokter.


"Dokter .., tolong anak saya .. " panik Elena menuntun sang dokter kedalam kamar.


Saat tau dokter sudah datang, Arga bergegas berpindah kelain sisi istrinya .. memberikan ruang bagi dokter untuk memeriksa. Sedangkan yang lainnya hanya berdiri tak jauh dari ranjang sambil terus memantau Arletta.


"Gimana dok istri saya ??" tanya Arga saat dilihatnya dokter telah selesai memeriksa.


"Istri anda sudah tidak apa-apa, tapi saya sarankan agar jangan membuat istri anda terlalu banyak beban. Jaga selalu emosinya, karena ini sangat berpengaruh pada kehamilannya.." terang dokter.


"Baik dok .. "


Kemudian dokterpun keluar diikuti yang lainnya. Tinggalah Arga sendiri menunggu istrinya yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi ?? apa yang aku gak tahu dari kamu Letta .. " membelai pelan wajah Arletta dan berhenti tepat disisi kiri pipi Arletta.


"Kenapa pipinya memerah ?? siapa yang menamparnya ??" gumam Arga bertanya.


Sedang diruang tamu, Reno, Orland juga David sedang serius mendengarkan cerita dari Elena tentang Arletta. Tanpa mereka sadari Arga juga tengah mendengarkan dari arah tangga.


"Maksud mama, daddy sama mommy dibunuh orang ..??" tanya Arga mengagetkan semuanya.


"Astaga Arga .. kamu bikin kaget mama tau gak .." keluh Elena.


"Mah ., " desaknya.


"Mama juga gak tau .. tadi Arletta cuma bilang gitu aja. Kamu tanya tante Joy kalo gak percaya ., "


"Iya Arga .. saran tante sih lebih baik kamu ijinin Letta buat kerja lagi. Biar dia gak terus kefikiran tentang masalah ini .. " sarannya.


Arga hanya diam termenung memikirkan semuanya. Mereka hanya menatap tanpa ada yang bersuara. Sampai David membuka suaranya.


"Biar gue selidikin semuanya bro .,loe fokus sama istri loe aja .. "


"Iya ., gue juga bakal bantu David buat cari tau semuanya .. "


"Saran papa ., apa nggak sebaiknya kita bawa Letta ke psikiater dulu Ga ??" tanya Reno ragu.


"Tapi istri Arga gak gila pah .??" seru Arga kemudian.


"Psikiater itu bukan hanya untuk orang gila, dan papa juga gak bilang Letta gila kan ?? papa hanya saranin aja buat bawa dia kesana, sepertinya istrimu itu punya trauma sendiri .. " jelas Reno kemudian.


Terlihat Arga termenung kembali memikirkan ucapan sang papa ..


"Arga ke kamar dulu .. " pamitnya kemudian.


"Aku harus cari tahu semuanya .. aku gak bakal biarin ada yang nyakitin istriku .. " batinnya.


Dengan perlahan Arga mulai naik keatas ranjang, berbaring tepat disamping Arletta yang tengah tertidur. Dengan perlahan dibelainya rambut Arletta oleh Arga, sesekali disingkirkannya anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya. Diam, hanya tangannya yang terus bergerak diatas perut Arletta dengan pandangan entah kemana ..


,


,


,


,


,


,


Hai semua .,sesuai reques kemarin nih .. ceritanya lebih panjang lagi nih ..

__ADS_1


Nah sekarang jangan lupa yha bantu cerita Arletta juga Arga dengan cari tekan like dan vote sebanyak-banyaknya .. ajak yang lain juga buat baca ceritanya .. isi kolom komentar dengan cerita kalian tentang mereka yaa ..


happy reading .. šŸŒˆšŸ“š


__ADS_2