
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Cally begitu panik saat tubuh daddy nya lemah terjatuh tak sadarkan diri. Cally berteriak meminta tolong, sampai datanglah 2 orang polisi yang lantas membawa tubuh Alfon kerumah sakit.
Dalam perjalanan Cally tak hentinya menangis dan meminta maaf. Dilihatnya wajah Alfon yang makin membiru dan suhunya makin dingin.
"Pak cepetan bisa nggak sih !! daddy saya udah dingin ini !!" bentak Cally pada supir ambulance milik kepolisian.
Mobil kini melaju dengan sangat kencang, hingga mereka tiba disebuah rumah sakit ditengah kota.
Tubuh Alfon langsung dibawa masuk kedalam UGD unuk mendapat pertolongan pertama. Cally begitu panik, ia mencoba menghubungi mommy nya namun tak pernah ada sahutan.
"Kemana sih mommy ini !! daddy kritis malah nggak bisa dihubungin !!" kesalnya memaki layar ponselnya.
Namun tak lama dokter keluar dengan wajah sendunya, Cally pun bergegas menghampirinya.
"Dok, dokter !! gimana daddy saya dok .." panik Cally.
"Pasien terkena serangan jantung, dan kami tidak berhasil menolongnya.. " sesal dokter tersebut.
"Jangan bercanda dok!! daddy saya itu kuat orangnga, " seru Cally tak percaya.
"Saya turut berduka .. " ucap dokter kemudian pergi meninggalkan Cally yang masih diam mematung.
Cally begitu terpukul, air matanya deras mengalir namun suaranya rasanya hilang tertelan sakit.
"Nggak mungkin !! Daddy nggak mungkin meninggal .." serunya menolak keadaan.
Tubuhnya lemas, Cally terduduk tanpa daya dilantai rumah sakit. Ia menangis tersedu-sedu sambil memanggil terus daddynya.
Tak beda dengan Cally, Arletta kini juga tengah menangis mencari suaminya.
Arga pergi meninggalkan rumah, dan sampai saat ini masih belum kembali. Arletta cemas, ia mencoba menghubungi suaminya namun tak pernah diresponnya.
"Yank kamu dimana ?? Maafin aku .." sesalnya menangis seorang diri didalam kamar.
Tok.. tok .. tok..
Seseorang mengetuk pintu kamarnya, Letta kemudian berdiri menghapus air matanya sebelum membuka pintu.
"Surprisee .. " seru Jesika saat pintu dibuka oleh Letta.
Letta terkejut, namun detik kemudian ia menangis memeluk tubuh adik ipar sekaligus temannya itu.
"Lohh.. loh kak Letta kenapa ?? " panik Jesika.
Kemudian perlahan Jesika menuntun tubuh Letta masuk kedalam kamar dan duduk diranjangnya.
"Lihat aku, ada apa ??" Tanyanya dengan sangat halus sambil menggenggam kedua tangan Letta.
__ADS_1
Arletta tak bercerita, ia hanya mengatakan jika ia merindukan Arga suaminya. Namun ia juga bilang jika Arga sedang marah terhadapnya.
"Yaudah biar aku coba telpon kak Arga kalau gitu ya .. " seru Jesika mulai memanggil kakak nya.
š" Halo kak ??" Seru Jesika mengejutkan Letta.
š" ______ "
š" Ini kak Letta nangis loh nyariin kaka terus.."
Namun tiba-tiba Arga mematikan telponnya, dan hal itu membuat Jesika menggerutkan dahinya.
Jesika sadar sesuatu, ia menyadari jika mungkin ada hal besar yang membuat kedua kakaknya bertengkar.
Tak ingin menambah beban pikiran Letta, dengan terpaksa akhirnya Jesika pun berbohong.
"Kak Arga lagi beresin kerjaannya katanya kak, udah kak Letta gak usah sedih ya kan kasian ponakan aku .. " bujuk Jesika.
Akhirnya Letta berhenti menangis dan tersenyum, namun itu sesaat sebelum sebuah panggilan masuk diponselnya.
"Siapa kak ??" Tanya Jesika saat Letta hanya menatap layarnya yang berdering.
"Nggak tau Jes, coba angkat dulu kali ya.." jawab Letta kemudian mengangkatnya.
š" Halo, ?" Sapa Letta
š" Apa benar ini dengan ibu Arletta ..??" Tanyanya.
š" Iya saya sendiri, ini darimana ya ,"
š" Kami dari kantor polisi tempat tuan Alfon ditahan buk.."
š" Oh iya, ada apanya pak.."
Tubuh Letta membeku mendengar kabar tersebut, bahkan lidahnya kelu sekedar untuk bertanya.
Air matanya kembali berlinang tanpa suara. Jesika terkejut lalu menghapus air mata Letta dengan tangannya.
š" Kenapa bisa pak, saya darisana dan masih baik-baik saja .."
š" Kami juga kurang tau penyebab pastinya buk, tapi tadi anaknya datang mengunjunginga lalu tiba-tiba tuan Alfon mengalami serangan jantung .."
š" Terima kasih pak.. " seru Letta kemudian mematikan ponselnya.
Ditatapnya kini Jesika dihadapannya yang juga menatapnya penuh tanya. Namun sebelum sempat Letta berucap, pandangannya mulai terasa kabur hingga gelap.
"Kak Letta .. !!" Seru Jesika terkejut saat tubuh Letta jatuh pingsan.
_____________________________________
Dirumahnya, Cally duduk bersila didepan tubuh daddynya yang sudah terbujur kaku tanpa kehadiran Arum mommy nya yang entah pergi kemana.
"Bik, kemana sebenarnya mommy pergi..??" Bisik Cally pada pembantunya.
"Entablah non, tadi bibi tanya gak dijawab .." sahutnya.
Lalu Cally kembali diam menatap jasad daddynya, ada terbesit rasa bersalah atas kematian daddynya.
"Andai aku nggk kasih tau daddy, mungkin semua nggak akan jadi kayak gini.. " batin Cally menyesal.
"Nggak !! Ini bukan salahku, ini gara-gara Arga juga Letta. Mereka memang pasangan pembawa sial !!" Batinnya marah.
__ADS_1
Cally mengepalkan tangannya mengingat apa yang telah dilakukan Arga juga Letta padanya juga keluarganya.
"Gue bakal balas berkali-kali lipat lebih sakit daripada ini ..!!" Gumamnya.
*
Dirumah, Jesika yang panik berteriak memanggil pertolongan hingga datanglah Ali serta End yang juga terkejut melihat nonanya.
"Astaga nona .. !!" Teriak End berlari menghampiri Letta.
Dengan bantuan Ali juga End, kini Letta dibaringkan diatas ranjangnya. Jesika menghubungi Arga kembali, namun kini tak ada jawaban.
"Saya sudah menghubungi dokter, dia dalam perjalanan.." ucap Ali.
Lalu Jesika mengabari kondisi Letta saat ini pada Elena juga Reno. Dan tanpa Jesika tau jika kedua orang tuanya tengah dalam perjalanan menyusulnya.
Reno dan Elena tiba bersamaan dengan dokter kandungan Letta. Dengan sama paniknya ketiganya menaiki tangga menuju kamar Letta.
Dokter dengan teliti memeriksa kondisi Letta juga kandungannya. Semua orang menatap doktee bergantian dengan Letta yang perlahan mulai sadar.
"Gimana ??" Tanya Reno segera.
"Nona saat ini kondisinya lemah, tolong jangan biarkan dia banyak pikiran dan terlaku tertekan ya pak buk. ."
"Baik dok, terima kasih.." ucap Reno.
Elena perlahan mendekati Letta yang terbaring diranjangnya. Digenggamnya tangan itu hingga membuat Letta menangis.
"Kenapa nak, ada apa ..?? Katakan sama mama.." tanya Elena yang juga menahan air matanya.
"Paman Alfon meninggal mah.. " ucap Letta mengejutkan semua orang.
Elena membawa Letta kedalam dekapannya, ia tahu bagaimanapun Alfon masih keluarga bagi Letta dan pasti ia terluka juga saat ini.
"Dimana kakakmu ini Jesika??" Bisik Reno menanyakan keberadaan Arga.
"Gak tau, kayaknya lagi berantem sama kak Letta terus pergi dari rumah deh pah.." tebak Jesika.
Reno geram dengan sikap anaknya, ia mencoba menghubungi Arga namun ponselnya dimatikan.
"Anak kurang ajar ini kemana sih, gak tau kondisi istrinya apa .." kesalnya.
*
Arum begitu heran saat memasuki halaman rumahnya yang sudah dipenuhi oleh banyak orang, namun ia tak memperhatian ada bendera kuning yang tertempek ditembok rumahnya.
"Ada apa ini ??" Gumamnya melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.
Cally begitu geram menatap Arum yang baru tiba dengan membawa banyak belanjaan ditangannya.
Ia berdiri menghampiri Arum, dan tatapannya tak lepas dari mommy nya itu.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
__ADS_1
...šš...