
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Setelah mengetahui apa yang terjadi pada istrinya, amarah Arga memuncak. Dipukulinya Carlos secara membabi buta hingga membuat David Orland serta Ali kesusahan melerai keduanya.
"Lihat apa yang kau lakukan!!" teriak Sia saat ia tak bisa menolong Carlos yang sudah tak berdaya dibawah Arga.
Plakk!!
"Kau!!" pekiknya menatap tajam pada Jesika.
"Tamparan ini belum cukup mengajarimu sopan santun dan rasa berterima kasih ..!!" serunya tajam menatap Sia.
"Sika .." panggil Kenny kemudian.
"Sudah ku katakan jangan panggil aku dengan sebutan itu, jijik.." matanya melirik sinis pada Sia saat seruan akhirnya.
"Mulai sekarang panggil ak Jes!!" imbuhnya sambil melenggang kembali kesofa.
Namun Letta yang hancur hatinya karna ulah Sia hanya diam tak merespon apapun, bahkan suaminya pun tak dihiraukannya.
"Ga tenang!! loe lihat Letta !!" seru David menarik paksa tubuh Arga dibantu Ali.
Sedangkan Orland menarik tubuh Carlos dan disudutkannya didekat rak buku.
"Sayang .." pada akhirnya Arga yang tersadar segera menghampiri istrinya dan mendekapnya.
"Aku mau pulang!"
"Kita pulang sekarang!!"
Arga memeluk Letta dan keluar dari ruangan meninggalkan semuanya .
"Kalian berdua ikut gue pulang!" seru David pada kedua adik Arga yang masih menatap marah pada Sia juga Carlos.
Dalam perjalanan Letta hanya diam namun matanya memancarkan kesediahannya.
"Sayang .." panggil Arga menyentuh telapak tangannya.
Namun Letta hanya diam,
Didalam ruangan itu hanya tersisa Sia yang sedang menangisi Carlos yang pingsan, juga Joni yang terus menatap jijik pada keduanya.
"Kenapa hanya diam saja!! cepat bantu gue bawa Carlos kerumah sakit!!" teriak Sia.
"Nggak sudi !!" balasnya dan melenggang keluar dari dalam ruangan.
"Sialan !! gue bakal pecat loe !!" amuknya berderai air mata.
"Carlos bangun sayang.." pintanya.
Sesampaimya dirumah, Letta tak menunggu Arga dan melenggang masuk menaiki tangga ke kamarnya.
"Astaga sayank pelan-pelan lagi hamil juga !!" teriaknya.
__ADS_1
Saat memasuki kamar dan duduk disudut ranjangnya, Letta meluapkan rasa kecewanya.
Ia menangis dengan sangat keras hingga membuat Arga yang sedang menaiki tangga terkejut.
Brakk !!,
"Sayang kenapa ??"
"Kenapa dia jahat mas .. apa salah aku??"
"Sssttt, tenanglah biar mas yang beresin semuanya.."
"Cafe itu milikku mas, aku membangunnya dengan uang sisa orang tuaku. Dan mereka dengan sengaja merebutnya tanpa bisa aku berbuat apa-apa .." ia menumpahkan segala emosinya pada dada bidang suaminya.
"Tenanglah yank, aku janji sama kamu kalau aku akan kembalikan apapun itu yang harusnya menjadi milik kamu !!"
Lelah menangis membuat Letta tanpa sadar tertidur di dada bidang suaminya. Dengan perlahan dibaringkannya tubuh Letta dan tak lupa diselimutinya.
____________________________________________
Sedangkan David kita sedang berada satu mobil dengan Kenny serta Orland satu mobil dengan Jesika.
Tiba dirumah Arga membuat mata kedua gadis itu memandang kagum konsep rumah kakaknya itu, sejuk juga sepi menjadikan fikiran mereka menjadi tenang.
"Mau sampai kapan disitu ?? turun," titah David.
Keempat orang itu kini tengah menunggu sang pemilik rumah duduk diruang tamu,
"Wah rumahnya nyaman banget ya Sika," kagum Kenny menatap seisi rumah.
"Gue lempar loe manggil gue Sika lagi!! panggil gue Jes!!" kesalnya menatap Kenny.
"Kenapa ??" tanya Arga yang terlihat menuruni anak tangga.
"Dasar bocah!" ejek Orland sambil memainkan ponselnya.
"Sirik aja loe! bilang aja loe juga mau gue peluk gini kan ??"
"Dihh, nggak sudi gue .." .
"Halah, ngaku aja. Tuh iler loe hapus, ngeces mulu liatin gue..".
"Sialan nih bocah!! berani banget loe ngejek gue!!"
David dan Kenny hanya diam tak menghiraukan pertengakaran keduanya, sedang Arga memijat pangkal hidungnya dengan kesal setiap kali mendengar adik juga sahabatnya bertengkar.
"Lama-lama loe jadi adik ipar gue juga bro !!!" serunya mendudukan tubuhnya di sofa.
"Ogah!!" teriak kompak keduanya.
Lalu Arga meminta Ali untuk mengantarkan kedua adiknya pulang, sedang dia juga kedua sahabatnya pindah keruang kerjanya membahas langkah untuk membalas Sia juga Carlos.
*
Dikantornya, Cally yang mendapat informasi tentang keadaan Carlos saat ini yang terbaring dirumah sakit merasa sangat senang.
Akhirnya ia bisa merebut apa yang menjadi milik Letta walaupun itu bukan Arga.
"Perlahan, loe bakal kehilangan semuanya. Loe tunggu aja kejutan dari gue !!" seringainya licik.
Dan tak lama setelah itu ia pergi meninggalkan ruangannya.
Sesampainya dirumah sakit, Cally yang sudah mengetahui dimana Carlos dirawat segera melangkah kan kakinya.
__ADS_1
Namun langkah itu tertahan saat melihat apa yang tengah kedua orang itu lakukan didalam ruangan.
"Sekali brengsek akan tetap selamanya brengsek!!" komentarnya saat menatap adegan panas kedua sejoli dihadapannya.
Karna Cally yang tak ingin menunggu, lalu dipanggilnya suster dan menyuruhnya membawa Sia keluar dari dalam ruangan dengan apapun alasannya.
Sebab uang mampu menjalankan kakinya, dan Cally menggunakan uangnya untuk melancarkan keinginannya.
"Astaga!!" seru sang suster saat memasuki kamar rawat Carlos.
Kedua orang yang sedang bercumbu itu terkejut saat tiba-tiba mendengar suara teriakan. Sia yang menyadari kehadiran orang lain segera merapihkan bajunya dan turun dari ranjang.
"Maaf pak, buk saya tidak bermaksud mengganggu.." menundukan kepalanya.
"Tidak masalah sus, saya hanya sedang memuaskan istri saya ini .." mengerlingkan sebelah matanya pada Sia, sedang tangannya merangkul pinggang Sia.
Wajah Sia merona merah saat mendengar Carlos memanggilnya istri, tiba-tiba ia merasa malu juga panas diwajahnya.
"Maaf, tapi dokter ingin bertemu dengan keluarga pasien sekarang.."
"Oh kalau gitu biar aku yang menemui dokter dulu ya sayang .." menatap lembuat Carlos disampingnya.
"Hm, pergilah. Hati-hati .."
Mendapat perhatian kecil membuat Sia merasa melambung diatas awan karena bahagia.
"Masuklah, gue tau loe diluar!!" seru Carlos.
Dan tak lama masuklah Cally dengan langkah anggun serta tatapan membunuhnya.
"Kunci dulu pintunya, jangan sampai ada yang masuk!" titah Carlos sambil tersenyum licik.
Cally menurutinya, kemudian ia terlihat berjalan menuju ranjang Carlos.
"Apa yang loe lakuin brengsek !!" serunya saat tangan Carlos menarik pinggangnya.
"Kau merindukanku sayang.??" memainkan anak rambut Cally dengan satu tangannya.
"Jangan gila loe!! lepasin gue!!" meronta dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Carlos.
"Gue tau loe juga menginginkannya, loe lihat apa yang gue sama Sia lakuin tadi kan??"
"Jangan gila loe!! gue gak semurahan cewek loe itu!!"
Lalu tangan yang bermain dengan anak rambut itu berpindah dibelakang leher dan menekannya. Dengan lembut Carlos mencium Cally,
"Hhhmmm Hmmm .." seru Cally ditengah ciumannya memukul mukul tubuh Carlos.
Namun semakin ia melawan, Carlos semakin gencar menyerang dengan ciumannya hingga pertahanan Cally runtuh dan membalas ciuman itu.
"Ternyata loe nggak jauh beda sama jalang diluar sana Cally, hanya dengan ciuman gue bisa menjinakan loe yang brutal !!" batin Carlos membuka matanya saat Cally membalas ciumannya.
Namun permainan itu semakin jauh, Carlos yang sudah dibawah kendali nafsunya juga Cally yang sudah lemah karena permainan Carlos.
"Hentikan Carlos, perempuan itu bisa masuk kapanpun!!" ucap Cally ditengah deru nafasnya yang tak beraturan.
"Kita akan bermain cepat sayang!!" seru Carlos mengangkat tubuh Cally diatasnya.
Lalu ruangan itu menjadi saksi bisu apa yang kedua anak muda itu tengah lakukan. Bahkan Cally melupakan begitu saja tujuannya mendatangi Carlos.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš