Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
142


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


Loise terpojok, dia kini tersudut diujung jalan tanpa bisa kemana-mana.


"Brengsek!!" Umpatnya.


"Sayang diamlah, berhenti menangisnya.." bujuknya pada baby Shaka.


Namun baby Shaka masih saja menangis, kini tangisan itu bertambah kencang karena rasa panik dari Loise.


"Mau kabur kemana lagi!!" Seru Arga yang berhasil menemukan Loise.


"Jangan pernah berani melangkah sedikitpun!!"


"Kembalikan anakku!"


"Tidak!!"


"Kembalikan!!"


"Tidak akan pernah!!"


Arga begitu murka saat Loise tak kunjung mengembalikan anaknya, terlebih lagi ia menatap anaknya yang menangis ketakutan dalam gendongan Loise.


"Lihatlah anakku sudah terlalu lama menangis!!" Teriak Arga murka.


"Biarkan kami pergi, maka dia akan diam.."


"Tolol!!"


"Biarkan kami pergi!!"


Loise yang hilang akal mengarahkan pistol itu tepat dikepala Shaka. Arga begitu syok dan terkejut saat melihat hal tersebut, terlebih anaknya bertambah kencang menangisnya.


"Jangan gila Loise !! Turunkan pistolmu!!" Bentak Arga.


"Menyingkir.."


Arga terpaksa meminta anak buahnya menyingkir. Memberi jalan bagi Loise untuk kabur membawa anaknya.


Tapi bukan Arga jika ia tak punya rencana ganda. Orland sudah siap ditempatnya, dan saat Loise berjalan mundur ia segera mengambil baby Shaka darinya.


"Sialan!!" Teriak Loise saat Orland menarik baby Shaka dari gendongannya.


Arga mengambil kesempatan itu untuk menembak kaki Losie dengan pistol yang diambil dari anak buahnya.


Dorr !!


Tembakan itu tepat mengenai kaki Loise. Seketika itu keseimbangan Loise goyah dan ia pun terjatuh.


"Akhh, kakiku!!" Teriaknya.


Namun Loise tak menyerah, ia mengarahkan pistolnya dan menembak anak buah Arga yang berjalan mendekatinya.


Bahkan ia menembak kesembarang arah untuk mengalihkan perhatian mereka semua.


"Tuan, apa tuan baik-baik saja ??" Tanya salah seorang anak buah pada Arga.


"Baik, kalian bawa mereka semua yang terluka kerumah sakit segera. Sisa nya ikut saya.." teriak Arga.


Namum sebelum ia berlari mengejar Loise, Arga berjalan menghampiri baby Shaka yang masih saja menangis.


"Sayang, ini papa nak.." mendekap dalam pelukannya.

__ADS_1


Seolah menemukan kenyamanan, baby Shaka seketika diam tak lagi menangis. Bahkan bayi mungil itu tertidur dalam dekapan Arga.


"Loe pegang Shaka aja, serahin urusan Loise sama gue. ." Ucap Orland kemudian berlari menyusul anak buah.


"Sial, kakiku sakit sekali.." seru Loise saat memaksa dirinya berjalan.


Loise berjalan terseok-seok menahan sakit dikakinya, ia memaksa dirinya berjalan menjauhi Arga serta anak buahnya.


"Mau lari kemana dengan kaki pincangmu om !!" Ejek Orland yang berjalan dengan santai dibelakang Loise.


"Sial!!" Umpatnya berjalan cepat.


Namun niat berjalan cepat itu malah membuat dirinya terjatuh didepan Orland. Rasa malu dan kesal membuat Loise mengepalkan tangannya.


"Wah om jatuh ya .." ejek Orland berpura-pura simpatik.


"Brengsek kamu!!" Teriaknya.


"Bawa dia.." titah Orland.


Loise kembali mengeluarkan pistolnya dan hendak menembak anak buah Arga. Namun sebelum itu terjadi, Arga sudah lebih dulu menembak lengan Loise.


"Akhhh .." teriak Losie melepas senjata apinya.


"Ambil dan ringkus Loise!!" Ujar Orland.


"Lepas!! Lepaskan saya!!" Teriak Losie saat anak buah Arga meringkusnya.


...**...


Ambulance tiba dirumah sakit, Letta segera didorong menuju UGD. Reno sangat panik karena Letta sudah tak sadarkan diri sejak tadi.


Bahkan saat petugas medis datang ia sudah tak sadarkan diri, membuat David juga Reno begitu cemas.


"Minggir-mingir.. " seru petugas.


Matahari mulai menunjukkan sinarnya saat tubuh lemah Letta yang pucat pasi tiba dirumah sakit.


Namun awan tak secerah biasanya, seoalah ia ikut bersedih dengan kondisi Letta saat ini. Elena juga Seruni yang sedang berjalan tanpa sengaja melihat suaminya.


Seruni juga Elena membulatkan matanya saat melihat siapa yang didorong Reno juga David.


"Letta .." seru Seruni ketakutan.


"Letta bangun, lihat kak Runi!! Letta bangun dek.." serunya.


Tubuh Letta dibawa masuk kedalam UGD, petugas melarang pihak keluarga untuk ikut masuk kedalam.


"Nggak, gue harus nemenin Letta. Dia butuh gue!!" Seru Seruni dengan paniknya.


"Tenang!! Loe tenang!!" Ucap David.


"Mana bisa aku tenang, dia satu-satunya adikku!! Dia satu-satunya keluargaku yang tersisa!!" Seru Seruni mencengkeram baju David.


"Gimana kalau terjadi sesuatu dengannya, gimana kalau adikku itu tidak tertolong.." serunya memukul-mukul dada David.


David memeluk erat tubuh begetar Seruni, ia mencoba menenangkannya. Sedangkan Reno memeluk sambil mengusap punggung Elena yang sedang menangis.


Diruangannya, Cally begitu panik saat Elena juga Seruni tak kunjung kembali. Kemudian Daniel memutuskan untuk keluar dan mencarinya.


"Kemana ya mereka??" Tanya Cally celingukan.


"Kita cari dulu ya syaank.." seru Daniel.


Wajah Cally tiba-tiba saja memanas, bahkan ia menghentikan langkahnya dan mengibasi wajahnya.


"Kenapa ?? Apa perutnya sakit .." tanya Daniel panik.


"Oh, ehmm enggak kok.." gugup Cally.


"Yaudah kita jalan lagi pelan-pelan.."


Belum jauh mereka melangkah, Cally melihat Seruni sedang menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Kak Runi.. " ucap Cally, membuat Daniel mengikuti arah pandangnya.


"Kak Runi.." panggil Cally.


Saat melihat Cally, Seruni berjalan menghampirinya dan memeluk erat tubuhnya.


"Cal, Letta Cal .."


"Letta ?? Ada apa dengan Letta ?"


"Letta di UGD.."


"Apa yang terjadi dengannya!!" Tanya Cally melepas pelukan Seruni.


"Letta terkena tembakan Loise dikakinya.." jawab David.


"Letta .." seru Cally yang hampir terjatuh.


"Kalian semua tenang, kita doa kan Letta baik-baik saja .." ucap Reno.


Tak berapa lama Arga datang bersama Orland sambil menggendong Shaka. Dan saat melihat semua orang menangis, hati Arga begitu ketakutan.


"Pah, apa yang terjadi. Dimana Letta.." paniknya.


"Cucuku!!" Seru Elena mengambil Shaka dari Arga.


"Tenanglah, Letta masih ditangani dokter.."


Sudah hampir satu jam, namun tak ada kabar apapun dari dokter yang menangani Letta. Arga panik, ia begitu gusar memikirkan keadaan istrinya.


"Berapa lama lagi kita menunggu!!" Serunya frustasi.


"Tenang nak.."


"Mah, "


"Arga tenang, doa kan istrimu.."


Dan tak lama dokter keluar dari UGD. Semua mendekati dan menanyakan kondisi Letta.


"Pasien baik-baik saja. Peluru tak sampai melukainya terlalu parah.."


"Apa saya bisa melihat istri saya ??"


"Nanti ya pak, kami akan segera pindahkan pasien ke ruang rawat.."


Merek semua begitu lega setelah mendengar penjelasan dari dokter soal kondisi Letta. Saat Letta keluar didorong suster, tiba-tiba saja baby Shaka teebangun dan menangis.


"Tunggu sus," cegat Arga.


"Iya pak, "


Arga mengambil Shaka dari mamanya, kemudian ia meletakkan anaknya tersebut disamping ibunya.


Baby Shaka yang semual menangis kini memeluk tubuh mamanya dan kembali terlelap. Bahkan ia tak terganggu dengan deru suara bising saat brangkar didorong.


Kamar rawat Letta disulap menjadi kamar pribadi oleh Arga. Disana ia juga menambahkan fasilitas untuk anaknya agar bisa bermalam bersama.


Reno membawa pulang Elena serta Seruni bersamanya. Kemudian Daniel membawa Cally kembali kekamarnya, sedangkan Orland bersama David juga kembali kerumah masing-masing.


Kini hanya tinggal Arga, Letta juga baby Shaka yang tengah tertidur. Dengan posesifnya Arga menggenggam erat tangan Letta dan menjadikan tangannya sebagai bantal.


...—...


Nb : Hai semua, jangan lupa mampir juga yuk ke novel baru aku. Disana nggak kalah seru juga menggemaskan loh,, yuk mampir dan ramaikan "Terjebak Cinta" 🄰


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—

__ADS_1


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2