Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
28


__ADS_3

Siang hari saat makan siang, tiba-tiba saja Arletta ingin sekali memakan nasi goreng kantin kantor. Saking semangatnya, iapun berjalan keluar ruangan sendiri meninggalkan yang lainnya.


"Ta ,, mau makan ... Loh ?? Arletta kemana ini ??" seru Bella kaget saat tak menemukan Letta dimejanya.


"Astagaaa !! tu anak lihat ,, main ninggalin kita aja .. " seru Lio menunjuk Letta yang tengah menunggu lift.


Dan dengan segera, merekapun menyusul Arletta yang sudah masuk lift terlebih dahulu. Sedang didalam lift, Arletta terus mengusap perutnya sambil membayangkan nasi gorengnya.


"Tiba di kantik nih nak ,, saatnya kita makan .. " antusiannya saat akan memasuki kantin.


Setelah memesan makannya, Arletta memilih duduk di ujung samping jendela. Sambil menunggu makanannya, ia mencoba mengirim pesan bahkan menghubungi suaminya .. namun tak satupun pesan ataupun telponnya direspon oleh Arga.


"Kemana sih kamu mas .. ?? kenapa nggak respon pesan aku .. " ucapnya dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Apa aku terlalu berlebihan bersikap dengannya ?? tapi aku juga nggak tau kenapa aku jadi bergantung sama mas Arga .. " gumamnya bersedih.


"Woy .. main ninggalin kita aja !!" seru Lio mengagetkan Letta.


"Ta .. loe nangis ??"


"Ta ,, loe kenapa ??"


Bella juga Verrel yang baru saja duduk didepan Arletta terkejut saat melihat Arletta menangis.


"Ta .. loe kaget ya tadi gara-gaa gue .?" tampak Lio merasa bersalah.


"Enggak .. enggak kok ,, gue cuma lagi laper terus pengen banget makan nasi goreng tapi lama.. "


"Loe beneran ??" ragu Bella.


Namun tiba-tiba saja raut wajah Letta berubah bahagia saat melihat nasi goreng diatas mejanya. Dan dengan penuh semangat, ia pun mulai melahap makanannya.


"Fiks kelaparan nih anak sampai nangis.. "

__ADS_1


"Untunglah ,, aku kira tadi kenapa napa .. " ucap Verrel menimpali Bella.


Lio yang melihat temannya makan dengan begitu lahap, tergiur untuk mencoba nasi gorengnya itu. Dengan cepat ia pun mengambil sendok didepannya, kemudian dengan cepat menyendok nasi gorengnya.


"Hmm .. enak ,, tau gitu gue pesen ini juga .." seru Lio tak melihat ekspresi Letta, ia malah dengan lahap menyendok nasi gorengnya


Hikss .. hikss ,, hikss ..


Bella yang bermain ponsel, Verrel yang bermain game, serta Lio yang sedang makan terkejut saat mendengar isak tangia dari Arletta.


" Ta ,,loe kenapa ??" panik Bella.


"Ta ,, kenapa ?? apa ada yang sakit ??" imbuh Verrel.


"Taa .. loe kenapa tiba-tiba nangis . ??" tanya Lio sambil mengunyah makannya.


Bukannya berhenti, Arletta malah menangis saat Lio berbicara dengannya. Merasa bingung akhirnya ketiganyapun terus menatap Arletta dengan penuh tanda tanya.


"Li .. Lio ,, kok loe makan nasi gue sih ??" serunya terbata-bata akibat menangis.


"Sorry .. sorry Ta, biasanya kan kita sharing makanan .."


"Iya Ta ,, kan biasanya kita emang gini ?? kenapa loe sekarang nangis ?."


"Pokoknya nggak mau !! gue nggak mau makan ini lagi .. " ngambeknya.


Kemudian ia pun melangkahkan kakinya keluar dari kantin. Namun belum sempat ia keluar, tiba-tiba saja Ria menjegalnya hingga terjatuh.


"Akhhhh .. " pekiknya kesakitan memegangi perutnya.


"Letta .. " seru Bella, Verrel serta Lio bersamaan.


"Upsss .. nggak sengaja tuh ,," seru Ria .

__ADS_1


"Duh ,, sakit banget ya pasti .. " ledek Ely kemudian.


"Kalian gila ya !!" sentak Bella pada keduanya sambil membantu Letta berdiri.


"Bawa Arletta pergi .. " pinta Verrel.


Byurrrrr ..


Dengan sekali tuang,Verrel serta Lio menumpahkan minuman tepat di rok keduanya.


"Upss sorry ,, nggak sengaja tuh .. " ucapnya dibuat-buat seperti perempuan, kemudian keduanya pun pergi meninggalkan Ria dan Ely yang marah².


"Ta ,,loe beneran gpp ??"


"Gue gpp Bell,, tolong ijinin gue aja yha .. gue mau istirahat dirumah .." ucapnya menahan sakit.


"Iya gampang. Loe istirahat ya ,, kalo ada apa-apa langsung telpon gue. . "


Kemudian taxi itu pergi membawa Arletta pulang kerumahnya. Didalam perjalanan, ia terus merasa kesakitan hingga membuatnya memucat.


Sesampainya dirumah, ia segera membayar ongkos kemudian masuk kedalam rumahnya. Rumah tampak sepi saat Arletta masuk.


"Mah .. mama .. "teriak Arletta dengan suara seraknya.


"Mah.. "


Elena yang kebetulan berada didapur mendengar suara teriakan menantunya itu segera menghampirinya.


"Sayang ,, kok udah pulang ??" berjalan perlahan menuju Letta.


"Mah .. "


"Arletta .."

__ADS_1


Elena terkejut saat tiba-tiba Arletta kehilangan kesadaannya. Dengan cepat ia pun menangkap tubuh menantunya itu agar tak sampai membentur lantai.


"Arletta bangun nak ,, astaga .. tolong .. tolongg, " teriaknya panik.


__ADS_2