Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
35


__ADS_3

Hampir 2 minggu sudah Arletta dirawat dirumah salit,dan hari ini adalah hari ia diijinkan pulang oleh dokter. Semenjak kasus penculikan serta kekerasan pada dirinya, Arga berubah menjadi suami posesif dan overprotektif. Kemanapun Letta pergi, ia harus ditemani pengawal pribadi atau ia hanya boleh pergi saat bersama dirinya.


"Mas .. aku bisa jalan sendiri .. " pinta Letta saat Arga terus saja memapahnya dari mulai turun mobi hingga berjalan memasuki rumah.


"Anak mami udah pulang .. " memeluk hangat Arletta, ia memang meminta Arletta dan Arga untuk memanggilnya mami juga papi layaknya anak mereka karena rasa sayangnya pada Arletta.


"Udah mi , .. " sahut Arga yang berdiri dibelakang istrinya.


Mereka bertiga masuk kedalam rumah disambut oleh semua keluarganya, termasuk David serta Orland yang ikut hadir.


"Anak mama .. " peluk sayang Elena pada menantunya.


"Perayaannya sampai sini aja, Letta butuh istirahat sekarang .. "ucap dingin Arga pada semuanya.


"Tapi Letta gpp kok mas .. " ucap Arletta mendapat tatapan tajam dari Arga.


"Jangan membantah suami Letta !! mau kamu daoat dosa ??"


Dengan kesalnya Arletta segera berpamitan kepada semuanya, lalu ia dengan kesal menaiki tangga kamarnya.


"Terus aja itu kaki dihentak hentakin .." tegur Arga.


Namun seoalah menulikan pendengarannya Arletta masih saja menghemtakan kakinya membuat Arga kesal sendiri.


Semua keluarga sedang berbincang minus Arga serta Arletta, dan mereka sedang membahas acara 4 bulanan Arletta yanh sebentar lagi dilaksanakan. Namun pandangan mereka terarah ketangga saat didengarnya suara menuruni anak tangga.


"Dimana istrimu nak ??" tanya Reno sambil menyeruput kopinya.


"Diatas pi, lagi tidur. Kasian dia kalo dirumah sakit nggak bisa tidur katanya.


Duduk tepat disamping David, Arga terlihat memainkan ponsel ditangannya. Reno yang melihatpun segera menegurnya.


"Ga,, kandungan istrimu sebentar pagi usianya udah 4 bulan. Apa kamu masih membiarkan dia bekerja ??" tanya Reno serius menatap Arga yang juga menatapnya.


"Apa papa nggak tau seberapa keras kepalanya menantu papa itu? bisa nangis 7 hari 7 malam kalau Arga larang dia kerja.." mengingat kembali perbincangannya tempo hari dengan Arletta yang membuat istri cantiknya itu menangis.


"Hhahhaha .. cuma kakak ipar yang bisa buat si songong ini perhatian .. " tawa riang Orland mengejek.


"Dih ,, jomblo ikut-ikut komentar .. " ejek balik Jesika membela Arga.

__ADS_1


Semua orang tertawa mendengar ejekan Sika, tapi tidak dengan Orland hang kesal serta Arga yang terlihat cuek.


****


Malam begitu larut saat Arletta tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Dilihatnya kesamping ada suaminya yang tidur terlelal sambil memeluknya.


"Pengen makan cilok .. " batinnya masih menatap wajah sang suami.


"Tapi nggak tega banguninnya .. gimana dong ??" mencebikan bibirnya sambil mengelus wajah Arga.


Bangun dari tidurnya, ia mencoba sepelan mungkin turun dari ranjang agar tak membangunkan suaminya. Dengan perlahan keluar kamar menuruni anak tangga dan terduduk diruang tengah rumahnya.


"Dek .. bunda pengen banget makan cilok ," mengelus perutnya yang sudah sedikit membuncit.


"Huftt .. pengen banget dek!" mencebikkan bibirnya lalu menangis sesegukan.


Tanpa ia sadari Arga tengah menatapnya dari arah tangga. Saat ia tahu istrinya tidak ada dikamar ia segera turun mencari istrinya.


Namun saat akan menghampiri istrinya, langkahnya terhenti mendengar istrinya sedang berbincang dengan seseorang disebrang sana.


"Beneran?? kamu dimana sekarang ??" tanya Arletta terlihat senang.


"Ye yeeyee makan cilok .. " riangnya memasuki rumah.


Klekk .. lampu menyala mengejutkan Arletta terlebih lagi tatapan tak suka dari suaminya saat ini.


"Mas Arga .. kok bangun ??" berjalan menghampiri suaminya yang tengah berdiri didekat tangga.


"Jadi kamu maunya aku tidur biar kamu bisa bebas ketemuan sam laki-laki itu .. !!" ucapnya dingin membuat Arletta merasa kesal.


"Itu tadi Robi, dia cuma nganterin ini aja buat aku .. " menunjukkan kantong berisi cilok.


Dengan gesit Arga merampasnya dan membantingnya kelantai. Arletta terkejut dengan sikap suaminya, matanya berkaca-kaca menatap bungkusan cilok yang sudah tercecer saat ini dilantai .


"Kamu apa-apaan sih mas!! kenapa ciloknya dibuang!" tanyanya kesal menatap Arga.


"Kalau kamu pengen cilok bilang sama saya, saya suami kamu!! jangan pernah kamu menerima apapun dari laki-laki lain.. " sikapnya yang dingin membuat Arletta meneteskan air matanya.


"Tapi aku nggak minta Robi buat beliin aku cilok mas .. " lirihnya memundukkan kepala menyembunyikan tangisannya.

__ADS_1


"Jangan pernah kamu sebut nama laki-laki lain didepan saya Arletta!!!" teriak Arga membuat tubuh Arletta terlonjat kaget.


Arga tak sadar, teriakannya membangunkan semua penghuni rumah. Terlihat Reno, Elena serta Jesika menghampiri mereka.


"Ada apa ini ??" tanya Elena menghampiri Arletta.


"Arga! kau apakan istrimu hingga menangis!!" kesalnya saat melihat Arletta menangis tanpa mengeluarkan suaranya.


"Dia punya suami mah, tapi berani-beraninya dia minta tolong sama laki-laki lain.. " suara Arga terlihat kesal namun juga dingin.


Reno menyadari kalau anak laki-lakinya kini dalam mode cemburu namun anaknya itu menutupinya dengan rasa kesalnya.


"Enggak mah, Letta hany pengen cilok terus tiba-tiba Rob.. " ucapnya terputus saat suara Arga meneriakinya.


"Arlettaa !!!" teriaknya kesal.


"Astaga Ga,, bikin kaget papa aja.." kesal Reno sambil menggosok telinganya.


"Apa-apaan kamu membentak istrimu Arga.. " kesal Elena memeluk Arletta.


"Aku udah bilang jangan pernah sebuat nama dia atau laki-laki lain lagi!! kenapa kamu bandel sekali .. !!" kesalnya terlihat saat memarahi Arletta tanpa memlerdulikan tatapan tajam sang mama.


"A.. aku hanya ingin makan ci.. cilok saja.. " cicitnya terisak dipelukan Elena.


"Kayak nggak punya suami aja minta sama laki-laki lain!!" marahnya Arga lalu pergi meninggalkan rumah.


Setelah kepergian Arga, Elena mendudukan Arletta disofa dengan masih memeluknya erat. Terlihat Sika sangat kesal dengan sikap Arga karena telah membuat Arletta sampai menangis terisak dipelukan mamanya.


"Sudah ya nak, jangan menangis lagi mungkin suamimu itu lagi kesurupan tadi.. " ucap Reno yang mendapat hadiah tatapan tajam istrinya.


"Papa bisa nggak serius, kak Arga tuh udah bikin aku kesel .. " seru Sika sambil tangannya terus mengelus rambut Arletta.


"Lah keselnya sama kakakmu kenapa marahnya sama papa sih dek ??"


"Ya papa bikin adek kesel sih.. "


"Udah kalian malah berantem .. Letta udah ya nak nangisnya,kasian bayi kamu nak .. " bujuknya pada Arletta agar berhenti menangis.


Namun tiba-tiba Arga datang dan langsung menarik tangan Arletta agar mengikutinya. Karena terkejut akhirnya Arletta hanya mengikutinya saja sambil masih terisak. Saat mereka semua membuka pintu, mata mereka melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Arga bukan hanya membawakan cilok untuk Arletta tapi ia membawakan cilok beserta abang penjual lengkap dengan grobaknya.

__ADS_1


"Sana makan ciloknya, katanya mau makan cilok.. " dengan berat dinginnya ia memerintahkan istrinya memakan cilok yang dibawanya.


__ADS_2