Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
54


__ADS_3

Arletta begitu terharu dengan perlakuan manis yang diberikan oleh suaminya, bahkan semua tamu undangan memberikan riuh tepuk tangan untuknya.


"Kamu hebat sayang, kamu udah bisa ngalahin rasa takut diri kamu.. " bisik Arga ditelinga Letta.


"Makasih mas .. " dengan tulus Arletta berucap bahkan matanya kini berkaca-kaca saking ia terharu.


"Sekian perkenalan kita malam ini, saya harap kalian semua mendukung kami untuk memajukan perusahaan Ferrour Grup seperti sedia kala. Silahkan menikmati hidangannya.. " lanjut Arga menutup perkenalannya.


Namun belum sempat ia meninggalkan panggung, gema teriakan seseorang memenuhi ruangan.


Alfon, Arum juga Cally yang sudah sampai di hotel tempat perjamuan begitu terkejut dengan banyaknya karangan bunga bertuliskan Ferrour Grup memenuhi sepanjang jalan menuju ballroom hotel.


Kehadiran ketiganya tepat saat Arletta tengah memeperkenalkan dirinya sebagai pewaria sah perusahaan daddynya.


Tangan Alfon mengepal hingga memperlihatkan buku-buku tangannya yang memerah. Cally menatap nyala pada Arletta yang dengan mesranya kini menggenggam erat tangan Arga. Arum, ia hanya diam dengan sumpah serapahnya untuk keponakan yang dibencinya itu.


"Tungguuuu !!!" teriak Alfon saat Arga juga Arletta akan meninggalkan panggung.


Semua orang menatap heran pada ketiga orang yang kini berjalan dengan angkuh menghampiri depan panggung.


Dengan santainya Arga menggenggam tangan Arletta dan menuntunnya turun dari panggung.


"Apa-apaan ini!! perusahaan Ferrour milik saya, dan kenapa kalian dengan seenaknya mengakuinya!!" tanya sinis Alfon menatap nyala pada Arletta.


"Apa saya tidak salah dengar?? perusahaan anda? Sungguh tidak tahu malu .." ejek Arga mencari celah untuk membuat amarah Alfon memuncak.


"Jangan keterlaluan Arga, dia daddyku.." pinta Cally.


"Lalu kenapa jika dia daddymu Cal? apa aku harus diam melihat daddymu mengakui apa yang bukan miliknya ???" Arga yang dingin kembali, bahkan nada angkuh dan arogannya kini mendominasi.

__ADS_1


"Oh maaf semuanya, kalian bisa menikmati jamuannya sepuas kalian. Jangan hiraukan kami anggap saja kami tak kasat mata .. " seru Arga mempersilahkan, dan satu persatu undangan kini berpencar mencicipi hidangan bahkan ada yang duduk santai menikmati alunan musik.


"Kau sudah menandatangi surat penyerahan perusahaan ini sebelumnya, jadi perusahaan ini milikku bukan milikmu lagi.." ucap Alfon menunjukkan selembar kertas yang ia keluarkan dari saku jas nya.


Tak disangka tiba-tiba saja munculah seorang pengacara dengan membawa sebuah map berwarna merah.


"Silahkan tuan muda .." menyerahkan map merah tersebut kepada Arga.


"Disini tertulis jika Arletta menikah maka suaminyalah yang akan menjadi wali darinya. Dan segala keputusan Arletta harus dengan persetujuan resmi dari walinya.." dibacanya surat wasiat tentang harta perusahaan yang kini diperdebatkan.


Alfon sangat marah mengetahui jika ia telah dibodohi oleh keponakannya sendiri. Amarahnya memuncak bahkan dengan keras ia mendorong tubuh Arletta hingga terpelanting kebelakang. Namun untunglah Arga segera menangkap tubuh istrinya hingga tak sampai membentur lantai.


"Berani tangan kotormu menyentuh istriku!!!" teriaknya penuh emosi.


"Mas tenang.. "


"Sejak kapan kalian menikah!! Jelaskan!!!" teriak balik Cally yang tak bisa menahan sakit hatinya lagi. Berurai air mata ia berteriak bertanya pada Arga.


"Kauuu .. " seru Arum yang sudah ingin meraih rambut panjang Arletta, namun segera ditepis kasar oleh Arga hingga Arum terjatuh kelantai.


"Awww.. " pekiknya.


"Jagan keterlaluan Ga!! Dia mommyku.." dengan masih berurai air mata Cally membantu Arum bersama Alfon.


"Kita pulang !!" titah Alfon.


"Tapi dad.." bantah Cally, namun saat Alfon menatapnya ia buru-buru pergi meninggalkan hotel menyusul orang tuanya.


"Biar mampus tuh si lampir dihajar pak bos .." seru Bella dari meja tamu yang terus memperhatiakan pertemuan itu.

__ADS_1


"Iya, biar tau rasa .." imbuh Lio mengompori Bella.


"Lakik loe nggak seneng tuh .. " tunjukknya pada Verrel yang tengah bengong.


"Beb.. " menepuk pelan bahu Verrel hingga tersadar kembali.


"Ohh .. ada apa beib .. ???" tanya balik Verrel gelagapan.


"Woy mikirin apa woy, bengong aja. Kemarin semut didepan rumah gue mati loh .. "ucap Lio sambil memasukan potongan buah semangka kedalam mulutnya.


"Emang kenapa mati ?? semut mana bisa ngelamun coba.. " tanya Bella yang penasaran.


"Ya mana bisa semut bengong, semut tidur aja gak taju gue .. "


"Terus napa tuh semut mati ???" tanya Bella penasaran.


"Ya gimana nggak ati kalo keinjak kakimu tadi pagi .. Hahhhahhahaaa .. " terdengar tawa riang Lio.


Namun Bella yang tadinya penasaran kini merasa kesal dengan candaan Lio. Bahkan Verrel yang biasanya diam kini menatap kesal pada Lio yang sedang tertawa riang.


Ketiganya keluar dari dalam ballroom dengan emosi masing-masing. Alfon dengan rasa marahnya sebab merasa tertipu dengan Arletta yang dianggapnya polos, Cally dengan amarahnya karena Arga mengumumkan pernikahannya dan juga Arum yang marah karena telah dipermalukan oleh Arga.


"Loe lihat aja Arletta .. loe bisa tertawa bahagia malam ini tapi jangan harap ada bahagia dimalam selanjutnya. Gue sendiri yang akan pastiin akan ada air mata disetiap malam loe nyonya A .. " batin Cally saat menolehkan kepalanya memandang kedalam ruangan tempat perjamuan.


________________________


Hai semua, akhirnya update juga kan..


maaf yha kali update suka lama dan terima kasih sudah dimaafkan🤭

__ADS_1


Semoga kalian suka sama cerita kali ini, jangan lupa tinggalkan jejak hadir kalian di kolom komentar, like juga tekan vote nya ..


Happy reading guys .. šŸ“š


__ADS_2