
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Letta dengan perlahan meletakkan baby Ar kembali di box nya, lalu dia duduk disamping Elena dan memeluknya.
"Kenapa nak ??" Tanya Elena sambil membelai rambut Letta dengan sayang.
"Makasih mah, makasih buat semua yang mama lakuin buat aku.." haru Letta, tanpa terasa ia juga meneteskan air matanya.
"Makasih untuk apa ?? Apa yang mama lakuin itu adalah kewajiban dari seorang ibu pada anaknya, jadi jangan sungkan sama mama ya.." mengangkat wajah Letta dan mensejajarkan dengan wajahnya.
Elena mengecup singkat kening juga kedua sisi pipi Letta, rasanya ia sangat bersyukur dengan hadirnya Letta ditengah-tengah keluarganya.
"Letta sayang sama mama .." memeluk kembali Elena.
"Lebih sayang mama apa Arga ??" Goda Elena.
"Mamaa .." seru Letta merajuk menatap Elena yang sedang tertawa dihadapannya.
Tok.. tok ..
"Masuk, " seru Elena menghentikan tawanya.
"Permisi nyonya, non .."
"Ada apa bi Muli ??"
"Itu nyonya, dibawah ada tamu nyari non Letta. Katanya suruhan tuan.."
"Dimana dia sekarang bi ..?"
"Ada dibawah non, bibi suruh nunggu diruang tamu.. "
"Baik, sebentar lagi saya turun ya bi. Tolong bikinin minuman dulu.. "
"Baik non, kalau gitu bibi permisi dulu.."
Bi Muli keluar dan menutup pintu dengan perlahan agar tak membangunkan baby Arshaka yang sedang tertidur.
"Siapa yang dikirim papamu nak ??"
"Dia pelatih untuk belajar tembakan mah.."
Elena terkejut mendengar penuturan Letta, digenggamnya kedua tangan Letta dengan pandangan ketakutannya.
"Biarkan ini jadi urusan suamimu nak .."
"Mah, tolong .." mohon Letta menggenggam balik tangan Elena.
"Nak ini bahaya, mama gak mau hal buruk mengancam kamu nak . Mama sayang sama kamu .." menyentuh kedua sisi wajah Letta.
Letta membawa tangan Elena yang menyentuhnya dalam genggamannya. Menatap mata Elena dengan penuh keyakinan.
"Mah, percaya sama Letta. Letta bakal baik-baik aja, itu sebabnya papa udah nyiapin semua ini buat aku.. "
"Tapi nak -
__ADS_1
"Mah, aku mohon dukung aku mah .."
Elena dilema, ia tak ingin terjadi sesuatu dengan Letta namun ia juga tak bisa menolak keinginannya itu.
"Tapi kamu baru selesai berlatih bela diri nak .. "
"Mah, waktu aku gak banyak mah. Loise udah berhasil menyingkirkan Cally, dan target selanjutnya adalah aku .."
Elena hanya diam, ia membawa Letta kedalam dekapannya. Dipeluknya erat tubuh Letta dan menghujaninya dengan kecupan.
"Apa yang bisa mama bantu buat kamu nak ..??"
"Bantu aku jaga baby Arshaka mah .."
"Tentu .. "
*
Letta sudah bersiap dengan pakaiannya, dibelakang rumah Reno sudah menyulap gudang menjadi arena tembak untuk Letta. Tentu ruangan itu sudah dengan semua peralatan kedap suaranya.
"Apa nona sudah siap ??"
"Siap pak.. "
Laki-laki yang Reno kirim sebagai pelatih mulai mengajarkan pada Letta dasar dari menembak. Ia melatih Letta dengan sangat keras agar anak didiknya itu segera bisa sesuai permintaan Reno.
"Bidik yang tepat, fokus pada sasaran. Perhatikan kudu-kuda nya !!" Seru pelatih dengan lantangnya.
Letta hanya diam mengikuti semua instruksi dari pelatih, keringat mulai membanjiri tubuhnya walaupun disana sudah ada ac yang menyala.
"Fokus nona !!"
Letta hanya diam, ia kembali memfokuskan pandangannya pada sasaran didepannya. Tangannya mulai kesemutan, pandangannya mulai terganggu dengan keringat yang terus menetes diwajahnya.
Dorr.. !!
Tepat pada sasaran, tembakan itu tepat mengenai sasaran sesuai bidikannya. Letta bahagia, namun tidak dengan pelatihnya yang masih memasang wajah dinginnya.
"Maaf, lalu apalagi yang harus saya pelajari??" Tanyanya gugup.
"Bidik mereka semau dengan cepat, lebih cepat lebih baik .. "
Letta menatap lurus pada sasaran bidik yang berjajar dihadapanya. Ia ragu, namun ia tak bisa menyerah begitu saja.
Waktu hampir menunjukkan pukul 4 sore, dan Letta menyelesaikan latihannya dengan keberhasilanya membidik sasaran sesuai keinginan pelatihnya.
"Latihan kita akhiri sampai disini, kita akan bertemu besok. Dan saya harap latihan kali ini tidak membuat nona berpuas diri, sebab masih banyak hal yang nona harus kuasai.."
"Tentu saja, saya menunggu latihan kita besok pak.."
Dan saat Elena menuruni anak tangga dengan menggendong cucunya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan pelatih Letta yang berjalan keluar rumah.
"Anak mama .." seru Letta ingin memeluk bayinya, namun Elena segera menjauhkan keduanya.
"Kenapa mah ..??" Lesu Letta bertanya.
"Kamu itu habis latihan, bau asem sedang cucu mama udah ganteng udah mandi . Sana kamu naik mandi bersih-bersih, sebentar lagi suamimu pasti pulang.."
"Oke mak, makasih.."
Cup,
Sebelum Letta menaiki anak tangga, ia mengecup sekilas pipi Elena sebagai bentuk terima kasih juga rasa sayangnya.
"Dasar anak itu .. "
Arga dan Reno sampai didepan rumah bersama Orland juga, namun disaat bersamaan pelatih Letta juga keluar dari rumah.
__ADS_1
"Selamat sore tuan .." membungkukan badannya.
"Sore, gimana latihannya??" Tanya Reno.
"Sesuai keinginan tuan, nona sudah menguasai dasar dari menembak. Nona juga sudah bisa membidik musuh dengan cepat, walaupun kecepatan masih jauh dari harapan.."
"Lalu gimana menurutmu ??"
"Tuan tenang saja, nona orang yang cerdan dan ia bisa dengan cepat menyerap pembelajaran.."
"Saya percayakan anak saya sama kamu kalau begitu.. "
Reno tak menyadari tatapan Arga terhadapnya saat mendengar kata-katanya. Tatapan tak terima yang Arga tunjukkan membuat Orland menahan tawanya.
"Terima kasih tuan untuk kepercayaannya, saya pastikan akan melatih nona dengan sebaik mungkin .."
Pandangan Arga beralih menatap pelatih istrinya, padangan tak terima itu membuat Orland tak tahan menahan tawanya hingga mendapat tatapan dari Reno Arga juga sang pelatih.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, permisi semua .." pamitnya setelah mendapat anggukan dari Reno.
"Ngapain loe ketawa ??" Sinis Arga.
"Papa juga, apa maksudnya mempercayakan istri aku sama laki-laki lain. Lagian kenapa milih pelatih yang masih muda gitu sih .." kesal Arga.
"Kondisikan cemburumu itu , dia adalah pelatih tembak terbaik makanya papa percaya dia bisa melatih istrimu.. "
"Terserah papa aja .." kesal Arga lalu masuk kedalam rumah.
_____________________________________________
David masih setia menemani Seruni diruang rawatnya, bahkan tangannya tak lepas dari tangan Seruni sejak tadi.
Namun tiba-tiba ada sekelebat bayangan yang membuatnya mengalihkan pandangannya dari Seruni.
"Siapa ??" Batinnya menatap tajam pada pintu ruang rawat yang sedikit terbuka.
David beranjak dari duduknya, namun tangannya tak melepas pegangannya. Namun matanya menatap tajam pada pintu yang dirasa ada seseorang disana.
Dan benar saja, saat orang asing itu mencoba mengintip kedalam ruangan ia malah terpergoki oleh David.
"Brengsek !!" Seru David bergegas mengejar laki-laki itu.
Sadar saat dirinya sudah ketahuan, ia mencoba kabur dengan berlari. Namun tak sampai jauh David berhasil mencekalnya.
Terjadi perkelahian diantara keduanya, dan beruntung dilorong itu tak ada seorangpun yang berlalu lalang.
Namun saat tengah bertarung dan laki-laki itu kalah, ia malah melemparkan senyuman pada David yang hendak kembali menyerangnya.
"Seruni !!" Seru David mengingat Seruni.
David berbalik dan berlari menuju ruang rawat Seruni. Namun matanya begitu terkejut saat ditatapnya ranjang kamar itu kosong.
"Akhhh .. !!! Akhh .. !!" Teriak David frustasi.
David lari turun kebawah menggunaka lift, namun saat sudah sampai di lobby rumah sakit ia tanpa sengaja melihat Seruni dimasukkan kedalam mobil.
"Seruni !!" Teriak David berlari mengejar keluar.
Namun saat David mengejar keluar tiba-tiba saja ada sebuah motor yang dengan sengaja menyerempetnya hingga terjatuh.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...