Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
131


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Cally begitu gelisah didalam rumah, entah apa yang kini sedang ia rasakan. Namun Cally begitu nampak tak tenang.


"Ada apa ya ?? Kenapa gue jadi gelisah gini .?" Heran Cally.


"Non, duduk non. Nanti perutnya sakit lagi.." seru maid mengingatkan.


"Ah iya, makasih .." mendudukan dirinya.


Ditempat lain, Daniel yang kehilangan kedali pada mobilnya tanpa sengaja menabrak pembatas jalan hingga membuat mobilnya tergelincir menabrak sebuah pohon besar.


Daniel mencoba menggerakan tubuhnya, namun seluruh nadannya terasa lemah. Ia masih terus berusaha hingga tiba-tiba ponselnya berdering.


Dengan sekuat tenaga, Daniel yang hanya bisa bersandar pada kemudinya mencoba meraih ponselnya.


"Tolong.." lirihnya sesaat setelah menerima panggilan.


"Daniel, Daniel apa yang terjadi.."


"Cally tolong saya.." lemahnya meminya bantuan.


"Daniel please kasih tau sekarang kamu ada diaman .. "


"Aku..


Daniel yang lemah sudah tak bisa menahan rasa sakit ditubuhnya. Belum sempat ia mengatakan posisinya dimana, ia sudah jatuh tak sadarkan diri.


Cally yang tak mendengar suara Daniel lagi bertambah panik. Fikirannya kini hanya tentang Daniel, hingga tanpa diduga ia mengalaki kram pada perutnya.


"Akhh.. sakit," keluhnya sambil memegangi perutnya.


Maid datang dan membawa Cally kesofa, kemudian ia memberikan segelas air untuk Cally minum.


"Tenang ya non, "


"Sakit .."


Perlahan Cally mulai menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dengan perlahan menghembuskannya.


Perlahan rasa kram mulai berkurang, dan Cally begitu kesakitan dibuatnya.


Cally beberapa kali mencoba menghubungi nomor Daniel, namun masih terus tak ada respon. Hingga saat ia kembali mencoba dan ternyata tersambung.


"Daniel, kamu dimana ??" Panik Cally.


"Maaf mbak, yang punya ponsel kecelakaan.."


Cally begitu terkejut mendengarnya, seluruh tubuhnya bergetar ketakutan. Ia dengan terbata-bata menanyakan kondisi Daniel.


"Gimana keadaannya sekarang..??"


"Kepalanya luka mbak, ini mau dibawa ke rumah sakit internasional.."


"Terima kasih pak, saya segera kesana.."


Setelah menutup sambungan telponnya, dibantu oleh maid Cally pergi ke rumah sakit diantar oleh supir.


Dirumahnya, Arga yang baru saja sampai rumah sibuk mencari keberadaan istrinya. Sudah disemua tempat sudah ia datangi namun masih juga tak ketemu.


"Jangan-jangan disana.." tebaknya.


Ia kemudian melangkah menuju halaman belakang, dan sesuai dugaannya Letta tengah berada diruang latihannya.


Letta tengah fokus membidik sasarannya saat Arga melangkah masuk kedalam ruang menembak.


"Tembak.." seru Arga.


Dan Letta pun mengikuti instruksi dari Arga, ditembaknya sasaran yang terus diincarnya.


"Berhasil.." senangnya sambil melepas kaca mata yang digunakannya.


Namun sesaat kemudian ia tersadar suara siapa yang tadi menginstruksinya. Saat ia berbalik, sudah ada Arga yang berdiri sambil melipat tangannya didada.


"Sayang .." takut Letta.


"Kenapa ??"

__ADS_1


"Kenapa apanya ??" Balas Letta cengengesan.


"Jangan berpura-pura, aku udah lama tau kegiatan kamu itu.." sinis Arga sedikit kesal.


"Kamu tau yank ..???" Kaget Letta, sedang Arga hanya tersenyum kearahnya.


"Mulai dari sekarang, apapun itu aku yang akan melatih kamu.."


"Terus pelatih-pelatih yang kemarin..??"


"Tentu saja diberhentikan sayang.."


"Ohh.."


"Kenapa ?? Nggak rela ??" Kesal Arga saat melihat ekspresi istrinya.


"Gak sih, cuma nggak bisa cuci mata lagi kalo gitu.." canda Letta.


Namun candaan itu tak membuat Arga tertawa malah membuat suaminya itu disulut api cemburu. Ia mendekati dan mengikir jarak keduanya.


"Coba lepas matanya, sini biar aku cuci pakai sabun biar bersih .." kesalnya.


"Sadis banget suami aku ini.." mengalungkan tangannya pada leher Arga.


Namun Arga yang sedang kesal melepas kedua tangan Letta dan berbalik meninggalkannya. Namun belum sempat ia keluar, ponselnya sudah berdering.


"Halo.."


"_--------"


"Apa !!!"


"------"


"Terus jaga disana, saya kesana sekarang!"


Arga pun berbalik dan mendekati Letta.


"Ada apa ??"


"Sayang, Daniel kecelakaan. Aku harus kesana segera.."


"Aku ikut, aku keatas ambil tas sama pamit ke mama dulu.."


"Yaudah , aku tunggu diluar ya .."


"Ehm.."


Disebuah halaman nampak Loise tengah merenggangkan tubuhnya. Ia mulai melatih bahunya yang sempat terluka.


"Sudah lebih baik.." gumamnya sambil memutar bahunya kedepan dan kebelakang.


Sambil memejamkan mata, Loise nampak menikmati kegiatannya. Namun tiba-tiba saja datang anak buahnya.


"Permisi tuan,"


"Bagaimana ??"


"Target mengalami kecelakaan tuan, "


"Lalu, apa kalian sudah mendapatkan berkasnya.."


"Maaf tuan, tapi tidak ada bersama dia.."


Matanya terbuka, ditatapnya marah anak buah yang sedang menunduk dibelakangnya. Loise begitu marah saat tak bisa mendapatkan map hijaunya disaat ia sudah mengetahui keberadaannya.


"Gimana kerja kalian semuaa !!" Amuknya.


"Maafkan saya tuan, tapi kami sudah menggeledahnya dan tidak ada map berisi surat yang tuan cari.."


"Pergi kerumahnya, geledah semua rumah. Temukan map itu disana. Ajak lebih banyak anak buah.."


"Baik tuan, saya permisi.."


Loise kembali melakukan olah tubuhnya, ia nampak mencoba menstabilkan emosinya. Dalam fikirannya kali ini ia akan berhasil mendapatkan map hijau itu.


Ada sekitar 30 anak buah Loise yang saat ini sedang menuju kediaman milik Daniel. Sesuai perintah Loise, mereka pergi untuk mencari map hijau milik bos nya itu.


Setelah sampai, beberapa anak buah mulai melumpuhkan penjagaan milik Daniel. Dan mereka dengan leluasa menyerang masuk kedalam rumah.


Mobil Arga tiba dirumah sakit, ia juga Letta bergegas menuju UGD sesuai yang dikatakan anak buahnya.


Namun saat mereka tiba, sudah ada Cally yang berdiri dengan gelisah didepan pintu UGD.


"Cally.." gumam Letta menghentikan langkahnya.


"Iya, Cally sedang dekat dengan Daniel.." sahut Arga yang ikut berhenti.


Arga menggandeng tangan Letta mendekati Cally. Dan betapa terkejutnya Cally saat melihat Letta didepan matanya.

__ADS_1


"Letta.." cicit Cally.


"Iya, ini aku.." sinis Letta.


"Bagaimana keadaan Daniel.." tanya Arga menyela keduanya.


"Entahlah, dari tadi dokter masih didalam memeriksanya. ."


"Loe tau apa yang terjadi ??"


"Nggak tau Ga, tadi dia sempet telpon gue minta tolong. Terus pas gue telpon lagi yang angkat orang lain dan kasih tau kondisi Daniel.."


"Ternyata dia sudah bergerak lebih cepat.." seru Arga.


"Maksud loe siapa ?"


"Loise, dia mengincar Daniel.."


Cally begitu terkejut hingga tubuhnya tak stabil dan hampir terjatuh. Namun Letta yang melihatnya buru-buru berlari menopang tubuh belakang Cally.


"Hati-hati.." seru Letta sambil menahan tubuh Cally.


"Thanks Ta .." tulus Cally.


Ponsel Cally berdering, sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.


"Astaga .." seru Cally terkejut saat membaca pesan diponselnya.


"Ada apa ??" Tanya Letta.


"Kamu baca ini.." menyerahkan ponselnya kepada Letta.


"Sayang, siapkan anak buah kamu dan kirim kerumah Daniel sekarang!!" Pinta Letta.


Arga tak bertanya apapun, ia mulai menghubungi dan memerintahkan anak buahnya menuju kediaman milik Daniel.


"Sudah selesai sayang.."


"Loe tenang aja, para pekerja bakal baik-baik aja kok.." seru Letta mencoba menenangkannya.


Cally hanya diam mendekap erat ponselnya. Namun sesaat kemudian keluarlah dokter dari dalam UGD.


"Keluarga pasien.." tanya dokter.


"Kami dok,," maju Arga diikuti Cally bersama Letta.


"Bagaimana keadaan saudara saya ??" Lanjutnya.


"Tenanglah pak, pasien baik-baik saja. Hanya luka robek dikepalanya akibat kecelakaan itu, selebihnya semua baik-baik saja.."


Ketiganya merasa lega saat mendengar kondisi Daniel yang ternyata baik-baik saja. Mereka bersyukur untuk itu, namun Arga masih takut jika Daniel menjadi sasaran Loise kembali.


"Dok, apa saya bisa membawa saudara saya pulang ??"


"Maaf pak, tapi kondisi pasien masih belum pulih. Sebaiknya kita tunggu disini saja.."


"Pindahkan semua keperluan medis kerumah saya, anda bisa kirimkan dokter serta suster untuk menjaganya.."


"Tapi pak-


"Saya minta siapkan semuanya sekarang dok.." menatap tajam dokter dihadapannya.


"Baik, baik pak saya segera siapkan semuanya.."


Dokter bergegas pergi meninggalkan ketiganya, bersamaan dengan itu Arga juga pergi mengurus semua pembayaran.


Tinggalah berdua Cally dengan Letta, saling berdiam diri tak ada komunikasi. Keduanya seperti canggung antara satu sama lainnya.


"Daniel.." seru Cally saat melihat Daniel didorong keluar dari UGD.


"Bawa dia segera .." perintah Arga yang tiba-tiba muncul.


"Sus saya ikut ambulance ya, "


"Baik buk.."


Cally berjalan mengikuti para suster, ia masuk kedalam ambulance bersama dengan Daniel.


"Kita pergi juga sayang, " ajak Arga.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2