
Arletta yang merasakan sakit didadanya terus saja berjalan berderai air mata tanpa menolehkan kepalanya. Namun tanpa sengaja ia menabrak orang didepannya yang juga sedang menundukan kepala bermain ponsel.
Brukkk ..
"Maaf .." lirihnya sambil membenarkan posisinya yang bersandar ditembok.
"Mata loe ditaruh dimana!!" bentak Ria tak terima saat ponsel kesayangannya jatuh.
"Maaf aku tidak sengaja .. maaf, " Arletta tak menggubris ocehan Ria juga Ely, ia segera pergi menjauhi keduanya.
"Kenapa tuh anak ?? nangis gitu ??" heran Ely yang memperhatikan mimik wajah Arletta sedari tadi.
"Takutlah sama gue , emang kenapa lagi. Yuk ,, " ajaknya setelah mengambil ponselnya yang terjatuh.
Diruangannya Arga begitu murka terhadap Cally yang sudah kelewat batas. Dengan kasar dilemparnya tangan Cally yang memeluknya, lalu berbalik menatap tajam Cally didepannya.
"Jangan kurang ajar loe !!" menekan suaranya.
"Kurang ajar gimana sih Ga, aku cuma meluk kamu karena aku emang kangen sama kamu .. " santai Cally berjalan kembali mendekati Arga.
"Jangan pernah loe sentuh gue dengan tangan kotor loe!!" menangkis kasar tangan Cally yang akan memeluk tubuhnya.
"Kamu kenapa sih Ga !! sakit tau !!" kesal Cally memegangi tangannya.
__ADS_1
"Keluar! .. saya bilang keluar!!" usir Arga menarik tangan Cally agar pergi, namun Cally yang sudah hilang urat malunya berpengang pada sudut meja tak ingin pergi.
"Nggak mau !!"
Arga melepaskannya, menatap tajam mata yang juga menatapnya dengan mesra.
"Apa mau loe !!" tanyanya ketus.
"Tentu saja menikah denganmu Arga, " jawabnya tak tahu malu.
"Cihh,!! jangan harap, aku tak sudi memiliki pendamping licik sepertimu!!" hardik Arga membuat Cally menatapnya marah.
"Kenapa ?? marah ? nggak terima?? kenyataan seperti itu Cally. Loe nggak lebih dari wanita licik yang selalu menghalalkan semua cara untuk mendapatkan keinginanmu!! Apa aku salah .?" berjalan mendekati Cally.
"Jangan keterlaluan Arga, niatku baik datang kesini untuk mengajakmu menikah. Kenapa kamu malah menghinaku !!" marah Cally mencengkeram jas Arga.
"Aku pria bersuami dan aku nggak akan pernah mengkhianati istriku, karena loe tau apa ? karena gue sangat mencintainya !!" menekankan kata cinta tepat ditelingan Cally.
---
Dirumah, Reno juga Ilham sedang menyusun berkas perusahaan milik Arletta yang akan segera mereka kelola kembali. Elena juga Flora membantu membuat list perusahaan yang pernah bekerja sama dengan perusahaan.
"Oh iya Ham, bukannya dulu kamu tinggal di Bandung ya ... ??" tanya Reno sambil memisahkan beberapa dokumen.
__ADS_1
"Memang awalnya saya juga Flora di Bandung, tapi Alfon menemukan kami dan menghancurkan semua barang juga rumah .. " jelasnya.
"Jahat sekali mereka .. keterlaluan!!" kesal Elena saat mendengar cerita Ilham.
"Tapi untung, sebelum tuan Mark kecelakaan beliau sempat memberikan kunci rumah di Solo padaku. Beliau memintaku membawa keluarga juga Arletta pindah kesana jika terjadi sesuatu dengannya.. "
"Jadi dia sudah merasakannya .. " terlihat wajah sendu Reno saat berucap.
"Hmm.. tapi aku hanya menganggapnya sebagai ucapan kekhawatiran seorang ayah untuk anaknya. Tapi salah, malam itu adalah malam dimana beliau meninggalkan semuanya .. " dengan mata berkaca-kaca Ilham mengenang kembali sosok Mark dimatanya.
"Sudah jangan bersedih lagi, aku yakin Mark juga Emly tak ingin kita terus bersedih dengan kepergiannya.." seru Elena sambil menghapus air matanya.
"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah mengembalikan kembali kejayaan Mark juga menjaga Arletta, putri kesayangan mereka.. " seru Reno menambahkan.
--
Arletta terus berjalan meninggalkan kantor hingga keluar kejalan. Menghapus air matanya dengan kasar kemudian ia merogoh sakunya mencari dompet.
"Astaga!! kenapa aku **** sekali sih, tas sama dompet kan masih didalam. Aduh gimana ini .. " kesalnya pada kecerobohannya sendiri.
"Masa ia aku harus masuk lagi sih kedalam, ntar ketemu mereka lagi kan males banget.. tapi masa kita harus jalan nak, patah tulang bunda nak .. rumah jauh " ucapnya sambil membelai perutnya.
Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dibelakangnya. Mata Arletta segera memandang kebelakangnya. Namun saat mengetahui siapa pemilik mobil membuatnya tersenyum senang.
__ADS_1
"Yuk naik .. " ajaknya membukakan pintu mobil.
"Makasih .. " serunya memasuki mobil.