
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Ketika langit menjadi gelap, Loise baru saja membuka matanya. Ia juga baby Shaka tertidur akibat kelelahan setelah bermain bersama.
Melihat baby Shaka masih terlelap, Loise bangkit dan mulai membuatkan susu untuk cucunya itu.
"Persediaan asi gembul tinggal tiga, kalau habis gimana ya ??" Gumamnya.
"Apa aku bawa saja Letta kemari dan memintanya membuatkan kantong asi lagi ya ??"
"Atau aku culik terus paksa dia.. " pikirnya.
Loise begitu bimbang saat memikirkan tentang asi baby Shaka yang sudah sangat menipis. Entah gimana caranya ia harus bisa mendapatkan asi lagi untuk cucunya.
"Pikirkan nanti sajalah, .." memasukkan asi kedalam botol dot.
Dan sedetik kemudian baby Shaka terbangun dan menangis kehausan.
"Aduh aduh aduh.. cucu opa bangun ya, " sambut Loise menghampiri Shaka.
Diberikannya dot berisi asi itu kepada baby Shaka, dan dengan cepatnya baby gembul itu mengencot dot nya dengan sangat lahap.
"Wah cucunya opa haus banget ya ini, iya ya.." gemasnya.
Tok, tok .. tok
"Masuk .."
"Bos, makan malam dulu.."
"Iya, "
Loise menggendong baby Shaka turun kebawah, dan ia meletakkannya diatas meja tempatnya makan.
"Apa sebaiknya saya bawa dulu baby gembul bos, biar bos bisa makan dulu.."
"Tidak usah, biarkan dia disini sama saya.."
"Baiklah kalau begitu bos.."
Loise makan malam dengam ditemani baby Shaka yang kembali terlelap diatas meja makan. Betapa Loise merasa bahagia dengan kehadiran Shaka dalam hari-harinya, baginya kini Shaka adalah bagian dari dirinya.
"Opa akan berusaha untuk membawamu pergi dari sini nak .." menciumi kaki mungil baby Shaka.
Sedang ditempat lain, Arletta tengah terdiam ditengah makan malamnya. Hanya ada Jesika, Orland, Arga serta Letta malam ini dan Letta tengah terdiam dengan pemikirannya.
"Sayang.. "panggil Arga, namun tak ada respon.
"Sayang ? Arletta ??" Ulangnya, namun masih juga sama.
"Arletta Ferror !!" Teriak Arga mengejutkan ketiganya.
"Biasa aja kali Ga, kaget gue .." protes Orland.
"Apa sih yank, kamu kira istri kamu tuli apa .." kesalnya.
"Aku udah manggilin kamu dari tadi ya, tapi kamu malah diam aja. Mikirin apa!"
"Enggak, cuma kangen aja sama anakku.."
"Kak Letta , " lirih Jesika.
__ADS_1
"Iya Jes, kenapa ??" Lembut Letta.
"Maafin gue ya, gara-gara gue baby dibawa .." penuh sesal.
"Bukan salah loe kok Jes, udah ya .."
"Maafin ya,"
"Udah gpp kok, tenang aja.."
Tiba-tiba saja ponsel milik Letta berdering, menandakan sebuah pesan singkat masuk.
"Apa!!" Seru Letta terkejut setelah membaca pesannya.
"Ada apa sayang ??" Khawatir Arga.
"Sayang, Loise akan membawa anak kita keluar negeri .." panik Letta.
"Brengsek!!" Murka Arga.
"Land, siapkan semua anak buah kita. Minta mereka segera datang kesini.." seru Arga.
"Oke Ga," beranjak pergi dari meja makan.
Letta begitu khawatir, ia sungguh ketakutan jika harus berpisah dengan anak lucunya tersebut. Jesika mendeketi dan memeluk Letta dengan sayang.
"Sabar ya Ta, kita bakal bawa balik baby Shaka lagi kerumah.. "
"Aku takut Jes, aku takut kehilangan anakku.." tangisnya.
"Husstt, tenang ya.."
Arga begitu tak tega melihat istrinya bersedih dan menangis seperti itu. Hatinya sakit melihat istrinya merasa terluka seperti itu.
Namun tak lama sebuah pesan kembali muncul dalam ponsel Letta. Ia kembali menerima pesan dari mata-matanya dirumah Loise.
"Nggak!!" Serunya dan melepas paksa pelukan Jesika.
Letta berlari keluar rumah, Arga juga Jesika begitu panik dibuatnya.
"Sayang !!"
Keduanya ikut berlari mengejar Letta. Namun siapa sangka Letta yang panik tak memperhatikan jalan saat berlari, dan ia pun tanpa sengaja menabrak tubuh Orland hingga terjatuh.
"Awww.." pekik Letta kesakitan saat pantatnya mendarat dilantai dengan cukup keras.
"Astaga sayang.." kaget Arga dan segera berlari mengahampiri istrinya.
"Astaga Ta, sorry gue nggak sengaja.." sesal Orland.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan.." panik Arga saat membantu istrinya bangkit.
"Pantat aku sakit yank.." rengeknya.
"Gimana sih loe Land, kalau mau belok lihat-lihat dong.." omel Arga.
"Sorry Ga mana gue tau juga ada Letta dibelakang gue.."
"Lagian kamu juga sayang!! Main lari keluar aja, gimana kalau terjadi apa-apa ha!!" Marah Arga.
"Maaf yank, tapi aku harus menjemput anakku sekarang. Loise akan membawanya pergi petang nanti yank.." paniknya mencengkeram baju Arga.
"Apa kamu bilang ..??" Kaget Arga.
"Land, suruh mereka kesini sekarang!! Panggil David juga!!"
"Baik Ga!"
Semua panik mendengar informasi dari Letta, mereka ketakutan jika harus berjauhan dengan baby Shaka terutama Letta.
Rasa takut juga khawatir terus mengusik pikiran juga hatinya. Ia begitu tak sanggup walau hanya membayangkan jika harus hidup berjauhan dengan anaknya.
"Nggak, aku nggak bisa !!" Gumam Letta, lalu berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Letta masuk kedalam kamarnya dan mengganti pakaiannya. Ia dengan celana jeans juga jaket kulitnya berjalan keluar dari dalam kamar, tak lupa juga membawa kunci motor milik suaminya.
"Mau kemana kamu!!" Cegah Arga ditengah anak tangga.
"Aku harus pergi.." jawab Letta tegas.
"Kemana!"
"Menjemput anakku!!"
"Masuk kedalam kamar!!"
"Nggak! Aku harus membawa anakku pulang!!"
"Aku bilang masuk kamar,!"
Namun Letta tak mendengarkannya, ia berjalan satu langkah melewati Arga. Dengan sekali tarik, Arga menyeret Letta naik kembali dan menguncinya didalam kamar.
"Sayang buka pintunya!!! Buka!!" Teriak Letta menggedor pintu kamarnya.
"Diam dikamar dan tunggu dikamar!!" Teriak marah Arga.
"Buka!! Aku mau menjemput anakku!!" Tangis Letta.
"Bukaaa !!"
......ā......
Dirumah sakit, Reno juga Elena sedang berbincang dengan Seruni duduk disofa. Namun tiba-tiba suara keras David mengejutkan ketiganya.
"Brengsek!! Gue kesana!!" Seru David.
"Ada apa Vid , ??" Tanya Reno saat David berdiri dihadapannya.
"Om, Loise akan membawa baby Shaka kel luar negeri. Arga memanggil semua anak buah untuk mengepung Loise.."
"Seenaknya saja main bawa cucu orang!! Kita pulang Vid .."
"Tapi om, "
"Mama sama Runi disini sana jagain mereka, papa sama David akan pulang membantu Arga.."
"Om tenang aja, disini biar Runi yang beresin.."
"Makasih ya nak, kalau gitu kita pergi dulu.."
Sepeninggal Reno juga David, hanya tinggal Elena juga Seruni didalam kamar menemani Daniel juga Cally yang masih belum sadarkan diri.
"Tante tenang aja ya, semua pasti baik-baik saja.." hibur Seruni pada Elena yang nampak sangat khawatir.
"Semoga saja ya Runi.." harap Elena.
Seruni terus saja memikirkan keadaan Letta saat ini, ia tahu bagaimana adiknya itu. Dan ia yakin jika saat ini Letta bisa saja kalut dan nekat.
"Apa Letta baik-baik saja ya ??" Batin Seruni.
"Apa dia akan baik-baik saja dengan keadaan seperti ini?? Pasti dia panik ini.." gumamnya.
Dan saat Elena yang kelelahan sudah terlelap, Seruni masih terjaga dengan fikirannya juga sesekali menatap Cally dengan Daniel.
Nb : Hai semua, jangan lupa mampir juga yuk ke novel baru aku. Disana nggak kalah seru juga menggemaskan loh,, yuk mampir dan ramaikan "Terjebak Cinta" š„°
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
__ADS_1
...šš...