
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Pagi menjelang, mentari mulai memancarkan kilau sinarnya. Arletta yang sudah terbangun hanya menatop intens Arga yang tengah menerima telpon.
"Siapa sih pagi-pagi udah telpon suamiku ??" Gerutu Letta.
"Gak tau apa dia lagi sibuk ngurusin istrinya yang sakit ini.. " kesalnya karena Arga tak kunjung selesai menelpon.
Arga yang sedang menerima telpon sejenak melupakan istrinya yang masih terbaring diranjangnya, namun tiba-tiba saja ia merasakan punggungnya menjadi sangat dingin.
Saat ia mengakhiri panggilannya dan berbalik, pandangan Letta sungguh mengejutkannya.
"Astaga sayang ," seru Arga terkejut.
"Mata kamu nanti lepas loh.." mengusap lembut wajah istrinya dengan telapak tangannya.
"Siapa yang telpon ? Kenapa telponnya harus jauh-jauh ??" Tanyanya memandangi Arga.
"Tumben nanya-nanya.."
"Aku serius, siapa yang tadi telpon kamu ?? Kenapa harus jauh dari aku!!" Kesalnya.
"Kepo ya ??" Canda Arga menggoda Letta.
"Sayangggg !!!" Teriak Letta.
"Awww , sakit.." ringisnya saat kepalanya terasa nyeri.
"Astaga syaang!! Sakit ??"
Arga yang khawatir dan hendak menolong istrinya dengan segera ditepis tangannya oleh Letta. Ditatapnya sinis Arga yang sedang mengerutkan dahinya itu.
"Yank ??"
"Gak usah pegang-pegang.." kesalnya.
"Beneran gak boleh pegang ?? Yaudah aku pegang yang lain aja .." canda Arga mencoba mencairkan suasana.
Namun bukannya suasana mencair malah Letta semakin kesal dengan suaminya itu. Ditatapnya tajam Arga yang sedang tersenyum kearahnya itu.
"Canda sayang, jangan gitu ah natapnya.. " serunya mendekati Letta.
"Yank serema yank .." ucap Arga sambil menutup wajah Letta dengan telapak tangannya.
Letta yang masih kesal menggigit tangan Arga itu dengan kuat. Sedang Arga yang terkejut segera membekap mulutnya sendiri agar tak berteriak.
"Sakit ??" Tanya Letta santai.
"Yank, kamu manusia apa vampir sih ..??"
"Kuntilanak.. " sinisnya.
"Takut yank, " berpura-pura ketakutan.
Ditengah perdebatan mereka masuklah dokter serta suster untuk memeriksa keadaan Letta sebelum pulang.
"Pagi .." seru dokter.
"Pagi dok, "
__ADS_1
"Pagi .."
"Gimana ibu keadaannya ??"
"Udah nggak sakit kok dok, udah siap buat pulang juga.."
"Saya periksa dulu ya bu, "
Arga memperhatikan dengan betul saat dokter memeriksa istrinya. Matanya tak pernah lepas dari gerakan tangan sang dokter.
"Gimana dok ??"
"Bagus kok pak, lukanya juga nggak ada yang kebuka.."
"Jadi bisa pulang hari ini istri saya ??"
"Tentu saja, tapi tetap harus dijaga agar tidak kembali terbuka agar tidak menyebabkan infeksi ya pak.. "
"Tentu saja dok, "
Arga begitu senang mendengar penuturan dokter. Dan saat dokter keluar, ia pun juga ikut keluar bersama dengan Letta.
Setibanya dirumah, Letta sudah tak sabar ingin memeluk baby Shaka. Ia begitu merindukan buah hatinya itu.
"Sayang perlahan.." teriak Arga dari dalam mobil saat melihat Letta berlari memasuki rumah.
Letta masuk dengan sangat terburu-buru, ia hanya ingin segera bertemu dengan anaknya itu. Namun belum sempat ia melangkahkan kakinya menaiki tangga, ia sudah mendengar suara tangis anaknya itu.
"Baby Shaka.." ucapnya.
Saat Letta membalikkan tubuhnya, ia begitu terkejut saat Seruni sedang berdiri sambil menggendong anaknya ditemani Reno, Elena juga Jesika yang sudah tiba dirumah.
"Kak Letta .." berhambur memeluk Letta.
"Sika.." seru Letta.
"Sudah ku katakan jangan panggil Sika!! Panggil aku Jes atau Jesika!!" Kesalnya melepas pelukannya.
"Jesika .." menarik kembali Jesika dalam pelukannya.
"Aku juga merindukanmu kakak iparku.."
Seruni menatap haru Letta didepannya itu, sambil berkaca-kaca Letta berjalan mendekatinya.
"Apa kakak baik-baik saja ..??" Tanya Letta menyentuh tangan Seruni.
"Ehm, gimana kepala kamu dek ??"
"Aku baik-baik saja.. "
Letta tersenyum, lalu diambilnya baby Shaka dari gendongan Seruni.
"Anak mama, mama kangen banget nak sama kamu.." dikecupnya berkali-kali wajah anaknya itu.
"Nak.." panggil Elena.
Letta mendekati Elena dan memeluk mertuanya itu. Elena menangis harus saat melihat menantunya itu baik-baik saja.
"Sudah mah, Letta juga baik-baik saja.." ucap Reno.
"Papa ini tau apa sih," kesal Elena.
Arga begitu bahagia saat melihat keharmonisan keluarganya. Namun ia menatap iba Seruni yang berkaca-kaca saat menatap Letta istrinya.
Namun Arga juga tak tahu harus bagaimana untuk menghibur Seruni. Karena bagianya tak ada satupun hal yang dapat menyembuhkan luka Seruni saat ini.
*
Dipagi yang sama, Cally tengah menyiapkan sarapan dimeja makan. Namun tiba-tiba saja perutnya terasa kram.
"Aww perutku.. " ringisnya memegangi perutnya.
__ADS_1
"Aww sakit sekali.. "
Daniel yang sedang menuruni tangga tanpa sengaja melihat Cally tengah kesakitan. Ia pun segera berlari menghampiri Cally.
"Ada apa ??"
"Perut, perut saya sakit dok.." rintihnya.
Daniel menarik kursi dan mendudukkan Cally. Dengan perlahan Daniel mulai mengusap halus perut Cally yang mulai memperlihatkan buncitnya.
"Anak baik, jangan nakal ya .." ucapnya sambil mengusap perut Cally.
"Jangan sakit ya, kasian mami ikutan sakit.." ucapnya lagi.
Perlahan Cally tak lagi merasakan sakitnya, namun kini pandangannya menatap lurus pada Daniel yang sedang membelai perutnya itu.
"Apa masih sakit ??" Tanya Daniel mengangkat wajahnya.
"Tidak.." sahut Cally.
Daniel tersenyum sambil terus membelai perut Cally, namun semakin lama ia membelai ada rasa aneh yang timbul dalam diri Cally.
"Anak pinter, udah gak sakit lagi ya .." ucap Daniel sebelum berdiri dari posisinya.
"Kalau masih sakit, nanti ke dokter aja. Minggu ini bukannya jadwalnya kontrol ya ??" Seru Daniel mengingatkan.
"Astaga, untung dokter ingetin.." seru Cally kelupaan.
Lalu keduanya menikmati sarapannya. Tak lama Daniel harus segera berangkat ke rumah sakit, sebab ada seorang pasien yang membutuhkannya.
Daniel berpamitan dengan Cally sebelum ia pergi. Dan Cally hanya tersenyum memandangi wajah Daniel yang sedang tersenyum kepadanya itu.
"Baik-baik sama mami ya .. " ucap Daniel memegang perut Cally.
Namun sesampainya dirumah sakit, ada seorang wanita tengah menunggunya didalam ruangan. Wanita itu begitu anggun serta elegan dengan balutan dress pastelnya.
"Anda siapa ??" Tanya Daniel saat memasuki ruangannya.
"Saya Siska, saya wali dari salah satu pasien disini.. " ucapnya memperkenalkan diri.
Namun Daniel yang baik percaya begitu saja pada wanita didepannya itu. Bahkan Daniel begitu ramah tanpa menaruh curiga sedikitpun.
Lama keduanya bercengkrama membuat Daniel harus meninggalkan Siska. Dan Siska pun juga segera undur diri dengan alasan ingin menemui kerabatnya itu.
"Baiklah dok, terima kasih untuk penjelasannya.."
"Sama-sama, silahkan ajukan pertanyaan jika masih ada yang kurang jelas .."
"Pasti itu.. "
"Kalau begitu saya permisi dulu.. "
"Silahkan.. "
Siska memperhatikan Daniel yang berjalan menjauhinya itu. Ditatapnya tubuh Daniel sampai ia tak terlihat oleh matanya.
"Sesuai permintaan bos, gue harus bisa deketin dia.. " gumam Siska tersenyum sinis.
Namun Siska juga tak menyadari jika ada sepasang mata yang tengah menatapnya dari kejauhan. Mata itu dengan intens menelitinya daru atas hingga bawah.
"Siapa wanita itu ?? Kenapa keluar dari dalam ruangan dokter Danie ??"
"Kenapa juga dia terus menatap dokter Daniel seperti itu ?? Menyebalkan sekali..!!"
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...