Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
73


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Cally yang merasa dipermalukan oleh Arletta merasa sangat terhina dengan keadaannya saat ini.


"Loe lihat apa yang bisa gue kasih buat loe!!" tandasnya.


Lalu dengan buru-buru ia pergi meninggalkan cafe dan melupakan niat awalnya saat datang.


Tubuh Letta terasa lengket akibat terkena siraman dari Cally, kemudian ia memutuskan untuk membeli sebuah baju casual tapi nampak elegan ditubuhnya.


"Nona cantik sekali.." puji End memandangi kagum nonanya.


"Kau juga tak kalah cantik End, hanya saja kau malas sekali untuk berdandan.." protes Letta yang hanya disambut senyuman oleh End.


"Sebaiknya kita segera keluar non, Ali sudah siap dengan mobilnya.." mengajak perlahan Letta meninggalkan butik yang mereka datangi.


"Terima kasih Ali .." seru Letta saat Ali membukakan pintu mobil untuknya.


Dalam perjalanannya kembali ke rumah, nampak Letta hanya diam memandangi jalan.


"Apa ada yang mengganggu nona ??" tanya End menengok pada nonanya.


"Aku baik-baik saja, kalian tidak usah cemas.." ucap Letta masih dengan memandangi jalan.


"Apa ada yang ingin nona beli ??" tanya Ali memandang sekilas nonanya lewat kaca spion diatasnya.


"Kita kembali kerumah saja Al," pintanya.


______________________________________


Di kantornya Arga masih sibuk dengan berkas-berkasnya , bahkan terlihat Manda juga Bella keluar masuk ruangannya.


Tak tahan dengan banyak nya pekerjaan membuat Arga bosan dan merindukan istrinya.


"Lebih baik membawa ini pulang dan bekerja bersamanya saja.." pikir Arga lalu mengemasi semua berkas-berkasnya.


Tok .. tok..


"Masuk.." seru Arga tanpa menolehkan wajahnya.


"Permisi pak, " seru Manda.


"Ada apa Man?" tanya Arga namun sibuk membereskan berkas-berkas.

__ADS_1


"Bapak mau makan siang dikantor apa diluar?" tanyanya.


"Saya mau pulang, apa ada berkas yang harus saya kerjakan lagi ??" tanyanya memandang Manda sekilas.


"Tidak ada pak. Saya akan minta satpam menyiapkan mobil bapak .." seru Manda yang bergegas meninggalkan ruangan Arga.


Letta yang sudah sampai dirumah segera masuk kedalam kamarnya. Ia memilih berendam sambil mendengarkan musik favoritnya.


Namun karna merasa lelah membuat Letta tanpa sadar ketiduran.


Hampir 30 menit Letta tidur hingga akhirnya ia terbangun dan membilas tubuhnya. Disaat itu juga Arga sudah sampai dirumah dan bergegas naik mencari istrinya.


"Loh mas ..??" heran Letta saat sosok suaminya masuk kedalam kamar.


Arga yang sudah dipenuhi oleh rasa rindunya segera mendekap hangat tubuh Arletta.


"Kenapa mas ?? Apa ada masalah ??" tanya Letta yang heran dengan sikap suaminya.


"Mas sangat merindukanmu sayank.." mengecup berkali-kali kening Letta.


Berawal dari kecupan, Arga mulai menyerang istrinya dengan ciuman panasnya. Letta yang juga merindukan sentuhan suaminya tak mau kalah dari suaminya.


Ciuman itu turun menjelajahi tiap jengkal leher putih Letta, meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya disana.


Letta yang sudah terbuai dengan sentuhan laki-lakinya segera mengangkat wajah Arga yang bergrilya dan ******* bibir suaminya.


Siang yang berhiaskan mendung menjadi saksi dua manusian yang sedang dimabuk asmara. Kamar menjadi saksi bisu bagaimana dua anak manusia saling memberikan rasa.


"Sayank apa sakit ??" tanyanya dengan nafas memburunya.


"Aku baik-baik saja mas, berapa kali lagi kamu mau bertanya!!" kesal Letta menjawab pertanyaan berulang dari Arga.


"Aku takut menyakitimu dan dia yank .." seru Arga menghentikan permainannya.


Letta yang kesal segera memukul bahu Arga dengan kencang.


"Kenapa berhenti!! Aku baik-baik saja mas, udah ayo lanjut!!" ajaknya dengan nada suara yang sudah kesal.


Melihat istrinya yang kesal menjadikan Arga semakin bersemangat untuk memuaskan hasrat istrinya.


Arga sadar, semenjak kehamilannya mulai membesar Letta selalu mendambakan sentuhan darinya. Bahkan sesekali mereka juga akan bermain didalam mobil saat Letta menginginkannya.


"Sesuai permintaan nyonya Arga .." kekeh Arga melanjutkan permainannya.


Berbeda dengan dua orang yang sedang memadu kasih, kini Cally duduk terdiam diruangannya seorang diri.


"Apa yang harus gue lakuin ??" gumamnya.


"Laki-laki brengsek itu bahkan belum menghubungiku hingga sekarang!!"


Lalu ia pun mengirim pesan pada Carlos untuk datang menemuinya dikantor.


30 menit akhirnya Carlos sampai dan sudah berada dihadapan Cally saat ini. Memori akan kejadian malam lalu terbesit dalam ingatan Cally, membuatnya dikuasai oleh amarah.

__ADS_1


Plakk ..


"Loe gila!!" seru Carlos yang tak terima dengan tamparan Cally.


"Loe brengsek!! laki-laki bejat kayak loe gak cukup hanya dengan satu tamparan saja!!" amuk Cally melampiaskan kemarahannya.


"Kalo loe nyuruh gue kesini hanya untuk mendengar makian loe, gue sibuk!!" ketus Carlos dan berbalik akan pergi, namun Cally segera menyerukan suaranya.


"Lakuin rencana B kita!!" seru Cally menghentikan langkah Carlos.


"B ?? bukannya kita sepakat untuk plan A ??" heran Carlos yang kembali duduk di sofa.


Kini keduanya terlihat saling memandang dengan tatapan yang serius. Carlos merasa bahwa Cally seperti memiliki dua sisi yang berbeda.


"Gimana hubungan loe sama jalang itu.." tanya Cally dengan ketus.


"Haii.. hai, haii .. panggil dia dengan namanya. Dan dia bukan jalang!!" seru Carlos memperingatinya.


"Cihh, apa dia sudah membuatmu jatuh cinta sampai kau membelanya!!" ejek Cally dengan raut jijiknya.


Namun Carlos hanya diam tak menyahutinya. Ia hanya diam menyenderkan punggungnya sambil terus menatap penuh selidik pada Cally.


"Gue mau loe tidurin dia!!" pinta Cally membuat Carlos terkejut menegakkan badannya.


"Loe serius lakuin plan B ??" tanya heran Carlos.


"Gue gak pernah main-main sama ucapan gue!!"


"Gue mau Letta hancur melihat gadis itu yang hancur karna loe rusak kesuciannya.." lanjut Cally menyeringai.


"Layanin gue!!" seru Carlos mengejutkan Cally yang tengah bahagia dengan rencananya.


"Loe gila!!" tak terima Cally.


Keduanya terlihat saling adu mulut tak mau kalah. Cally tetap pada pendiriannya sedang Carlos tetap pada keinginannya.


"Terserah, kalo loe gak mau kita akan tetap pada plan A yaitu merebut cafe tanpa melukai Sia."


Cally merasa tak ada jalan lain selain menuruti kata-kata dari Carlos. Akhirnya dengan sangat terpaksa ia mengiyakan keinginan Carlos.


Namun sebelum itu, ia meminta sekretarisnya untuk mengosongkan jadwalnya untuk 3 jam kedepan.


"Ikut gue kekamar!!" ajaknya.


Carlos melancarkan serangannya saat tiba dikamar, dikecupnya perlahan bibir Cally hingga membuat Cally yang awalnya tak suka menjadi menuntut lebih darinya.


Permainan Carlos kini semakin panas, Cally yang sudah tak tahan hanya bisa mendesah dibawah Carlos.


"Jangan mempermainkanku!!" seru Cally kesal saat Carlos dengan sengaja menghentikan permainannya ditengah jalan.


"Hhahaha ini yang loe bilang gak sudi layanin gue!!" ejek Carlos saat melihat Cally yang meminta lebih darinya.


Cally yang semula enggan melakukannya kini dengan senang hati menerimanya. Bahkan kini ia selalu mendambakan sentuhan dan kepuasan dari Carlos.

__ADS_1


__ADS_2