Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
104


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Arga panik dan segera berteriak memanggil suster.


"Susterr ..!! Susterr.." teriaknya panik.


Elena juga Reno tak kalah panik saat darah itu terus mengalir dan mengenai lantai rumah sakit.


"Nak lihat mama, kamu harus tenang jangan panik ya .." seru Elena menguatkan.


"Sakit mah, perut Letta sakit .." tangisnya merintih kesakitan.


Reno tak tahan, ia lantas berdiri dan berlari memanggil dokter serta suster.


"Arga angkat istri kamu.." seru Reno saat datang bersama suster yang mendorong brangkar rumah sakit.


Letta dibaringkan diatas brangkar lalu didorong menuju IGD. Dengan paniknya Arga ikut mendorong sambil memegangi tangan istrinya.


"Maaf pak sebaiknya anda menunggu diluar," seru suster ketika Arga hendak ikut masuk kedalam IGD.


Lama mereka menunggu tak kunjung ada kejelasan, membuat Arga semakin panik memikirkan kondisi Letta didalam sana.


"Mah aku harus masuk ..!!" Seru Arga.


"Tenangkan dirimu, percaya sama dokter.." seru Reno.


Namun saat ketiganya panik memikirkan Arletta, datanglah seorang suster menghampirinya.


"Permisi.."


"Iya, ada apa sus ??" Tanya Reno.


"Apa benar bapak wali keluarga Ilham ??" Tanya suster.


"Iya ada apa sus ??"


"Bapak bisa tanda tangan disini untuk pemindahan pasien atas nama Seruni ke ruang rawat .."


Reno mengambil berkas lalu menandatanganinya dengan segera.


"Satu lagi pak untuk prosedur penanganan jenazah atas nama Ilham juga Flora.."


Reno kembali teringat dan kini wajahnya sendu. Diambilnya berkas itu dan segera ditanda tangani.


Setelah kepergian suster, Reno segera menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan rumah sebelum jenazah Ilham juga Flora datang.


"Papa bisa hubungi David juga Orland untuk minta bantuan mereka .." seru Arga.


Lalu tiba-tiba keluarlah dokter dari dalam IGD. Arga buru-buru menghampiri dokter dan menanyakan kondisi istrinya.


"Bagaimana dok," tanya Elena.


"Pasien harus segera melalukan persalinan bu "..


"Persalinan ?? Tapi kandungan anak saya masih usia 8 bulan dok.." ucap Elena panik.


"Air ketuban pasien sudah pecah bu, dan mau tidak mau kita harus mengeluarkan bayi dari dalam kandungan ibunya.."


"Tolong selamatkan istri juga anak saya dok ," seru Arga.


"Kami akan melalukan yang terbaik, tapi kami juga butuh bantuan bapak sebagai suami untuk menguatkan istrinya.."


"Apa yang harus saya lakukan dok, akan saya lakukan.. "

__ADS_1


"Bapak bisa masuk kedalam ruang bersalin menemani istri bapak dan memberinya semangat.."


Lalu setelah mengatakan hal itu Arga pergi mengikuti dokter. Reno juga Elena bimbang, mereka ingin sekali menunggu kelahiran cucu pertama mereka namun mereka juga tak bisa mengabaikan begitu saja jenazah Ilham juga Flora yang akan langsung dimakamkan.


"Pah, " panggil Elena.


"Mama disini saja menemani Arga, biar papa yang pulang dan mengurus Ilham juga Elena.."


"Tapi mama juga ingin memberikan penghormatan terakhir pada mereka pa.." sedihnya.


Reno memeluk tubuh istrinya, menepuk-nepuk perlahan punggung Elena agar tenang.


"Mereka pasti tahu gimana kondisi kita saat ini, kita juga masih ada Seruni yang harus kita perhatikan.." melepaskan pelukannya.


"Pergilah pah, biar mama yang urus semuanya dirumah sakit.. "


"Kita bagi tugas ya mah.." mencium sekilas kening istrinya.


Namun saat Reno akan melangkahkan kakinya, datanglah David juga Orland dengan sangat tergesa-gesa.


"Om tante .." seru David ngos-ngosan.


"Kalian .." seru Elena.


"Tante gimana sama Letta ??" Tanya David panik.


David juga Orland tak tahu apa yang saat ini terjadi. Yang mereka tahu adalah kabar Letta pendarahan.


"Letta terpaksa harus melahirkan secara premature, air ketubannya sudah pecah.." jelas Reno.


"Kenapa bisa gini om, apa mereka bertengkar??" Tanya Orland menebak.


"Bukan, tapi Letta tidak bisa meberima kematian Ilham juga Flora.. "


"Ohh .. " seru Orland juga David bersamaan.


"HAAAAAAAAAAA???" seru keduanya terkejut.


Reno juga Elena hanya menunjukkan raut sedihnya. Reno kemudian menceritakan apa yang terjadi hari ini.


"Om, dimana Seruni sekarang..??" Tanya David.


"Dia sudah dipindahkan di ruang ICU, temanilah dia Vid.." pinta Reno.


Tanpa menunggu lama David berlari meninggalka ketiga orang didepan ruang IGD.


"Lalu dimana jenazah om Ilham juga tante Flora om ??" Tanya Orland.


"Masih diurus kepulangannya sama rumah sakit .." sendu Reno.


"Aku ikut om urus pemakamannya, biar tante disini bersama Reno.. " seru Orland dan diangguku Reno.


_____________________________________________


Cally sampai dirumahnya, ia kemudian masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya. Ditatapnya langit-langit kamar sambil meraba perut datarnya.


"Apa yang harus gue lakuin sekarang ..??" Bingungnya.


"Carlos pergi sebelum dia tahu gue hamil anaknya.."


Tanpa sadar Cally menitikan air matanya, dia merasa dilema.. ia kalut dengan kondisi yang dihadapinya saat ini.


Cally menangis, ia menangis menutup wajahnya dengan bantal. Bahunya terguncang, dadanya naik turun terisak.


Sama halnya dengan Cally yang sedang bersedih, Reno kini juga tengah bersedih menatap Makam Ilham juga Flora yang bersandingan.


"Kenapa harus seperti ini ??" Serunya berjongkok ditengah-tengah makan keduanya.


"Aku bakal cari siapa dalang dibalik kematian kalian ..!!" Serunya menatap depan dengan pandangan menusuknya.


"Om.. " seru Orland menyentuh bahu Reno.


"Ada apa Land ??" Bangkit dan menatap Orland dibelakangnya.


"Kita pulang ya om, kita juga harus ke rumah sakit .." bujuk Orland.

__ADS_1


Reno bangkit dan berpamitan dengan Ilham juga Flora sebelum melangkah pergi. Orland begitu tersentuh dengan sikap Reno yang dinilainya begitu baik.


Didalam perjalanan menuju rumah sakit, tiba-tiba saja Reno yang sedang memejamkan matanya terduduk dengan tergesa-gesa.


"Ada apa om ??" Kaget Orland menepikan mobilnya.


Reno tak menyahutinya, ia terlihat menghubungi seseorang .


šŸ“ž" Siapkan beberapa anak buah , kirim segera kerumah sakit Harapan Bunda sekarang !!" Perintah Reno dengan nada paniknya.


šŸ“ž" _____"


šŸ“ž" Jaga ruangan cucu saya juga menantu saya !! Jangan biarkan siapapun masuk kecuali dokter atau suster..!"


šŸ“ž" ____ "


šŸ“ž" Benar, cek siapapun yang keluar masuk ruangan. Jangan lengah sedikitpun mengerti !!" Tegas Reno, lalu mematikan ponselnya.


"Om .." panggil Orland.


"Ada apa Land??" Tanya balik Reno.


"Ada apa sebenarnya om ??"


"Om merasa kecelakaan ini ada yang merencanakan. Dan tujuan mereka antara Arga atau Arletta om rasa.."


"Maksdu om, kecelakaan ini cuma pengalihan untuk memancing reaksi Arga juga Letta ??"


"Benar, tapi kita tidak tau siapa target utama mereka. Om hanya takut sekarang sasaran mereka adalah anak Letta yang baru lahir nanti.."


'Kita kerumah sakit sekarang om .."


Orland mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh untuk segera sampai rumah sakit. Dan sesampainya dirumah sakit, keduanya berlari menuju ruang bersalin.


"Mama .." panggil Reno pada Elena.


"Gimana mah..??" Tanya Reno.


"Letta baru saja masuk sama Arga juga.."


"Yasudah kita tunggu saja disini.. "


*


Didalam ruang bersalin,Letta menggenggam erat tangan Arga mencari kekuatan. Sakit diperutnya makin lama makin terasa hingga membuatnya mengernyit kesakitan.


"Sayang kamu bisa oke !!" Seru Arga menggenggam tangan Letta lalu menciumi pipi istrinya.


"Sakit yank.." rengek Letta.


"Demi anak kita yank, buah cinta kita .." menggenggam erat tangan istrinya.


Dokter mulai menginstruksikan Letta untuk mengejan sesuai arahannya. Awalnya Arga sangat panik saat tiba-tiba Letta lemas dan hampir menutup matanya.


Namun rasa sakit, rasa khawatir serta air mata kini terbayar sudah saat suara tangis bayi mungil menggema memenuhi ruangan persalinan.


Diluar ruangan Elena Reno juga Orland begitu bahagia saat mendengar tangis bayi dari dalam ruang persalinan.


Namun beberapa laki-laki berbaju hitam tiba-tiba muncul mengejutkan ketiganya, terutama Elena yang tak tahu apa-apa.


"Bersiaplah kalian diposisi masing-masing.." perintah Reno.


"Pah ..??" Panggil Elena.


Reno hanya menatap sekilas Elena lalu mengisyaratkan untuk istrinya itu diam.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2