Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
series II‐eps 34


__ADS_3

Laisa menemukan berita tentang Meya selama ia berada diluar negeri, berita yang begitu membuat jantungnya berdetak hingga tak karuan. Mata yang awalnya sudah begitu lelah kini kembali terbangun dan fokus dengan berita yang ada didepan matanya.


"Nggak mungkin ini, nggak mungkin," menutup mulutnya dengan rasa keterkejutannya itu.


Berita ia benar-benar mengguncang paginya, ia yang masih tak percaya seger mambawa laptopnya turun kelantai bawah. Dengan begitu tergesa-gesa ia turun hingga tanpa sengaja bertabrakan dengan Manggala, anak dari Cally serta David.


"Aww, Gala," seru Laisa.


"Ih kakak tuh jalan cepat banget."


"Kaka lagi buru-buruu ini," menatap Gala yang ternyata sama dengan dirinya.


Gala yang mendengar pembicaraan kedua orang tuanya malam itu sengaja mencari informasi tentang kedatangan Meya. Tubuh Gala memang tak sekuat kakak-kakaknya yang lain sebab ia sempat mengidap suatu penyakit, namun dibalik lemah tubuhnya ada kejeniusannya yang bisa mengakses bebas dunia internet.


Dan malam itu ia dengan percaya dirinya yakin jika bisa menemukan semua hal tentang Meya juga keluarganya. Dan Gala tak pernah gagal selama ini dengan kepercayaan dirinya.


"Kamu bawa apa itu?"


"Kakak sendiri bawa apa itu," tanya balik Gala sambil menutup laptopnya.


"Dih pelit banget sih, kasih tau kakak itu apa," paksa Laisa.


"Kaka kasih tau aku juga dong," tolak Gala menyembunyikan laptopnya.


Kedua bocah itu berakhir dengan saling serang kata, suara yang begitu keras dari pertengkaran itu membuat gaduh pagi ini. Cally yang sedang berada didapur segera berlari menuju sumber suara keributan itu.

__ADS_1


"Astaga, kalian ini kenapa," teriak Cally berkacak pinggang.


"Dia dulu bunda," seru kedua bocah itu bersamaan dengan saling menunjuk.


Cally memijat pangkal hidungnya, ia benar-benar tak menyangka paginya yang tenang akan berakhir dalam hitungan detik.


"Gala turunkan tanganmu, jangan pernah menunjuk kakakmu karena itu tak sopan."


"Wlekk, dengerin tuh kata bunda," ledek Laisa.


"Kak Laisa juga, berhenti bertengkar dengan adikmu karena kamu harus jadi contoh yang baik untuk adik," lanjut Cally yang membuat Gala tersenyum puas.


"Sekarang kalian kasih tahu bunda, kenapa kalian berdua sudah onar pagi-pagi."


"Sama kak, aku juga berhasil menemukan berita keluarga mereka disana," sahut Gala dengan wajah berserinya.


Dan yang tak kalah terkejut adalah Cally yang saat ini masih berdiri tegak didepan kedua anaknya. Ia menatap tak percaya jika kedua anaknya itu dalam waktu semalam berhasil menemukan berita yang sudah bertahun-tahun tak pernah bisa dicarinya.


"Ada apa ini, kenapa kalian semua berkumpul disini," tanya David yang baru saja selesai berolah raga.


"Sayang, mereka berhasil menemukan berita tentang keluarga Daniel," ucap Cally dengan tak percayanya.


"Kalian berdua ikut ayah, sayang kamu panggil semuanya. Kita ketemu dihalaman belakang," ucap David yang menarik kedua anaknya untuk ikut bersamanya.


Butuh waktu 20 menit bagi Cally untuk mengumpulkan semua orang dihalaman belakan, dan kini semua orang tengah berkumpul dengan pandangan yang berbeda-beda.

__ADS_1


"Ada apa ini , kenapa kalian mengumpulkan kita semua disini," tanya Reno.


"Pah, anak-anak berhasil menemukan informasih dari keluarga Daniel," seru David.


Semua orang sempat terkejut, namun sedetik kemudian Arga meminta Laisa serta Gala untuk menunjukkan semua informasi yang berhasil diperolehnya. Dan giliran pertama adalah Laisa.


"Nak apa yang kamu temukan," tanya Letta.


"Mama, saat ini om Daniel sedang dipenjara."


Pernyataan barusan dari Laisa benar-benar mengguncang pagi mereka, bagaimana bisa Daniel mendekam didalam penjara? Dan bagaimana bisa tuan Edo membiarkan putra satu-satunya itu diseret masuk kesana.


"Penjara, kenapa bisa?" tanya Cally.


"Biasa aja nanyanya, nggak usah ngegas gitu kenapa," ucap David dengan membuang tatapannya.


Cally menelan salivanya, ia tahu sampai kapanpun suaminya itu masih akan tetap cemburu kepada Daniel dengan apapun yang telah terjadi. Cally hanya bisa mengusap lengan suaminya sambil tersenyum canggung.


Sudah berlalu hampir bertahun-tahun namun entah mengapa David masih tak bisa menyingkirkan rasa cemburunya pada Daniel, terlebih mereka sudah tak pernah berkominikasi. Cally menyadari rasa cemburu suaminya itu, dan ia selalu berusaha tak memancing kecemburuan itu keluar.


Namun pagi ini ia benar-benar tak bisa menahan dirinya untuk bertanya, ia tak sempat memikirkan perasaan suaminya sebab ia lebih dulu bertanya. Dan kini ia hanya bisa membujuk suaminya dengan senyum penuh rasa kecanggungan.


"Kasus apa yang menyeret dia kedalam penjara nak," tanya Arga.


"Pemerkosaan."

__ADS_1


__ADS_2