Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
116


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Malam kian larut, namun tak sedetikpun Arletta bisa memejamkan matanya. Ia diam tidur terlentang menatap langit-langit kamarnya, bahkan Arga juga baby Shaka sudah terbuai dialam mimpinya.


"Gak, aku gak bisa diam aja .. !!" Batinnya.


"Aku harus bisa menguasai bela diri itu agar aku bisa menolong kak Runi.. "


Letta terus berperang dengan batinnya, ia ingin sekali menghampiri Loise dan membebaskan Seruni tapi ia juga tak bisa mengabaikan larangan suaminya itu.


Perlahan Letta turun dari ranjangnya menghampiri box bayinya. Dilihatnya baby Shaka yang tengah tertidur dengan gemasnya.


"Tidur yang nyenyak ya sayang mama keluar dulu, tolong jangan nangis ya biar papa gak bangun .." gumamnya.


Lett dengan perlahan keluar dari kamar dan menutup pintunya. Menuruni anak tangga, Letta menuju halaman belakang tempat ia berlatih sore tadi.


Dengan pelan-pelan dibukanya pintu penghubung halaman, kemudian kembali ia tutup dengan perlahan.


"Gue harus semangat, gue harus bisa menguasai semuanya .. "


Letta mulai melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai latihannya. Kemudian ia mulai melakukan kuda-kuda untuk melakukan bela diri sesungguhnya.


Hampir 3 jam Letta melakukan latihan bela diri, dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Tubuhnya terasa remuk, dan perutnya terasa sangat sakit.


"Sakit banget .." rintihnya menahan sakit diperutnya.


Ia memang sudah diijinkan untuk melakukan aktifitas seperti biasa, namun kondisi pasca melahirkan membuatnya sedikit kesakitan diarea perut.


"Akhh .." serunya kesakitan.


Letta menghentikan latihannya, ia duduk dilantai meluruskan kakinya sambil mengatur nafasnya. Perlahan rasa sakit itu mulai berkurang sakitnya, namun ia juga tak mungkin melanjutkan latihannya lagi.


"Sebaiknya aku kembali sebelum mas Arga bangun dan mencariku.." perlahan bangkit dari duduknya.


Sedang Arga dikamarnya, ia begitu terkejut saat dirinya tak mendapati istrinya disampingnya. Ia bangkit dan mencari istrinya disetiap ruang dikamarnya.


"Kemana dia pergi.. " paniknya saat fikiran buruk menghampirinya.


Arga buru-buru keluar dari kamar dan menuruni anak tangga. Dan tak diduga saat dirinya tiba dilantai bawah, Letta sedang menutup pintu dengan sangat hati-hati.

__ADS_1


"Darimana ??" Tanya Arga mengejutkan Letta yang akan melangkahkan kakinya.


Arga menyalakan lampu, matanya begitu terkejut saat baju yang digunakan istrinya bukanlah baju tidur. Dan baju itu telihat sangat basah oleh keringat, belum lagi wajah Letta yang penuh dengan keringat juga.


Arga mengepalkan tangannya, ingin ia marah dan menegur istrinya itu namun ia sudah berjanji terhadap Reno untuk berpura-pura tak tahu.


"Sa.. sayang , " gugup Letta memundurkan langkahnya tanpa sadar.


"Darimana saja ?? Kenapa pakai baju seperti itu, dan kenapa bajunya basah..??" Cecar Arga pada Letta.


"Aku habis olah raga sayang.. " kilah Letta berbohong.


"Segitunya kamu gak mau jujur yank .." batin Arga memejamkan matanya, menahan amarah.


"Sayang, aku naik dulu mau ganti baju ya .." seru Letta begitu saja melewati Arga.


Arga hanya diam membiarkan Letta naik kemamar tanpa mencegahnya. Ia marah, iya Arga marah namun ia juga kesal tak bisa menegur istrinya dengan latihannya.


Arga berbalik mengikuti Letta masuk kedalam kamar setelah mematikan lampu. Sedang didalam kamar, Letta tengah mengganti bajunya dengan baju tidur yang tadi ia kenakan.


Namun saat baru saja ia akan berbaring, baby Shaka terbangun dan menangis. Arga yang kebetulan baru masuk segera menghampiri box bayinya dan membawa baby Shaka pada mamanya.


"Terima kasih.. " seru Letta dengan senyuman manisnya.


Namun Arga hanya diam dengan wajah dinginnya. Arga lebih terkesan mendiamkan Letta saat ini, sebab ia seolah tak ingin bertegur kata dengan istrinya.


Letta hanya diam, ia mencoba memberi asi nya pada baby Shaka yang sedang kehausan. Dan saat anaknya sudah terlelap, Letta meletakkan baby Shaka diantara dirinya juga Arga.


Dan tak butuh waktu lama, Letta .. baby Shaka juga Arga sudah terlelap kembali kedalam alam mimpi.


Namun tiba-tiba pintu terbuka dan menampakka beberapa laki-laki masuk kedalamnya. Seruni kembali berpura-pura pingsan untuk mengelabuhi mereka.


"Lama bener nih cewek pingsan ya ..??"


"Iya nih, atau jangan-jangan dia cuma pura-pura pingsan ya ..??"


"Mana mungkinlah, diakan habis kecelakaan ya tentu saja kondisi pasti memburuk ini sampai tidak bangun dia.. "


"Bagus juga kalau gitu nih cewek gak sadar, jadi tugas kita lebih ringan.."


"Tapi apa dia udah tau ya kalau dia udah jadi yatim piatu..??"


"Sepertinya belum, kalau dia tau orang tuanya udah mati pasti dia udah gila .."


"Hhahahahahaa.. "


Begitulah mereka mulai bercengkrama sampai akhirnya membuat Seruni mengetahui kematian orang tuanya.


Marah?? Tentu saja..


Ingin menangis ..?? Jelas itu yang dibutuhkan Seruni.

__ADS_1


Namun Seruni tak dapat melakukan itu, ia menahan semua isak tangis juga kemarahannya agar tak membuat para penculiknya curiga.


"Gue pastiin kalian semua mati ditangan gue ..!!" Batin Seruni dikuasai amarah.


______________________________________________


Didalam ruang ICU, Orland terlihat masih terjaga hingga pagi untuk menjaga David sahabatnya. Semalaman David mengalami demam hingga mengharuskan Orland memantaunya.


Namun pagi ini setelah menerima pemeriksaan dari dokter, suhu tubuh David sudah kembali normal bahkan David sudah melewati masa kritisnya.


"Lalu kapan teman saya akan bangun dok .??"


"Saya tidak bisa memastikan kapan itu pak, tapi kita tidak boleh berhenti mencoba membangunkannya.. "


"Terima kasih dok .."


"Kalau begitu kami permisi dulu.. "


Orland mulai duduk dikursi sambil menatap tubuh pucat David. Ada amarah saat mengingat siapa yang melakukan ini semua, bahkan Orland yang begitu emosi ingin sekali menghancurkan Loise.


"Loe harus bangun bro, Seruni butuh loe disini.." ucap Orland.


"Kalau loe terus tidur kek gini, siapa yang bakal jagain Seruni?? "


"Yaudah kalau loe maksa gue bakal jaga Seruni, tapi jangan sampai nyesel kalau nanti pada akhirnya Seruni terlena sama ketampanan gue.. "


Orland terus saja berbicara untuk memancing David agar membuka matanya , namun ia merasa gagal saat tak mendapat respon apapun dari sahabatnya itu.


Saat Orland berpindah ke sofa dan memejamkan matanya, jari jemari David perlahan mulai bergerak. Bibirnya samar-samar mulai bergumam menyerukan nama Seruni.


"Seruni .." gumam David dalam tidurnya.


Pagi yang berbeda juga dirasa Loise saat dirinya sudah mulai menempati rumah besar milik Alfon. Tak hanya itu, Loise bahkan menempati kamar utama milik Alfon dengan Arum sebelumnya.


"Pagi tuan .. " sapa anak buahnya .


"Hm .. Bagaimana ?? Apa map itu sudah ketemu .??" Tanyanya saat mendudukan dirinya dikursi meja makan.


"Maafkan kami taun, hampir semua tempat sudah kami periksa dan geledah namun tetap tak menemukan map itu.. "


"Terus cari map itu sampai ketemu .." serunya sambil mengiris sarapan paginya.


Loise menikmati sarapan paginya dalam damai, ia merasa sudah menjadi pemenang diakhir perjuangannya dengan Mark juga Ilham sert Alfon. Rasa bangga juga senang meliputi Loise, hingga tanpa sadar dirinya akan tertawa atau tersenyum sendiri.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—

__ADS_1


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2