
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Tubuh David terpental dan jatuh pingsan setelah tertabrak oleh sebuah motor. Beberapa orang yang melihat segera membawa David masuk ke UGD untuk menerima pertolongan, sebab terjadi pendarahan pada kepalanya.
Arga masuk kedalam rumah, dilihatnya mamanya sedang bersenda gurau dengan cucunya.
"Sore maa .." mencium pipi Elena.
"Sore kesayangan papa.. " menciumi anaknya dengan begitu gemasnya.
"Sore tante .. "sapa Orland.
Elena segera menegur Orland setelah mencium tangan suaminya. Ditatapnya kesal Orland yang sedang mencium tangannya itu.
"Dasar bocah, kalau gak disuruh gak mau nemuim orang tua ya .." cemberutnya.
"Aisss .. bukan begitu tante cantikku. Kan kemarin lagi sibuk sama kerjaan .." celoteh Orland sambil duduk berjongkok memegangi tangan Elena.
"Bohong ma, dia jarang kesini karena Sika gak ada aja .." seru Arga.
Mata Elena, Orland juga Reno spontan menatap pada Arga. Sedang yang ditatap hanya diam sambil menyunggingkan senyumannya.
"Jangan aneh-aneh loe bro kalau ngomong .."
"Jadi kamu gak mau sama anak tante ??"
"Aduh !! Bukan begitu tante, kan Sika udah kayak adek aku sendiri.. "
Orland menjadi kikuk karena ucapan yang dilontarkan oleh Arga, terlebih reaksi Elene membuatnya serba salah.
"Udah-udah bercandanya, ma dimana Letta??" Tanya Reno menengahi mereka.
"Disini papa .." sahut Letta sambil menuruni anak tangga.
Letta turun lalu mencium tangan Arga kemudian Reno, dan tiba-tiba saja Orland juga menyodorkan tangannya kedepan wajah Letta.
"Apa-apaan loe !!" Memukul tangan Orland.
"Buset !! Galak bener bro, kan gue juga mau dicium tangannya kayak kalian.." serunya sambil mengelus tangannya.
Letta membawa Arshaka pada gendongannya, dengan gemas ia menciumi bayi nya itu hingga membuatnya menangis.
"Sayang, kamu apain sih anak kita .." protes Arga saat mengambil anaknya.
"Gemes yank, cuma diciumin aja .."
__ADS_1
"Sama papa aja yuk nak, jangan sama mama nanti kamu nangis lagi.. " serunya sambil membawa baby Shaka (diganti ya panggilannya sesuai request pembacaš¤) menaiki anak tangga.
Semua hanya menatap kepergian Arga juga anaknya, namun Letta menatap dengan raut wajah cemberutnya.
"Gimana latihan kamu nak ??" Tanya Reno membuyarkan pandangan Letta.
"Ah, begitulah pah. Aku masih agak kesulitan membidik secara cepat.."
"Tenanglah, pelatih yang papa siapkan adalah pelatih terbaik yang ada di dunia mafia.."
Elena pergi meninggalkan ketiganya menuju ke dapur, ia sibuk menyiapkan minuman untuk ketiga orang yang sedang mengobrol itu.
"Lalu apa rencana selanjutnya ??" Tany Orland.
"Aku harus bisa menguasai semuanya sesegera mungkin kak, karena aku yakin Loise pasti akan segera bertindak.." seru Letta menerawang.
Lalu tiba-tiba saja ponsel Letta juga Orland berdering secara bersamaan. Layar ponsel Orland menunjukkan telpon dari nomor tak dikenal, sedang layar ponsel Letta menunjukkan ada panggila video call dari nomor tak dikenal juga.
"Kalian angkatlah.. " seru Reno, bersamaan dengan itu Elena datang meletakkan minuman untuk ketiganya.
š" Halo .. "
š" ... "
š" Iya dengan saya sendiri .."
š" .... ............ "
š" Apaaaa !!" Teriak Orland terkejut dengan panggilan telponnya.
Dan bersamaan juga Letta mengangkat panggilan videocallnya. Dan matanya begitu marah saat menatap apa yang ada dilayar ponselnya.
"Sedikit saja kalian melukainya, saya pastikan kalian kehilangan tangan kalian .."
Reno serta Elena terkejut mendengar Letta mengancam seseorang yang menghubunginya. Terlebih nada Letta terdengar sangat menakutkan, bahkan wajahnya kentara sedang menahan amarahnya.
"Hahahahahhaaa .. " tawa dari sebrang.
"Keluar kamu Loise !!" Perintah Letta.
Orland yang baru saja menutup sambungan telponnya merasa terkejut saat mendengar Letta meneriakkan sebuah nama.
"Cerdass .. nggak salah jika kamu adalah anak kandung dari seorang Mark Ferrour .." ucap Loise sambil memberikan aplouse untuk Letta.
Seruni duduk disebuah kursi dengan tangan juga kaki terikat, bahkan Seruni nampak pingsan dan juga lemah.
Loise berjalan mendekati Seruni, lalu tiba-tiba ditariknya rambut Seruni hingga membuat wajahnya menengadah keatas .
"Lepaskan tanganmu Brengsek !!" Amuk Letta berteriak.
Letta begitu emosi , bahkan saking emosinya ia sampai meneteskan air matanya tanpa sadar. Rasanya ingin sekali Letta mengoyak seluruh bagian tubuh Loise karena telah berani menyentuh Seruni.
"Lepaskan tangan kotormu dari kakakku !!!" Teriaknya marah.
Reno sangat terkejut mendengar seruan Letta, Arga yang baru sampai juga tak kalah terkejut. Elena segera mengambil baby Shaka dan membawanya masuk kedalam kamarnya agar tak mendengar percakapan para orang dewasa.
"Hahah .. hey anak manja, bisa apa kamu untuk menolong kakakmu ini ..??" Ejek Loise.
__ADS_1
"Bisa apa .. ?? Bahkan saya bisa mematahkan tangan anda yang berani sekali menyentuh kakak saya .." emosinya.
Plakkk .. !!
Loise dengan sengaja menampar Seruni dengan begitu kerasnya didepan Letta. Tamparan yang begitu keras bahkan juga mengagetkan Reno, Orland juga Arga yang mendengar suaranya.
"Akkkhhh !! Jangan sakiti kakaku !! Brengsek loe !!" Teriak Letta tak dapat mengendalikan emosinya.
Arga segera mengambil alih ponsel dan mematikannya. Dipeluknya tubuh Letta dan didekapnya tubuh yang sedang bergetar menangis itu.
"Tenanglah sayang .." seru Arga sambil mengelus rambut Letta.
"Om, Arga gue pamit ke rumah sakit dulu.."
"Ada apa Land ..??"
"Sepertinya ini ada hubungannya dengan penculikan Seruni om, karena tadi rumah sakit menelpon dan memberitahu kalau David sedang di UGD karena ditabrak motor.."
Semuanya terkejut, bahkan Letta menatap tak percaya Orland yang ada dihadapannya. Tangannya mengepal menahan emosinya.
"Sayang, aku gak mau kamu ambil langkah gegabah . Oke ??" Ucap Arga sambil menggenggam tangan Letta yang mengepal.
Letta hanya diam, bahkan ia sudah tak lagi menangis. Namun tatapan matanya mengisyaratkan kemarahan yang sangat besar, dan itu malah membuat Arga semakin khawatir.
______________________________________________
Loise menatap Seruni yang masih tak sadarkan diri, ia kemudian menghapus darah yang keluar dari sudut bibir Seruni dengan tangannya.
"Sepertinya aku terlalu keras menamparnya .." serunya sambil menepuk-nepuk kepala Seruni yang tertunduk.
"Jaga dia, jangan sampai kabur. Dan ingat segera beritahu saya jika dia sudah sadar.." seru Loise sebelum meninggalkan Seruni dengan kelima anak buahnya.
Didalam gudang itu kini hanya ada Seruni yang tengah pingsan, sedang kelima anak buah Loise sedang bersenang-senang diluar dengan bermain kartu.
"Umm .." lenguh Seruni yang mulai membuka matanya perlahan.
Namun ia merasakan sakit ditangannya juga wajahnya . Bagaimana tidak, bekas tamparan Loise membuat sisi wajah Seruni menjadi lebab membiru.
"Sakit sekali pipiku .." eluhnya.
Dipandanginya sekelilingnya, Seruni mulai membaca situasi apa yang sedang dihadapinya saat ini. Dengan sekuat tenaga ia berusaha melepaskan ikatan pada tangannya.
"Akhh .. sakit sekali, " keluhnya saat tangannya beberapa kali terkena gesekan dengan tali.
"Dimana ini sebenarnya ?? Kenapa hanya ada drum-drum disini ??" Gumamnya.
Matanya terus saja mengedarkan pandangannya menatap sekelilingnya. Namun sejauh ia memandang hanya ada tumpukan drum-drum disekelilingnya.
"Sialan !! Siapa yang melakukan ini ??" Gumamnya bertanya.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...