
Hai semua kita update lagi,
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
Sinar mentari mulai masuk menusuk mata untuk melihatnya, menyapa awan pagi untuk senantiasa bersama dengannya.
Namun cerahnya pagi tak secerah wajah Arga saat ini. Gagal bermesaraan dengan istri membuatnya tersiksa sepanjang malam, menjadikan dirinya terjaga dimalam yang begitu dingin seorang diri.
"Astaga syank," seru Arletta terkejut saat melihat suaminya sudah terbangun, namun Arga terbangun dengan lingkar mata dan ekspresi yang menakutkan.
"Kenapa?" lemahnya bertanya.
Letta bangkit dan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Dilihatnya wajah Arga yang nampak lesu dengan begitu seksama.
"Kamu kenapa syank? Menakutkan banget deh" seru Letta tak berdosa.
"Kamu pikir aku hantu apa menakutkan" ketusnya saat merajuk.
"Kamu ngambek ya yank," tebak Letta.
"Nggak!"
"Iya,"
"Nggak!"
"Udah jelas kelihatan tuh " tebaknya, namun Arga hanya diam tak menyahuti istrinya lagi. Ia hanya diam memandang lurus kamarnya.
"Kamu kenapa sih yank?" tanya Letta yang kebingungan.
"Masih tanya kenapa? Semalam kamu bilang apa sama aku?"
"Aku bilang apa emangnya?" tanya Letta yang tak tahu.
"Kok kamu ngeselin ya yank" kesal Arga.
"Lah kenapa aku yang ngeselin? Kamu kesambet setan mana nih".
"Jangan ada setan diantara kita!"
"Kan kan kan, mulai nih" kesal Letta dengan sikap Arga pagi ini.
"Semalam kamu bilang mau nidurin anak kita terus nidurin aku, nyatanya apa? Kamu malah asik tidur pakai pules lagi!" seru Arga meluapkan kekesalannya.
Letta yang baru tersadar akan kesalahannya hanya bisa terdiam tanpa ekspresi. Ia benar-benar lupa dengan keinginan suaminya, dan dengan enaknya malah tidur pulas bersama anaknya.
"Kenapa diam aja sekarang? Merasa bersalah udah bikin wajah aku menakutkan?" ketusnya.
"Sayang," panggil Letta dengan nada manjanya. Ia merasa begitu bersalah pada Arga karena menyiksanya semalaman.
"Gak usah sok manis, gak mempan" kesalnya mengalihkan pandangannya.
Letta sedikit menggeser tubuhnya mendekati Arga, dengan centilnya ia bersandar pada bahu Arga dan memainkan jari lentiknya didada Arga.
"Apa masih belum cukup yank siksamu tadi malam" kesalnya menepis tangan Letta dari dadanya.
"Maaf deh yank, " sesalnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja baby Shaka terbangun, membuyarkan acara Letta yang sedang membujuk suaminya.
"Anak mama udah bangun ya, " gemas Letta menghujani anaknya dengan ciuman.
"Liat anaknya bangun diciumin, liat suaminya bangun dikatain setan" dengus kesal Arga menyindir istrinya.
"Astaga syank masih acara ngambeknya ini?"
"Menurut kamu?"
Letta yang tak tahu harus bagaimana lagi hanya diam memukul perlahan keningnya.
"Tau ah mau mandi aja biar nggak bangun lagi," kesalnya, Arga beranjak sambil terus saja menyindir istrinya. Bahkan hingga ia hilang dibalik pintu, Letta masih bisa mendengar suara suaminya.
"Papamu ini memang aneh betul ya nak, yaudah kita mandi dikamar kamu aja yuk berdua" ajak Letta bangkit dari ranjangnya.
Dimeja makan, semua orang nampak tengah menikmati sarapannya. Jesika yang riang terus saja tersenyum sambil mengunyak makananya.
Namun berbeda dengan adiknya, Arga justru nampak murung sedari tadi. Ia hanya memainkan makanan dengan wajah lesunya.
"Nggak baik Ga makanan dibuat mainan gitu" tegur Reno melihat sikap anaknya.
"Iya pah, maaf" jawab Arga seadanya.
Semuanya nampak bingung dengan sikap Arga pagi ini, ia begitu nampak tak bersemangat seperti kehilangan tujuannya.
"Kenapa dengan suaminya kak?" tanya usil Jesika sambil melirik kakanya.
"Kurang sesajen mungkin" asal Letta yang membuat semuanya menahan tawa.
"Masih kurang ngatain setannya yank? Sekarang malah bilang kurang sesajen, bener-bener deh" kesal Arga yang beranjak dari meja makan. Arga begitu kesal terhadap Letta yang tak memahami dirinya.
"Sensi banget sih si kak Arga," celetuk Jesika.
"Susulin gih suami kamu Ta, bujukin biar nggak ngambek lagi" ucap Elena pada Letta.
"Yaudah kalau gitu aku keatas dulu ya, mah nitip Shaka ya" menyerahkan Shaka pada Elena.
"Oh iya, tolong jangan ada yang naik keatas ya" seru Letta sebelum meninggalkan meja makan.
ā
Didalam kamarnya, Arga begitu tak berselera melakukan apapun. Ia hanya tidur sambil memainkan ponselnya.
Bahkan saat Letta masukpun ia sama sekali tak meliriknya. Ia begitu asik bermain ponsel, mengabaikan sekitarnya.
"Asik banget mainnya," seru Letta naik keatas ranjang, namun Arga hanya diam tak meladeninya.
Merasa diacuhkan suaminya, Letta dengan usilnya mengambil ponsel Arga dan menyembunyikan dibalik tubuhnya.
"Kembalika " seru Arga acuh.
"Nggak ".
"Balikin yank, males aku tuh".
"Aku nggak males tuh,"
"Balikin" seru Arga.
__ADS_1
"Tidak mau" ledeknya.
Dan terjadilah aksi rebutan oleh keduanya. Arga terus berusaha mengambil ponselnya sedang Letta berusaha menjauhkan ponsel tersebut.
"Mau ponsel apa mau aku?" tanya Letta menghentikan gerakan suaminya.
Arga terdiam sejenak saat mendengar ucapan istrinya yang menggoda ditelinganya. Namum sedetik kemudian ia kembali berusaha merebut ponselnya.
"Aku udah bilang untuk gak ada yang gangguin kita" ucap Letta buru-buru.
"Beneran?"
"Kapan aku bohong sama kamu yank".
"Tadi malam".
"Astaga, itu kan nggak sengaja" menepuk keningnya.
"Beneran nggak ini ?"
"Iya bener, mau nggak ?"
Arga tak menyahutinya, ia sibuk ******* bibir ranum wanita pujaannya. Wanita yang telah meluluh lantahkan seluruh dunianya.
Dengan perlahan tangan Arga mulai menurunkan baju Letta satu persatu hingga hilang semuanya. Tak sampai disitu tangan yang kekar mulai bermain mencari kesenangannya sendiri.
"Uhm, yank .." seru Letta saat Arga melepaskan ciumannya.
"Sabar syank," seru Arga.
"Jangan lama-lama kenapa" protesnya.
"Nggak akan, sebentar aja" yakin Arga.
Keduanya begitu asik dengan permainan masing-masing. Bahkan udara sejuk dipagi hari menjadi begitu panas akibat permaian serta ******* keduanya.
Arga yang sudah menunggu semalaman begitu giat menyalurkan nafsunya hingga membuat istrinya kewalahan.
Bahkan keduanya melakukan kegiatan pagi itu secara berulang-ulang hingga keduanya jatuh tanpa tenaga.
Letta sungguh lelah melayani suaminya yang telalu berstamina, ia begitu tak sanggup lagi saat merasa tubuhnya remuk redam.
Arga yang begitu bahagia mendapatkan keinginannya tanpa segan terus menciumi sekujur wajah Letta dengan penuh rasa sayang. Merasa diperlakukan istimewa membuat hati Letta begitu damai dan berbunga-bunga.
"Makasih ya" seru Arga menampakkan senyum termanisnya.
"Untuk apa makasih ?"
"Untuk kamu yang sudah membuat hari-hariku selalu berwarna" puji Arga begitu mesra. Dan pagi hari ini diakhiri dengan pelukan mesra dari keduanya yang terlelap dalam tidurnya.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
Jangan lupa share..
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...