
Suasana dirumah makin ramai dengan candaan dibuat antara Sika, Bella, Verrel,Lio juga Kenny. Mereka berlima dengan suka cita saling bercanda menggoda satu sama lainnya.
"Iya, kasian banget tau sahabat gue ini guys. Ganteng sih tapi pacaran mulu sama ban motor .. " seru Bella menampakan mimik wajah sedih menatap pada Lio didepannya.
"Hhahahahhahahah .. " tawa riang mereka.
"Sialan loe ya mak lampir emang! Seenaknya aja pacar loe ngatain gue Rel .." kesalnya.
"Dih siapa yang ngatain, orang itu kenyataannya kan. Tiap minggu bukannya pacaran malah ke bengkel mulu ngecek ban motor loe.." imbuh Bella tak mau kalah.
"Heh lampir, ban motor itu penting ntar kalo udah alus bisa nyium aspal gue .. "
"Beb jangan diam aja dong .. " senggolnya pada Verrel yang terus saja diam melihat perdebatan keduanya.
"Kan kamu udah ngomong semuanya beb, aku mau ngomong apa lagi .. " sahutnya lembut sambil membelai rambut Bella mesra.
"Dilarang pacaran disini ...!!" teriak Kenny jug Sika bersamaan.
"Hilih ,, noh liat mereka lebih parah .." tunjuk Bella pada Arga yang sedang menciumi pipi Arletta dengan gemas.
__ADS_1
"Jangan ganggu yang itu pir lampir .. loe mau diturunin jadi satpam ???" seru Lio membuat semua mata menatapnya.
"Nggak ada yang lebih bagusan apa ??"
"Nggak ada cuma itu yang cocok, jadi kantor aman.." santainya sambil menyeruput sirupnya.
"Maksudnya gimana kak ??" tanya Kenny penasaran yang membuat semua mata menatap Lio bersamaan.
"Soalnya pak maling udah capek dengerin oceha mak lampir .. kan nggak akan jadi ngerampok kantor.." santainya melipat kakinya sambil menampakan cengirannya.
"Loe mau mati kena timpuk ini ???" kesal Bella mengangkat sepatu hak tingginya.
"Udah-udah .. mending kita pamit sekarang ya," ucap Verrel melerai keduanya, menghentikan tawa Kenny juga Sika.
"Beb,belain ini pacar kamu dihina loh .."
"Nggak ada , gue sahabat loe aja nggak loe bela.. "
"Terserah kalian aja lah ,,gue mau balik.." segera berdiri meninggalkan mereka berempat.
__ADS_1
Ditempat lain, mata yang telah mengintai itu segera melaporkan hasil kerjanya pada bosnya. Dan dengan segera ia pergi meninggalkan kediaman Reno setelah melaporkan tugasnya.
"Oke .. tugas kelar duit datang .." serunya senang saat mengecek ponselnya, dan segera melajukan mobilnya.
Orang yang menyewa mata-mata tak lain ialah Cally. Sebenarnya saat melihat foto Arga sedang melakukan ijab khobul ia merasa mengenali sosok wanita disebelah Arga walau hanya terlihat dari belakang.
Karena rasa curiganya itu, ia segera mengirim orang untuk memata-matai Reno san keluarganya. Dan saat menerima hasil kerja dari orang suruhannya membuatnya emosi hingga menghancurkan seisi kamarnya.
"Brengsekkk !! kurang ajar loe Arletta !! loe rebut Arga dari guee .. MATII LOE !!!" menusuk-nusukkan pisau pada guling diatas ranjangnya membuat banyak bulu bertebangan.
"Matii .. matii loe Taaa .. !!!!" serunya dengan amarah memuncak.
"Nggak!! nggak bisa, gue harus bikin perhitungan sama dia. Gue harus bikin dia tahu siapa gue sebenarnya .. "
Dengan tergesa-gesa Cally meraih tas juga kunci mobilnya. Namun saat akan keluar, tiba-tiba saja ponselnya berdering menghentikan langkahnya.
Namun dengan malas ia mengecek ponselnya dan melihat panggilan dari Alfon. Cally yang sedang marah tak menggubrisnya dan memasukan kembalu ponsel kedalam tasnya.
__ADS_1