Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
84


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


Arga kini terkapar lemah tak bertenaga disebelah Letta, sedang Arletta terlihat biasa aja tanpa ada gurat kelelahan diwajahnya.


"Capek banget kayaknya yank ??" komentarnya menatap sekilas suaminya sambil membenarkan selimut.


"Yank ?? kamu nggak lelah ??" balik tanya Arga.


"Biasa saja. Kamu kenapa begitu terlihat lelah yank??"


Arga begitu heran menatap istrinya, biasanya Arletta yang akan kelelahan dan memintanya berhenti. Namun sekarang ia terlihat biasa saja tanpa kenal lelah.


"Kalau aku mau lagi gimana yank ??" tanyanya, sedanf Arga yang terkejut hanya memelototkan matanya.


"Terserah kamu lah yank, aku lelah. Aku mau tidur dan jangan mengganggu ya .." peringatannya.


Sedang Arletta yang mendengar merasa sangat geli dengan ucapan suaminya, seolah ia terus-terusan menggodanya.


Suara dengkuran halus Arga membuat Letta yakin suaminya sudah tertidur lelap. Perlahan ia turun dan membersihkan dirinya didalam kamar mandi.


*


Cally hari ini begitu uring-uringan, bahkan Arum tak bisa mengendalikan putri semata wayangnya itu.


"Brengsek!! dimana laki-laki itu.." teriak Cally mengacak-acak kamarnya.


"Astaga darling!! Apa yang kau lakukan !!" teriak Arum terkejut saat masuk kedalam kamar Cally.


Kamar yang biasanya terlihat rapi kini begitu berantakan seperti habis terkena gempa.


"Udah ya mom, sebaiknya mommy diam aja dan jangan berkomentar apapun!!" kesalnya.


"Kau ini kenapa darling, mom hanya bertanya saja .."


"Udah ya mom sebaiknya keluar, aku butuh waktu sendiri!!" usir Cally mendorong perlahan tubuh Arum keluar kamarnya.


"Darling buka .. darling!!" gedor Arum pada pintu kamar Cally.


"Dasar bocah Edan!!" kesal Arum kemudian pergi meninggalkan kamar putrinya.


Arum yang bosan dan kesal memilih pergi ke mall untuk berbelanja. Dan tanpa sengaja, Arletta juga tengah bersiap-siap pergi ke mall bersama Seruni, Kenny juga Jesika dan tentu bersama End juga Ali bersama mereka.


"Sayang kau mau pergi kemana ??" tanya Arga yang bangun dari tidurnya.


"Aku ingin jalan-jalan dengan kak Runi, Jesika juga Kenny yank.. " serunya sambil memilih pakaiannya.


Arga perlahan turun dari atas ranjang dan mengenakan celana boxernya. Dipeluknya Letta dari sisi belakangnya.


"Aku suka panggilan baru nya sayang.." dikecupnya sekilah bahu istrinya.


"Mau aku bantu pilihkan baju ??" tawar Arga.


Lalu terlihat Arga sibuk memilih beberapa baju untuk digunakan istrinya.


"Sayang, sepertinya semua baju-bajumu sudah tak muat lagi deh.. " serunya.


"Benarkah ?? lalu aku pakai apa dong keluarnya..??"


"Pakai dress ini aja dulu ya, nanti kamu beli lagi baju pas di mall.." menyerahkan sebuah dresa tanpa lengan berwarna putih.

__ADS_1


Saat Arletta sibuk mengenakan pakaiannya, Arga juga sibuk menyiapkan jaket juga sepatu kets untuk istrinya.


"Sini sayang pakai dulu sepatunya.." titah Arga meminta Letta duduk disofa kamarnya.


Arga terlihat memasangkan kaos kaki dikedua kaki Letta dan tak lupa memakaikan sepatu kets berwana biru senada dengan warna jaket.


"Sayang aku bisa sendiri loh.."


"Iya aku tau kamu bisa, tapi aku mau melayani kamu hari ini .. " masih sibuk menalikan sepatu istrinya.


"Sudah, sekarang berdiri dan pakai jaket ini.." memasangkan jaket jins berhias beberapa butir mutiara yang membuatnya terkesan mewah dan mahal.


"Perfect, istriku cantik sekali.." mencubit perlahan pipi chubby Letta.


"Makasih ya sayang .." mengecup kedua pipi suaminya.


"Turun yuk, pasti udah ditungguin.."


"Pakai baju dulu, aku nggak rela ada yang melihat tubuh suamiku ini.. " seru Letta merajuk.


"Tunggu sebentar ya.."


_____________________________________________


Sia hanya diam didalam kamarnya, ia tak makan tak minum tak mandi bahkan tak tidur. Dirinya saat ini sudah seperti mayat hidup, sebab wajahnya terlihat sembab juga pucat.


"Apa yang harus gue lakuin sekarang ..?? haruskan gue pergi menemui mb Letta lagi dan meminta maaf??"


"Tapi dia sudah tak ingin menemuiku ??"


"Apa aku ke cafe saja menemui mb Nomi juga mas Joni??"


Sia terus saja menggumamkan kata-kata itu sedari malam. Ia bimbang juga takut ingin menemui ketiga orang yang dulu baik terhadapnya.


Namun ia ragu jika mereka masih akan menolongnya, setelah apa yang ia perbuat kepada mereka.


"Akkkkhhhh .. !!" teriaknya frustasi.


Dan tak lama terdengar suara tawanya menggema diseluruh kamarnya.


"Hahaha.. lucu sekali!! kemarin aku menghinanya lalu kenapa sekarang aku ingin menemuinya ?? Hahaha.." tawanya namun menangis.


Suara tawa itu perlahan kembali berubah menjadi suara tangisan.


*


Meninggalkan Sia yang tengah depresi, kini rombongan Letta telah tiba di mall milik keluarga suaminya.


Sebelum mereka berangkat, Arga sudah mewanti-wanti ketiganya untuk tak membiarkan istrinya lelah. Bahkan ia sempat memberika kartu akses kepada istrinya beserta black card miliknya.


"Letta kita mau kemana dulu ??" tanya Seruni.


"Kalian pergi aja memilih kebutuhan kalian, biar aku ditemani End juga Ali memilih baju hamil disana.." menunjuk sebuah toko pakaian.


"Tapi kakak janji jangan kemana-mana yha!! ingat oesan suami tadi, bisa digantung kalau kakak kenapa-napa.." oceh Jesika.


"Siap bos.. "


Lalu terlihat mereka mulai berpisah menjadi dua tujuan.


"Nona mau baju yang seperti apa ?? biar saya bantu pilih .." seru kepala toko yang mengetahui siapa Arletta itu.


"Terima kasih, saya hanya butuh baju yang bisa muat denganku saat ini mbak." serunya.


Kemudian beberapa orang datang membawakan baju sesuai request Arletta. Nampak Letta bingung dengan semua pilihan bajunya.


"Ehmm, saya mau yang ini, ini sama ini yaa .." pilihnya pada tiga baju yang ditunjuknya.


"Selera nona memang sangat bagus. Ini adalah baju terbaru kami dengan desain khusus. Ini bisa digunakan saat anda hamil, dan juga nanti setelah melahirkan.." jelas sang kepala toko.

__ADS_1


"Waw benarkah mb, yaudah saya mau ketiganya ya.." lanjut Letta.


Arum yang baru tiba didalam mall melangkahkan kakinya menuju toko pakaian tempat Letta membeli baju.


Matanya menatap tajam saat melihat Arlett tengah memilih baju dengan tawa riangnya. Emosinya tiba-tiba meledak saat mengingat tingkah putrinya hari ini.


"Putriku menderita dirumah, kau malah enak-enakan berbelanja dengan riangnya.." geram Arum berjalan mendekati Letta.


"Akkhh.. " pekiknya saat Arum dengan sengaja menyenggolnya hingga hampir terjatuh.


"Upss sorry, saya kira patung !!"


"End stop, mungkin tante ini penglihatannya mulai kabur seiring kerutan diwajahnya.." ejek Letta.


"Kurang ajar ,!! sudah berani mengejek sekarang !!" Arum yang terkejut refleks menyentuh wajahnya.


"Untuk apa saya harus takut ?? Anda tidak melihat ada dua orang ini ??" menunjuk End juga Ali.


"Jangan sombong!! kamu itu hanya boneka yang dijadian pion Arga untuk menguasi harta daddymu..!!"


"Pion?? boneka ??"


"Jangan keterlaluan Letta!!" geramnya.


"Wanita murahan !!" lanjut Arum menghina Letta.


"Bahkan wanita murahan ini bisa membuat tante menangis meraung-raung bagai anak bayi..!!" ancam Letta dengan lantangnya.


"Apa yang bisa dilakukan wanita lemah sepertimu!!" tawanya.


"Wanita lemah ini bisa menjadikanmu black list untuk mall ini, bahkan bisa mencabut daftar namamu dari vvip pelanggan tetap mall.."


"Buktikan!! jangan hanya omong kosong!!" tantang Arum.


Letta terlihat menghubungi seseorang, pandangan matanya tak lepas menatap Arum bahkan ketika berbicara dengan lawannya ditelpon.


šŸ“ž"Haloo .. "


šŸ“ž"______"


šŸ“ž" Iya saya Arletta.. "


šŸ“ž"____"


šŸ“ž"Saya mau detik ini juga hapus daftar tamu vvip atas nama Arum Braham."


Arum hanya diam, bahkan ia tersenyum terkesan mengejek Letta. Ia mengira bahwa Letta hanya ingin menggertaknya saja.


šŸ“ž"Kemudian jadikan dia daftar pengunjung yang diblack list oleh mall !!"


Setelah mematikan sambungam telponnya, Letta nampak menatap Arum tersenyum.


Tiba-tiba terdengar notif berbunyi dari dalam ponsel Arum.


"Silahkan cek ponsel anda.."


Mata Arum terbelalak saat namanya dihapus dari dafyar vvip, bahkan ia masuk kedalam black list pengunjung mall.


"Kau !!" amuk Arum hendak maju, namun dengan sigap ditahan oleh Ali.


"Anak kurang ajar!! nggak tau diri!! berani sekali melakukan ini padaku!!" amuknya.


"Saya bukan Arletta Ferrour yang dulu bisa anda tindas karena takut!! saya Arletta Wijaya, istri sah pengusaha ternama Arga Wijaya. Menantu sah Reno Wijaya pemilik mall ini .. " sombongnya penuh kemenangan.


Lalu terlihat dua laki-laki datang kemudian membawa Arum keluar dari dalam mall.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


__ADS_2