Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
70


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Sia hari itu terlihat sangat gelisah ketika melakukan pekerjaannya. Ia terus menatap pintu masuk saat membersihkan meja.


"Bagaimana kalo dia beneran datang!!" batinnya gelisah.


Tak berapa lama munculah laki-laki dengan gaya preman masuk kedalam cafe dan berteriak memanggil nama Sia.


"Siaa .. Siaa, keluar sayang!!" teriaknya, membuat beberapa pengunjung menatapnya heran.


"Ngapain loe pada lihatin gue!! gue tau gue emang ganteng kok, jijik tapi sama tatapan kalian ke gue!!" sombongnya merendahkan.


"Siapa anda?" tanya Joni.


"Loe siapa ?? gue kesini nyari cewek gue!! minggir loe!" mendorong bahu Joni dengan punggung tangannya.


"Saya pengawas dicafe ini, jika anda datang kesini hanya untuk membuat keributan sebaiknya anda keluar!" kesal Joni yang mencengkeram lengan laki-laki itu.


"Maaf pak, biar saya yang atasi!" Sia yang mendengar keributan segera menghampirinya. Dengan raut bersalahnya dibawanya pergi laki-laki itu.


Dijalan samping cafe, terlihat Sia tengah adu mulut. Carlos yang baru datang dan hendak masuk kedalam cafe tanpa sengaja melihat pemandangan itu.


"Disini rupanya .." sinisnya tersenyum menatap kearah Sia.


Dengan tampang dinginnya ia berjalan menghampirinya. Tanpa ragu dirangkulnya bahu Sia dengan posesif.


Carlos menghempaskan tangan laki-laki tersebut dari tangan Sia. Dan dengan ancaman segera membawa Sia meninggalkan tempat tersebut.


Dirumahnya, Arletta tengah berbincang dengan client nya sedang Arga dengan seriusnya menatap kearah istrinya yang sedang tersenyum pada clientnya.


"Bapak bisa saja memuji saya .." seru Letta.


"Loh betul bu, ibu jadi terlihat makin cantik dengan perut buncitnya ini .." tawanya.


"Ekhhmm ekhh.mm .." deham Arga melerai keduanya.


"Oh maafkan saya pak Arga, bukan maksud saya menggombali istri anda .." .

__ADS_1


"Tidak masalah pak, istri saya soalnya tidak mempan rayuan jadi saya tidak khawatir.." dengan posesifnya memeluk pinggang Letta.


"Karena urusan perjanjian kerjasama sudah selesai, saya pamit undur diri dulu..".


"Loh, ini sudah mendekati jam makan siang pak, apa tidak sebaiknya makan siang disini dulu saja .." tawar Arga basa basi.


"Terima kasih pak Arga, tapi saya masih ada janji dengan client.. " kilahnya.


Dan segera setelah itu, ia pergi meninggalkan rumah bersama Seruni yang juga harus kembali ke kantornya.


"Orangnya udah nggak ada mas, nih udah bisa lepas nggak .?" tanya Letta menatap tangan Arga yang masih betah dipinggangnya.


"Jangan pernah sekali-kali kamu tersenyum seperti itu lagi didepan laki-laki lain!!" serunya.


"Yakan tadi diajakin ngobrol, masa ia mas ak kasih respon nangis kan nggak mungkin.." balas Letta.


"Mau ngebantah !!" tanya Arga dengan tatapan menusuknya.


"Nggak mas .." seru Letta dengan cepat menyadari suasana hati suaminya.


Arga dengan penuh perhatian melayani Letta saat makan, bahkan tak jarang ia juga menyuapi istrinya itu walaupun Letta berkali-kali menolaknya.


"Ayo makan sayang .. " mengarahkan sendok, namun Letta hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu mau makan apa??" tanyanya lembut sambil mengusap punggung tangan Letta.


"Yaudah kita cari mie ayam," putusnya, sebab ia tak tega melihat wajah murung istrinya yang sedang mengidam.


"Tapi aku mau makan mie ayam disini mas .." menunjukkan ponselnya yang membuka daftar kuliner Singapura.


"Yaudah, kamu siap-siap dulu dikamar ya. Mas siapin semuanya dulu .. " ujarnya sambil membelai rambut Letta.


Dengan penuh gembira yang terpancar diwajahnya, Letta antusias kembali kekamarnya. Arga yang mengetahui keinginan istrinya segera menghubungi anak buahnya yang berada di bandara.


"End, Ali .." panggilnya.


"Kami tuan.. " seru Ali.


"Kalian berdua siap-siap. Ikut saya ke Singapura.." .


"Baik tuan .." serunya dan segera undur diri.


Saat semua sudah siap, Arga membawa Letta ke bandara untuk melakukan perjalanan ke Singapura. Hampir 2 jam perjalanan kini mereka tiba dipusat kuliner Singapura yang terkenal.


"Wow .. mas, aku mau makan itu.." tunjuk Letta sebuah resto yang bergambarkan mie ayam.


Tak cukup hanya disitu, Letta yang sudah puas menyantap mie ayam kini tiba-tiba merengek pada Arga.

__ADS_1


"Kenapa lagi sayank ??" dengan penuh sayang Arga menangkup kedua sisi pipi Arletta.


"Pengen makan gudeg mas .." mengerucutkan bibirnya.


Dan dengan gemas Arga mengecup sekilas bibir manis istrinya itu.


"Kita ke Jogja kalo gitu ya sayank .." senyumnya menatap wajah Letta yang tersenyum. Sedang kedua anak buahnya hanya memelototkan matanya saat mendengar ucapan tuannya.


Dalam perjalanan mereka ke Jogja, Letta dengan pulasny tertidur didada Arga begitu pula kedua bodyguardnya yang terlihat ketiduran dikursi belakang.


Setelah menempuh perjalanan 2jam lebih akhirnya mereka sampai di Jogja. Waktu sudah menunjukkan hampir malam, dan Arga yang tak ingin istrinya kelelahan segera membawanya kehotel.


"Kok ke hotel mas ..??" tanya Letta saat mobil yang menjemput mereka tiba dihalaman hotel.


"Sayank ini udah mau malam oke, dan kamu belum mandi loh. Kita semua perlu mandi dulu," jelas Arga.


"Yaudah deh kalo gitu.." pasrahnya.


Saat mengetahui pemilik dari hotelnya datang sang manager langsung turun menyambutnya. Dan dengan polosnya Arletta hanya mengira sang manager hanya seorang porter yang membantu mereka.


"Silahkan masuk tuan, nyonya .." membukakan kamar dan mempersilahkan keduanya masuk.


"Kalian bisa pergi ke kamar masing-masing, makan malam nanti kalian tunggu saya di loby.." pesan Arga sebelum menghilang dibalik pintu.


__________________________________________


Di Jakarta, Cally yang tengah meneguk wine disebuah bar bersama Carlos tampak senang karena ternyata Carlos sudah berhasil mendekati anak buah dari Arletta.


Kepribadian Arletta yang selalu baik terhadap orang lain dan selalu menganggap orang lain keluarga membuat celah kelemahan bagi Cally.


"Loe harus bisa menekan Letta dengan anak ini!! gue tau adik sepupu gue itu gak akan tega walaupun mereka atau dia hanya karyawannya saja.." yakin Cally yang mulai rancu terpengaruh alkohol.


Carlo yang terbiasa dengan minuman keras hanya menatap Cally yang mulai terbuai dengan alkoholnya. Dan dalam hitungan jam Cally sudah jatuh pingsan karena mabuk.


"Ini akan jadi pelajaran buat loe karena udah berani rendahin gue, Carlos Ahwa!!" geramnya setelah berhasil membawa Cally masuk kedalam mobil.


Dan dengan kecepatan penuh Carlos membawa mobil itu ke sebuah motel terdekat dengan bar. Cally yang mulai sadar dan merancu menganggap Carlos adalah Arga dan dengan santainya ia menyerang Carlos dengan ciuman panasnya.


"Loe yang mulai !!" seru Carlos keluar dari dalam mobil dan menarik paksa Cally mengikutinya.


Masuk kedalam sebuah kamar yang tak luas membuat gairah Carlos kembali memuncak, apalagi saat menatap Cally yang tidur telentang diatas kasur.


Carlos yang sudah tak sabar dengan kasar melepaskan pakaiannya juga pakaian milik Cally.


"Akhhhhhhhh.." pekik Cally kesakitan, sedang kukunya menggores bahu Carlos membuat Carlos mengernyit merasakan perih.


"Ternyata gue jadi yang pertama buat loe!!" serunya dengan senyum penuh kemenangan diwajahnya.

__ADS_1


__ADS_2