
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Bella mengetuk pintu ruangan Arga, namun tak ada sahutan sama sekali dari dalam. Bella bingung, lalu ia kembali menghampiri meja Manda untuk menanyakan keberadaan bos nya.
"Mbak Manda .."
"Kenapa Bel ??"
"Itu mbak, si bos ada gak sih didalam ??"
"Ada kok, sejak tadi pagi belum keluar ruangan .."
"Tapi aku ketuk pintu dari tadi nggak ada sahutannya.."
Keduanya keheranaan, lalu Manda beranjak berdiri dan memutuskan untuk mendatangi kantor atasannya.
Tokk, tokk .. tokk.,
Berkali-kali Manda mengetuk, namun tak satupun ada sahutan dari dalam. Rasa khawatir mulai melanda Bella juga Manda, difikiran mereka saat ini adalah sesuatu buruk sedang terjadi pada Arga.
Namun saat keduanya membuka pintu dan masuk, mata mereka menatap tak percaya apa yang dilihatnya.
"Mbak Manda .." panggil Bella dengan pandangan menatap lurus kedepan.
"Ehmm " balas Manda yang juga menatap lurus kedepan.
"Ini kita salah liat apa gimana ya mbak ??"
"Enggak Bel, karena aku juga liat itu.. "
Hal yang membuat mereka terkejut adalah, seorang Arga sedang tertidur dengan pulasnya dikaret sofa nya dengan posisi meringkuk.
Arga adalah orang yang tidak suka jika ada pegawainya yang tidur dijam kerja, namun kini ia malah melakukannya.
"Ngomong-ngomong kamu tadi mau apa Bel ??" Tanya Mona.
"Saya butuh tanda tangan bos buat meeting keluar sama client baru.."
Keduanya masih diam ditempat saling melemparkan obrolan. Tak ada satupun dari mereka yang berani maju untuk membangunkan Arga.
"Kita keluar dulu Bel.. "
Dengan tergesa-gesa keduanya keluar dari ruang Arga dan menutup perlahan pintunya.
"Mbak terus tanda tangannya gimana ?? Aku harus meeting sama client .."
"Bentar ya, aku telpon si bos dulu biar bangun.."
Lalu Manda menekan sambungan telp nya, 2 kali panggila tak terjawab. Arga yang sedang terlelap dalam tidurnya terganggu dengan bunyi telpon diruangannya.
__ADS_1
"Siapa sih yang telpon mulu !!" Gerutunya kesal.
Arga bangkit dari tidurnya dan perlahan berjalan menuju meja kerjanya. Diangkatnya panggilan telp tersebut.
"Bel, udah. Masuk gih .." seru Manda dengan wajah kikukknya.
"Mbak gpp ??" Tanya Bella yang menatap herap pada Bella.
"Udah sana masuk keburu bos tidur lagi loh .."
Sebenarnya saat ia menelpon Arga tadi, ia sempat mendengar omelan Arga sebab ia terus menelponinya.
Namun apa boleh buat, seseorang memerlukan tanda tangan bosnya. Jadi mau tidak mau ia memaksa bos nya bangun dan bekerja.
*
David masih setia menunggu Seruni yang masih saja dalam tidur lelapnya. Tak ada tanda-tanda jika Seruni akan bangun dari tidur panjangnya.
Namun hal itu tak membuat David putus asa, setiap harinya ia tak henti mengajak Seruni berbicara walaupun tanpa balasan.
"Kapan loe mau bangun ?? Gue sampe brewok nih nunggui loe nih.. " candanya.
Dengan perlahan David membasuh wajah Seruni dengan tissue basah yang sudah disediakan oleh suster tiap paginya.
"Bangun woii, loe gak pengen liat ponakan loe ??"
"Loe harus liat gimana lucunya dia, gantengnya dia .. mana putih kayak Letta tau .."oceh David tak hentinya.
Namun saat membasuh tangan Seruni, tiba-tiba saja David merasakan tangannya tersentuh oleh Jari-jari Seruni.
"Loe bangun ??!!" Serunya terkejut.
"Dok, tangannya tadi bergerak .. " seru David.
Dokter segera memeriksa kondisi Seruni, dan saat dokter memanggil namanya perlahan mata Seruni mulai terbuka.
"Selamat datang kembali .." seru dokter sambil tersenyum saat melihat mata Seruni sudah terbuka.
David benar-benar bahagia saat melihat kedua mata Seruni terbuka pada akhirnya. Didekatinya Seruni, lalu digenggamnya tangan itu hingga membuat pandangan Seruni menatapnya.
"Welcome barbar .." seru David dengan senyumannya.
Seruni hanya diam dan hanya terlihat tersenyum samar, sebab masih terhalang oksigen yang digunakannya.
"Dok, bagaimana ??" Tanya David saat dokter telah selesai memeriksa Seruni.
"Semuanya baik-baik saja, kita juga bisa melepas tabung oksigennya.."
Setelah melepas semua alat bantu pada tubuh Seruni, kemudian dokter pamit keluar diikuti kedua susternya.
"Ngapain liatin gue ??" Tanya David pada Seruni.
"Kenapa loe ada disini ??" Tanya lemah Seruni.
"Jualan bakso .." kesal David menyahutinya.
Seruni hanya tersenyum sekilas mendengar jawaban David, lalu tiba-tiba ia teringat oleh kedua orang tuanya.
"Mama, papa .." ucap Seruni.
David terkejut mendengarnya, ia buru-buru mendekati Seruni saat ia akan bangkit dan melepas selang infus nya.
__ADS_1
"Loe mau ngapain ???" Tanya David sambil memegangi tangan Seruni.
"Gue harus ketemu orang tua gue !! Gue harus lihat keadaannya ..!!"
"Iya tapi nanti gak sekaranglah , loe aja baru sadar kok.."
"Gue mau sekarang!!"
"Gak bisa, om sama tante lagi di ICU gak bisa ditengok selain petugas .."
Seruni terdiam saat mendengar ucapan David barusan, sedangkan David menyesal telah berbohong kepada Seruni mengenai kedua orang tuanya.
______________________________________________
Ditempat lain, Loise sedang menikmati rumah besar yang dulu ditempati oleh Alfon. Berada dikamar besar milik Alfon, Loise memandangi foto Alfon dengan Arum yang terpajang diatas ranjangnya.
"Loe beruntung sekali bisa memiliki istri secantik Arum, tapi loe terlalu bodoh hingga berakhir tragis.." ejeknya menatap foto Alfon yang sedang tersenyum.
"Apa ?? Kamu menitipkan istrimu juga padaku ???" Seru Loise seolah-olah sedang mengobrol dengan Alfon.
"Hahaa.. dengan senang hati aku akan menjaganya. Bahkan aku akan mencintainya lebih dari dirimu !!" Serunya menyeringai.
Loise seakan tergila-gila memiliki apa yang dulu dimiliki oleh Alfon. Tak cukup dengan saham yang direbutnya, kini bahkan Loise menginginkan Arum yang dulunya adalah istri sah Alfon.
Dipanggil lah beberapa anak buahnya dan dimintanya untuk membuang semua barang-barang yang berhubungam dengan Alfon juga Cally.
Namun ia meminta anak buahnya untuk meninggalkan semua barang milik Arum ditempatnya.
"Aku akan menjadikan ini istana baru untuk kita tinggali nanti Arum sayang .." bahagianya, ia membanting tubuhnya diatas ranjang.
Dan tanpa ia sadari matanya mulai terpejam menikmati ranjang empuk milik Alfon dulunya. Bahkan ia juga memeluk guling milik Arum yang selalu digunakannya untuk tidur.
Namun tiba-tiba ia terperanjat dari tidurnya, dicarinya berkas yang tadi sempat dibawanya saat datang kerumah Alfon.
"Dimana berkasnya .." beranjak dari ranjang berjalan keluar dari kamar Alfon.
"Apa yang sedang tuan cari ??" Tanya salah seorang anak buahnya.
"Kau lihat berkas hijau tadi yang sempat ku bawa ??" Tanya Loise.
"Tidak tuan .."
"Pergi kerjakan yang lainnya.. " titahnya.
Kemudian Loise kembali mencari berkasnya yang dilupakannya tadi. Loise uring-uringan saat tak kunjung menemukan berkas dalam map hijaunya.
"Brengsek !! Dimana berkasnya !!" Amuk Loise.
Loise terus mencari disetiap sudut rumah, namun masih saja tak menemukannya. Bahkan ia juga telah meminta para anak buahnya untuk ikut mencari , namun masih saja tidak ketemu.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...
__ADS_1