
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Kenyang setelah menyantap coto makassar keinginannya, tiba-tiba saja perut Letta terasa sakit saat ditengah jalan.
Arga yang panik seketika membawa Letta kerumah sakit tempat biasa mereka kontrol kandungan. Dan sesampainya disana Letta segera ditangani oleh dokter kandungannya.
"Tuan tenang saja, nona pasti baik-baik saja.." ucap Ali mencoba menenangkan Arga yang terlihat sangat gelisah.
Dan tak lama keluarlah dokter menemui Arga diluar ruang IGD. Arga yang panik segera menodong sang dokter dengan berbagai pertanyaan.
"Tenang ya pak, nyonya saat ini baik-baik saja. Nyonya hanya kelelahan saja, jadi saran saya untuk beberapa hari kedepan nyonya jangan melakukan kegiatan apapun dulu.." jelas dokter.
"Baik dok, tapi apa boleh saya melihat istri saya ??" tanya Arga.
Namun sebelum dokter menjawab, Letta sudah keluar terlebih dahulu menggunakan kursi roda yang didorong oleh suster.
End yang melihat segera mengambil alih kursi roda dari susternya. Arga berjongkok dihadapan Letta, digenggamnya kedua tangan istrinya itu.
"Kamu baik-baik aja sayang??" tanya Arga penuh raut kekhawatiran.
"Aku baik-baik aja sayang, maaf ya membuat panik.." sesal Letta.
Kemudian mereka membawa Letta keluar dari rumah sakit. Namun saat melewati ruang UGD tanpa sengaja Letta melihat Sia yang sedang didorong pada brangkar rumah sakit.
"End stop !!" serunya.
"Ada apa sayang ??" tanya Arga.
"Yank, itu Sia .." tunjuknya pada pasien yang baru saja dibawa masuk ke UGD.
"Sia mantan karyawan kamu ??" tanya Arga.
"He.em yank .." jawabnya.
"Yaudah biarin aja, kita pulang .." ajak Arga namun Letta menolaknya.
"Kenapa lagi yank ?? kamu harus istirahat yank, dan bukannya kamu bilang udah gak mau ada urusan sama dia lagi ya .." seru Arga mulai terlihat kesal.
"Aku hanya ingin tau kondisinya .." memelaskan wajahnya.
Arga luluh, bahkan Arga tak sanggup menatap wajah memelas istrinya itu.
Bersama Arga, Arletta mulai mendekati sepasang suami istri yang tadi membawa Sia.
"Permisi .. " sapa Letta.
"Iya .."
"Kalo boleh saya tau, apa yang terjadi dengan Sia buk??" tanya Letta to the point.
"Entahlah nak, ibu hanya menemukan dia udah pingsan dirumahnya.." sahutnya.
Dan tiba-tiba saja pintu ruang UDG terbuka, keluarlah dokter yang menangani Sia.
"Dok bagaimana ..??"tanya Arga.
__ADS_1
"Apa bapak suami pasien ??" tanya dokter.
Arga juga Letta terkejut mendengar pertanyaan dokter, dan dengan posesifnya Letta memeluk tangan Arga disebalah tubuhnya.
"Dokter jangan sembarangan ya, dia ini suami saya ya dok !!" kesal Letta.
"Oh maafkan saya, saya hanya bertanya nyonya.."
Arga tersenyum, ia merasa bahagia saat Letta menunjukkan sifat pecemburunya juga posesifnya.
"Tenanglah sayang," ucap Arga menepuk-nepuk tangan Letta dilengangannya.
"Sekali lagi maafkan saya nyonya," sesal dokter tersebut.
"Lalu bagaimana kondisinya saat ini??" tanya Arga.
"Pasien mengalami depresi pak, buk. Saran saya untuk lebih baiknya dibawa ke pskiater untuk penanganannya.." seru dokter tersebut.
Letta juga Arga saling memandang, lalu Letta berganti memandang sepasang suami istri disebelahnya.
"Permisi ibu, bapak .." panggil Letta.
"Saya nak .." sahut si ibu.
Letta mengutarakan niatnya untuk meminta pertolongan keduanya merawat Sia, sebab Letta tahu jika Sia hidup sebatang kara.
"Bagaimana pak, buk ?? berganti dengan Arga yang bertanya.
"Kami setuju pak, lagipula nak Sia sudah seperti anak kami.. " timpal sang suami.
Letta menarik nafas leganya, karena kini ada mereka yang mau merawat Sia.
"Tapi saya mohon untuk bapak sama ibuk jangan pernah kasih tau Sia atau siapapun soal ini ya.." ucap Letta.
"Baiklah nak .." sahut keduanya.
"Dan jangan beritahukan dia kalau istri saya datang dan membiayai semua pengobatannya.." imbuh Arga sebelum benar-benar melangkah pergi.
Carlos begitu setia menemani Mia melakukan terapi, namun ia juga terluka saat melihat mamanya kala menjerit menangis meraung-raung.
Saat menatap tangis mamanya, Carlos akan mengingat daddynya dengan segala kebenciannya.
"Daddy harua bayar mahal ini mah .." sedihnya.
Namun tiba-tiba dokter keluar dan mengajak Carlos untuk berbicara empat mata.
dibangku taman rumah sakit, terlihat Dokter juga sedang berbincang dengan Carlos.
"Bagaimana mama saya dok," tanyanya.
"Seperti yang anda lihat, pasien sulit sekali untuk diajak berkomunikasi.."
"Lalu harus bagaimana lagi agar mama saya bisa sembuh dok??" putus asa Carlos.
"Bantu kami mengajak mama anda untuk mau berkomunikasi, bantu dia mengingat masa-masa kalian dulu baik yang sedih maupun senang.." jelas dokter.
Carlos mulai bertekat untuk melakukan apapun agar mamanya bisa sembuh.
Dilain sisi, Cally yang dipermalukan oleh Arga pulang dalam keadaan masih sangat marah. Bahkan pelayanpun yak berani menegur sapa nya.
"Darling darimana saja kamu !!" tanya Arum saat anaknya akan menaiki tangga.
"Mom, aku lelah. Tolong jangan menggangguku dulu.." ucapnya membelakangi mommynya.
"Ada apa darling, bicaralah pada mommy.." paksa Arum pada putrinya.
Arum yang penasaran menarik tangan Cally hingga membuat Cally terpeleset anak tangga.
__ADS_1
"Akkhhh .." serunya saat jatuh.
"Darling!! sorry darling, mommy nggak sengaja.." sesal Arum.
"Minggirlah mom !!" menepis tangan Arum yang hendak menyentuhnya.
"Darling.."
"Bukankah tadi sudah aku katakan jangan menggangguku !! Tapi mommy malah membuatku tambah marah!! kesalnya.
"Momy hanya bertanya saja-
"Kalau mom bertanya dan aku diam, itu karna aku masih lelah mom dan jangan paksa aku !!" amuknya.
"Maafkan mommy darling.." ucap Arum penuh sesal.
Cally hanya diam, ia mencoba berpegang pada pinggiran tangga dan berusaha berdiri. Namun kakinya terasa sakit, dan itu mungkin terkilir.
"Bibii .. !! teriak Cally.
"Ada apa, biar mommy yang mrmbantumu saja .." tawar Arum, namun Cally hanya diam memanggil pembantunya.
"Bibiii !!!" teriaknya lagi.
"Saya non.." seru pelayannya.
"Bantu saya kekamar bik, dan nanti tolong panggilkan tukang urut.. "
Cally yang melihat Arum maju untuk membantunya segera membuka suara.
"Stop mom, biar bini aja yang bantu aku. Sebaiknya mommy pergi ke kamar.." serunya.
Dibantu oleh pelayannya, Cally perlahan menaiki tangga sambil menahan sakit di pergelangan kakinya.
*
Letta sampai dirumah, namun ia tak lantas masuk kedalam rumah. Ia memilih duduk diayunan sambil menikmati angin yang berhembus melewati pepohonan.
"Sayang kedalam saja ya??" bujuk Arga.
"Sebentar saja, aku cuma mau menikmati kesejukan ini yank.. " ucap Letta sambil memejamkan matanya.
"Tapi aku harus kembali ke kantor, aku nggak tenang kalo ninggalin kamu disini sendirian.." oceh Arga.
"Ada End juga Ali disini yank, dan aku juga nggak akan kenapa-napa .."
Arga pada akhirnya mengalah, ia membiarkan Letta duduk berayun diluar rumah dengan pengawasan kedua bodyguardnya sebab ia harus kembali ke kantor.
Letta masih betah menikmati santainya, hingga tanpa ia sadari matanya mulai terpejam dan akhirnya tertidur.
Ali juga End yang melihat nonanya mulai terlelap dengan perlahan menggendongnya masuk kedalam rumah.
Siang itu Letta tidur dengan lelapnya, bahkan ia tertidur sangat manis seperti bayi tanpa dosa. End juga Ali dengan perlahan keluar dan menutup pintu kamar Letta.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
----------------------------------------------------------
Buat yang kemarin pada nanyain visualnya, mohon bersabar ya karna kita masih mengadakan audisinyaš¤š¤.
Kalian bisa kasih kritik juga saran untuk model visualnya, karna sekecil apapun kritikan juga saran dari kalian sangat membantu novel ini..
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...