Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
68


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian didalam mobil. Arga yang masih sangat kesal hanya diam mengemudikan mobilnya, sedang Letta lebih memilih menatap keluar jendela mobil.


"Ini rumah siapa mas ??" tanya Letta saat mobil Arga memasuki sebuah halamanan yang rindang.


"Mas . ." panggilnya lagi, namun Arga hanya diam dan keluar dari dalam mobilnya.


Dengan gentle Arga yang marah tetap membukakan pintu mobil dan menuntun Letta memasuki rumah.


Suasana sejuk tenang dan damai membuat Letta langsung jatuh hati dengan rumahnya. Baru 2 langkah ia memasuki rumah, sudah terlihat ada 5 pelayan yang sudah berbaris.


"Selamat pagi tuan, nyonya.. " sapa mereka serempak.


"Ini bi Luni, bi Muli, bi Suti, pak Tekno sama pak Usup.." kenal Arga satu perasatu.


"Mereka ??" tanyanya menatapa suaminya.


"Mereka yang akan bekerja dirumah kita," namun sebelum selesai dengan ucapannga datanglah 2 orang laki-laki juga perempuan menghampiri mereka.


"Selamat pagi tuan, nona ..!" sapa keduanya.


"Ini dia .." senyumnya.


"Sayang kemarilah .. " mengulurkan tangannya menyambut Arletta.


"Sayang, mereka End juga Ali yang akan menjaga kamu .." dengan posesifnya memeluk pinggang Arletta.


"Mas ak .." tatapan mata Arga yang begitu tajam menatapnya serta aura dingin suaminya mengurungkan niat Letta untuk melanjutkan ucapannya dan hanya patuh menerima pemberian suaminya.


"Saya Endnita tapi nona bisa memanggil saya End.." kenal seorang perempuan dengan rambut kudanya.


"Saya Ali nona, saya supir sekaligus bodyguard anda .." dengan sopan memperkenalkan dirinya.


Arletta hanya diam dan membalas keduanya dengan seulas senyum tulusnya. Ia takut jika nanti berucap akan memancing kemaraham suaminya lagi.

__ADS_1


_________________________________________🌱


Seruni saat ini sedang dalam perjalanan untuk menuju kediaman Reno, sebab ada beberapa berkas yang harus segera ditanda tangani oleh Arletta.


"Pagi tantee .." sapa Seruni pada Elena yang tengah duduk manis diruang tv.


"Hai sayang .. " mencium pipi kiri kanan Seruni.


"Tante, dimana Letta? ada beberapa berkas yang harus dia periksa.." ocehnya sambil meneliti berkasnya.


"Mereka tidak disini lagi .." serunya.


Seruni yang sedang memeriksa berkas terkejut dengan ucapan Elena dan menghentikan kegiatannyan. Dengan tatapan tanyanya ia menatap Elena meminta penjelasan.


"Arga itu sekarang posesif banget sama istrinya, dan dia nggak suka ada orang yang ikut campur urusan keluarganya .." santai Seruni bercerita, sedang Seruni hanya diam menelaah ucapan Elena.


"Terus mereka kemana ??" tanyanya.


"Pindah. Tapi tante belum tau kemana karna Arga sepertinya masih kesel soal tadi pagi ..".


Seruni terlihat mencari ponselnya, dan ia terlihat mencoba menghubungi Arga untuk menanyakan keberadaannya. Tapi Arga yang sedang sibuk tak menyadari ponselnya berbunyi.


"Gimana ??" tanya Elena.


"Gak diangkat tante .." menunjukkan layar ponselnya.


Dan tanpa menunggu lama Seruni segera menghubungi nomor pribadi milik Manda. Dia meminta tolong untuk menyampaikan pesannya untuk Arga.


Dan setalah menunggu selama 10 menit sambil berbincang, sebuah pesan masuk dari Arga di ponsel Seruni.


"Tante aku mau kerumah baru Letta, tante mau ikut nggak ??" tanyanya.


"Boleh juga. Tunggu tante ambil tas dulu.." Elena yang sedang bersemangat berlari menuju kamarnya.


"Energik sekali si tabte .." cekikikan Seruni melihat tingkah Elena.


30 menit mereka menyusuri jalan akhirnya sampai didepan rumah dengan pagar hitam menjulang tinggi. Seruni membunyikan klakson mobilnya 3x, dan pintu gerbang mulai terbuka.


"Wah .. kapan Arga menyiapkan rumah ini ..??" kagum Elena saat memasuki halaman rumahnya.


"Lah tante gak tau sebelumnya ??" tanya Seruni sembari memarkirkan mobilnya.


"Mana tante tau, tuh anak sifatnya penuh rahasia!" ucap Elena keluar dari dalam mobil.


"Selamat siang nyonya .." sapa pak Usup pada keduanya.

__ADS_1


"Siang pak, saya Seruni kakaknya Arletta dan ini tante Elena mama nya pak Arga.." kenal Seruni.


"Saya pak Usup satpam disini nyonya. Mari saya antar masuk .." .


Sesampainya didalam rumah ada End yang datang menyambutnya.


"Selamat siang nyonya .." sapanya.


"Siapa kamu??" tanya Elena menatap atas hingga bawah penampilan End yang dingin.


"Saya End nyonya, saya pengawal nona muda.." sopan End.


"Wooow, Arga keren juga," cekikikan Seruni.


"Silahkan tunggu sebentar nyonya, nona muda masih dikamar.." menuntun keduanya keruang santai.


End masih setia menemani mereka berdua, hanya berdiri tanpa pergerakan membuat Elena juga Seruni merasa sedikit tak nyaman.


"End duduklan disini .." seru Seruni menepuk sofa disebelahnya.


"Saya disini saja nyonya," tolak ramahnya.


Tak berapa lama turunlah Arletta dari tangga ditemani oleh Ali dibelakangnya. End yang melihat kedatangan nona mudanya kemudian berlari menghampirinya dan mengulurkan tangannya.


" Terima kasih End," ucap Letta menyambut tangan End.


Dengan perlahan Letta berjalan menghampiri keduanya yang juga kini tengah menatap kehadirannya.


"Mama .. kakak, " seru gembira Letta menatap keduanya.


Letta yang terlalu gembira hingga lupa akan berlari, namun dengan segera End menahan lengannya.


"Nona .." seru End mengingatkan.


"Ah iya, terima kasih End .."ingatnya.


Dengan perlahan Letta mulai berjalan sambil memegangi perutnya yang sudah membuncit. Dengan sayang Elena mendekap Letta dalam peluknya.


"Ada apa mama sama kaka kok barengan kesini ??" tanya Letta setelah mendudukan dirinya.


"Ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani dek makanya kakak kerumah tadi, eh tapi kamu udah pindah .." seru Seruni.


"Iya pindah karena suaminya ngambek .." ledek Elena.


"Hhehe maafin mas Arga ya mah," senyum Letta.

__ADS_1


"Udah biasa itu ," mengibas kibaskan tangannya.


Lalu sedektik kemudian Seruni juga Arletta mulai sibuk dengan berkas mereka, sedang Elan kini berkeliling dan berkenalan dengan semua penghuni rumah anaknya.


__ADS_2