Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
65


__ADS_3

Selepas keluar dari kamar Arga lantas turun kebawah ingin menemui assisten rumah tangganya. Namun tiba-tiba Manda datang menghampirinya.


"Siang pak Arga.." sapanya.


"Ada apa kamu kemari Man?".


"Saya kemari membawakan pesanan bapak untuk nyonya Arletta.." menunjukkan kearah belakangnya 2 orang laki-laki sedang mendorong kotak tempat ice cream.


Arga hanya menatapnya sekilas sebelum memerintahkan pada kedua laki-laki tersebut untuk meletakkan kotak ice cream disudut ruang makan.


"Kalau begitu saya permisi kembali ke kantor pak," pamit Manda.


"Hm.. " sahut Arga lalu melangkah menuju ruang kerjanya.


Dikamarnya, Arletta hanya diam sambil terus menangis memandangi foto ice cream yang diinginkannya. Ia tak tahu jika sebenarnya Arga telah membelikannya es cream beserta tempatnya dirumah.


"Gimana dong, pengen banget makan ini tapi masa uya aku minta mas Arga ..??" gumamnya.


"Gak maulah, nanti yang ada dimarahin lagi aku sama dia .. !!" menggeleng-gelengkan kepalanya.


Lama Letta diam menatap ponselnya hingga tiba-tiba nama Bella terlintas dibenaknya. Dengan buru-buru ia mengirim pesan kepada Bella.

__ADS_1


šŸ“Ø : Bel, jalan yuk .. ??


šŸ“© : Kemana ?? bukannya loe masih gak boleh keluar ya sama suami loe??


šŸ“Ø : Boleh kok, udah ayo mau nggak ?? kalo nggak gue sendiri nih ..?


šŸ“© : Oke-oke kemana maunya ..??


Kemudian Arletta mengirimkan alamat cafe yang diinginkannya, lalu ia bersiap-siap untuk keluar rumah.


Saat dirinya turun dari tangga tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arga yang akan menaiki tangga. Karena rasa kesalnya, akhirnya Arga hanya diam tak memperhatiakan Letta dan melewatinya begitu saja.


________________________________________


"Baik bun, silahkan dituggu sebentar pesanannya," seru Sia karyawan cafe, yang hanya diangguki kepala oleh Cally.


Tak berapa lama datanglah seorang laki-laki bertopi juga yang langsung duduk dihadapan Cally.


"Gimana ??" tanya Cally menopang dagunya.


"Sesuai permintaan loe!!" balasnya dengan sinis.

__ADS_1


"Bagus, lakuin sesuai rencana dan jangan sampai gagal!" ancam Cally pada laki-laki dihadapannya.


"Gue kenal siapa Arletta, gue tau apa yang bisa jadi kelemahannya.." bangganya.


"Arletta yang sekarang bukan Arletta yang dulu loe kenal !! jangan sombong dulu!" kesal Cally melipat tangan didada.


Sedang kini laki-laki dihadapannya hanga tersenyum miring menatap Cally yang menatapnya angkuh. Keduanya hanya diam sambil menyesap kopi pilihan masing-masing.


Tanpa mereka ketahui Seruni juga tengah disana menikmati redvelvet kesukaannga. Jarak duduk mereka hanya terpaut 3 kursi, namun tak satupun dari mereka saling menyadari kehadiran masing-masing.


"Mbak Runi mau nambah lagi es nya ??" tanya Sia dengan ramah menawarkan.


"Oh terima kasih Sia, nanti biar saya kesana sendiri saja ya ."


"Kalau gitu Sia permisi kebelakang dulu ya mbak Runi, kalau ada apa-apa panggil saja.." pamitnya sebelum pergi.


"Ehmm, lama juga gue gak kesini. Usaha pertama adek gue udah berkembang sekarang.." gumamnya sambil mengedarkan pandangannya disekeliling cafe yang nampak ramai pengunjung.


"Besok apa sebaiknya gue bawa pak Ken disini aja ya buat bahas bisnisnya .." serunya sambil menopang dagu dengan sebelah tangannya.


Ponsel Seruni tiba-tiba berdering, dan terlihat nama David dengan jelas dilayar ponsel miliknya. Namun Seruni enggan untuk mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


David tak menyerah, ia terus menghubungi Seruni. Dengan perasaan kesal akhirnya diangkatnya panggilan David itu.


"Lihat kearah depan loe tepat dibawah jam dinding!" seru David setelah Seruni menerima telponnya.


__ADS_2