Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
77


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Letta yang termakan ucapan Sia pada akhirnya tak dapat mengontrol emosinya, hingga ia lepas tangan dan menampar Sia didepan semuanya.


"Kau..!!"


Carlos yang juga terkejut segera mencengkeram pergelangan tangan Arletta hingga wajah cantik itu menampakan kesakitannya walaupun hanya sedikit.


"Akhhhh ..!!" pekik Carlos saat Ali memiting tangan sebelahnya.


End dengan sigap melepaskan nonanya dan menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.


"Hentikan!! .. lepaskan kekasihku!!" teriak Sia.


"Akkhh .. sayang, ini sungguh sakit.."


Ali dengan sengaja menarik tangan Carlos kebelakang dan membuatnya berteriak.


"Akkkhh..!!"


Tok .. tok.. tokk,


Suara ketukan pintu membuat semuanya mengalihkan pandangannya.


"Masuk.." seru Letta, dan tak lama masuklah Joni kedalam ruangan.


"Ini saya bawakan minuman sama kue camilannya mbak.." meletakkan beberapa potongan kue juga minumannya.


"Tetap disini mas Joni, silahkan duduk dengan kedua adik saya.." perintah Letta.


Tatapan mata Sia memperlihatkan betapa sekarang ia marah terhadap Letta, tapi tatapan itu tak menggoyahkan Letta sedikitpun.


"Apa yang kekasihmu ini ceritakan padamu Sia??"


"Tentu saja kisah kelam kalian, kisah dimana dia hidup sebatang kara juga dengan kesusahannya. Kisah tentang dia yang ditinggalkan kekasihnya karena kekurangan materinya!!" serunya dengan keras.


"Apa dia juga bercerita bagaimana bisa saya memutuskan hubungan kami??"


"Gak penting buat saya bu Arletta!!"


"Jaga sikap anda nona, dia atasan anda disini!" seru End yang sudah tak bisa menahan ucapannya.


"Bahagia kan sekarang, bahkan mau ke cafe aja harus dikawal bodyguard segala!! sungguh manja sekali.." cemoohnya dengan mimik wajah menghina.


"Sia jaga sikap loe!! dia bos kita disini, jadi hormatilah!" tegur Joni yang tak suka dengan sikap Sia.


"Mulai sekarang jangan ada yang manggil gue pakai nama Sika ya .. panggil Jesika aja.." celetuk Sia.


"Kenapa gitu . .??" tanya heran Kenny.


"Gak sudi gue namanya hampir sama kek orang bucin tapi begok!! .." cemoohnya.

__ADS_1


"Oh.. bener juga. Sekarang kita semua harus manggil Jesika aja, aku kasih tau semuanya dulu ya.." terlihat sibuk dengan ponselnya sendiri.


"Dasar anak-anak gila!!" seru Sia tak terima.


"Jangan pernah hina adik-adik saya Sia.." ucap Letta namun dengan nada halusnya.


Namun bukannya menyesal, Sia malah menatap tajam Letta dengan amarahnya.


____________________________________________


Arga, David serta Orland kini tengah menikmati secangkir coffee juga minuman dingin mereka.


"Ada masalah apa??" tanya David membuka suaranya.


"Bete gue!"


"Kenapa loe bro,"


"Loe tau, gue dari tadi ngehubungin Arletta tapi nggak pernah bisa.." keluhnya.


"Loe gila ya!! jadi loe manggil kita cuma gara-gara itu??" seru Orland terkejut.


"Ini itu masalah besar, kalau dia sekarang lagi sama client nya yang ganjen itu gimana ??"


"Loe terlalu bucin ya sekarang sama si Letta, sampai-sampai tingkat kepintaran loe menurun drastis.." cemooh David dengan senyumnya.


"Gue manggil kalian berdua kesini buat bantuin gue mikir, bukan buat nyela gue seenak jidat kalian!" kesal Arga saat kedua sahabatnya hanya mencelanya.


"Ya loe begok dipelihara bro, loe kan ada bodyguard si Letta ya loe telpon mereka aja lah.."


"Emang cuma otak David yang berguna disini!!" sindir Arga sambil menekan tombol diponselnya.


"Otak gue terlalu berharga buat orang bucin kek loe gini!!" balas Orland.


Namun keduanya terkejut saat Arga tiba-tiba saja berteriak dan bangun dari duduknya.


"Tahan semuanya disana, saya segera kesana!!" putus Arga lalu mematikan ponselnya.


"Kenapa loe.?" tanya David.


"Gue harus ke cafe milik Letta, dia lagi ada masalah..".


"Yaudah kita berdua ikut loe!!"


Lalu ketiganya terlihat keluar dan masuk kedalam mobil David yang terparkir didepan.


Keempat orang tua yang baru saja pulang dari acaranya memilih untuk beristirahat sebentar. Ilham serta Flora yang sebetulnya ingin pulang segera ditahan Elena.


Dan disinilah mereka sekarang.


Mengistirahatkan badan mereka dimasing-masing kamar sembari menunggu kepulangan anak-anak tercintanya.


Namun tidak dengan Ilham yang baru saja menerima info diponselnya.


Diam-diam ternyata Ilham memantau setiap gerak gerika yang dilakukan oleh Loise semenjak ia keluar dari dalam penjara dan pindah ke kota lain.


"Apa yang kau rencanakan sekarang Loise..??" gumamnya dibalkon kamarnya.


"Untuk apa sekarang dia kembali kesini lagi.. ??dan kenapa dia langsung mendatangi polres ??" batinnya bertanya-tanya.


Namun semakin ia berfikir, semakin ia bingung tak mendapatkan jawabannya.

__ADS_1


*


Di dalam cafe, terlihat suasana semakin panas saat Letta juga Sia saling beradu tatapan mata.


"Sebaiknya anda berdua keluar dari sini.." ucap End dengan sopan.


"Kau hanya pegawai rendahan! berani sekali mengusirku!!" seru Carlos.


"Bahkan pegawai rendahan masih tau bagaimana berbicara dengan sopan santun dihadapan atasannya..!!" ucap Letta tanpa mengalihkan pandangannya.


"Atasan macam apa dulu, kalau atasan dengan sikap arogannya yang dimaksud saya tidak akan pernah sudi bersikap sopan dihadapannya.." sinis Sia, namun Arletta yang mendengar hanya diam sambil tersenyum dihadapannya.


"Apa ada yang lucu ?" kesalnya.


"Enggak, hanya ada yang sedang melucu dihadapan saya sekarang. Dengar ya Sia, selama ini saya sudah menganggap kamu seperti keluarga sama seperti mas Joni juga Nomi .. " menarik nafasnya.


"Tapi saya tidak akan mentolerin sikap kurang ajar kamu ini terhadap saya sebagai seorang atasan disini!!" tegasnya.


"Kenapa ?? mau pecat pacar saya??" seru Carlos ditengah perbincangan keduanya.


Arletta hanya diam mengawasinya saja, Carlos menyeringai saat menemukan senjata yang bisa ia andalkan.


"Cafe ini sudah menjadi milik saya .." mengeluarkan sebuah map berwarna biru dari dalam tasnya.


Semua yang ada didalam ruangan begitu terkejut mendengarnya, bahkan Letta hanya diam tanpa sepatah katapun.


"Terima kasih sayang, muach.." mengecup pelipis Sia dan memeluknya mesra.


"Jelaskan Sia!!" tatapnya marah.


"Jadi begini ya bu ceritanya .."


Flash back :


Jadi beberapa hari yang lalu, Joni pergi kerumah lama Arletta untuk meminta tanda tangannya. Sia yang sudah termakan omongan dan cerita bohong Carlos tanpa sadar menaruh dendam pada Letta atas perbuatannya pada pacarnya. Dan sesuai rencana yang Carlos berikan, Sia yang hafal dengan kebiasaan Letta dengan sengaja menyelipkan lembar kertas persetujuan pemindahan kepemilikan cafe atas nama dirinya.


Flash back off!


Air mata Letta mengalir begitu saja mendengar cerita langsung dari Sia, hatinya hancur saat mengetahui orang yang dipercayanya tega menusuknya dari belakang!!


Tega,


Bahkan mereka juga sama terkejutnya dengan Letta, terlebih Joni yang merasa bersalah karena menganggap dirinya telah ceroboh dalam tugasnya.


Plakk !!


"Bahkan tamparan itu nggak akan bisa menggambarkan luka saya ini!!" Letta yang sangat kecewa dan marah tanpa sadar memukul Sia hingga tersungkur.


"Berani melukainya !!" seru Carlos yang berniat akan menampar Letta.


Namun suara pintu dibuka paksa mengejutkan semua orang disana.


"Jangan pernah berani menyentuh istriku dengan tangan kotormu bung!!" sinis Arga menatap Carlos.


"Mas ..".


Letta yang melihat kehadiran suaminya segera berhambur memeluknya, menumpahkan kekecewaannya dalam derai air matanya.


Arga yang tak terima istrinya dibuat menangis menatap tajam sepasang kekasih dihadapannya yang berdiri tanpa rasa bersalah sekalipun.


......🦩......

__ADS_1


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰


__ADS_2