Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
92


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Namun saat baru melangkah, Arga kembali memundurkan langkahnya mensejajarkan pada posisi Ria.


"Jangan harap Cally bisa membantumu kali ini.." bisik Arga membuat Ria terduduk lemas.


Lalu Arga kembali melanjutkan langkahnya, namun saat akan mendekati lift seorang office boy menegurnya.


"Pagi pak Arga .." sapanya.


"Oh, Manda .. " panggilnya.


"Saya pak," ucap Manda memajukan langkahnya satu langkah.


"Berikan surat pemecatan pada ob ini .." perintahnya tanpa menolehkan tatapannya.


"Pak, maksud bapak apa ?? kenapa saya dipecat ??" gugupnya.


"Anda salah karena telah membantu Ria berbuat kejahatan diarea kantor pak Arga.. " jelas Manda pada ob tersebut.


Ob tersebut tampak begitu lemas saat mendengar pemecatannya pagi itu, ia nampak lesu menerima surat pemecaratan dari Manda.


"Kalau saya boleh tau, apa yang dijanjikan Ria sampai kamu mau membantunya ??" tanya Arga kemudian.


Verrel juga Lio menatap menanti jawaban ob, sedang Ria nampak begitu ketakutan dengan keringat dingin membasahi wajahnya.


"Dia menjanjikan tubuhnya untuk saya pak.." jujurnya dengan lemas.


Arga yang awalnya tak menolehkan kepalanya kini menatap terkejut ob dibelakangnya, ia juga menatap Ria yang juga sama terkejutnya dengan dirinya.


"Murahan !!" komentar Lio begitu saja.


Ria begitu gugup saat semua mata kini menatapnya, bahkan mereka mulai berbisik membicarakannya.


Ria malu, namun ia juga takut pada tatapan Verrel yang terus menatapnya seolah siap menerkamnya hidup-hidup.


"Mau kemana loe !!" teriak Lio saat melihat Ria berlari meninggalkan kantor.


Verrel menghalangi Lio saat ingin berlari mengejarnya dan saat dirinya ingin melangkah maju menemui Arga, Arga melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang.


Verrel paham apa maksud mantan atasannya itu, ia kemudian pergi setelah berterima kasih pada Lio. Manda juga Arga masuk kedalam lift, terlihat Manda menyerahkan selembar kertas pada Arga.


"Serius ?" tanya Arga terkejut sesaat setelah membaca isi kertas tersebut.


"Benar pak, " senyum Manda.


Lali saat pintu lift terbuka, Arga bergegas melangkah masuk kedalam ruangannya.


Manda terlihat menyerahkan beberapa berkas diatas meja Arga, dan tak lupa ia juga menyerahkan hasil rekap dari penarikan sahamnya.


"Manda siapkan juga surat perjanjian dan hubungi pengacara perusahaan kita.." perintahnya namun matanya sibuk meneliti berkasnya.

__ADS_1


"Baik pak, " bergegas keluar.


"Mati loe kali ini Cally .." senangnya.


"Balasan ini gak setimpal dengan banyaknya air mata juga siksaan yang loe berikan buat istri gue !!" gumam Arga mengepalkan tangannya saat kembali mengingat penderitaan istrinya dahulu.


"Kita lihta sejauh mana loe bisa menyelamatkannya.." senyumnya penuh kelicikan.


Arga mulai fokus pada laptopnya, dia begitu serius bahkan tak menghiraukan kedatangan Manda didalam ruangannya.


"Good !!" teriaknya kegirangan sambil bangkit dari kursinya.


Manda yang saat itu berdiri didepannya begitu terkejut dengan respon Arga, hingga membuatnya memundurkan langkahnya kebelakang.


"Manda !! Hubungi pengacara, minta dia membuat surat jual beli diatas hitam putih juga surat perjanjian .." titahnya.


"Surat jual beli untuk apa ya pak Arga ??" tanya Manda yang tak tahu.


"Saya berhasil mendapatkan 40% saham dari perusahaan Alfon .." bangganya, sedang Mands terlihat sangat terkejut.


"Jadi selama ini rencana bapak adalah ini.." tanyanya.


Selama ini selain diam-diam menempatkan Orland juga David disana sebagai pemegang saham, Arga juga menugaskan Manda untuk selalu memata-matai perusahaan itu.


Arga juga pernah menjebak Arum dengan berpura-pura membuat sebuah diskon besar-besaran di butik langganannya, hingga pada akhirnya Arum masuk perangkap dan dengan kalapnya berbelanja.


Namun pada akhirnya tagihan kartu kredit Arum itu datang setelah 2 hari pembelanjaan, Cally saat itu begitu murka hingga mendiamkan Arum.


Dan salah satu hal yang membuat perusahaan pailid adalah karena Cally menggunakan uang perusahaan untuk membayar tagihan kartu kredit mommynya.


"Saya senang mendengarnya pak. Kalau begitu saya akan menghubungi team pengacara kita.." ucap Manda.


"Tunggu, kasih tau mereka apapun caranya saya mau mereka menandatangi perjanjian itu saat ini juga !!" imbuhnya.


______________________________________________


Diperusahaannya, Cally begitu bahagia saat saham yang dijualnya dengan cepat sudah terjual. Bahkan saham itu terjual diatas harga pasaran yang ditawarkan.


"Akhirnya satu masalah selesai juga .." leganya.


Cally begitu bersyukur karena merasa sudah bisa mengatasi masalah perusahaanny, namun ia tak paham jika sudah memakan umpan yang diciptakan oleh Arga.


Cally juga sudah meminta pihak perusahaan untuk membuat surat sah jual beli sahamnya. Ia terus saja tersenyum saat masih mengira semua baik-baik saja saat ini.


"Kalo begini, daddy nggak perlu tahu dulu. Nanti kalau udah beres baru aku kasih tau aja.." ocehnya sendiri dimeja kerjanya.


Siang yang begitu terik membuat Letta merasa gerah walaupun dikamarnya sudah ada ac.


"Non, kenapa ??" tanya bi Muli.


"Panas bi Muli.." keluhnya sambil mengipas kipaskan buku.


"Bi aku mau dong minum es cincau ya .." pintanya.


"Saya tanya tuan dulu ya non, " pamitnya.


Arletta hanya diam menganggukan kepalanya, ia cuma memanyunkan bibirnya karena menginginkan es cincaunya.


Arga yang pada awalnya menolah permintaan istrinya pada akhirnya mengabulkannya dengan sejuta persyaratan.


Bi Muli begitu senang saat melihat tuannya perlahan mulai berubah menjadi lebih manusiawi. Kemudian disampaikam hal itu pada Letta diruang tamu.


"Gimana bi??" tanyanya.

__ADS_1


"Boleh non, tapi katanya jangan banyak-banyak !!"


"Yess .. !!" serunya dengan berani.


Namun Letta yang tak sabar tiba-tiba berdiri ingin melangkahkan kakinya.


"Loh non mau kemana ??" tanya bi Muli.


"Ya beli es cincau bi, mau kemana lagi.." kesalnya.


"Non, kan jauh belinya. Tunggu disini aja ya, biar pak Usup yang beli.. "


Dan setelah melihat kepergian pak Usup, Letta masuk kedalam rumah dengan cemberut.


Hampir 20 menit Letta menunggu, akhirnya es cincaunya datang. Dengan gembira diambilnya es dari tangan pak Usup kemudian diminumnya.


"Pelan-pelan non.." ujar pak Usup.


" Haus pak.." balasnya dengan mulut penuh cincau.


"Kalau gitu saya permisi kebelakang ya non.. " pamitnya.


"Tunggu pak.." menelan cincau dimulutnya.


"Bawa ini kebelakang dan silahkan diminum.." menyerahkan kantong berisi es.


"Makasih non.. " ucap pak Usup.


*


Suasana didalam ruang rawat Bella terasa sepi, sebab saat ini Bella tengah tertidur setelah minum obatnya


Namun Verrel begitu perhatian juga setia menunggu Bella disampingnya.


"Maafin aku gak bisa jagain kamu.." sesal Verrel saat memandangi wajah pucat kekasihnya.


"Aku janji ini nggak akan terulang lagi beb, aku janji akan lebih perhatian lagi sama kamu.." lirihnya.


Dikecupnya berkali-kali punggung tangan milik Bella dengan mesra, hingga sebuah ketukan pintu mengejutkannya.


Tok tok..


"Ya .. " sahut Verrel.


Masuklah David serta Orland kedalam ruang rawat Bella. Ketiganya saling berjabat tangan, kemudian Verrel mempersilahkan keduanya untuk duduk disofa.


"Kita langsung intinya saja ya.." seru Orland.


"Hm.."


"Arga meminta kita membantu loe balas perbuatan Ria.." seru Orland mengejutkan Verrel.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2