
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
...ā...
Seruni panik, ia menangis sejadi-jadinya saat tak mendengar suara adiknya. Seruni begitu terkejut saat merasakan ada sesuatu yang hangat mengenai tangannya.
"Apa ini .." serunya sambil berusaha menengok kebelakang.
Seruni begitu kesakitan saat kesulitan memutar badannya kebelakang. Dan betapa ia terkejut saat melihat ada darah ditangannya.
"Darah ?? Dek .. adek jawab kak Runi.. !!" Paniknya mencoba memanggil Letta.
Seruni panik, ia mencoba membangunkan Letta. Disenggolnya kepala Letta dengan kepalanya, namun adiknya itu juga tak kunjung tersadar.
"Tolong !! Siapapun tolong adik saya !!" Teriaknya.
Tak ada seorangpun datang, dan tak ada siapapun mendengar teriakannya. Seruni mencoba mencari akal untuk bisa kabur, hanya Letta saat ini prioritasnya.
"Kakak akan cari jalan keluar dulu dek .." serunya sambil berusaha melepaskan ikatan tangannya.
*
Diperusahaan, Loise begitu murka saat mengetahui siapa pemilik saham terbesar saat ini. Terlebih para dewan tiba-tiba saja bertanya mengenai kepemilikan sahamnya.
"Brengsek !! Siapa yang mengunakan emailku untuk mengundang mereka semua !!" Gumamnya.
Hari ini tiba-tiba saja ia harus menghadiri meeting pemegang saham sesuai undangannya, padahal ia tak merasa mengirimkan email untuk mereka semua.
"Berani sekali mereka bermain-main denganku!!"
"Letta!! Anak Mark itu memang selalu menjadi batu sandunganku !!" Geramnya.
"Lihat gimana aku bisa menguasai semua miliknya dan menghancurkan dia sama seperti aku menghancurkan kedua orang tuanya !!"
Amarah Loise memuncak, bahkan sebelum itu ia sudah memintak anak buahnya melukai Letta untuk melampiaskan amarahnya.
"Ini baru awal, kalian semua akan menderita nantinya !!"
Loise begitu marah mengetahui fakta perusahaan milik Alfon, belum lagi para pemegang saham meminta kejelasan akan kepemilikan sahamnya.
Namun kelihaiannya dalam berkelit membuat Loise kali ini lolos dari pertanyaan-pertanyaan itu. Namun ia juga tak bisa berdiam diri, karena nantinya ia takut akan ada hal seperti ini lagi terjadi.
"Tapi aku harus menemukan orang yang berani meretas email pribadiku!! Aku harus menyingkirkannya atau dia akan berulah hal yang sama lagi .." serunya.
Loise bergegas pergi meninggalkan kantornya, dan sekretaris perusahaan mulai menghubungi Arga untuk melaporkan situasi kantor.
_____________________________________________
Arga begitu senang mendengar kabar dari sekretaris perusahaan Alfon, lalu ia pun memberitahu David juga Orland tentang hasil kerja mereka.
"Mereka semua hadir sesuai dengan keinginan kita, bahkan mereka sempat menyinggung ketidakhadiran Letta disana.."
"Lalu gimana Ga??"
"Kayaknya loe harus hati-hati Vid, loe tahu gimana liciknya Loise itu.."
"Tenang aja, ada gue yang bakal selalu nemenin Diavid.
"Kalian memang pasangan serasi.." seru Arga.
"Sialan loe!! Ogah gue sama Orland.."
"Loe pikir gue mau sama loe!! Dih sorry aja yee"
"Kenapa kalian jadi ribut disini sih ???"
"Ya loe yanh mulai gak .." seru Orland kesal.
__ADS_1
Lalu tiba-tiba saja Arga merasakan dadanya begitu sakit seperti terkena sesuatu. Tubuhnya limbung dan hampir saja terjatut jika saja tidak ditopang oleh Orland.
"Loe kenapa Ga ??" Tanya Orland.
"Dada, dada gue tiba-tiba sakit sekali ..," serunya memegangi dadanya.
Suara Arga begitu berat, seperti orang yang sedang menahan kesakitannya. David serta Orland begitu merasa khawatir dengan sahabatnya itu.
"Apa mau kerumah sakit dulu bro , kita cek kondisi loe ??" Tanya David.
"Letta .." serunya.
Ditengah kesakitannya, tiba-tiba saja Arga menyebut nama istrinya. Bukan tanpa alasan, Arga seakan memiliki firasat jika sesuatu hal buruk tengah terjadi dengan istrinya itu.
"Kita harus segera menemukan Letta juga Seruni..!!" Ajaknya.
"Tapi kondisi loe-
"Gue baik-baik aja Vid.. !!"
"Loe yakin !!"
"Gue yakin !!"
"Loe temenin Arga disini dulu Vid, gue pergi ambil mobil dulu .."
Orland bergegas pergi setelah berpamitan dengan kedua sahabatanya, ia segera mengambil mobil miliknya dan membawanya kedepan gedung.
"Ga loe kenapa ??" Tanya David yang mulai panik saat Arga hanya diam dengan wajah yang tiba-tiba saja pucat.
"Gue ngerasa kalau sesuatu sedang terjadi sama istri gue Vid, " memandang kosong kesembarang arah.
"Maksud loe Letta dalam bahaya..??"
"Mungkin dia sedang terluka .."
"Maksud loe ??" Kaget David mendengar ucapan sahabatnya.
"Loe tahu gue gak pernah punya riwayat jantung, tapi tiba-tiba jantung gue sakit banget dan fikiran gue penuh dengan Letta.."
"Gue coba hubungin Ali dulu .."
"Gue gak bisa nunggu lagi, gue sendiri yang akan cari dimana istri gue berada .."
"Gue bakal temenin loe !! Gue sama Orland akan terus dampingin loe !!"
"Thanks bro.."
Tak lama ponsel David berbunyi, sebuah pesan dari Orland masuk yang mengejutkan David. Didalam pesan tersebut Orland memberitahu jika ia melihat Loise disebuah mobil, dan iapun mengikutinya.
"Loe baca ini .."menyerahkan ponsel miliknya.
"Dimana posisi dia sekarang???" Seru Arga terburu-buru.
"Sabar dulu, dia belum menyalakan gps nya .." seru David mengutak- atik ponselnya.
Arga begitu tak sabar mengetahui keberadaan istrinya. Ia terus mondar mandir menunggu kabar dari Orland yang tak kunjung datang.
Sedangkan Orland didalam mobilnya begitu berhati-hati saat mengikuti mobil Loise. Ia tak mau sampai ketahuan dan berakhibat buruk nantinya untuk Arga.
"Kemana dia mau pergi ??" Gumamnya.
Mobil Loise terus saja berjalan, namun Orland begitu asing dengan ajaln yang dipilih Loise.
Namun tanpa disadari ternyata anak buah Loise sudah mengetahui jika ia diikuti. Dan dengan sengaja menggiring Orland untuk pergi ke tempat yang sepi.
"Ini dijalan mana ?? Mana gada sinyal lagi .." gerutu Orland saat ponselnya kehilangan jaringan selular.
Mobil Loise tiba-tiba berhenti dan mengejutkan dirinya.
"Sialan, mereka jebak gue ternyata!!" Seru Orland ketika mengetahui situasinya.
Orland tak berminat untuk kabur, ia hanya diam menyalakan gps ponselnya dan menyembunyikan posisi ponselnya.
Seorang laki-laki bertubuh tegan berjalan menghampirinya, mengetuk kasar kaca mobilnya.
"Rusak mobil gue bro !!" Seru Lio keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Bughh ..
Orland dipukul tepat di belakang kepalanya hingga membuatnya kehilangan kesadaran. Tubuhnya diseret masuk kedalam mobil Loise.
"Sudah beres tuan .."
"Bawa ketempat kita.."
Mobil kembali melaju ketempat dimana mereka menyembunyikan Letta juga Seruni disana.
Didalam gudang Seruni masih saja menangis mencoba membangunkan Letta yang tak kunjung sadarkan diri.
Ia begitu terkejut saat suara pintu terbuka dan beberapa orang masuk, termasuk Loise.
"Manusi bejat kau tua bangka !!" Amuk Seruni pada Loise.
Namun Loise hanya diam saja sambil tersenyum penuh arti pada Seruni.
"Bangunkan dan lempar dia .." titah Loise.
Seruni begitu bingung dengan maksud Loise , tapi ia lebih khawatir jika mereka menyakiti adiknya lagi.
Namun matanya begitu terkejut saat tubuh Orland tiba-tiba saja dilempar dan tersungkur dibawahnya.
"Orland !!" Seru Seruni terkejut.
"Ini hukuman bagi adikmu karena telah berani melawanku !!"
"Kita tinggalkan mereka bertiga.."
Loise pergi begitu saja bersama anak buahnya. Meninggalkan Seruni yang kebingungan dengan keadaan kedua orang terdekatnya.
"Orland bangun!!" Serunya.
"Orland bangun Orland!!" Teriaknya.
Tubuh Orland mulai bergerak, perlahan matanya mulai terbuka dan menatap sekelilingnya.
"Orland.. " teriak Seruni mengejutkan Orland.
"Seruni .. " menatapnya.
"Land tolong, tolong lihat adikku .." menujuk Letta dengan gerakan kepalanya.
Mata Orland begitu terkejut saat melihat darah mengalir dari kepala Letta, bahkan ada juga jejak darah yang sudah mengering.
"Apa yang sudah mereka lakuin sama Letta ??? Brengsek !!" Geram Orland saat melihat banyaknya darah yang keluar dari kepala Letta.
Orland berlari kepintu, menggedor-gedor pintu meminta p3k namun tak ada satupun yang menyahutinya. Ia pun berlari kembali menghampiri Letta.
"Sialan!! Kita harus bisa berhentiin darahnya.." bingung Orland.
"Apa adikku baik-baik saja ??" Tanya Seruni menangis kembali.
"Tenanglah, Letta kuat kok.."
Orland kemudian merobek kemejanya, ia mengikatkan sobekan itu tepat dikepala Letta yang terluka berharap bisa menghentikan pendarahannya.
...NUMPANG PROMO YA .....
Tentang kesalahpahaman yang pada akhirnya membawa Elena menikah dengan seorang pria bernama Edwart yang sama sekali tak dikenalnya..
Akankah keduanya dapat mengakhiri kesalahpahamannya, ?? Jangan lupa mampir untuk cerita lengkapnya š
Yuk semua ramaikan nopel baru aku, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya ..
Tulis juga kesan kalian untuk awal membacanya š
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
__ADS_1
......HAPPY READING GUYS,......
...šš...