
Sore harinya Arletta mulai sadar dari tidurnya, perlahan ia mulai membuka matanya. Memandang sekeliling kamar dan berhenti tepat didesamping ranjang, berhenti tepat menatap suami yang sedang menatap istrinya.
"Sudah bangun ??" tanya Arg mulai mendekati Arletta.
"Hemm .. " sahutnya.
"Apa yang terjadi ?? kenapa kamu punya bekaa tamparan disini ??" menyentuh dengan lembut pipi Arletta.
Arletta hanya menggelengkan kepalanya saja, dan Arga yang mengerti tak ingin memaksakan kehendaknya.
"Yaudah ,, mandi dulu terus kita keluar buat makan .." membelai mesra rambut istrinya.
"Hem .. "
Kemudian Arga menuruni ranjang dan hendak keluar dari kamar, namun suara Arletta menghentikan kegiatannya.
"Terima kasih .. " ucap tulusnya.
"Aku tak ingin ucapan itu, yang aku ingin adalah kita bisa saling terbuka satu sama lain .. " balas Arga menatap lembut istrinya.
"Mandilah ,, aku tunggu dibawah .. " ucapnya saat dilihat Arletta dengan wajah bersalahnya.
Dibawah semua orang sedang menikmati makan malamnya, Joy dan keluarganya sudah pulang sore tadi. Sika terus saja menatap Arletta tanpa berkedip.
"Apa ada sesuatu diwajahku Sika ??" tanya Arletta saat sadar ada yang memandanginya.
Semuanya beralih menatap Arletta bergantian dengan menepat Sika. Arga heran mengapa adiknya menatap seperti itu, pasalnya ia sudah diberi tahu oleh sang mama untuk tidak membahas kejadian siang tadi.
"Emm ,, enggak kok cuma lagi mikir aja .. " jawabnya.
"Apa ??" tanyanya penasaran.
Menghentikan makannya, kemudian Sika mulai berbicara " Aku cuma heran, kamu kan lagi hamil ya .. kok gak pernah ngidam ??"
"Iya nak ,, mama nggak pernah lihat kamu pengen sesuatu ??"
"Pernah kok mah, tapi udah diturutin sama mas Arga ,," jawab Arletta tersipu malu.
"Bisa juga jadi suami siaga .. " sahut Reno meledek anaknya.
,
,
__ADS_1
Setelah perbincangan antar Arletta dan Arga semalam, akhirnya ia mengijinkan istri untuk masuk kerja kembali dengan catatan tak diijinkan untuk kecapean.
"Nanti jangan lupa susunya dibawa ya buat nanti siang ,, aku udah masukin dibotol sekalian sama makanannya .." ucap Arga pada Arletta yang tengah memasangakn dasi padanya.
"Iya ,, makasih ya mas. Maaf udah ngrepotin, seharusnya aku yang melakukan itu .. " ia merasa bersalah kepada suaminya.
Walaupun Arga menikahi Arletta karena kesalahan yang diperbuatnya, namun ia selalu berusaha berlaku baik dengan Arletta semestinya.
Dan pagi diruang kerja, Bella tengah heboh dengan kehadiran Arletta yang sudah absen beberapa hari itu. Tak hanya itu, ia juga Lio juga memperhatikan perubahan pada diri Arletta.
"Ta,, loe beneran nggak lagi nyembunyiin sesuatu dari kita kan ??" selidik Lio.
"Ma.. maksud loe apa sih ,, gak ngerti gue ??" menghindari pertanyaan dengan berpura-purq kerja.
"Kalian bertiga mau gue dipecat ya ??" tanya Arletta kemudian.
"Ya enggak lah ,, " sahut Verrel cepat.
"Ya kalo gitu biarin gue kerja dong, kerjaan gue numpuk nih .. mana bisa kerja kalo kalian bertiga terus aja natap gue . , " keluhnya.
Tanpa berkata-kata merekapun menuruti keinginan sahabatnya itu yang baru kembali. Namun belum usai disitu, tiba-tiba saja Arletta merasakan mual diperutnya.
"Arletta mau kemana ??" teriak Bella saat dilihatnya Arletta berlari keluar.
Bella yang keluar mengikutinya terus saja memijit tengkuk Arletta. Berkali-kali menanyakan kondisi sahabatnya itu.
"Loe kenapa ?? loe masih sakit ya ??" khawatirnya.
"Enggak kok,, gue gpapa. Gue cuma mual aja nyium bau parfum ac diruangan. Ganti ya pewanginya ??"
"Iyakan bikin mual ,, gue udah bilang gitu sama si Lio tapi dia ngeyel sih. Kemari diganti sama bu susu orange katanya .. " kesal Bella saat mengingat kembali.
Namun saat keluar dan ingin kembali keruangan, mereka berpapasan dengan Arga juga Manda yang selesai dari ruang meeting.
"Pagi pak ,, " sapa keduanya.
"Pagi .. " terus memandang istrinya yang terlihat pucat.
"Oh iya Bella, bisa ikut dengan saya ?? ada beberapa berkas yang harus di refisi .. " tanya Manda.
"Bisa mbak ,, mari .. " ucap Bella setelah berpamitan dengan Letta.
Arga melihat sisi kanan dan kiri,, memastikan tidak ada siapapun disana. Kemudian ia bergegas menggandeng tangan Arletta masuk kedalam ruangannya.
__ADS_1
"Kamu gapapa ??" tanyanya penuh kekhawatiran.
Namun bukannya menjawab, Arletta malah memeluk erat tubuh Arga. Mengendus bau parfum milik suaminya itu. Dan dengan senang hati Arga membalas pelukannya, membawa sang istri untuk duduk diatas mejanya.
"Kenapa ??" tanyanya setelah Arletta melepas pelukannya.
"Gapapa,, cuma mual aja. Tapi sekarang udah enggak kok .. "
"Mual lagi ?? kan tadi pagi udah muntah-muntah sampai lemas, masa sekarang masih ??"
"Iya ,, gapapa kok mas eh pak .. " dengan segera menutup mulutnya.
"Kalo gak ada siapa-siapa kamu itu istriku,, jadi panggil aku sewajarnya.. " ucap Arga dengan senyum manisnya.
"He'em .. yaudah aku mau balik keruangan aku dulu ya .. nanti dicariin.." dengan cekatan Arga menggendong tubuh Arletta turun dari atas meja kerjanya.
"Hati-hati .. jangan capek-capek ya . Langsung cari aku kalau ada apa-apa .. " pesannya sebelum Arletta pergi.
,
,
,
Siang harinya David beserta Orland mengunjungi kantor milik Arga. Saat berjalan menuju ruangannya, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Arletta dan teman-temannya. David dan Orland segera menundukkan sedikit kepalanya memberi salam, begitu sebaliknya.
"Loe kenal mereka Ta ??" tanya heboh Lio serta Bella.
"Kenal ,, temen si bos kan .. " singkatnya.
"Tapi aku kok ngerasa mereka hormat bangt ya sama loe .. " ucap verrel kemudian.
"Emangnya gue komandan upacara apa dikasih hormat .. " candanya.
"Sialan loe .. " balas Bella.
Kemudian mereka berjalan beriringan menuju kantin kantor. Sedangkan Orland serta David yang sudah berada didalam ruangan segera membahas tujuannya.
"Loe bakal kaget saat tau siapa istri loe itu .. " ucap David.
"Gak hanya kaget ,,mungkin pingsan .. " imbuh Orland.
"Gak usah bertele-tele ,, mana laporannya .. " ketus Arga.
__ADS_1
"Kalian yakin .. !!!" serunya kemudian ..