Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
111


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Waktu terus berlalu, tak terasa kini sudah sepekan semenjak kepulangan Letta dari rumah sakit. Bahkan kini baby Arshaka semakin sehat, tak terlihat seperti bayi yang lahir secara prematur.


Namun semenjak kepulangannya kerumah, Letta belum lagi mengunjungi Seruni atau bahkan mendatangi makam Ilham juga Flora.


"Sayang aku berangkat dulu ya .." seru Arga menghampiri Letta dihalaman belakang.


"Iya yank hati-hati ya .." seru Letta sambil mencium tangam suaminya.


Arga tak lupa mencium istri juga anaknya yang sedang dijemur oleh istrinya.


"Baby Ar, papa kerja dulu ya cari uang.." serunya menciumi pipi anaknya yang sedang tertidur.


"Yank, kamu mau bikin aku jatuh ya ??" Kesal Letta saat Arga terus menghujani anaknya dengan ciuman.


Arga hanya tertawa renyah saat menatap wajah cemberut istrinya dipagi hari. Ia begitu bahagia memiliki Letta juga bayinya dalam hidupnya.


"Terima kasih sayang .. " mengecup lama keming Arletta.


"Sana berangakat cari uang, biaya sekolah mahal .." usir Letta dengan candaannya.


Dan tak lama setelah kepergian Arga, Elena masuk bersama Reno dengan 2 orang mengikuti mereka.


"Nak .."


"Mama .. "


"Bangunlah dan bersiap, serahkan baby Arshaka sama mama .."


"Baik pah, mah maaf ngerepotin ya .."


Letta segera kembali kekamarnya setelah menyerahkan baby Ar pada Elena. Dengan baju olahraga yang dikenakannya, Letta siap memulai latihannya.


Sedang dihalaman belakang, Reno juga 2 orang pelatih Letta sedang mempersiapkan semua yang dibutuhkan.


"Aku siap pah.." seru Letta saat didepan pintu menuju halaman belakang.


"Kemarilah, "


Perlahan Letta datang menghampiri Reno dan 2 pelatihnya. Saling berjabat tangan, Letta memanggil mereka berdua Suhu.


"Bisa kita mulai latihannya .. ??"


"Saya akan mengajari bela diri yang ringan, dan ini bisa juga untuk membantu pemulihan pasca melahirkan .."


"Benarkah ?? " tany Letta.


Hampir 2 jam Letta berlatih bela diri ilmu dasar, dan kedua suhu nya pun memuji semangat yang ditunjukkan Letta selama berlatih.


"Sungguh hebat, dia bisa menahan semua serangan walaupun ia pemula.." ucap suhu tersebut pada Reno saat keduanya sibuk menatap Letta sedang berlatih.

__ADS_1


"Dia bukan wanita sembarangan, dia keturunan Ferrour. Ahli waris yang memiliki hak mutlak atas Ferrour Grup.. " sahut Reno santai.


"Cukup, kita akhiri disini.. " teriak salah seorang suhu.


"Pah, ??"


"Luar biasa kamu nak, dalam sekejab bisa menguasai ilmu dasar bela diri.." bangganya Reno.


Lalu terlihat keempat orang saling melempar pujian dan berakhir dengan tawa suka riang.


*


Suasana hati Arga kini sedang bahagia, ia yang dulu dikenal sebagai bos berhati dingin bahkan tanpa ekspresi kini berubah menjadi bos ramah pada karyawannya.


"Pagi pak Arga.." sapa resepsionis.


"Pagi.." balas Arga cuek.


Walaupun masih dengan sikap dingin juga cueknya,namun kini Arga mau membalas sapaan para karyawan .


"Pagi pak bos .." sapa riang Lio saat berpapasan dengan Arga lobby.


"Hmm.."


"Sakit gigi ya pak ??" Tanya Lio.


"Ini masih pagi , jangan membuat saya naik darah .." seru Arga dengan wajah menakutkannya.


Lio hanya diam sambil menelan air liurnya dengan susah payah. Tatapan dingin Arga mengintimidasi Lio untuk segera menjauh pergi.


"Ampun pak .." lari Lio menuju tangga darurat.


"Pagi-pagi mau naik pakai tangga darurat ke lantai 18 ??" Heran Arga pada tingkah Lio.


"Ehm, ada hal apa yang perlu saya ketahui.."


Ting .. !! Suara lift terbuka. Arga masuk diikuti Manda dibelakangnya. Semua wanita merasa iri setiap menatap Manda bisa berbagi ruangan dengan atasannya.


"Ada apa ?? Kenapa raut wajahmu ragu ..??" Tanya Arga saat menatap wajah sekretarisnya dari pintu lift.


"Tuan Loise berhasil merebut kekuasaan 25% saham yang dimiliki almarhum tuan Alfon pak.."


Arga sedikit terkejut, namun ia masih bisa menguasai dirinya. Ia tak lantas menunjukkan ekspresi membabi buta, sebaliknya ia malah terlihat tenang dan damai membuat bingung sekitarnya.


Ting, !!


"Pastikan dia tidak akan bisa menyentuh saham istri saya ..." titah Arga melangkah keluar dan memasuki ruangannya.


______________________________________________


Cally menangis tersedu-sedu diantara ceceran bajunya yang dilempar keluar oleh seorang laki-laki.


"Kalian tidak berhak mengusir kami !! Ini rumah saya !!" Teriak Cally.


Namun tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari belakangnya. Cally begitu terkejut saat ditatapnya siapa yang sedang bertepuk tangan.


"Om .. om Loise ??" Gugup Letta.


"Halo pembunuh kecil.." ejeknya.


"Aku bukan pembunuh !!" Teriak Cally menyangkal tuduhan Loise.


"Buat apa tinggal disini.. ?? "

__ADS_1


"Ini rumah saya, jadi saya yang berhak menempatinya.." sombong Loise berucap sambil menoyor kepala Cally.


"Dengar anak ingusan, semua saham yang ada ditangan Alfon sudah atas namaku. Jadi aku adalah pemilik saham terbesar disini.." seru Loise.


Cally sangat terkejut, namun ia sadar jika ia tak akan bisa berbuat apapun. Ia hanya diam sambil menangisi dirinya serta memanggil-manggil nama kedua orang tuanya.


Reno yang saat ini berada dirumah Arga menerima kabar tentang kepemilikan saham atas nama Loise diperusahaan Alfon, dan Reno tidak terkejut akan hal itu.


"Letta , " panggilnya.


"Iya pah .."


"Loise sudah menguasai saham atas nama Alfon, dan dia sudah merebut semua aset atas nama Alfon juga .. " ucap Reno memberitahu.


"Cally ..??" Seru Letta terkejut.


"Dia dipaksa keluar dari rumahnya oleh Alfon nak.."


Cally memang selalu berbuat buruk terhadapnya, namun mendengar apa yang disampaikan oleh Reno membuat hatinya juga sedikit terluka.


Mau bagaimanapun mereka adalah saudara, dan Letta bertekat membantu Cally.


"Mau kemana ??" Tanya Reno saat Letta beranjak akan melangkahkan kakinya.


"Aku harus cari Cally pah, aku harus bantu dia.."


"Cally akan menolaknya, kamu tau betul gimana sifat dia nak.."


"Tapi aku juga tidak bisa tinggal diam pah saat aku tau saudaraku diusir keluar dari rumah tanpa tujuan .." seru Letta dengan mata berkaca-kaca.


Reno paham apa yang dirasakan oleh Letta saat ini, hatinya memang sangat lembut. Ia bahkan tak memperhitungkan semua kejahatan yang sudah diperbuat Cally terhadapnya.


"Biar papa yang mengatasinya, oke ??" Tawar Reno.


Letta menganggukan kepalanya menyetujui usulan Reno. Dan kini ia bertekat untuk segera menyingkirkan Loise dari kehidupan keluarganya.


"Sekarang yang harus kamu fikirkan adalah fokus berlatih untuk bisa menghadapi Loise dalam waktu dekat ini .."


"Baik pah .. "


"Cepat atau lambat Loise pasti akan mengetahui jika kamu berlatih untuk menyerangnya nak, dan jika saat nya itu tiba papa berharap kamu sudah menguasai semua ilmu bela diri juga yang lainnya.." harapan Reno.


Letta semakin bersemangat untuk terus berlatih dengan keras, bahkan ia mengabaikan rasa nyeri diperutnya yang tadi terasa saat berlatih bela diri.


"Aku harus bisa menyingkirkan dia pah , aku tidak ingin dia mengambil apa yang menjadi hak keluargaku .."


"Betul nak.."


"Tangannya sudah terlalu berlumur darah, aku akan membersihkan kedua tangannya dengan caraku .. " seru Letta dengan pandangan tajamnya.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


NT : anak Arga Letta cwo , enaknya namanya siapa yašŸ¤” ?? ada yang punya nama bagus kah .. ?? siapa tahu bisa cocok 🤭


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...

__ADS_1


__ADS_2