
Cally yang sedang dipuncak amarahnya mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Difikirannya saat ini adalah segera sampai dirumah Arga dan menanyakan kebenarannya.
Sedangkan dirumah Arga, suasana yang tadinya ramai kini sudah mulai sepi. Semua tamu serta keluarga Ilham sudah pulang kerumah masing-masing, Ilham beserta keluarganya menempati rumah lama mereka pemberian mendiang Mark Ferror.
"Yank .. " panggil Arga saat tak menemukan istrinya didalam kamar.
"Sayang .. " teriaknya lagi.
"Balkon mas .. " sahut Letta dari luar.
Arga segera menghampiri istrinya, dan saat melihat Letta sedang memandang langit dengan segera ia memeluk tubuh yang mulai menggendut itu.
"Liatin apa ..??" tanyany Arga sembari memeluk Letta dari belakang. Dengan nyamannya ia juga meletakkan dagunya dibahu putih Arletta.
"Lagi lihat langit sore, cantik kan mas .." tunjuknya pada langit yang memancarkan sinar senjanya.
"Biasa aja .." sahut cuek Arga. Sedang Letta yang mendapat respon datar dari suaminya segera membalik tubuhnya.
"Kenapa mukanya gitu ??" tanya Arga yang gemas sambil menyentil hidung Letta yang sedang cemberut.
"Yang cantik terus apa dong mas .." tanyanya.
"Tentu saja wanita hamil didepan mas ini.." gombalnya membuat raut wajah Arletta memerah tiba-tiba.
"Nggak ada hal yang bisa mengalahkan pemandangan didepan mas saat ini .. " ucap Arga sambil memeluk pinggang Letta dengan mesra.
"Jangan gombal mas .. malu,," ucap Letta malu-malu sambil menyembunyikan wajahnya didada Arga.
"Hhahaha .. ngapain malu?? mas kan udah lebih dari ini malah .." tawanya.
__ADS_1
"Jangan mulai mesum mas .." seru Letta buru-buru saat arah pembicaraan suaminya mulai membuatnya panas dingin.
Entah siapa yang memulai, kini mereka sedang menikmati berpagutan ditengah langit senja. Arga memeluk mesra pinggang istrinya dengan satu tangan sedang tangan lainnya membelai wajah mulus Arletta.
Tak mau kalah dari suaminya, kini Arletta sudah mulai agresif dengan membalas setiap kecupan yang diberikan oleh Arga.
Namun tanpa mereka sadari ada mata yang memandang mekeka dengan penuh kebencian. Cally yang hendak turun dari mobilnya mengurungkan niatnya saat matanya menatap kedua sejoli yang sedang bermesraan dilantai atas.
"Gue bakan rebut kembali apa yang harusnya menjadi milik gue.!!" geramnya mencengkeram kemudinya.
"Gue pastiin semua yang loe miliki bakal jadi milik gue, termasuk kebahagiaan loe saat ini!!"
Amarah Cally memuncak saat dengan kedua matanya ia melihat sendiri bagaimana Arga memperlakukan Arletta dengan sangat baik, berbanding terbalik ketika Arga sedang bersama dengan dirinya.
Akhirnya Cally mengurungkan niatnya masuk kedalam rumah Arga, ia akhirnya memilih pulang kembali kerumah. Namun sesampainya dirumah ia kembali dibuat kesal dengan tingkah Arum yang heboh dengan gaun malam untuk acaran perusahaan.
"Darling .. menurutmu mommy bagus pakai yang mana ..??" menunjukkan 2 buah gaun dengan belahan dada yang cukup seksi.
"Bantu mommy pilih darling,, mom harus tampil cantik diacara kita nanti!" teriaknya.
Cally hanya diam sambil menahan amarahnya dengan mencengkeram kuat pegangan pada tangga. Ia akhirnya memilih meninggalkan Arum dan masuk kedalam kamarnya.
Brukk ..
Cally dengan keras membanting tubuhnya keranjang king size miliknya. Dengan malas ia kembali mengambil ponsel dari dalam tas nya.
-----------------‐-
Sudah 2 hari berlalu semenjak acara 4 bulanan Arletta, dan kini nampak semua orang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
__ADS_1
Arletta terlihat tengan sibuk dengan berkas-berkasnya begitu juga dengan Bella Verrel juga Lio. Namun tak lama masuklah seseorang dengan sombongnya melempar sebuah roti tepat diwajah Arletta.
"Aawww .. " pekik Arletta terkejut saat sebuah roti mengenai wajahnya dengan cukup keras walaupun tak sakit.
"Rasain tuh!! makanya jadi cewek nggak usah kegatelan!!" maki Ria.
Ria ini sebenarnya adalah mata-mata yang dipekerjakan oleh Cally untuk memata-matai keseharian Arga. Namun kini ia bertambah menanamkan kebencian pada Ria untuk membenci Arletta, sebab ia tahu jika Ria juga menyukai Arga.
"Ngapain loe kesini!!" terika Bella marah karena melihat Arletta dilempar oleh roti.
"Bel tenang.." Letta yang melihat Bella akan menghampiri Ria segera menahan tangannya dan mengisyaratkan dengan gelengan kepala.
"Apa .. sini kalo loe berani !!" tantang Ria tak takut, sebab ia merasa ada orang yang akan menjaminnya.
Byurrr ..
"Upsst sorry ,, nggak sengaja tuh .. " seru Lio genit menirukan tingkah perempuan. Lio yang juga kesal menyiramkan teh hangat dimejanya ke bahu Ria.
"Loeee !!!" teriak Ria menunjuk Rio dengan geram.
"Apasih ? orang tangan gue yang salah kok .." memberikan tangannya dengan tingkah manjanya.
"Ekkkhhhhhhh .. " kesalnya lalu meninggalkan ruangan.
"Mampus tuh dia .. gak sekalian loe siram tuh kepalanya biar tobat !!" kesal Bella menggerutu.
Verrel yang gemas melihat pacarnya menggerutu dengan segera menarik bibir Bella yang monyong seperti bebek .
"Gemesss deh .. " seru Verrel tertawa.
__ADS_1
"Gemesst juga akuu .. " tiru Lio namun dengan mencubit bahu Bella membuat Bella kesakitan.