Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
74


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Hari berganti hari, pagi berganti malam .. kini kehidupan Letta terlihat semakin bahagia. Pagi ini Arga sengaja meluangkan waktu untuk menemani istrinya melakukan yoga untuk ibu hamil.


"Makasih ya mas .." seru Letta saat keduanya keluar dari sanggar yoga.


"Buat apa??" tanyanya yang sibuk mengambilkan handuk juga air minum untuk istrinya.


"Semuanya, terutama buat hari ini karena mas udah mau ikut aku yoga . ." .


"Tugas aku itu, jadi gak perlu bilang makasih segala.." mencubit hidung Letta dengan gemas.


Lalu terlihat keduanya dengan mesra meninggalkan sanggar sambil berpegangan tangan.


Makin hari hubungan antara Sia juga Carlos makin terjalin erat. Sia yang tak tahu apa-apa percaya jika Carlos memang tulus mendekatinya tanpa maksud apapun padanya.


Dan siang ini ia berencana akan pergi berdua dengan Carlos disebuah danau.


"Lama nunggunya ??" tanya Carlos dengan nada manis membuat Sia tersipu malu.


"Kita berangkat sekarang tuan putri ??" tanya Carlos dibalik kemudianya.


Wanita mana yang tak luluh jika laki-laki yang disukainya bersikap manis terhadapnya bahkan terlihat menjadikannya ratu dalam segalanya.


Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, namun Carlos yang bersikap manis masih menggenggam tangan Sia dengan sebelah tangannya.


Bahkan sesekali ia akan menciumi tangan Sia itu.


*


Kini dihadapan mereka terhampar sebuah danau yang indah dengan berhiaskan rerumputan hijau juga pepohonan yang begitu rindang.


Sejuk, suasana romantis dipinggir danau yang terlihat sepi dan ditemani semilir angin membawa keduanya dalam angan masing-masing.


Sia yang begitu bahagia bisa bersama Carlos, sedang Carlos yang sedang memikirkan cara untuk menjalankan misinya.


"Kamu tau darimana tempat ini ??" tanya Sia memandang sejenak wajah tampan yang terus menatapnya.


"Dulu aku sering kesini sama mantan aku .." jawab Carlos memandang hampa pada danau didepannya.


"Pasti kamu sangat mencintainya kan.." tanyanya penasaran.


"Iya, sangat mencintainya.." sendunya saat berucap, membuat Sia lebih penasaran terhadapnya.


"Lalu kenapa kalian putus ??" Sia yang sudah penasaran merubah posisi duduknya menghadap Carlos yang sedang menatap danau.

__ADS_1


"Dia pergi, dia pergi bersama laki-laki yang jauh lebih kaya daripada aku.." sedihnya.


"Maksudnya ??"


"Dulu aku bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa, hanya laki-laki dengan hidupnya yang sederhana bahkan kekurangan. Dia mungkin nggak terima dengan kondisi finansial aku, dia pergi dia cari laki-laki yang jauh lebih kaya.." muramnya.


"Jahat banget sih!!" kesal Sia termakan omongan Carlos.


Carlos yang berniat meracuni Sia dengan kebenciannya merasa senang saat Sia menunjukkan respon marah atas ceritanya.


"Bahkan sekarang kalau kita tak sengaja bertemu dia seperti jijik .." karangnya.


"Siapa sih dia, kok jahat banget sama kamu !!" ketusnya.


"Udah gak usah dibahas lagi, jadi bikin kamu kesel kan.." dengan lembut Carlos mengacak-acak rambut Sia.


Wajah Sia merona saat tangan kekar itu bertengger diatas kepalanya, membelai dengan lembut puncak kepalanya.


Keduanya terlihat asyik dan larut dengan obrolannya, namun entah apa yang mereka bicarakan.


____________________________________________


Makan malam hari ini Arga harus berperang terlebih dahulu didapur, sebab sang istri tercintanya sedang mengidam ikan nila goreng buatannya.


"Tuan, biar bibi aja sini yang goreng .." seru bi Suti tak enak saat majikannya memasak.


"Iya tuan lebih baik tuan tunggu dimeja makan atau dikamar saja, nanti kami panggil kalau sudah selesai.." sahut bi Lani dan diangguki oleh bi Muli.


"Aduh udah ya bik gpp kok saya masak, lagian istri saya itu ngidam masakan saya jadi saya harus penuhin.." serunya sambil membalik ikan yang digorengnya.


Para bibi dirumah merasa tak enak dan kasian sebab mereka melihat ada beberapa berkas minyak yang mengenai tangan hingga baju majikannya.


"Udah ya, kalau bibi semua mau bantu saya tolong bikinin sambal tomat sama tolong cucikan beberapa sayur buat lalapannya ya.. " Arga yang merasa risih terus ditatap akhirnya menyerukan suaranya.


Tak menunggu lama ketiganya langsung bergegas mengerjakan tugasnya.


Arga yang melihat hanya tersenyum sekilas lalu melanjutkan kegiatannya kembali.


"Kok ngantuk yaa ..??" gumam Letta yang saat ini tengah bersandar diranjangnya yang empuk.


"Papa lama ya nak, heem ya nak.." dengan penuh kasih sayang dibelainya perut buncit yang sudah nampak dibalik bajunya.


Merasa sang ibu sedang mengajaknya berkomunikasi akhirnya sang bayi memberikan respon berupa tendangan, dan itu sontak mengejutkan Arletta yang sedang bergumam.


"Astaga nak .." serunya tekejut merasakan sebuah tendangan dari dalam perutnya.


"Sayang kamu denger yang mama omongin ya??" serunya, kemudian ia merasakan kembali tendangan dari bayi didalam perutnya.


Arletta merasa bahagia, sebab sang anak merespon apa yang dibicarakannya. Terlihat matanya mulai berkaca-kaca sambil membelai perutnya.


Merasakan emosi yang dimiliki oleh sang ibu, si bayi kemudian memberikan beberapa tendangan yang membuat Arletta tersentak kaget.


"Astaga nak, kenceng ya nendangnya ?? lagi main bola didalam ???" candanya dengan sebuah senyuman yang terukir diwajahnya.


"Mama gpp kok, mama gak sedih cuma bahagian aja .." ucapnya yang seakan tau apa yang dimaksudkan oleh bayinya.

__ADS_1


Arga yang sudah selesai menggoreng semua ikannya segera naik kelantai atas berniat membersihkan badannya.


Namun ia begitu terkejut saat memasuki kamar dan melihat istrinya sedang menangis diatas ranjang sambil mengusap perutnya.


"Yank!! yank kamu kenapa ?? ada yang sakit ya ?? dimana yang sakit dimana .." panik Arga berlutut memeriksa tubuh istrinya.


"Astaga mas!! aku gpp ih.." risihnya saat Arga memeriksanya.


"Gak ada yang luka, apa perutnya sakit ???" tanyanya heran.


"Iya sakit .." seru Letta dengan mata berkaca-kaca.


Arga yang mendengar merasa panik terlebih istrinya sudah berkaca-kaca. Difikirannya sekarang adalah istrinya akan melahirkan detik itu juga.


"Astaga yank kenapa baru bilang sih ...!!" paniknya yang ditanggapi heran oleh Letta.


"Tunggu bentar ya, mas siapin baju-bajunya dulu.." paniknya yang kebingungan apa yang harus dilakukannya.


Sedang Letta merasa heran saat melihat suaminya mondar mandir tak karuan kesana kemari seperti orang kebingungan dan tanpa tujuan.


"Mas kesini deh .." panggilnya.


"Kenapa kenapa ..?? dedeknya udah mau keluar ya ..??" paniknya, wajahnya sudah pucat serta berkeringat dingin.


"Apasih mas, ngaco deh kalo ngomong .." pukul Letta pada bahu Arga yang sedang berjongkok disampingnya.


"Kok ngaco sih, katanya perutnya sakit tadi .." heran Arga sebab istrinya malah memukul bahunya.


"Astaga mas Arga...." gemas Letta yang sadar dengan tingkah suaminya.


Letta tertawa merasa geli dengan tingkah panik Arga saat merespon ucapannya. Yang ia maksud adalah sakit saat sang bayi didalam perut menendangnya terlalu kencang, namun yang dipikir oleh suaminya adalah ia akan segera melahirkan padalah kandungannya masih berusia 5 bulan.


"Kok malah ketawa sih yank!!" kesal Arga.


"Astaga mas maaf ya, sakit tuh bukan maksud aku mau lahiran. Tapi ini anak kamu nendang aku nya kenceng gitu .." jelas Letta menahan tawa menatap wajah serius suaminya.


"Dia nendang .. iya yank??" hebohnya.


"Sayank, anak papa nak ini papa .. halo??" dengan gemasnya Arga mencoba mengajak sang buah hati berkomunikasi sambil membelainya.


Tau jika sang papa memanggilnya, iapun kembali merespon dengan tendangannya. Mata Arga mengalirkan lahar panas bening saat tangan kekarnya meraskan sebuah gerakan dari dalam perut istrinya.


"Hikss .. halo sayank, ini papa nak .." haru Arga memeluk perut Letta dan sesekali menciuminya.


Letta merasa tersentuh dengan sikap manis serta perhatian yang diberikan oleh suaminya. Pernikahan mereka memang bukan pernikahan yang diawali dengan rasa cinta, namun Arga pernah berjanji akan mencoba mencintainya dan memberikan yang terbaik untuknya.


Dan inilah buktinya, rasa cinta dan kasih sayang serta tulus perhatian kini dicurahkan Arga untuk dirinya seorang. Kini Letta merasa menjadi wanita paling bahagia dan sempurna bersama laki-lakinya.


.


...šŸ’•šŸ’•...


.


__ADS_1


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN, SEMOGA PUASA KITA DIBERI KELANCAAN.


...šŸ™šŸ’•...


__ADS_2