Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
21


__ADS_3

Ciuman Arletta yang tiba-tiba membuat Arga terpaku sejenak sebelum akhirnya membalas ciuman istrinya. Suasana yang masih pagi, dingin dan sepi mendukungn kegiatan yang tengah mereka lakukan. Kini Arga yang memimpin ciumannya, dengan perlahan ia menuntun istrinya dan dengan perlahan membringkannya diatas ranjang.


Sejenak Arga melepas ciuman mereka, memberikan Arletta kesempatan untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Entah siapa yang memulai, tapi kini mereka berakhir diatas ranjang dengan Arletta yang terus memeluk erat tubuh suaminya.


"Mah, kakak sama Arletta kok belum turun ya ??" tanya Sika.


"Hushh ., gak sopan Sika. Arletta itu kakakmu sekarang jadi panggil dia semestinya .. kamu juga Kenny .. " tergur Reno pada anak gadisnya.


Keduanya hanya patuh menganggukan kepala saja, sedang Joy, Aldo dan Jake terlihat menikmati sarapannya.


"Kita berangkat sekarang yuk .. takut tekat, " ajak Sika pada Kenny juga Jake. Karena kebetulan jarak kampus mereka tak jauh jadi Jake bertugas mengantar Sika terlebih dahulu.


"Papi, mami Jake berangkat .. om, tante .. " pamit Jake dengan mencium tangan keempat orang tua itu diikuti kedua adiknya.


"Kalo gitu papah juga mau berangkat kekantor dulu ya mah, nanti kalo Arga sudah bangun suruh dia telpon papah .. " mencium kening istrinya sebelum berlalu keluar diikuti Aldo.


,


,


Dikamarnya, Arletta yang merasakan perutnya lapar mulai membuka matanya perlahan-lahan. Tubuhnya membeku saat ia menyadari tengah bedara diatas dada suaminya.


"Astagaaa .,, apa yang gue tadi lakuin !!, kenapa juga tiba-tiba gue main nyosor aja .. " batinnya merasa malu saat mengingat kelakuannya tadi.

__ADS_1


Dengan perlahan ia bangkit dari tidurnya, dan tak lupa ia memakai kembali pakaiannya sebelum masuk kedalam kamar mandi. Sebenarnya Arga terbangun terlebih dahulu sebelum Arletta, namun entah mengapa ia merasa malas untuk bangun dari ranjangnya.


Saat mengetahui istrinya sudah bangun, ia akhirnya berpura-pura tengah tertidur. Bahkan dirinya menikmati wajah merona Arletta yang sedang malu, sampai ia tak sadar saat merekahkan senyumnya.


"Mas .. mas, mas Arga bangun .. " dengan perlahan Arletta memberanikan diri membangunkan suaminya itu.


"Ehmm .. jam berapa sekarang ??" tanya Arga yang masih berpura-pura baru bangun.


"Ehmm ., jam 9 mas. Aku udah siapin air anget buat mas mandi .. " terlihat Arletta menundukan kepalanya saat mengetahui Arga akan bangkit dari tidurnya.


"Bisa tolong ambilkan handuk dibelakangmu sayang ??" dengan sengaja Arga menggoda istrinya.


"I.. i.. ini mas handuknya , " segera memberikan handuknya, namun sungguh wajahnya Arletta sangat menggemaskan saat ini untuk Arga.


Arletta dengan telaten membantu mengancingkan kemeja milik suaminya hingga memakaikannya dasi. Namun saat Arga akan keluar dari kamarnya, ia menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri istrinya.


"Jangan malu dengan kejadian tadi, mungkin anak ini yang membuatmu begitu. Kita sekarang suami istri jadi aku harap kamu bisa lebih terbuka dan jangan pernah sungkan terhadap aku.. " membalai lembut perut Arletta yang masih rata.


Mendengar penuturan Arga barusan membuat Arletta segera menatap suaminya itu dengan wajah berbinar. Arga yang melihat dibuatnya begitu gemas.


"Jadi aku boleh minta sesuatu .. ??" tanyanya antusias.


"Hmm ., katakan apa maumu ??" masih asyik membelai perut istrinya.

__ADS_1


"Nanti saat mas pulang tolong belikan aku mangga muda, anggur hijau sama udang asam manis ya .. ??" pintanya pada sang suami.


"Hhhahahahha .. kau akan mendapatkan semuanya sayang .. " mengecup sekilas bibir Arletta yang berakhir dengan ******* mesra.


"Aku berangkat dulu .. " menghapus sudut bibir Arletta dengan ibu jarinya kemudian mengecup kening sebelum benar-benar pergi.


,


,


,


,


,


,


,


HAI KAKAK SEMUA .. JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE, KOMENNYA YHA SEHABIS MEMBACA .. JANGAN LUPA TEKAN VOTENYA JUGAA ..,


HAPPY READING ..

__ADS_1


__ADS_2