
David yang melihat Seruni sudah selesai menyantap makanannya dan hendak keluar segera menutup wajahnya dengan piring yang digunakan untuk alas desert.
"nih orang kurang kerjaan apa ya ??" gumam Seruni saat melewati tempat duduk David.
"Mari bu Seruni.. " ajak Key.
Setelah memastikan bahwa Seruni sudah keluar cafe, David segera ikut keluar dari cafe dan kembali ke kantornya.
"Apa yang udah gue lakuin tadi!!" mondar mandirnya didalam ruangannya.
"Malu-maluin aja !!" kesalnya menjambak rambutnya.
"Untung si barbar gak lihat, coba lihat bisa jadi bulan-bulanan Arga sama Orland.." ocehnya mengumpati kelakuannya sendiri.
"Ngapain loe nyebut nama gue!!" tanpa diduga datanglah Orland masuk kedalam ruangan David.
"Gak sopan loe, kalo masuk ketok dulu lah.." omelnya terkejut.
Orland hanya menanggapinya dengan tawa, ia kemudian diduduk di sofa dan mengetuk 3x meja sofanya.
tok tok tok ..
"Permisi pak David, saya mau masuk .." ucapnya.
"Sialan loe!!" menghampiri Orland disofa.
"Ngapain loe siang-siang kesini, tumben?" tanyanya menyelidik.
"Gue tadi nggak sengaja ketemu Cally, dia lagi ketemuan sama laki-laki tapi gue gak tau siapa .." ucap Orland.
__ADS_1
"Laki siapa ?? pacarnya mungkin .." acuh David.
"Loe lupa gimana Cally cinta mati sama Arga bro!!" kesalnya.
"Ya terus??".
"Gue curiga Cally ada rencana baru, dan gue punya firasat kalo kali ini targetnya Arletta.." tebaknya, sedangkan David yang semula santai kini terlihat penuh tatapan serius.
________________________________
Bi Ani juga bi Ina tengah menyiapkan makan siang untuk Arletta seorang diri. Tertata dengan rapi semua menu yang tadi ingin dimakannya, terutama sambal kluwaknya.
"Permisi non .. " pelannya bi Ani saat memanggil Arletta.
"Iya bik.." Arletta yang sedang bermain ponsel segera meletakkan ponselnya.
"Itu non, makanan udah siap.." lapornya.
"Wahhh .." Arletta takjub saat matanya menatap meja makan yang penuh dengan menu makanan yang diinginkannya.
Tanpa menunggu lama Letta duduk dan mulai mengambil satu persatu makanannya.
Arga yang tadi sedang melakukan meeting mendapat telpon jika es krim pesanannya sudah disiapkan dan siap untul diantar pula.
Tak ingin melewatkan tawa istrinya, akhirnya Arga memilih untuk pulang dan ikut menunggu es krim pesanannya.
Saat memasuki rumahnya, Arga mengedarkan pandangannya karena rumah sangatlah sepi. Namun samar-samar ia mendengar ada suara dari arah meja makan.
"Astaga sayang apa yang kamu lakuin!!" bentaknya saat menatap apa yang tersaji diatas meja makan.
__ADS_1
Arletta yang terkejut dengan teriakan suaminya hanya diam tak kuasa melanjutkan makannya. Bahkan masi yang sudah ditangannyapun ia jatuhkan kembali.
"Apa ini ?? kenapa bisa warnanya item kayak gini?? ini apa lagi, kenapa makan pakai tangan, dimana sendoknya!!" ocehnya sambil tangannya mengecek tangan Arletta.
"Itu namanya sambel kluwak mas.." jelasnya takut-takut.
"Apalagi itu mas gak tau! yang jelas jangan makan itu kamu harus makan yang lebih baik kasian anak kita.." omelnya tanpa jeda.
Arletta yang sedang dalam mood berubah-ubah tiba-tiba saja bangkit dari kursinya dan mencuci tangannya.
"Mau kemana !!" tanya Arga.
"Kamar!!" ketusnya.
"Sayang .. "panggil Arga namun Letta hanya diam dan menaiki menuju kamarnya.
"Sayang!! Arletta!!" teriak Arga kemudian berlari mengejarnya.
Didalam kamarnya Arletta menangis abil memeluk bantalnya, hingga Arga masuk dan Arletta memilih untuk berpura-pura tidur.
"Sayang ayolah, mas tau kamu pura-pura .." duduk disebelah istrinya, dengan lembut Arga membelai rambutnya.
"Sayang mas sudah belikan apa yang kamu mau tadi, dan sebentar lagi es krimnya datang . ." bujuknya, namun Arletta masih tetap diam.
"Kalau kamu masih tetap mau diam dan nggak mau bicara nggak usah bicara sekalian !!" marah Arga.
Mendengar teguran suaminya membuat Arletta kembali menangis dalam diam, namun suara sesegukan tangis itu masih terdengar oleh telingan Arga.
"Terserah!!"
__ADS_1
Brakkkk ..