Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
140


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


Cally menangis dalam dekapan Elena, ia menumpahkan semua rasa sakit atas kehilangan anaknya.


Elena dengan sabar memeluk dan membelai kepalanya, tanpa sepatah katapun ia ucapkan. Karena ia tahu, hanya pelukan yang Cally butuhkan saat ini.


"Maaf tante .."


"Maaf untuk apa nak ?"


"Maaf, baju tante basah kena air mata aku.."


"Bahkan kalau baju tante harus basah kuyup kena air mata kamu tante gpp kok, asal kamu lega .."


Cally melepas pelukannya, ia menatap Elena yang tengah tersenyum padanya.


"Kenapa tante ??"


"Kenapa apanya nak ??"


"Kenapa tante baik sama aku ??"


Elena tersenyum mendengar Cally menanyakan hal tersebut. Elena duduk ditepi ranjang sambil menggenggam tangan Cally.


"Ada yang salah kah ??" Tanya Elena.


"Bukan, tapi aku sudah pernah berbuat jahat sama kalian semua. Kenapa kalian malah berbuat baik sama aku sekarang . " cicit Cally malu.


"Cally, semua orang pernah berbuat salah termasuk tante. Nggak ada manusia yang nggak pernah berbuat salah.."


"Tapi tan, "


"Asalkan orang itu sudah tau kesalahannya dan mau berubah itu sudah jauh lebih baik nak.."


"Tante .." seru Cally terharu.


"Semua sudah berlalu, sekarang yang paling penting adalah kamu sudah sadar dan mau berubah nak. ."


"Tante mau nerima aku ??"


"Ih ya nggak mau lah, kan tante udah ada om Reno.. "


"Tantee .." senyum Cally saat mendengar candaan Elena.


"Tante seneng kamu udah sadar, tante berharap kamu akan jauh lebih baik lagi sekarang.." menepuk-nepuk kepala Cally.


"Makasih tante .." memeluk erat tubuh Elena.


"Udah ya, sekarang kamu istirahat karena tubuh kamu masih lemah .."


"Tapi, Daniel ?" Menatap Daniel yang terbaring diranjang sebelahnya.


"Gpp, Daniel hanya masih lemah karena baru sadar. Besok juga udah bangun .."


"Tante juga istirahat ya, aku nggak mau tante jadi sakit gara-gara aku. "


"Tentu.."

__ADS_1


Elena membantu Cally merebahkan dirinya, ia juga menyelimuti tubuh Cally sebelum ia kembali tidur bersama Seruni.


Elena menatap haru Cally yang kini sudah berubah dan sudah bersikap baik, terlebih dengan Arletta.


Namun saat dirinya akan kembali, tanpa sengaja ia melihat seseorang yang terlihat seperti mengintai kamar rawatnya.


"Siapa ??" Seru Elena.


Suara Elena tersebut membuat Cally membuka kembali matanya, bahkan ia juga bangkit dari tidurnya.


Seruni yang sedang terlelap juga terbangun dan terduduk mendengar suara Elena. Namun Elena tak menyadari, ia berjalan menuju pintu yang terbuka sedikit.


"Akhh .. " teriak Elena saat seseorang melemparkan sebuah serbuk kepadanya.


"Tante.. " teriak Seruni dan Cally bersamaan.


Seruni bangkit dan berlari mengejar pengintai tersebut, sedangakan Cally bangkit dan menolong Elena yang terjatuh dilantai.


"Tante, tante gpp kan .." panik Cally membersihkan wajah Elena dari sisa-sisa serbuk.


"Gpp nak, tante cuma kaget aja kok.."


Cally membantu Elena bangkit dan mendudukannya disofa.


"Beneran tante gpp kan ??"


"Iya gpp kok, tapi dimana Seruni ??" Tanya Elena.


Seruni sekuat tenaga berlari mengejar laki-laki yang baru saja menyerang Elena. Dan keberuntungan dipihaknya, laki-laki tersebut berlari kesudut jalan.


"Mau lari kemana loe !!" Seru Seruni sinis.


Keduanya terlibat perkelahian, Seruni terus menyerang dan berusaha melumpuhkan laki-laki tersebut. Namun sayangnya, laki-laki tersebut terus saja melawan hingga membuatnya kelelahan.


"Brengsek juga loe ya!!" Umpat Seruni kemudian menendang perut laki-laki tersebut hingga tersungkur membentur tembok.


"Mampus loe!! Ikut gue !!"menarik paksa laki-laki tersebut untuk mengikutinya.


Sedangkan didalam kamar Elena begitu cemas saat Seruni tak kunjung kembali, bahkan ia juga sudah memanggil anak buah suaminya.


"Kalian cepat cari .." perintah Elena.


Belum sempat mereka pergi, Seruni sudah kembali dengan mambawa penyerang Elena.


"Tante .."


"Astaga Runi.." berlari memeluk tubuh Seruni.


"Kalian bawa dia, dan serahkan pada Arga nantinya.." seru Seruni.


Anak buah Reno undur diri dengan membawa laki-laki tersebut, namun sebelum itu mereka sempat meminta semuanya untuk tidak keluar kamar sampai esok pagi.


"Aku baik-baik saja tante.." seru Seruni.


"Tante khawatir kamu nggak balik-balik.."


"Gpp. Cally loe gpp kan ??"


"Gpp kok, loe baik-baik aja kan ??"


"Loe lihat gue gimana .." senyumnya.


...—...


Letta membawa motornya pergi mengejar Loise yang sudah kabur membawa anaknya. Sedangkan Arga dengan Reno masih berdiri diam ditempatnya.


"Brengsek!! Pah kita kejar" ajak Arga.

__ADS_1


Namun sebelum itu Reno sempat berteriak memanggil Orland serta David untuk ikut dan membawa beberapa anak buah mengikutinya.


Didalam mobil, Arga terus melaju dengan kecepatan penuh hingga membuat Reno sedikit ketakutan .


"Pelan sedikit nak, "


"Kalau kita pelan kita nggak bisa ngejar mereka pah.." gusarnya.


"Iya juga ya, tapi hati-hati karena papa masih mau bersama mama kamu.. "


Arga hanya diam tak menyahuti papanya, kini ia hanya fokus melihat jalan dan mencari keberadaan istrinya.


Arletta terus melaju kencang mengikuti mobil Loise. Dan mobil itu melaju menuju bandara, membuat Letta panik seketika.


"Bandara!! Sialan !!" Umpatnya kemudian memacu kencang motornya.


Loise sadar jika Letta sedang mengikutinya, dan dengan sengaja ia mengecoh Letta dengan melewatkannya pada jalan-jalan belukar.


"Akhh.." pekik Letta saat motornya hampir terjatuh karena tergelincir.


"Loise sialan!!" Murka Letta.


Ia berusaha menahan motornya agar tak terjatuh bersamanya, namun tenaganya sudah hampir tak mampu untuk bertahan.


"Letta loe bisa!! Demi anak loe Ta !!" Serunya menyemangati dirinya sendiri.


Letta berhasil bangkit dengan motornya, lalu ia kembali melaju mencari keberadaan Loise. Sedang Loise kini telah tiba dan telah membawa Shaka masuk kedalam bandara.


Letta tiba, ia segera memarkirkan motornya dan berlari masuk kedalam bandara. Namun sebelum itu ia meminta bantuan petugas bandara untuk ikut membantu mencari Loise.


Ditengah jalan Arga mendapat pesan dari Letta, ia mengatakan jika dirinya berada dibandara dan mengejar Loise.


Letta terus berlari mencari disetiap sudut bandara, namun ia masih tak kunjung menemukan anaknya ditengah luasnya bandara.


"Dimana kamu nak, " sendunya berjalan dengan kakinya yang sudah terluka.


"Akhh.. "


Tiba-tiba saja kakinya terasa amat sakit, dan setelah dilihat ternyata ada luka dikakinya karena hampir terjatuh dari motor tadi.


"Nggak boleh harus kuat .."


Dan saat ia akan kembali melangkah, ia melihat sosok Loise tengah berjalan dengan menggendong anaknya..


"Berhenti!!" Teriak Letta.


Loise begitu terkejut mendengar suara teriakan Letta, ia berlari menghindari namun Letta terus berlari mengejarnya.


"Loise berhenti!!" Teriak Letta.


Loise begitu ketakutan jika Letta mengambil cucunya, dan ia berhenti dan berbalik menghapad Letta.


Dorr!!



Nb : Hai semua, jangan lupa mampir juga yuk ke novel baru aku. Disana nggak kalah seru juga menggemaskan loh,, yuk mampir dan ramaikan "Terjebak Cinta" 🄰


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


......HAPPY READING GUYS,......

__ADS_1


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2