
Hai semua kita update lagi,
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] š
_______________________________________š¾
Letta begitu marah saat melihat Cally berderai air mata, bahkan Letta mampu melihat jika saat ini Cally begitu terluka.
"Cally bilang, siapa yang udah bikin kamu nangis gini!" seru Letta tak sabar.
"Bantu aku pergi dari sini Ta, aku mohon" tangis Cally.
"Kasih tau aku dulu, ada apa sama kamu ini?" khawatir Letta.
Cally tak menyahutinya, ia berhambur memeluk erat tubuh Letta mencari ketenangan. Ditepuknya perlahan bahu Cally agar ia merasa sedikit tenang.
"Aku nggak maksa kamu buat cerita, aku cuma nggak mau hal buruk menimpa kamu aja" ujar Letta lembut.
"Nyokapnya Daniel nggak suka sama aku Ta, dia ngehina aku didepan semua keluarganya" ucap Cally dalam tangisnya.
"Apa yang dia katakan!"
"Dia bilang aku nggak pantas untuk anaknya, dia bilang aku ****** yang hamil diluar nikah. Dia juga bilang aku penjahat yang hanya bisa membahayakan anaknya" Cally menangis menceritakan ulang kejadian yang dialaminya saat berada dirumah Daniel.
"Kurang ajar! Berani sekali keluarga mereka ngerendahin kita!" Letta merasa sangat terhina, ia adalah saudara kandung Cally jadi siapapu yang menghinanya juga menghina dirinya.
"Lalu dimana dokter Daniel?"
"Dirumahnya" jawab Cally melepas pelukannya.
"Jadi dia membiarkan kamu dihina oleh keluarganya, terus dia juga ngebiarin kamu pulang sendirian!" geram Letta.
"Dia cuma anak berbakti Ta sama orang tuanya" belanya.
"Apapun itu, dia nggak bisa mengabaikan kamu begitu saja setelah apa yang keluarganya lakukan!" marah Letta.
Letta menghubungi satpam rumahnya. Ia meminta satpam untuk tidak mengijinkan Daniel masuk kedalam rumahnya.
"Ta" gugup Cally.
"Biar aku yang urus masalah ini. Kamu pergi berlibur aja dulu" seru Letta, ia tak ingin Cally larut dalam kesedihannya. Letta sengaja memilihkan tempat liburan Cally agar tak diketahui banyak orang.
Letta terlihat sibuk mengotak-atik ponselnya, sejenak Cally memperhatikan tingkah suadaranya itu.
"Ngapain Ta?"
"Aku udah siapin semua keperluan kamu, dan aku udah siapin juga liburan istimewa buat kakak tersayang aku" tawanya saat menunjukkan layar ponselnya.
"Makasih Ta" Cally yang terharu memeluk tubuh Letta, ia begitu bersyukur ada Letta disaat dirinya jatuh.
"Udah-udah, sekarang siapin semua keperluan kamu ya. Terus aku tunggu diluar" serunya.
"Tunggu Ta" cegah Cally saat Letta berjalan keluar dari kamarnya.
"Ada apa?"
"Tolong simpenin ya, aku mau bebas dulu" menyerahkan ponselnya pada Letta, sebab dirinya merasa masih butuh waktu lagi.
"Pasti. Yaudah siap-siap gih" senyumnya sebelum keluar dari kamar.
Ditempat lain, Arga beserta semua anak buahnya sedang merayakan kepergian Loise bersama Mr. B . Arga menyiapkan banyak makanan juga minuman, ia bermaksud berterima kasih namun hanya tak tau harus bagaimana.
"Wah makasih tuan muda, ini enak-enak semua".
"Iya tuan, sering-seringlah biar kita-kita kenyang gratisan".
Arga hanya mengangguki saja semua ucapan anak buahnya yang sedang girang. Ia yang selama ini acuh dengan anak buahnya kini merasa begitu bersalah.
Bagaimanapun merekalah yang selalu membantunya saat dalam keadaan sulit. Namun terkadang ia selalu melupakan mereka ketika berbahagia.
"Mulai dari sekarang, jika kalian menginginkan makanan apapun silahlan hubungi saya atau bos-bos kalian".
"Wih, serius nih tuan?"
"Apapun boleh tuan ?"
"Kalau mau makan kepiting boleh nggak ?"
__ADS_1
"Apapun. Land tolong pesenin seafood biasanya ya, tapi minta tambahan kepiting sesuai mereka".
"Bentar" seru Orland.
Arga sejenak menatap David yang hanya diam saja duduk disebelahnya. Biasanya ia akan sangat bersemangat jika ada makan-makan, apalagi jika makan dengan anggotanya.
"Kenapa loe?" tegur Arga.
"Mikirin Seruni" ketusnya.
"Kenapa lagi sama dia? Berantem lagi?" tanya Arga.
"Tiap hari mereka berantem kalau ketemu, udah kayak kucing sama tiku" celetuk Orland yang selesai memesan makanan.
"Sialan loe" kesal David.
"Emang ada apa?"
"Gak tau lah Ga. Gue tuh heran aja sama dia, setiap kali ketemu sama gue tuh bawaannya emosian mulu" curhat David.
"Loe ngeselin kali" sahut Orland yang kemudian kena timpuk bantal oleh David.
"Eh buset" seru Orland.
"Seruni itu nggak jauh beda sama Letta Vid, kalau loe mau deketin dia loe pakai cara yang halus. Loe jangan terang-terangan nunjukin rasa suka loe" ucap Arga.
"Terus?".
"Loe bersikap aja biasa, kalau dia ngajakin ribut loe diam aja atau loe bisa tinggalin Seruni".
"Hilih kek loe mulus aja Ga, siapa yang ngejar-ngejar istrinya sampe ke terminal gara-gara salah tuduh" ledek Orland.
"Diam aja deh loe Land, bikin emosi aja deh" omel Arga.
"Tuan" panggil salah seorang anak buah Arga.
"Ada apa" liat Arga.
"Kalau boleh kita tau, sebenarnya tahanan Loise itu mai dibawa kemana?" penasarannya.
"Kalian menanyakan tentang Mr. B ?" tanya Arga menatap anak buahnya, namun mereka semua hanya menundukkan pandangannya.
Namun penjelasan Arga membuat anak buahnya kebingungan. Mereka saling menatap dengan berbagai pertanyaan, membuat David serta Orland tertawa dibuatnya.
"Hahah kalian semua masih belum paham ?" tawa Orland menatap kebingungan mereka semua.
"Mr. B itu gay" celetuk David.
"Gay!" seru serempak mereka membuat gelak tawa semuanya.
"Tapi tuan, bukankah Loise itu laki-laki normal?"
"Tentu saja normal" santai Arga.
"Lalu".
"Loise itu laki-laki normal, laki-laki yang sangat menyukai kebersihan" seru Arga sambil menerawang pikirannya.
"Hukuman penjara terlalu mudah dan terlalu menyiksa baginya, maka dari itu aku memberi hukuman yang lebih nikmat untuknya" sinis Arga saat membayangkan hari-hari Loise yang harus melayani ***** Mr. B.
Mereka semua bahkan tak bisa membayangkan bagaimana nasib Loise, laki-laki normal yang harus melayani seorang gay dihidupnya. Jelas ini adalah hukuman paling menyiksa dari pada harus hidup dipenjara.
...***...
Semua orang tengah berkumpul diruang keluarga, mereka semua sedang asyik bermain dengan baby Shaka yang begitu menggemaskan.
Namun ditengah kebahagian itu, nampak Daniel juga Cally yang tak hadir. Tak ada yang tau dimana keduanya, namun yang pasti Letta tau dimana Cally berada.
"Kangen banget deh sama syank aku ini" ucap Arga saat Letta bersandar didadanya.
"Yank, kita nggak ikut gabung yang lainnya?" tanya Letta memainkan tangannya diatas baju Arga.
"Udah kita disini aja mesra-mesraan, biarkan mereka semua yang mengurus anak kita" jelas Arga, membuat Letta mengeratkan pelukannya.
"Syank" panggil Arga.
"Ehm".
__ADS_1
"Dimana Cally?" tanya Arga langsung.
"Dimana-mana" sahut asal Letta yang tak ingin memberitahu keberadaan Cally pada siapapun.
"Daniel menghubungiku, dia mengatakan tidak bisa masuk kedalam rumah atas perintah kamu" seru Arga yang menjeda ucapannya, ia sedikit ragu untuk berkata pada istrinya sebab ia tau betul jika Letta sudah bertindak maka ada hal yang tak bisa ia usik didalamnya.
"Apa dia mengatakan sesuatu?" menatap Arga dengan mata indahnya.
"Tidak" membelai wajah Letta dengan begitu mesra.
"Aku percaya sama kamu, dan aku nggak akan mencampuri masalah ini" mengecup lama kening istrinya.
"Bagus" sahut Arletta.
"Ada yang lebih bagus" menatap mesra mata Letta.
"Apa?"
"Membuatkan cucu kedua untuk mereka".
"Tapi mereka semua ada dibawah yank" was-wasnya.
"Dan kita diatas tentunya" ucap Arga yang tak memperdulikan sekitarnya. Kini ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengan istrinya, wanita yang membuatnya tergila-gila.
Malam yang sepi menjadi teman keduanya dalam memadu kasih, Arga yang sudah diselimuti kabut nafsunya begitu brutal dalam permainannya.
Sama-sama tak mengenakan apapun membuat Arga lebih leluasa menjamah tubuh istrinya. Namun ketika mereka tengah asyik bercumbu, sebuah ketukan dipintu membuyarkan konsentrasi mereka.
Tok.. tok,
"Letta, Arga " teriak Elena dari luar pintu.
"Astaga, mama" pelan Arga berucap dengan begitu kesal.
"Yank gimana ini" bisik Letta.
"Cuekin aja" masa bodoh Arga.
Namun saat keduanya kembali memulai, Elena juga terus mengetuk pintu kamar itu secara berulang membuat Arga begitu kesal dengan Elena yang terus mengusik malamnya.
"Mamaa" geram Arga kesal.
"Yank, udahan dulu ya. Itu anak kita ngantuk" bisik Letta tak enak.
"Tapi udah terlanjut masuk yank" memelaskan wajahnya.
"Nanti malam kita tunggu dia tidur, baru kita main lagi ya" bujuknya saat Arga terus merajuk.
"Yank, cabut dulu" pinta Letta saat Elena terus saja mengetuk pintu.
Arga yang kesal mencabut miliknya dan berlari masuk kedalam kamar mandi. Letta segera mengenakan pakaiannya dan bergegas membuka pintu untuk mamanya.
"Astaga nak, kamu kemana sih?" seru Elena saat melihat Letta membuka pintu.
"Maaf ma, tadi ak ketiduran" bohongnya.
"Nih si Shaka mau minum susu, ngantuk kayaknya" mengerahkan baby Shaka pada gendongan Arletta.
"Loh Arga mana?" tanya Elena saat melihat kedalam kamar tak nampak Arga, namun ia melihat ada baju Arga yang berserakan dilantai.
"Oh mas Arga lagi berendam mah" jawabnya.
"Yaudah, jangan lupa kakinya diobatin nanti kalau mau tidur ya" dengan penuh perhatian Elena selalu mengingatkan Letta akan lukanya yang masih belum pulih sepenuhnya.
"Iya, makasih ya mah" tulusnya.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya, dan share juga ke teman juga kerabat kalian.
Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.š¤
Jangan lupa share..
......HAPPY READING GUYS,......
__ADS_1
...šš...