
Hai semua kita update lagi,
maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok š¤ ..
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šš
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..š¤£
_______________________________________š¾
...ā...
Pagi ini terlihat berbeda, sebab tak ada Arletta yang menemani Arga untuk sarapan.
"Bi Suti, nanti kalo istri saya sudah bangun tolong jangan lupa susu hamilnya ya .." seru Arga sambil membersihkan bibirnya.
"Baik tuan muda,"
"End .. Ali .." panggil Arga.
"Kami tuan .."
"Hari ini pastikan istri saya tidak keluar kemanapun, dan laporkan setiap kegiatannya..".
"Baik tuan,"
Lalu terlihat Arga keluar meninggalkan rumah dengan mobil mewahnya.
Setelah kepergian Arga, Letta terbangun dari tidurnya dan bergegas membersihkan diri. Ia merasa bersalah dengan Arga karena tak melayaninya seperti biasanya.
"Mas .. mas Arga ??" teriaknya sambil menuruni anak tangga.
End yang mendengar suara nonanya segera berlari menuju asal suara.
"Pagi nona muda .." sapa End dibawah tangga menunggu Letta.
"Pagi, End apa kau melihat suamiku ..??" tanyanya saat sudah sejajar dengan tubuh bodyguardnya.
"Tuan muda baru saja berangkat nona,"
"Oh, baiklah," melenggangkan kakinya menuju dapur rumahnya.
Sebelum ia sampai dapur, terdengar suara yang sedang memanggil namanya dengan suara khas cemprengnya.
"Letta .. "
"Arletta dimana kamu nak ??" teriaknya lagi masih mencari.
"Ini rumah bukan hutan," keluh Jake pada maminya.
"Tutup telingamu juga mulutnya anak nakal .." omel Joy pada putranya.
"Tante Joy, " sambut Letta berjalan perlahan menghampirinya.
"Astaga stop nak, diam disana saja .." seru Joy tiba-tiba membuat Letta mengehentikan langkahnya dengan segera.
"Sini .. sini duduk nak, anggap saja rumahmu sendiri ya nak .." menuntun Letta perlahan duduk diatas sofa, sedang Letta yang dirangkul Joy hanya diam mengikutinya.
"Ini nih kalau tamu lupa diri,siapa tuan rumah siapa tamu.." sindir Jake pada maminya yang berlagak seperti tuan rumah.
"Diam kau anak nakal! Jangan hiraukan dia Letta, dia memang sedikit tidak waras !" ejek Joy pada putranya, sedangkan Jake yang sudah terbiasa dengan tingkah maminya hanya diam memainkan ponselnya.
__ADS_1
Suasana terlihat ceria dengan kehadiran Joy dirumah Letta, dan itu tak luput dari pengawasan Arga. Sejenak Letta terlihat melupakan masalah dengan cafe nya.
"Keputusanku meminta Jake membawa bibi Joy kerumah tidak salah, Letta terlihat melupakan kejadian kemarin.." gumam Arga menatap layar laptopnya yang terhubung dengan cctv rumah.
"Permisi pak Arga .."
"Ada apa Manda ??" menutup Laptopnya saat Manda melangkah masuk kedalam ruangannya.
"Ada 2 orang laki-laki datang mencari bapak,"
"Dimana mereka sekarang ??"
"Masih di lobby pak, tadi resepsionis baru saja menghubungi saya.."
"Bawa mereka masuk keruangan saya," titahnya lalu terlihat Manda keluar dari ruangan.
Kini kedua laki-laki itu duduk dihadapan Arga dengan raut wajah misteriusnya.
"Jadi apa tugas kami tuan muda,"
"Kami siap melakukan perintah anda," sahut lainnya.
"Cafe milik istri saya direbut paksa oleh kedua orang ini ," menyerahkan foto Sia juga Carlos pada keduanya.
"Apa yang tuan inginkan pada kedua orang ini ??"
"Tidak banyak, hanya saya mau kalian bantu saya mengembalikan kepemilikan cafe itu pada istri saya tapi dengan cara sehalus mungkin .." serunya menopang dagu.
"Mudah bagi kami tuan, lalu kita apakan mereka ??" tanyanya.
"Beri peringatan pada mereka, tapi jangan lukai dia karena saya pantang menyerang wanita !!" serunya menunjuk foto Sia.
"Sampai kapan kalian akan tertawa?? karna hanya istri saya yang nantinya akan tertawa diakhir.. " serunya menampakan wajah tanpa ekspresinya.
_________________________________________
Berbeda dengan Arga yang tengah menyusun rencananya, Carlos dan Sia malah sibuk merubah semua tatanan cafe.
"Loe gak bisa rubah menu seenaknya aja dong Sia !!" kesal Nomi.
"Kenapa nggak bisa ?? cafe ini sekarang milikku, dan aku bebas mengubah apapun sesuai keinginanku !!" sombongnya.
"Loe berubah !!" bentak Nomi, namun siapa sangka ia malah didorong dengan keras oleh Carlos hingga terjatuh.
"Nomi !!" teriak Joni saat melihat Nomi terjatuh dengan keras, ia segera berlari menghampirinya.
"Loe gpp kan ??" tanyanya membantu Nomi berdiri, namun Nomi hanya diam menggelengkan kepalanya.
"Kalian berdua kelewatan!! dan loe, laki-laki macam apa yang berani berbuat kasar pada perempuan !!" teriak Joni marah.
"Kalo loe nggak terima, silahkan pergi .." ucap Carlos menunjuk arah pintu.
"Jon, kita gak bisa tinggalkan cafe ini begitu saja dan membiarkan mereka menang.." bisik Nomi.
Telihat Joni diam dan memikirkan ucapan Nomi. Ia juga tak rela jika usaha milik Letta jatuh ketangan kedua orang keji dihadapannya.
"Nggak mau kan?? makanya gak usah sombong sok ngelawan gue !!" sombongnya, lalu ia terlihat melemparkan sebuat buku menu pada Joni.
"Rubah menu disana, hapus red velvet cake dan semua menu roti. Ganti semuanya dengan menu nasi !" perintahnya.
"Loe gila-
__ADS_1
Ucapan Joni terpotong saat tiba-tiba Carlos menyela ucapannya.
"Jaga bicaranya bung, dia bos disini jadi sopan sedikitlah .." serunya.
"Kita disini dari awal adalah cafe penyaji aneka coffee, minuman dan juga cake. Tidak ada koki untuk menyediakan makanan berat !!" jelasnya.
"Terus masalahnya dimana ???" santai Sia.
Joni juga Nomi sungguh sangat emosi oleh kelakuan Sia yang sok berkuasa namun bertindak seperti orang bodoh.
"Lalu siapa yang akan memasak makanannya ??" tanya Joni pada akhirnya.
"Tentu saja Nomi!! jangan bilang kau tidak bisa memasak ya ??" ucap Sia berusaha merendahkan Nomi.
"Kayak loe bisa masak aja !!" ejek balik Nomi, namun hal itu membuat geram Sia.
"Loe !!" serunya menunjuk wajah Nomi, sedang yang ditunjuk dengan santainya menjulurkan lidahnya.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan pertengkaran mereka. Dan orang lain itu tak lain adalah Loise.
Dengan senyum cerahnya ia mendengar setiap detail pertengkaran mereka dibelakangnya. Betapa bahagia dirinya mendengar apa yang menimpa anak mantan sahabatnya itu.
"Tidak salah aku hari ini datang kemari .." gumamnya menampakkan senyum kemenangannya.
Loise yang awalnya datang hanya untuk melihat-lihat tanpa sengaja mendengar semua pertengkaran mereka. Dan ia mulai memikirkan langkah agar bisa mendekati Arletta, anak dari mantan sahabatnya itu kemudian menghancurkannya.
Namun bukan hanya ada Loise saja, ada juga anak buah yang khusus diperintahkan oleh David untuk mengawasi situasi didalam cafe itu.
David sengaja memata-matai cafe, sebab ia khawatir jika nantinya Carlos juga Sia berbuat nekat dan menghancurkan cafe milik Letta.
Namun siapa sangka mata-mata itu malah menangkap kehadiran Loise ditengah perdebatan itu.
"Siapa laki-laki itu?? kenapa sejak tadi matanya terlihat seperti mengawasi perbincangan mereka ??" gumamnya saat melihat mata Loise yang menunjukkan ekspresi berbeda.
Lalu tanpa menunggu lama ia mencoba mengambil gambar Loise untuk melaporkan hal itu pada David.
Namun hasil gambarnya tepat saat Loise tengah menyunggingkan senyum liciknya, membuat dia kembali merasa curiga.
"Sebaiknya aku juga mengawasi laki-laki itu, karena aku yakin dia lebih berbahaya daripada 2 parasit itu!!" gumamnya lalu mengirimkan foto tersebut pada David, bos nya.
"Kalau Nomi juga terjun kedapur untuk memasak, lalu siapa yang akan menghandle urusan kasir??" tanya Joni dengan santai.
"Kalian berdua tentunya, dan gue gak mau ada kesalahan saat penghitungan laba!!" oceh Sia.
"Loe berubah Sia, loe yang sekarang gak lebih hanya seorang parasit!!" seru Nomi.
"Brengsek loe!!" serunya hendak menampar Sia, namun dengan cekatan ditahan oleh Joni.
"Ingat Sia, loe dulu bukan apa-apa. Loe hanya anak rantauan yang lontang lantung dijalan persis kayak gelandangan, lalu Arletta yang dengan baiknya menolong dan memberimu pekerjaan.." menjeda ucapannya.
"Dan sekarang ini balasanmu!! Loe jangan jadi kacang lupa sama kulitnya, tanpa bantuan Arletta loe itu bukan apa-apa dan gak mungkin jadi seperti sekarang!!"
"Loe jangan pernah melupakan apa yang sudah orang lain berikan buat loe dengan tulus, dan loe malah balas dengan pengkhianatan .. masih pantaskan parasit kayak loe nantinya dipertahankan ???" seru Joni mengeluarkan isi hatinya, namun semua ucapannya membuat Sia merasa sakit hati dan terlihat sangat emosi.
......š¦©......
Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. š
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyaš.
Dan terima kasih buat kalian semua yang sudah mendukung Arga sama Arletta,š„°š„°
__ADS_1