Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
85


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


Arletta merasa lega saat dirinya dengan berani melawan Arum didepan umum. Kini tubuh Letta terduduk lemas dikursi membuat End serta Ali merasa khawatir.


"Nona, apa anda baik-baik saja .." tanya End.


"Apa anda ada terluka atau merasa sakit nona ??" lanjut Ali bertanya.


"End, Ali .. saya baik-baik saja.." serunya dengan tersenyum.


Seruni, Kenny serta Jesika yang sudah selesai berbelanja segera menghampiri Arletta.


"Ada apa ini ??" tanya Seruni.


"Kakak .. sudah belanjanya??" tanya Arletta.


Seruni kemudiam duduk disamping adiknya, menatap lekat pada wajahnya.


"Kamu gpp kan dek ??"


Lalu Letta pun bercerita apa yang dilakukannya tadi kepada Arum, bibinya.


"Berani sekali lampir itu mengganggumu!!" geram Seruni.


"Biar nanti aku laporin kak Arga aja kak, biar kapok!!" seru Jesika.


Namun tanpa semua tau Arga sudah mendengar kabar tentang apa yang terjadi kepada istrinya.


Ia begitu geram juga marah, ternyata selama ini ia membiarkan mereka bukan pilihan yang tepat.


" Kalian terlalu meremehkan diamnya saya!!" geram Arga didalam kamarnya.


"Pelajaran ini untuk membalas semuanya, semua tindakan kalian !!"


Arga terlihat sedang mencoba menghubungi seseorang.


šŸ“ž" Haloo bro," sapa Arga.


šŸ“ž" Ada apa loe nelpon gue ??"


šŸ“ž" Cabut semua saham loe dari perusahaan Alfon, juga cabut investasi gue atas nama loe dari sana.." titah Arga.


šŸ“ž" Apa yang sekarang dilakukan oleh mereka sampe loe melakukan ini ??" tanya David penasaran.


Jadi selama ini Arga bersekongkol dengan perusahaan milik David juga Orland untuk bekerjasama masuk kedalam perusahaan Alfon.


šŸ“ž" Mereka terlalu meremehkan diam nya gue bro, jadi gue cuma mau kasih sedikit pelajaran untuk mereka.." dengan santainya Arga berbicara.


šŸ“ž" Sesuai dengan perintah loe!! Gue bakal hubungin Orland untuk memberitahunya.." sahut David.


šŸ“ž" Thank's ya bro .. "


šŸ“ž" Santai bro .."


Arga mematikan telponnya, kemudian ia berjalan menuju sofa dan menyalakan laptopnya.


"Pelajaran yang sangat berharga agar kalian tidak sombong !!" gumam Arga saat berkutat didepan laptopnya.


*


Cally yang masih uring-uringan didalam kamarnya terkejut saat ponselnya berdering dengan begitu kerasnya.


"Siapa sih, nggak tau apa orang lagi kesel !!" gerutunya.


Matanya menatap tajam pada layar ponsel yang menunjukkan nama sekretaris pribadinya. Tanpa pikir panjang Cally pun segera menerima panggilan telponnya.


šŸ“ž" Ada apa .." to the point nya.

__ADS_1


šŸ“ž" _____" .


šŸ“ž" Iya ada apa memangnya diperusahaan ??" malasnya.


šŸ“ž" _______________________" .


Mata Cally membulat saat mendengar penjelasan dari sekretarisnya, dimatikan segera telponnya dan bergegas keluar dari dalam kamar.


Arum yang baru saja sampai dirumah melangkah masuk sambil mengucapkan sumpah serapah untuk Arletta. Arum begitu emosi saat mengingat perlakuan Letta terhadapnya tadi saat di mall.


"Anak kurang ajar, gak tau diri!!" kesalnya duduk disofa.


Lalu dibantingnya sebuah vas bunga, yang tanpa ia sadari tanpa sengaja mengenai Cally yang sedang menuruni anak tangga.


"Auwww .. " pekik Cally saat kakinya terkena lemparan vas bungan mommynya.


"Darling .. "


"Mommy !! apa yang mom lakukan, sakit!!" serunya memegangi kakinya.


"Sorry darling, mom tal sengaja. Ini gara-gara anak sialan itu !!" adunya.


"Cukup ya mom, aku harus ke kantor sekarang jadi jangan membuat ulah!!"


"Bukan mom darling tapi Letta yang berulah!! Dengarkan mommy dulu ..!!" menahan tangan Cally saat hendak keluar.


"Mom aku benar-benar sibuk !!"


"Dengarkan dulu cerita mommy .. kau tau mom diblack list dari mall bahkan vvip mom dihapuskan !!"


"Cukup mom, kita bahas ini nanti oke!!" kesalnya melepas paksa tangan Arum.


Cally keluar dari dalam rumah dengan sangat terburu-buru, bahkan teriakan Arum tak menghentikan langkahnya.


Setelah sampai diperusahaannya, Cally bergegas menuju ruang meeting dimana semua orang menunggunya.


"Ada apa ini ?? kenapa saham kita bisa anjlok dipasaran ??" serunya saat memasuki ruang meeting.


Kemudian ia mendengarkan penjelasan dari beberapa karyawan perusahaannya. Cally begitu terkejut saat nama perusahaan milik David juga Orland disebutkan.


"Mereka mencabut tiba-tiba saham juga investasinya ???" geramnya.


"Maksudnya ?"


"Perusahaan saat ini dalam situasi pailit bu, dan jika situasi semakin berlanjut maka perusahaan bisa mengalami kebangkrutan!!"


Cally begitu bingung harus berbuat apa, seolah sudah tak ada jalan lagi untuknya memilih.


"Bu Cally .. "


"Ya. ." gugupnya.


"Apa yang harus kita lalukan sekarang??"


"Cari pinjaman dibeberapa bank untuk menutup keuangan kita, berikan jaminan apapun asal kita mendapat pinjamannya..!!"


"Baik bu .. "


"Silahkan kalian kembali bekerja.."


Lalu mereka berhambur keluar meninggalkan ruang meeting, menyisakan Cally seorang diri dalam kebingungannya.


"Arga !!" serunya tiba-tiba.


"Gue yakin pasti dia dibalik ini, nggak mungkin feeling gue salah .. "


Cally kemudian keluar dengan tergesa-gesa menuju perusahaan milik Arga. Matanya memancarkan kemarahan yang membara.


Sesampainya diperusahaan Arga, Cally begitu saja masuk tanpa menghiraukan panggilan resepsionis.


"Dimana bos kalian !!" seru Cally dihadapan Manda.


"Apa nona Cally sudah membuat janji.. ??" tanya Manda.


"Persetan !!" seru Cally kemudian menerobos masuk ruang kerja Arga.


Dan sepertinya Arga sudah menduga jika Cally akan mencarinya, terbukti saat Cally masuk Arga malah menyunggingkan senyumnya yang terkesan mengejek.

__ADS_1


"Keluarlah Manda.." titah Arga.


"Apa tujuan loe !!"


"Tujuan apa ??" tanya Arga berlagak sok tak tahu.


"Jangan berlagak bego Arga !!" teriak Cally marah.


Arga hanya diam dengan senyumnya, Cally yang melihat benar-benar terbakar emosinya.


"Loe !!" geram Cally maju mencengkeram kerah kemeja Arga.


Arga hanya diam, bahkan terlihat tak ingin melawannya. Diamnya itu malah membuat amarah Cally semakin memuncak.


Bahkan mata Cally menangis menahan emosinya.


"Kenapa loe tega Ga , loe bisa hancurin gue tapi nggak perusahaan yang bokap gue bangun dari nol .." serunya menangis.


"Gue memang mencintai loe, tapi gue nggak akan diam aja kalo loe ngehancurin keluarga gue!!"


"Gue hanya mengembalikan apa yang telah kalian perbuat, gak lebih .." serunya.


Cally terdiam, ia mencerna ucapan Arga barusan.


Namun tanpa diduga, Arletta datang mengunjungi Arga ke perusahaan setelah berbelanja.


"Mbak Manda ..??" sapa Letta saat melihat Manda tengah berdiri dengan gelisah.


"Ahh .. Mb Letta, sejak kapan sampainya ??"


"Barusan kok, kenapa mb Manda gugup gitu ??"


"Itu mb, didalam ruangan bos lagi ada mb Cally.."


"Cally ???"


"Iya, dan sepertinya dia datang untuk marah-marah mb.."


Dan tanpa menunggu lama Arlette segera berjalan menuju ruangan suaminya diikuti oleh Ali juga End dengan setianya.


Arletta masuk, dan ia terkejut saat melihat suaminya tengah dicengkeram kerahnya oleh Cally namun ia hanya diam saja.


"Ada apa ini ?" seru Arletta mengejutkan keduanya.


Arga yang mengetahui kedatangan istrinya dengan segera melepas paksa cengkraman Cally.


"Sayang .. " seru Arga berjalan menghampiri Letta.


Namun Cally dengan segera memukul punggung Arga dengan hiasan patung dimeja Arga.


Brukk ..!!


Arga yang tak imbang terjatuh kelantai, kemudian Cally maju dan menyerang Arletta.


"Mati loe !!" serunya menghampiri Letta.


Namun Letta segera menepis tangan Cally yang hendak mencekiknya. Ditariknya tangan itu dan dipelintirnya kebelakang tubuhnya.


"Aaahhh .. brengsek loe Ta !!"


"Loe mau nyerang gue ?? Loe salah kalo loe berfikir bisa mudah menyerang gue lagi !!" serunya bernada sinis.


Arga bangkit, kemudian ia berjalan menghampiri Arletta. Ditariknya paksa tubuh Cally dalam cengkraman istrinya, kemudian dengan sekali dorong menyerahkannya pada Ali.


"Bawa dia keluar, jan jangan biarkan dia masuk lagi!!"


"Baik tuan !!"


"End, berikan info itu pada bagian keamanan dibawah!!"


"Siap tuan .."


Keduanya saling berpelukan saat melihat tubuh Cally dipaksa keluar dari ruangan Arga, bahkan Cally terus saja berteriak meracu.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—


__ADS_2