Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
75


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


_______________________________________🌾


...āœ...


Siang hari dengan sinar mentari yang sangat terik, namun tak menghalangi Arletta untuk pergi ke kantornya.


Hari ini adalah hari dimana ia akan mengadakan meeting untuk proyek perusahaannya dengan perusahaan asing.


"Selamat siang bu Letta .." sapa seorang satpam membuka kan pintu mobil.


"Selamat siang pak, terimakasih.." balasnya saat keluar dari dalam mobil.


Berjalan anggun bak putri raja dengan kawalan penjaga, Letta memasuki perusahaannya dengan ditemani End serta Ali dibelakangnya.


"Selamat pagi ibu Arletta.." sapa Verrel saat tak sengaka berpapasan dengan temannya sekaligus atasannya.


"Selamat pagi pak Verrel .." balas Letta, namun sedetik kemudian terlihat keduanya tertawa bersama.


"Geli tau gak gue denger loe manggil gue ibu .." .


"Lah kan emang loe ibu presdir disini ..!"


"Terserah loe lah. Oh iya apa meeting udah siap??"


"Udah, lebih baik kita tunggu didalam sekalian gimana..??"


Lalu keduanya terlihat berjalan bersama, namun tak sampai 5 langkah Letta membalikkan tubuhnya.


"Kalian berdua tunggu saja didalam ruanganku .."


"Baik bu .."


Lalu melanjutkan langkahnya kedalam ruang meeting yang ternyata sudah banyak yang menunggu didalamnya.


Berbeda dengan Arletta yang tengah sibuk dengan perusahaannya, dipenjara terlihat Alfon tengah duduk diam termenung disudut sel nya.


"Gue harus bisa keluar dari sini secepatnya!!"


"Gue harus bisa ngebalas semua yang mereka lakuin sama gue!! gue bakal bikin mereka lebih hancur daripada gue!!"


Namun saat dirinya diam dan larut dalam fikirannya, seorang polisi datang dan memanggilnya.


"Saudara Alfon .."


"Saudara Alfon..??"


"Saudara Alfon, apa anda mendengar saya!!" kesalnya yang terus memanggil tanpa respon.


Beberapa penghuni sel ikut menatap Alfon yang diam mematung tak menghiraukan panggilan dari salah seorang polisi.


Salah seorang tahanan perlahan mendekati Alfon dan menepuk kakinya, hingga membuat Alfon terkejut dibuatnya.


"Kenapa !" ketusnya.


"Dimana kau letakkan telingamu!! lihatnya dia terus memanggilmu!!" tunjuknya pada polisi yang menatap tajam dirinya dari luar sel tahanan.


"Ada apa pak ..?" tanyanya antusian berlari mendekatinya.


"Ikut, ada seseorang yang ingin menemuimu.." ajaknya membukakan pintu sel.

__ADS_1


Sesampainya diruang besuk, terlihat seorang laki-laki duduk menatap sinis pada dirinya.


"Waktu kalian hanya 20 menit.." serunya.


Setelah kepergian polisi, perlahan Alfon melangkahkan kakinya dan duduk dihadapan laki-laki asing itu.


"Apa kabar Alfon Braham ..??" tanyanya sambil melepas kaca mata hitam yang bertengger dihidungnya.


"Kau !!" serunya terkejut.


_______________________________________


Arga tengah meneliti sebuah berkas saat sebuah panggilan masuk diponselnya.


šŸ“² "Halo ..??"


šŸ“² "Selamat siang tuan Arga..".


šŸ“² "Jangan bertele-tele, katakan apa yang anda mau !!"


šŸ“² "Tidak pernah mengecewakan!! tuan Arga orang yang tau segalanya! Hhahaha .." tawanya.


šŸ“² "Cepat katakan, waktuku lebih berharga dari pada ocehanmu ini!!"


šŸ“² "Kau tau apa mauku pak Arga .."


šŸ“² "Dan kau juga tau apa jawabanku bukan!!" lalu dengan kesal Arga memutuskan sambungan telponnya.


Arga yang moodnya hancur setelah menerima telpon berniat menghubungi istrinya, namun ia bertambah kea saat panggilan nya tak kunjung mendapat jawaban.


"Kemana Letta ini, kenapa susah sekali menghubunginya!!" kesalnya tanpa tau jika Letta tengah meeting dengan clientnya.


Arga yang kesal dan kehilangan mood bekerjanya memilih untuk keluar bersama David serta Orland.


Tak jauh dari kantor Arga ada sebuah cafe yang menjadi tempat tongkrongan ketiganya disaat suntuk kerja seperti saat ini.


Tanpa ia sadari Cally yang kebetulan juga berada disana sedang menatap penuh licik kearahnya.


Dengan penuh percaya diri dihampirinya Arga, dan dengan tak tahu malunya Cally duduk dipangkuan Arga dan mengalungkan tangannya dileher Arga.


"Apa yang kau lakukan!!" bentak Arga yang terkejut dengan tingkah Cally.


"Turun sekarang juga!!" teriaknya saat Cally hanya diam dan tersenyum kearahnya.


Arga yang geram segera berdiri dan mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh tersungkur ke lantai.


"Kau kasar sekali Arga!!" sungut Cally yang tak terima dengan perlakuan Arga.


"Berurusan dengan wanita tak tahu malu sepertimu harus dengan cara kasar!!" menatap sinis pada Cally dibawahnya.


David juga Orland yang baru datang terkejut dengan pemandangan yang dilihatnya.


"Ada apa ini ??" tanya Orland menghampiri Arga, sedang David hanya diam menatap jengah pada Cally.


"Apa yang dilakukan wanita ular ini??" seru David yang sukses mendapat tatapan tajam dari Cally.


"Jaga bicaramu bung! jika kau tak tau apapun sebaiknya kau diam!!" serunya tak terima dengan perkataan David.


"Bukankan yang dikatakan sahabatku itu benar? kau tak lebih dari wanita ular yang sangat licik!!" hardik Arga.


Cally yang mendapat cacian langsung dari Arga merasa sangat kecewa terlebih ucapan Arga itu mengundang semua mata menatapnya.


"Jangan keterlaluan kau Arga!!" ucapnya menahan tangis.


Hatinya sakit saat laki-laki yang dicintainya berlaku kasar padanya bahkan dengan tega menghina dan mempermalukannya.


Air mata yang berusaha ia tahan akhirnya lolos saat matanya menatap sorot mata keji yang ditunjukkan oleh Arga. Rasa marah juga kecewanya membawa Cally dengan kebencian yang lebih mendalam.

__ADS_1


"Kau akan menyesal setelah ini Arga! Aku akan pastikan kau akan memohon padaku untuk mencintaimu!!" bentaknya menunjuk tepat pada Arga.


"Jangan pernah kau menunjukku dengan tangan kotormu itu Cally!!" menepis tangan yang menunjuknya.


Malu yang dirasakan Cally membuat dia segera berlari keluar cafe menuju mobilnya. Tanpa semua sadari ternyata Cally telah menyiapkan jebakan untuk Arga.


"Bagaimana ??" tanyanya saat seorang laki-laki suruhannya masuk kedalam mobilnya.


"Sesuai rencana, bahkan gambarnya telihat meyakinkan.." menunjukkan hasil jepretannya.


"Bagus.. foto ini sangat memuaskan!!" senang Cally.


"Foto ini seolah kalian tengah saling merayu bukan?? karena aku mengambil sudut samping dari kalian saat memotretnya.." jelasnya.


"Tentu saja kau memang pintar. Dan sesuai janjiku, aku sudah mentransfer bayarannya.." senyumnya sumringah, padahal sedetik yang lalu ia masih menangis.


"Terima kasih nona .." kemudian keluar, meninggalkan Cally seorang diri didalam mobilnya.


*


Cally yang sudah selesai dengan agenda meeting dan juga pekerjaannya memilih untuk pergi mengunjungi cafe nya.


Dan dengan setia Ali serta End mengawal nona mudanya sesuai perintah tuannya, yaitu Arga Wijaya.


"Selamat siang mbak Letta .. " sapa Joni padanya saat masuk cafe.


"Siang mas Jon, gimana cafe ??" tanyanya.


"Sesuai dengan yang mbak Letta lihat .." mengedarkan pandangannya pada cafe yang terlihat cukup ramai pengunjung.


"Wah, rasanya sudah lama saya tidak kesini ya ..??" candanya.


Namun tanpa Letta sadari ada Sika juga Kenny yang tengah memakan cake mereka. Namun sepasang mata nakal tengah mengawasi kedua gadis itu.


"Hai .." sapa Carlos menghampiri meja keduanya.


"Hai.." balas Kenny yang memang ramah, sedang Sika hanya diam tak menanggapinya.


Carlos yang tak tau malu mendudukan dirinya tepat disamping Kennya, membuat kedua gadis itu menatap tajam pada dirinya.


"Kenapa kalian berdua menatapku ??" serunya cengengesan.


"Maaf tapi bisakah anda kembali ke meja anda?? kami membutuhkan privasi berdua.." ucap sopan Sika yang mulai tak suka.


Sedang Carlos yang mendapat penolakan semakin membuatnya tertantang untuk menaklukan kedua gadis dihadapannya.


"Tenanglah cantik, sebaiknya kita bertiga bersenang-senang saja .." seru Carlos.


Sika juga Kenny merasa kesal dan berdiri menatap jengah pada Carlos yang tengah tertawa dibangkunya.


"Jaga ucapan anda tuan!!" teriak Sika tak terima.


"Tenanglah cantik," balas santai Carlos hendak menyentuh tangan Sika, namun dengan sigap Kenny memukul tangan itu dengan keras.


"Aww.. " pekik Kenny saat tubuhnya mendarat dengan keras dibangku akibat didorong oleh Carlos.


"Kenny .." pekik Sika terkejut.


"Kauu!!" bentaknya.


"Bukan aku yang mulai, salahkan dia yang memukulku duluan.." santainya.


Dan keribuatan itu tak lepas dari pendengaran Arletta juga Sia yang tengah melayani seorang pelanggan.


......šŸ’•......


Semoga kalian suka sama cerita update kali ini ya, dan jangan lupa tekan like pakai jempolnya šŸ˜‰.

__ADS_1


__ADS_2