Menikahi Bos Dingin

Menikahi Bos Dingin
113


__ADS_3

Hai semua kita update lagi,


maaf ya kalau ada beberapa kata yang typo pada penulisannya itu gak disengaja kok 🤭 ..


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya šŸ˜„šŸ˜„


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..🤣


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA LETTA KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] šŸ˜‡


_______________________________________🌾


...āœ...


Daniel turun dari dalam mobilnya, dibukanya pintu penumpang pada mobilnya. Cally perlahan turun saat Daniel membukakan pintu mobil.


"Makasih ya.." seru Cally.


"Hmm.." balas Daniel.


Daniel mengajak Cally juga pelayan Cally masuk kedalam rumah. Ditaruhnya semua barang milik Cally dikamar tamu, seng pelayan Cally mendapat kamar dibagian sisi belakang bersama para pekerja Daniel.


"Istirahatlah disini, tapi maaf aku harus segera ke rumah sakit karena ada pertemuan disana.. " pamit Daniel.


"Iya tak masalah. Pergilah dok, saya ucapkan terima kasih karena mau membantu saya .."


"Dengan senang hati, anda adalah saudara nona Letta jadi anda juga teman saya karena saya berteman dengan suaminya.."


"Oh .." sahut Cally kikuk saat mendengar nama Letta disebut.


"Kalau gitu saya permisi, kalo ada apa-apa jangan sungkan minta sama si bibi atau hubungi saja saya.."


"Terima kasih dokter Daniel .."


Daniel keluar, ia melajukan mobilnya menuju tempat kerjanya. Namun saat sudah sampai dan akan turun dari mobil, matanya tanpa sengaja melihat ada sebuah map hijau yang terjatuh dibawah kursi penumpang.


"Map siapa ini ..??" Gumam Daniel menatap map ditangannya.


Dibukanya map tersebut, lalu dibacanya. Disana dengan jelas tertera nama Cally sebagai pemilik sah saham 25% atas nama Alfon, namun semua dibawah pengawasan Arum sebagai istrinya.


"Oh ini punya nona Cally, nanti saja aku kembalikan kalo gitu.. "


Daniel memasukkan map tersebut kedalam tas kerjanya, dan ia mulai turun meninggalkan mobil menuju rumah sakit didepannya.


*


Hari ini Orland sengaja mengunjungi kantor Arga sahabatnya, ia datang ingin menyampaikan berita tentang Seruni yang sudah sadar.


David terus saja menghubunginya, namun sama sekali tak ada balasan. Pada akhirnya David menghubungi Orland dan meminta bantuannya.


"Siang Man, bos ada kan ??" Tanya Orland to the point pada Manda.


"Ada mas , tapi mas masuk sendiri ya .."


"Oke deh .. "


Orland mengetuk pintu ruangan Arga, namun sama sekali tak ada balasan. Karena kesal tangannya menjadi sakit , Orland masuk begitu saja kedalam ruangan Arga.


"Oh my God .. " seru Orland terkejut.


Arga tertidur, kini ia tidur diatas sofanya terlentang sambil menutup matanya dengan lengannya.


"Gila nih anak ya, gue ngetok pintu sampe memar tangan dia malah enak-enakan molor .." kesalnya membanting pintu ruangan Arga.


Brakkk .. !!

__ADS_1


Arga terperanjat kaget saat mendengar pintunya dibanting dengan keras. Orland hanya cengengesan saat menatap Arga dengan wajah memerahnya karena terkejut.


"Sialan loe!! Loe mau ganti rugi apa kalau pintu ruangan gue rusak !!" Amuk Arga pada Orland yang duduk disampingnya.


"Lagian loe juga molor dikantor, nggak biasa-biasanya .. " ejek Orland.


"Gue begadang semalam, baby Ar nangis jadi gue bantuin Letta jagain .. "


"Ohh, papa siaga maksudnya nih..??"


"Bukan siaga begok, emang gue jagain anak gue aja. Makanya sekarang gue ngantuk banget !!"


Arga bangkit menuju toilet didalam ruangannya, dibasuhnya mukanya untuk menghilangkan kantuknya. Lalu ia kembali duduk disebelah Orland sambil mengelap wajahnya.


"Ngapain kesini ??"


"Gue bawa berita kesini .."


"Berita apa?" Seru Arga terkejut.


"Loise udah berhasil masuk kedalam perusahaan Alfon dan mendepak Cally keluar, ia juga menguasai semua aset peninggalannya.."


"Kalau itu gue udah tau, gue udah minta Manda buat urus sisanya.."


"Oh, terus berita kedua karena Seruni udah sadar.."


"Oh udah sadar .." cueknya sambil mengancingkan lengan bajunya.


"Ha !! Serius loe !!" Teriak Arga terkejut.


"Buset kenceng amat teriaknya bro.." protes Orland memegangi kedua telinganya.


Arga lalu terdiam dengan pemikirannya sendiri, Orland mungkin tau apa yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya itu.


"David berbohong sama Seruni, dia bilang kalo om sama tante ada di ICU.."


"Seruni tadi histeris keingat orang tuanya, dia bahkan mau turun dari ranjang dan melepas infus nya.."


Arga menatap serius Orland yang sedang bercerita , keningnya berkerut memikirkan semua cerita Orland dan semua kemungkinan yang akan terjadi.


"Terus sekarang gimana kondisinya??"


"Dia udah tenang, dokter juga udah kasih suntikan penenang jadi dia tidur sekarang .."


Arga menarik nafasnya lega, ia merebahkan tubuhnya bersandar pada sofa. Arga diam, ia memikirkan langkah apa yang harus ia ambil saat ini.


Tokk.. tokk ..


"Masuk .."


"Apa papa mengganggu ??" Tanya Reno yang tiba-tiba datang ke kantornya.


"Papa .."


"Om .."


Reno duduk setelah Arga juga Orland mencium tangannya. Ia duduk disamping anaknya.


"Papa datang kesini karena ingin memberitahu sesuatu sama kamu nak.."


"Ada apa pah ??


Reno menceritakan semua yang diinginkan oleh Arletta istrinya, dan Arga sangat terkejut dengan hal itu. Bahkan Arga merasa emosi saat mendengar keinginan istrinya, namun saat ia bangkit dan hendak melangkahkan kakinya Reno segera menahannya.


"Mau kemana ??"

__ADS_1


"Pah, aku harus ngomong sama Letta soal ini.."


"Kalau menurut gue sebaiknya enggak usah deh bro.."


"Benar apa yang dikatakan Orland Ga, duduklah dulu.."


Arga kembali duduk disamping Reno, namun ia nampak kesal juga frustasi memikirkan istrinya.


"Apa dia gak percaya sama aku pah, sampai dia sendiri yang harus turun tangan ??" Kesal Arga.


"Buka begitu Ga, dengarkan dulu papa nak.."


Reno menceritakan semua hal yang membuat Letta pada akhirnya memutuskan untuk turun menantang Loise sendiri.


Arga mencoba memahami namun saat Reno menyebut kedua mertua juga Ilham dan Flora , Arga memaklumi istrinya juga semua keinginannya itu.


"Lalu aku harus gimana pah.."


"Berpura-puralah bahwa kamu masih belum mengetahui semua ini. Biarkan Letta dengan keinginannya, lebih baik begini daripada dia melakukan semua ini dibelakang kita.."


"Benar om, saya rasa Letta bisa berbuat nekat jika kita tak mendukungnya untuk hal ini.."


"Itulah mengapa om kemarin menyetujui keputusannya Land, bahkan om sudah mempersiapkan semua pelatihan untuk dia.."


Arga hanya diam menyandarkan tubuhnya, ia tak tahu harus berbuat apa. Saat ini yang dikhawatirkan adalah kondisi juga keselamatan Letta istrinya.


_____________________________________________


Loise begitu marah saat tak bisa menemukan map hijua yang dicarinya. Bahkan semua anak buahnya yang ikut mencari harus menerima kemarahannya karena gagal menemukan map hijau tersebut.


"Jaga rumah ini , jangan biarkan ada orang lain masuk tanpa seiji saya !!" Titah Loise, kemudian ia pergi menggunakan mobil miliknya kembali kerumahnya.


Sesampainya dirumah, Loise segera masuk dan menggeledah rumahnya mencari map hijaunya. Namun nihil, ia juga tak bisa menemukannya.


"Brengsek !! Dimana sebenarnya map itu.." frustasi nya yang sudah lelah mencari.


Loise menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang, ia diam memikirkan dimana ia meletakkan map hijaunya.


"Sial !! Apa jangan-jangan itu jatuh saat gue berjongkok didepan Cally ya ??" Serunya terkejut.


"Kalau sampai itu benar ada sama Cally, bisa hancur semua rencana gue !!" Amuknya membuang semua barang disampingnya.


Saat Loise sedang kesal dengan keteledorannya, Letta sedang asyik menikmati perannya sebagai seorang ibu baru.


Letta terlihat sedang menyusui baby Ar didalam kamar, namun disana juga ada Elena yang menyuapinya makan siang.


"Udah ma, nanti Letta makan sendiri habis nyusuin baby Ar ya.."


"Nggak, udah mama suapin aja. Lagian kamu itu harus banyak makan nak, biar asi kamu itu lancar.."


"Iya mah, Letta banyak makan kok .."


"Harus nak, karena anak laki-laki itu kuat kalo nyusu mamanya itu.."


Letta hanya tersenyum mendengar Elena bercerita sambil tangannya juga sibuk menyuapinya.


Letta sangat bahagia, ia bersyukur ada ditengah-tengah keluarganya yang sangat mencintainya. Tapi ini masih minus Jesika yang sedang diluar kota.


......🦩......


Terima kasih sudah mau mampir membaca dan semoga kalian suka .. šŸ˜„


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di like and kolom komentarnyašŸ˜‰, tekan favorit agar tidak ketinggalan lanjutannya.


Tinggalkan juga kritik saran kalian agar ceritanya lebih seru nantinya.šŸ¤—

__ADS_1


......HAPPY READING GUYS,......


...šŸ“–šŸ“š...


__ADS_2